ALENA Is My Sunshine

ALENA Is My Sunshine
Interview Calon Menantu



Saat ini Alena dan Lian sudah berada diperusahaan Barrent's Agency, mereka baru saja tiba diantar oleh Joice yang masih setia menjadi pengawal Alena. Sebenar nya ini bukan pekerjaan Joice, tapi kapten Stone memaksa nya untuk mengawal Alena, karena jika Alena bersama Jack, gadis itu pasti akan jarang pulang kerumah seperti yang sudah sudah.


Joice sebenar nya kesal karena dia lebih tertarik menangani kasus Kenzo Barrent yang menghilang, mencari pria bertopeng yang menjadi buronan negara dan berkutat dengan senjata dan perkelahian, dari pada hanya mengawal Alena kemana mana, sungguh membosankan.


"Joice, sebaik nya kau tunggu disini saja, aku takut kau bosan jika mengikuti ku kedalam" kata Alena. Saat ini mereka masih berada dilobi gedung. Joice tampak mengedarkan pandangan mata nya kesana dan kemari, dan akhir nya dia lebih memilih mengangguk, dari pada mengikuti Alena lebih baik dia pergi berjalan jalan saja, siapa tahu dia bisa menemukan sedikit petunjuk tentang Kenzo Barrent digedung ini


"Baik nona, jika anda sudah selesai anda bisa menghubungi saya" jawab Joice


"Ok, bye Joice" Alena langsung melambaikan tangan nya dan pergi masuk kedalam bersama Lian meninggalkan Joice yang juga melangkah kearah lain.


Sesampai nya dimeja receptionist, Alena dan Lian langsung disambut ramah oleh seorang karyawan yang sangat cantik dan semampai. Alena jadi berfikir seperti nya gedung ini memang gudang nya wanita cantik, sejak tadi dia sudah berpapasan dengan model model yang sangat elok rupa nya, bahkan dia yang seorang wanita saja penglihatan nya segar kembali melihat pemandangan ini, apalagi yang laki laki, tapi kenapa Kenzo sama sekali tidak tertarik dengan mereka?


"Nona Alena" sapa Rebecca yang baru turun dari lantai atas. Alena yang sedang melamun tampak terkesiap kaget mendengar nya. Dia langsung menoleh pada Rebecca yang tersenyum ramah pada nya, namun tetap saja wajah angkuh nya tidak dapat tertutupi


"Oh hy nona sekretaris" sapa Alena


"Selamat datang diBarrent's Agency. Mari ikut saya kelantai atas, tuan besar Wesley sudah menunggu kedatangan anda" ajak Rebecca. Alena hanya mengangguk saja dan mengikuti langkah Rebecca bersama Lian.


Seperti nya pengaruh Rebecca diperusahaan ini cukup kuat, karena sedari tadi semua orang yang mereka lewati juga tampak begitu menghormati Rebecca, pantas saja dia bisa begitu angkuh. Tapi ya, Alena harus ingat jasa nya malam tadi saat dia dibela oleh Rebecca, jadi tingkat kekesalan hati nya pada gadis ini sudah berkurang sedikit, hanya sedikit !


"Sayang sekali tuan Kenzo tidak ada, jika tidak kau pasti bisa melihat bagaimana tampan nya dia saat tampil malam tadi" ungkap Rebecca tiba tiba, saat ini mereka sudah berada didalam lift untuk naik kelantai atas


"Ya, padahal saya juga ingin sekali melihat rupa nya dari dekat" jawab Alena


"Tapi asal anda tahu nona, hanya orang orang terdekat saja yang bisa bersentuhan dengan nya. Jika dia tidak suka meskipun anda adalah pemenang nya, dia tetap tidak akan mau melihat anda" sahut Rebecca


"Kenapa begitu?" tanya Alena heran


"Karena tuan Kenzo itu berbeda. Dia orang yang berkelas, berwibawa, selera nya juga pasti tinggi. Dia selalu menilai attitude seseorang, jadi jika tidak sesuai dengan kriteria nya maka jangan harap bisa dekat dengan dia" jawab Rebecca


Alena langsung mendengus gerah mendengar nya


"Jadi apa anda dan tuan Kenzo memang benar benar dekat? Anda begitu tahu semua tentang dia" tanya Alena menatap wajah Rebecca yang tersenyum bangga


"Tentu saja, bertahun tahun sudah saya bekerja dengan nya. Saya sudah pernah bilang bukan jika hanya saya wanita yang bisa dekat dengan dia" jawab Rebecca begitu angkuh


Lian langsung menoleh pada Alena yang nampak menahan kesal nya sekarang. Dan memang benar, rasa nya tiba tiba dada Alena bergemuruh panas mendengar nya, perempuan ini sungguh percaya diri sekali


"Dekat belum tentu bisa menjadi kekasih" gumam Alena


"Anda bilang sesuatu?" tanya Rebecca yang ternyata tidak mendengar gumaman Alena


Alena langsung menggeleng kecil dan tersenyum, bertepatan dengan pintu lift yang terbuka. Langsung saja mereka melangkah menuju ruangan presdir dimana saat ini tuan besar Wesley lah yang memegang kendali.


Mereka berpapasan dengan Edward yang juga baru keluar dari ruangan nya dengan beberapa berkas ditangan.


"Selamat pagi tuan Ed, mereka ingin bertemu dengan tuan besar" ucap Rebecca dan Edward hanya mengangguk saja. Bahkan dia hanya melirik sekilas pada Alena dan Lian, membuat kedua gadis itu langsung mencibir nya dengan kesal


"Dasar pria batu" gumam Alena dan Lian langsung mengangguk setuju, jika boleh berkata, Edward lebih kaku dari pada Kenzo sebenar nya


"Aku lebih memilih Edward yang menghilang" gumam Rebecca pula, seperti nya dia juga begitu kesal dengan Edward


"Kau terlalu jujur, jika dia mendengar dia bisa marah" bisik Alena pada Rebecca yang tertawa kecil


"Bukan marah lagi, tapi dia pasti akan membunuhku. Aku begitu kesal dengan nya, wajah datar nya itu benar benar membuat mood ku selalu buruk" balas Rebecca pula. Kali ini mereka tidak lagi memakai bahasa formal nya, mungkin karena sedang mengumpat si pria batu


"Memang benar" sahut Lian membuat Alena dan Rebecca langsung menoleh kearah nya


"Kau mengenal nya nona asisten?" tanya Rebecca membuat Lian langsung kelabakan sementara Alena terlihat mendengus senyum. Dia tahu Lian sudah jatuh hati pada pria batu itu sejak dulu


"Eh, hanya tahu nona. Hehe" jawab Lian gugup


"Yasudah lah, pasang wajah elegan kalian, jangan sampai menyinggung tuan Wesley" Rebecca terlihat mengingatkan Alena dan Lian ketika telah tiba didepan pintu.


Alena dan Lian juga langsung mengangguk setuju, dan entah kenapa jantung Alena seketika berdetak dengan cepat saat ini, seperti ingin menemui siapa. Padahal hanya tanda tangan kontrak, tapi entah kenapa dia begitu gugup.


Rebecca mengetuk pintu beberapa kali, dan suara Edward yang menyuruh masuk membuat nya langsung membuka pintu itu lebar lebar.


Mata Alena mengerjap beberapa kali sembari menahan nafas sejenak saat melihat tuan besar Wesley duduk dengan penuh wibawa dikursi presdir milik Kenzo, papan nama tertera jelas dimeja itu, malam tadi Alena padahal sudah masuk keruangan ini, namun dia sama sekali tidak dapat melihat dengan jelas bagaimana penampakan ruangan itu karena lampu gedung yang mati. Dan sekarang dia baru tahu jika ruangan ini benar benar megah dan mewah, khas seorang Kenzo Barrent, benar benar memukau.


"Selamat pagi tuan besar" sapa Alena dan Lian sedikit kaku. Aura kepemimpinan itu begitu terasa hingga mampu membuat lutut mereka berdua seketika lemas.


"Kau Alena?" tanya tuan Wesley pada Alena yang langsung mengangguk cepat


"Benar tuan" jawab Alena


"Alena E Stone, putri dari kapten Stone, seorang pemimpin para agen berbakat yang ada di benua Amerika, baru mencoba menjadi desainer beberapa bulan terakhir." gumam tuan Wesley mengamati Alena dengan lekat, dan tentu saja itu membuat Alena sedikit canggung


"Selamat datang di Barrent's Agency, kau terpilih sebagai desainer terbaik tahun ini, otomatis kau juga akan menjadi desainer tetap disini. Apa kau bangga dengan pencapaian mu?" tanya tuan Wesley dengan nada yang begitu tenang. Alena merasa hanya wajah mereka yang mirip, tapi pembawaan nya jelas berbeda, jika Kenzo kaku dan datar serta dingin namun tuan Wesley cukup hangat dan tenang.


"Tentu saya bangga tuan, saya hanya perancang pakaian pemula, dan bisa memenangkan ajang bergengsi ini tentu saya bangga" jawab Alena dengan pasti


Tuan Wesley hanya mengangguk dan menoleh pada Rebecca yang masih berdiri ditempat


"Kau boleh keluar" kata tuan Wesley, dan Rebecca langsung mengangguk patuh, dia segera berlalu meninggalkan ruangan itu


Tuan Wesley kini kembali menoleh pada Alena didepan nya


"Apa kau punya keyakinan jika Kenzo akan kembali?" tanya tuan Wesley tiba tiba. Alena langsung terkesiap kaget saat tuan Wesley menanyakan itu, bukankah ini melenceng dari topik pembicaraan? Atau jangan jangan tuan Wesley tahu jika Alena dekat dengan Kenzo? Lalu apa yang akan terjadi nanti.


Alena langsung melirik Edward yang hanya diam dengan wajah datar nya disamping tuan Wesley. Pria batu itu hanya mengedipkan matanya sekali.


"Kenapa kau tidak menjawab pertanyaan ku? Bukankah kau cukup dekat dengan dia?" tanya tuan Wesley lagi sembari membuka berkas yang ada dihdapan nya


Alena menghela nafas nya sejenak dan mengangguk pelan


"Saya yakin dia akan kembali tuan" jawab Alena begitu yakin membuat tuan Wesley langsung tersenyum tipis


"Kau begitu yakin? Apa karena kau mengetahui sesuatu?" tanya tuan Wesley lagi. Kali ini bukan hanya Alena yang terkesiap kaget, melainkan Edward juga sedikit bereaksi.


Edward menatap Alena dengan pandangan ragu, jangan sampai Alena salah bicara, jika tidak maka habislah sudah.


"Clara dan nyonya Monica sudah sering memberitahu saya bagaimana seorang Kenzo Barrent. Saya juga tahu bagaimana dia meskipun kami belum lama mengenal. Dia orang yang hebat, dia pasti selalu punya cara untuk kembali meski beribu kali orang menjatuhkan nya" jawab Alena begitu lugas, meski kaki nya menahan getar saat ini.


"Bahkan ayahmu saja sudah hampir menyerah mengusut kasus ini"  ucap tuan Wesley lagi


Alena terlihat menghela nafas nya sejenak dan memberanikan diri memandang tuan Wesley dihadapan nya


"Hati saya berkata jika dia akan kembali, meski harus menunggu untuk berapa lama" jawab Alena.


Tuan Wesley langsung mendengus senyum mendengar nya


Edward bahkan sampai tidak berkedip menatap gadis Kenzo ini


"Kau menyukai putera ku?" tanya tuan Wesley, jantung Alena semakin memacu dengan cepat, kenapa jadi pertanyaan seperti ini yang dipertanyakan, apa ini sesi melamar menjadi calon menantu, batin Alena. Padahal dia kemari untuk melamar menjadi desainer, tapi malah diwawancarai pertanyaan yang diajukan untuk calon istri Kenzo.


"Tidak ada orang yang tidak menyukai tuan Kenzo tuan, semua gadis pasti menyukai nya" jawab Alena dengan begitu berani membuat Lian yang disebelah nya tampak menatap Alena dengan cemas


"Yah kau benar, putera ku memang memang memiliki hal yang tidak dimiliki orang lain. Dia begitu tinggi untuk seorang gadis biasa" jawab tuan Wesley menatap Alena dengan senyum tipis namun terkesan penuh arti. Namun entah kenapa, perkataan itu lagi lagi mampu membuat jantung Alena menjadi berdenyut ngilu. Apa maksud nya, apa dia memang tidak mengizinkan Alena bersama Kenzo. Apa nasib percintaan nya akan sama dengan Rose, tapi Alena kan bukan mafia


"Aku tidak tahu dia bisa kembali atau tidak, tapi jika kau memang yakin dia kembali maka aku akan mempercayai itu" kata tuan Wesley lagi


Alena dan Edward langsung mengernyit bingung mendengar nya.


"Apa maskud anda tuan?" tanya Alena


"Disaat keyakinan mu itu benar benar terjadi, maka kau akan tahu arti dari perkataan ku" jawab tuan Wesley. Dan sungguh otak polos Alena yang kecil ini tidak bisa menangkap arah pembicaraan ini kemana


"Ed, berikan" kata tuan Wesley. Dan dengan siap Edward menyerahkan berkas pada Alena tentang surat kontrak nya selama bekerja diBarent's Agency


"Sebenar nya ini bukan urusan ku, aku juga tidak mengerti tentang dunia fashion seperti ini. Aku duduk hanya untuk membungkam orang orang yang ingin menjatuhkan perusahaan yang telah dibangun putraku dengan susah payah. Masalah tentang surat itu adalah urusan Edward dan Clara. Kau bisa menanyakan mereka nanti jika ada yang tidak kau mengerti." ungkap tuan Wesley pada Alena yang langsung menangguk paham


"Tapi ingat, jangan mengambil kesempatan dalam kesempitan. Disini kau harus bisa bersikap profesional, kau tidak boleh menggunakan jabatan Edwrad dan Clara jika ingin mencapai tujuan" kata tuan Wesley lagi


"Baik tuan, saya mengerti. Saya juga tidak suka dibantu dengan cara seperti itu" jawab Alena


"Bagus kalau kau mengerti" sahut tuan Wesley