ALENA Is My Sunshine

ALENA Is My Sunshine
I Love You My Sunshine



Alena dan Kenzo kini duduk berdua diruang tamu rumahnya. Kapten Stone dan Reymond membiarkan mereka untuk menikmati waktu. Meski keadaan Alena masih lemah tapi dia terlihat sangat senang dengan kedatangan Kenzo. Ya, sepertinya Alena memang sudah cinta mati pada tuan Amerika itu. Tentu kapten Stone dan Reymond tidak bisa melarang nya. Kebahagiaan Alena adalah hal yang mereka harapkan.


"Aku punya sesuatu untukmu" ucap Kenzo


Alena yang sedang bersandar didada nya langsung duduk dengan tegak dan memandang wajah Kenzo dengan bingung.


Kenzo mengeluarkan sesuatu dari balik saku jaket nya. Sebuah kotak kecil bewarna merah maroon dengan pita kecil yang sangat manis.


"Apa itu?" tanya Alena


Kenzo membuka nya dan menampakan sebuah kalung berlian dengan permata zamrud merah. Simpel tapi terlihat elegan


"Cantik sekali" gumam Alena


"Dan akan lebih cantik jika dipakai olehmu" ungkap Kenzo yang langsung mengeluarkan kalung itu dari kotak nya. Dia menoleh pada Alena dan tersenyum dengan penuh cinta


"Berbalik" ujar Kenzo. Dan dengan senang hati Alena langsung membalikkan tubuhnya. Kenzo melingkarkan kalung berlian itu keleher Alena. Sudah lama dia memesan kalung ini, dan baru dia dapatkan sore tadi. Kalung yang hanya ada satu didunia. Seorang Kenzo Barrent tidak akan mau barang nya disamai oleh orang lain, apalagi untuk orang yang dia cintai.


"Apa cocok?" tanya Alena berbalik kearah Kenzo saat pria itu telah selesai memasang kalung dileher nya


"Hmm, indah sekali" jawab Kenzo, namun bukan memandang kalung itu, melainkan wajah Alena. Dan sontak saja itu membuat wajah Alena langsung merona malu.


"Kalung nya En... bukan aku" ucap Alena yang memalingkan wajahnya dari Kenzo


Kenzo tersenyum tipis dan meraih dagu Alena dengan lembut


"Bagiku tidak ada keindahan lain selain wajah ini" ungkap Kenzo, dan sungguh demi apapun, hanya ungkapan sederhana namun cukup mampu membuat jantung Alena berdetak dengan cepat dan wajahnya malah semakin memerah


"Sejak kapan kau bisa semanis ini?" tanya Alena memandang wajah tampan yang sangat mempesona itu


"Sejak bertemu denganmu" jawab Kenzo. Alena langsung mendengus tawa dan menampar gemas dada Kenzo


"En... kau selalu bersikap datar dan kaku. Dan jika kau berbicara seperti ini aku jadi takut" kata Alena memandang lucu wajah Kenzo yang kini gantian tertawa. Dia kembali menarik Alena kedalam pelukan nya dan mengecup sayang pucuk kepala gadis itu. Gadis yang telah menguasai seluruh hati dan fikiran nya


"Entahlah, aku juga tidak tahu. Ketika melihat dan memandangmu rasanya aku memang seperti seorang pujangga saja" ungkap Enzo


Alena mendongak dan memandang wajah Kenzo yang juga memandang nya


"Jangan pernah berubah, kau kelihatan semakin tampan jika lembut begini. Aku selalu takut jika kau berubah menjadi king Aldrego itu" pinta Alena


Kenzo tersenyum dan mengangguk


"Tidak akan, mulai saat ini aku akan menjadi Enzo mu yang tampan dan mempesona" jawab Kenzo


"Kau tidak lagi menekuni dunia mafia mu itu?" tanya Alena menatap serius pada Kenzo


"Kenapa memang nya? Apa kau tidak suka?" tanya Kenzo pula


Alena terdiam, dia tertunduk dan merenung. Bukan nya tidak suka, tapi dia hanya takut. Dia begitu takut jika Kenzo menjadi penjahat bertopeng, nyawa Kenzo pasti akan selalu berada dalam bahaya. Dan juga, jika Daddy nya tahu maka Kenzo juga pasti dalam masalah.


"Alena" panggil Kenzo begitu lembut. Dia meraih kembali wajah Alena yang kini berubah sendu


"Jangan mengkhawatirkan apapun" ujar Kenzo


"Bagaimana aku tidak khawatir. Ketika kau menjadi penjahat bertopeng, nyawamu selalu dalam bahaya. Dan jika Daddy tahu, pasti kau juga akan dipenjara" ungkap Alena dengan begitu polosnya. Wajah sedihnya bukan membuat Kenzo iba, melainkan malah gemas dan menahan untuk tidak tersenyum. Dia tahu jika Alena pasti khawatir, apalagi Alena yang memang penakut. Tapi untuk dipenjara, itu tidak akan mungkin terjadi. Kapten Stone tidak akan membiarkan putrinya depresi karena calon suaminya dipenjara bukan?


"Alena aku bukan penjahat bertopeng" ucap Kenzo


Alena mengerucutkan bibirnya dan memainkan jaket didada Kenzo dengan manja


"Sama saja, penjahat bertopeng dan mafia. Apa bedanya" gerutu Alena


"Baiklah terserah kau saja. Tapi yang jelas, aku pasti akan tetap baik baik saja. Bukan kah sudah kukatakan dari dulu, jika kau baik baik saja maka aku juga" jawab Kenzo


"Jadi kau masih mau membunuh orang dan bertarung lagi?" tanya Alena


Kenzo tersenyum dan menggeleng. Dia mengusap wajah cemas itu dengan lembut


"Tidak, aku tidak pernah membunuh orang jika orang itu tidak menggangguku. Suatu saat jika kau sudah sehat, dan menjadi istriku, aku akan membawamu kemarkas ku. Agar kau tahu apa yang aku kerjakan. Aku tidak seburuk apa yang ada didalam fikiranmu ini Ale" ungkap Kenzo seraya menunjuk dahi Alena. Alena lagi lagi mengerucutkan bibirnya sekilas


"Tapi bagaimana jika Daddy tahu" tanya Alena lagi


"Tapi bagaimana dengan penyerangan malam itu, bukan nya Daddy yang membawa musuhmu, bahkan dia juga tahu jika nona Angel yang membantumu" ungkap Alena lagi yang masih begitu khawatir. Namun Kenzo malah tersenyum dan menggeleng pelan


"Dia tidak akan tahu. Dia hanya tahu jika Jesica adalah anak buah Thomas yang berniat mencelakai mu" jawab Kenzo


"Benarkah?" tanya Alena dan Kenzo langsung mengangguk


"Iya, sudah lah, jangan khawatirkan apa yang bukan menjadi urusanmu. Tugas mu sekarang adalah sehat kembali agar bisa menjadi permaisuri ku nanti" ujar Kenzo


"Kapan kau akan menikahimu?" tanya Alena


"Kau sudah tidak sabar hmm?" goda Kenzo


Alena tersenyum malu dan mengangguk


"Aku sudah tidak ingin berpisah denganmu. Aku ingin setiap hari bersamamu" jawab Alena


"Tunggu lah sebentar lagi. Setelah semua selesai. Aku pasti akan datang melamarmu. Aku ingin menyiapkan pesta pernikahan yang mewah untukmu" ungkap Kenzo


"Pernikahan seperti yang aku impikan?" tanya Alena dan Kenzo langsung mengangguk


"Ya, aku ingin satu dunia tahu jika aku mempunyai gadis yang sangat cantik yang akan mendampingi hidupku kelak" jawab Kenzo dengan senyum indahnya


Alena tertawa kecil dan kembali memeluk Kenzo


"Aaahh... aku mencintaimu En.." ucap Alena


"Aku juga mencintaimu Alena" balas Kenzo yang langsung memeluk Alena dengan mesra. Merasakan kehangatan yang benar benar terasa sampai dihatinya. Tidak ada yang dia harapkan selain Alena dan senyum nya saat ini


"Coba katakan lagi" pinta Alena yang mendongak dan memandang Kenzo


"Aku mencintai mu" ucap Kenzo


"Lagi...." pinta Alena


"Aku mencintaimu"


"Sekali lagi"


"Aku sangat mencintai mu Ale"


"Lagi lagi..."


"I love you my sunshine" ucap Kenzo . Alena langsung tertawa dan kembali memandang wajah Kenzo.


Namun tiba tiba Kenzo langsung mengecup bibirnya sekilas. Membuat Alena sedikit terkesiap kaget


"Sudah puas?" tanya Kenzo


Alena langsung menggeleng dengan wajah yang menggemaskan


"Belum...rasanya aku ingin mendengarnya setiap saat" jawab Alena


"Berjanjilah untuk terus sehat, maka setiap saat aku akan terus berkata jika aku mencintaimu" ucap Kenzo


"Aku berjanji" jawab Alena


"Jangan pernah pergi dariku" pinta Kenzo


"Aku berjanji" jawab Alena kembali


"Teruslah menjadi matahari yang selalu bersinar. Jangan pernah redup lagi" pinta Kenzo begitu dalam


Alena tersenyum dan mengusap rahang tegas itu dengan lembut


"Jika langitku tetap cerah, maka aku akan selalu bersinar" jawab Alena


Kenzo tersenyum dan kembali memeluk Alena dengan erat. Harapan nya saat ini adalah kesehatan dan kebahagiaan Alena. Senyum nya adalah kebahagiaan untuk Kenzo