
Alena menggeliatkan tubuh nya didalam balutan selimut yang menutupi separuh tubuh nya.
Mata nya terbuka perlahan, dan seketika dia langsung terkesiap kaget dan langsung terduduk diatas tempat tidur.
"Aku dimana?" Gumam nya ketakutan, pasal nya siang tadi dia baru saja bertemu dengan Mike dan kini dia berada disebuah kamar. Rasa trauma itu benar benar membuat nya takut setengah mati.
Alena mengedarkan pandangan nya kesegala arah mengitari setiap sudut kamar itu. Kamar yang begitu luas dan mewah.
Tapi tunggu dulu, Alena langsung mengerjap perlahan saat menyadari sesuatu.
"Ini seperti aroma tubuh Enzo, dan lagi, tadi aku kan pergi bersama nya" gumam Alena . Dan seketika saja dia langsung dapat bernafas dengan lega.
"Ya Tuhan, terimakasih sudah mengirimkan malaikat untukku hari ini, meski aku tidak tahu akan seperti apa hari esok" kata Alena begitu lirih
Alena menyingkap selimut tebal yang menutupi tubuh nya dan mulai beranjak untuk turun dari tempat tidur itu. Namun belum lagi kaki nya menyentuh lantai suara pintu kamar mandi terbuka, membuat Alena langsung menoleh kearah suara itu.
"Arrggg" teriak Alena yang langsung menutup wajah nya dengan kedua tangan nya
"Hei, Kau kenapa?" Tanya Kenzo yang terkejut dengan teriakan Alena. Dia langsung mendekat kearah gadis itu yang masih menutupi wajah nya
"Ka..kau, kenapa tidak memakai baju" teriak Alena tanpa mau melepaskan tangan dari wajah nya
Kenzo langsung mendengus mendengar nya. Dia mengira jika sudah terjadi sesuatu pada Alena, namun ternyata hanya karena perihal baju.
"Kenapa memang nya?" Tanya Kenzo yang semakin sengaja mendekat kearah Alena, membuat gadis itu langsung kelabakan
"Pakai baju mu En" teriak Alena begitu panik, namun malah membuat Kenzo semakin ingin menggoda nya
"Kalau aku tidak mau" ucap Kenzo sembari menarik tangan Alena agar menatap nya, namun Alena malah memejamkan mata nya dengan rapat dan wajah nya yang sudah memerah bak kepiting rebus.
"Enzo!!!!" Teriak Alena lagi namun Kenzo hanya terkekeh pelan melihat
"Ayo buka mata mu, kenapa kau terpejam seperti itu?" tanya Kenzo
"Kau gila" teriak Alena
"Benarkah, aku rasa kau yang gila. Lihat wajah mu memerah seperti kepiting rebus, apalagi dengan matamu yang bengkak. Jelek sekali". Ejek Kenzo membuat Alena membuka mata dan menatap Kenzo dengan kesal
"Astaga Enzo, kau menodai mataku" teriak Alena yang kini memalingkan wajah nya dengan wajah yang semakin memerah.
Padahal dulu dia sudah sering melihat Kenzo tanpa pakaian, tapi kenapa sekarang rasa nya sungguh berbeda. Rambut nya yang masih terlihat basah, dada bidang yang dipenuhi tato, dan perut nya yang kotak kotak seperti roti sobek, aaaaahhhh.....
Sungguh membuat Alena ingin menjerit dan memegang nya.
"Bahkan aku rasa kau sudah pernah melihat lebih dari ini" kata Enzo membuat Alena menatap nya dengan sengit namun tetap saja wajah nya merona
"Apa maksud mu?" Tanya Alena
"Bukan kah kau yang merawatku ketika seminggu aku tidak sadarkan diri, dan pasti kau sudah melihat lebih dari ini bukan" kata Kenzo dengan menaikan sebelah alis nya menatap Alena yang tertunduk malu
"Itu, itu kan berbeda" jawab Alena begitu pelan
"Berbeda bagaimana, aku masih orang yang sama" kata Kenzo lagi menatap lucu wajah Alena yang merona malu
"Sekarang, sekarang kau terlihat lebih seksi" kata Alena namun dia langsung menutup mulut nya dengan kedua tangan nya karena kelepasan bicara.
Kenzo langsung terbahak mendengar nya, membuat Alena terpana melihat tawa itu, sangat indah dan sangat mempesona, membuat Alena menatap nya hingga tak berkedip.
"Dasar gadis polos" kata Kenzo menjentik pelan dahi Alena yang langsung tersadar dari keterpanaan nya.
Kenzo berbalik arah dan masuk keruang ganti nya meninggalkan Alena yang kini memegang dada nya yang bergemuruh. Bukan bergemuruh ketakutan seperti tadi siang, namun ini bergemuruh karena dia kembali jatuh cinta, jatuh cinta untuk kesekian kali nya pada pria ini.
Alena langsung menggelengkan kepala nya dengan kuat dan berlari masuk kedalam kamar mandi, jangan sampai Enzo nya melihat wajah salah tingkah Alena saat ini.
...
Kenzo sudah rapi dengan setelan santai nya, dia melirik kearah kamar mandi dimana suara gemericik air terdengar dari sana.
Dan dia memutuskan untuk menunggu Alena diluar saja, karena bagaimana pun dia pria normal yang tidak bisa bersama wanita cantik dalam satu ruangan. Apalagi wanita itu adalah Alena, wanita pertama yang mampu meluluhkan hati nya yang sempat membeku selama beberapa tahun belakangan ini.
Kenzo baru saja meneguk air dalam gelas nya didepan lemari pendingin nya, namun saat membalikan tubuh nya dia hampir tersedak ketika melihat Alena telah berdiri dibelakang nya dan menatap nya dengan senyum canggung.
Mata Kenzo menatap nya tidak berkedip. Bagaimana tidak, saat ini Alena hanya mengenakan kemeja putih milik Kenzo yang terlihat kebesaran ditubuh nya, rambut nya yang basah dibiarkan nya tergerai dengan wajah yang polos tanpa make up. Kaki jenjang nya terekpos dengan sempurna membuat Kenzo mengerjapkan mata nya beberapa kali.
'astaga, kenapa dia terlihat cantik hanya dengan kemeja itu' gumam Kenzo menggelengkan sedikit kepala nya
"Emm maaf, aku tidak punya baju ganti, jadi aku meminjam kemejamu. Kau tidak apa kan, aku janji, aku akan segera memulangkan nya" kata Alena begitu polos membuat Kenzo bertambah gemas
"Ya tidak apa" jawab Kenzo datar, namun sebenar nya hati nya tengah bergemuruh saat ini. Entah nafsu atau perasaan yang lain, dia pun tidak tahu, tapi benar, Alena memang terlihat cantik dimata nya saat ini.
"En, aku lapar. Apa ada yang bisa aku makan?" Tanya Alena lagi yang kini duduk dimeja makan Kenzo dan menatap Kenzo dengan begitu polos membuat Kenzo menghela nafas nya kembali.
"Aku akan memesan makanan, kau bisa bersabar?" Tanya Kenzo membuat Alena mengangguk patuh
"Untuk apa?" Tanya Kenzo heran
"Ya untuk makan, jika kau sudah berbelanja, kan aku bisa memasak makanan untuk mu" jawab Alena
"Aku tidak butuh pembantu" jawab Kenzo santai membuat Alena mendengus dan langsung diam
"En" panggil Alena kembali
"Hmm" gumam Kenzo
"Apa aku boleh tinggal disini untuk sementara waktu?" Tanya Alena ragu. Kenzo langsung menatap gadis itu dengan lekat, membuat Alena langsung tertunduk tidak lagi berani membalas tatapan Kenzo lebih dalam
"Boleh, tapi ada syarat nya" kata Kenzo membuat Alena langsung menatap wajah tampan yang terlihat sedang dalam mode serius itu, bahkan lebih serius dari pada biasa nya
"Apa?" Tanya Alena
"Aku tidak menampung orang sembarangan, kecuali aku tahu maksud dan alasan orang itu ingin tinggal bersama ku" kata Kenzo dengan tegas membuat Alena kembali tertunduk dan menelan saliva nya
Wajah nya terlihat bingung dan gelisah sekarang, dan itu dapat Kenzo rasakan
"Aku... Aku" ucap Alena terbata, bahkan nafas nya terasa sesak kembali sekarang
Kenzo mengernyit menatap Alena, dia tahu gadis itu kembali merasakan ketakutan sekarang, tapi Kenzo juga begitu penasaran dengan apa yang membuat Alena sampai seperti ini. Dia bisa saja mencari tahu nya sendiri, tapi dia juga ingin tahu langsung dari mulut gadis itu.
"Aku takut En" lirih Alena dengan suara yang tercekat bahkan mata nya kembali membendung aliran air disana
"Di dia... Dia sudah datang" kata Alena mulai terisak. Kepala nya tertunduk dan tangan nya saling meremas kembali, dan ketakutan itu seketika kembali menyeruak dihati nya.
Kenzo tertegun sejenak, namun tidak berapa lama, karena setelah itu Kenzo langsung menarik sebuah kursi dan duduk didepan Alena.
Dia mengambil tangan Alena dan menggenggam nya dengan erat membuat Alena menatap nya dengan pandangan sayu dan sendu hingga mampu membuat Kenzo terketuk hati nya.
"Alena, kau percaya padaku?" Tanya Kenzo begitu lembut meski nada bicara nya masih saja datar
Alena langsung mengangguk menatap wajah tampan yang menenangkan itu
"Kalau begitu katakan padaku, siapa dan kenapa dengan orang itu" kata Kenzo lagi, dan kali ini pandangan mata nya menatap lekat manik biru milik Alena yang telah basah
Alena tertunduk namun tidak lama karena dia langsung berdiri dan memeluk erat tubuh Kenzo yang membeku ditempat.
Lama Alena memeluk tubuh Kenzo yang juga mengusap pelan punggung gadis itu.
Seolah mencari ketenangan dan kekuatan dalam pelukan Kenzo, karena bagi nya, memeluk Kenzo adalah sumber kekuatan nya saat ini.
Alena melepaskan pelukan nya dan kembali duduk dikursi nya.
"Maaf" ucap Alena sembari mengusap air mata nya dengan wajah tertunduk
"Sudah lebih tenang?" Tanya Kenzo dan Alena langsung mengangguk
Alena menarik nafas nya perlahan sebelum memulai pembicaraan yang begitu membuat nya trauma batin
"Dia adalah pria yang mengecap ku sebagai milik nya" ungkap Alena perlahan, dan kalimat pertama itu membuat sudut hati Kenzo terasa terusik
"Ayah angkat ku menjual ku pada nya karena dia memiliki hutang yang cukup besar pada pria itu" kata Alena lagi
"Saat itu aku baru saja menyelesaikan kuliah ku, tapi ketika aku kembali kerumah, pria itu sudah ada disana dan membawaku dengan paksa. Ayah ku tidak melakukan apapun, dia hanya menyuruh ku untuk ikut karena aku sudah menjadi alat penebus hutang nya. Dan aku harus menuruti nya karena aku berhutang budi pada mereka yang telah merawatku sejak kecil" ungkap Alena dengan Isak tangis yang ditahan nya. Sementara Kenzo masih terdiam mendengar cerita Alena.
Entah kenapa hati nya menjadi panas mendengar cerita Alena, dan yang pasti cerita ini belum seluruh nya.
"Dan yang membuat ku selalu ketakutan adalah, pria itu... Hiks... Pria itu selalu mencoba melecehkan ku dan menyiksaku setiap hari"
Deg
Jantung Kenzo terasa terhantam sebuah batu besar yang membara. Bahkan tanpa sadar tangan nya terkepal erat mendengar itu, apalagi dengan isak tangis Alena yang semakin terdengar jelas dan terasa begitu perih.
Entah apa yang terjadi, tapi disudut hati nya, Kenzo sungguh merasa sangat prihatin dan tersentuh dengan cerita Alena.
...
*next...
terimakasih yang sudah membaca
like dan komen kalian selalu aku tunggu guys....
mohon dukungan nya buat Alena dan Kenzo ya
semoga kalian bahagia selalu*