
Disebuah mansion mewah, seorang gadis cantik berlari lari kecil masuk kedalam mansion itu, bahkan karena semangat nya dia sampai tidak menghiraukan sapaan puluhan pelayan dan penjaga yang menyapa nya.
"Kakak!!!" Seru nya sembari mengedarkan pandangan mata nya kesegala arah
"Kakak!!!!!!" Teriak nya lebih kuat, hingga suara nya menggema diseluruh sudut mansion itu membuat semua pelayan meringis geli dengan kelakuan nona muda kesayangan tuan mereka.
"Clara , jangan seperti dihutan" tegur seorang pria tampan yang baru keluar dari dalam lift diruangan itu. Benar benar tampan dan mempesona. Pakaian yang selalu rapi, wajah yang bersih bersinar meski tatapan nya begitu datar dan tajam.
"Kakak, akhir nya kau muncul juga" ucap Clara yang langsung menghambur memeluk kakak nya yang berwajah datar itu
"Ada apa?" Tanya pria yang tidak lain adalah Kenzo. Dia memandang jengah adik nya itu, selalu saja bisa merusak mood nya.
"Kak Ken, kau itu seperti manekin saja. Cobalah tersenyum kepadaku" gerutu nya sembari melepaskan pelukan pada kakak nya itu
"Berisik, cepat katakan ada apa. Aku sibuk" ucap nya sembari melirik jam mahal dipergelangan tangan nya
"Tidak ada, aku hanya rindu" jawab Clara santai
Cletak
"Auuh" ringis Clara mengusap dahi nya yang dijentik Kenzo, wajah nya mengerucut kesal dengan kebiasaan kakak nya itu
"Kakak kau menyebalkan" umpat Clara sembari mengikuti langkah kaki Kenzo keluar mansion
"Pergilah, kau mengangguku" usir Kenzo membuat Clara berdecak
"Kau kejam sekali" gumam Clara cemberut
"Lebih baik kau keperusahaan Clara, atau cari kegiatan yang berfaedah, dari pada kau terus bermain tidak jelas seperti ini" ungkap Kenzo menghentikan langkah kaki nya menatap Clara dengan raut wajah datar dan serius nya. Adik nya ini benar benar seperti anak kecil, yang hanya kesana kemari tidak jelas, terkadang Kenzo sampai harus memerintahkan orang untuk memata matai setiap kegiatan Clara.
"Untuk apa aku bekerja, orang tua ku kaya, aku juga punya kakak kaya, hidup ku tidak akan pernah susah" jawab nya begitu santai hingga membuat Kenzo kembali berdecak kesal
Dan
Cletak
"Aaaahhh Kenzo Barrent" teriak nya kesal saat lagi lagi Kenzo menjentikan jari nya lebih kuat didahi Clara
"Ubah fikiran konyol mu itu Clara. Kau sudah dewasa" kata Kenzo kesal
"Aku tahu, maka dari itu aku ingin puas bermain dan berkeliling dunia. Setelah itu baru aku mencari suami" jawab Clara dan lagi lagi Kenzo kembali berdecak kesal
"Cari kerja Clara, bukan cari suami. Astaga, mimpi apa aku punya adik seperti mu" gerutu Kenzo sembari memijit pelipis nya yang terasa berat.
Dia segera berjalan kearah mobil dimana Edward telah menanti nya disana
Clara terbahak dan terus mengikuti langkah kaki Kenzo
"Aku juga heran kenapa bisa mempunyai kakak menyebalkan seperti mu" kata Clara membuat Kenzo menatap nya dengan sadis namun tidak mempan lagi bagi Clara
"Kalau begitu, cari sana kakak yang kau impikan" umpat Kenzo dan langsung masuk kedalam mobil nya
"Ya, nanti aku akan kerumah kak Cris saja, dia lebih asik menjadi kakak ku, dari pada Kenzo Barrent pria manekin" teriak Clara saat Edward mulai menutup pintu mobil Kenzo
Kenzo hanya geleng geleng kepala melihat nya, kesal bukan main. Berhadapan dengan Clara selalu menghabiskan energi dan nyawa nya saja.
Clara mendengus kesal dan melipat tangan nya kedada dengan wajah yang tertekuk.
"Aku kan cuma rindu, kenapa juga dia selalu mengajak ku ribut setiap hari. Dasar pria es, ah andai saja kakak ku adalah kak Cris, betapa bahagia nya aku" gerutu Clara dengan wajah sendu nya.
"ck, aku kan tadi mau memberitahukan tentang teman baru ku, kenapa jadi lupa" gumam Clara sembari menepuk dahi nya.
...
Siang hari nya
Tok tok tok
Suara ketukan pintu langsung menghentikan kegiatan Alena. Gadis itu meregangkan otot nya sejenak dan beranjak menuju pintu.
Saat pintu terbuka, ternyata Jhon yang ada disana
"Nona, tuan Edward sudah menunggu anda dibawah" ungkap Jhon membuat Alena mengangguk
"Oh oke. Terimakasih Jhon. Aku akan turun" jawab Alena
Setelah membereskan sedikit pekerjaan nya Alena turun kebawah untuk menemui Edward.
Terlihat lelaki gagah dan datar itu duduk disofa dengan pandangan tajam nya yang lurus mengarah keluar, dan seorang wanita yang duduk didepan nya dengan iPad ditangan nya.
"Selamat siang tuan Ed" sapa Alena membuat Edward langsung menoleh kearah nya dan mengangguk pelan
Alena duduk dihadapan Edward, tepat disofa single. Wajah Edward yang datar dan dingin itu selalu mampu membuat Alena takut, bahkan wajah nya lebih dingin lagi dari pada wajah Enzo fikir Alena.
"Apa anda suka dengan butik ini nona?" Tanya Edward langsung tanpa basa basi.
"Tentu saja. Ini benar benar bagus dan sangat besar, apa Enzo tidak salah memberikan nya padaku?" Tanya Alena membuat Edward dan wanita itu saling pandang heran
"Tentu tidak, ini semua memang untuk anda" jawab Edward
"Perkenalkan nona, dia Lian, dia yang akan mengurus semua keperluan anda nanti nya, masalah bahan baku, pekerja, dan semua yang anda butuhkan" ungkap Edward.
Alena langsung menoleh pada Lian yang mengangguk dan tersenyum pada Alena
"Oh hai Lian, senang bekerja sama dengan mu" ucap Alena
"Sama sama nona" jawab Lian
"Dan lagi, nanti anda akan diantar Lian keapartemen anda nona" kata Edward lagi
"Apartemen?" Gumam Alena bingung
"Ya, tempat tinggal anda selama disini. Tidak mungkin kan jika anda tidur disini dan bergabung dengan butik" jawab Edward
Alena langsung tersenyum canggung mendengar nya
"Ah, aku tidak masalah Ed. Tempat ini nyaman dan aku suka. Tidak perlu lagi apartemen. Aku akan tinggal disini saja" ucap Alena
"Tidak bisa begitu nona, ini perintah tuan" kata Edward
"Tidak apa, bilang pada nya jika aku menolak hal itu. Dia sudah cukup banyak membantu ku. Dan aku tidak ingin apa apa lagi, disini sudah cukup, aku tidak ingin repot kesana kemari lagi" jawab Alena
"Tapi nona"
"Jika dia marah padamu, suruh dia menemui ku" kata Alena membuat Edward langsung terdiam bingung
"Baiklah jika itu keinginan anda nona" jawab Edward pasrah.
Edward benar benar dibuat bingung dengan gadis desa itu, disaat gadis gadis lain ditawarkan berbagai macam hunian dan barang barang mewah, Alena malah lebih memilih tinggal dan bergabung dengan butik nya. Sungguh gadis langka, batin Edward.
...
Setelah selesai membahas tentang butik, Edward pamit pergi dan meninggalkan Alena bersama Lian.
Wanita yang berusia lebih tua dua tahun dari Alena itu begitu senang dengan nya, karena gadis itu benar benar ceria dan begitu polos namun juga pintar tentu nya.
"Jadi bahan baku akan dikirim besok?" Tanya Alena
"Ya nona, pekerja kita juga akan datang besok. Sekitar dua puluh orang penjahit terbaik dinegara ini didatangkan langsung oleh tuan Edward" ungkap Lian
"Wah, apa itu tidak berlebihan" kata Alena tidak enak
"Tentu tidak, itu bukan apa apa untuk mereka. Tugas anda cukup hanya merancang dan memberi model untuk mereka, selebih nya mereka yang mengerjakan nya" kata Lian lagi
Alena hanya menganggukan kepala nya sembari memikirkan sesuatu
"Apa ada sesuatu yang mengganjal difikiran anda nona?" Tanya Lian
"Banyak" jawab Alena cepat membuat Lian langsung tertawa pelan
"Apa aku boleh mengubah sedikit desain butik ini Lian, sembari menunggu untuk pembukaan butik dua minggu lagi?" Tanya Alena ragu
"Tentu saja, semua sudah saya perhitungkan nona. Dan anda juga tidak perlu khawatir dengan anggaran, karena semua sudah disediakan oleh tuan Edward" ungkap Lian lagi
"Lagi lagi edward. Kenapa bukan Enzo?" Tanya Alena kesal membuat Lian mengernyit bingung
"Enzo, maksud anda?" Tanya nya tak mengerti
"Emm, maksud ku tuan Ken" ralat Alena
Lian langsung terdiam bingung, bagaimana mungkin gadis muda ini mengharapkan kedatangan tuan Amerika itu batin nya
"Karena memang ini tugas tuan Edward nona" jawab nya ambigu
"Sebenar nya seberapa kaya mereka Lian, butik ini dan semua modal nya bukan hal yang murah kan" kata Alena lagi
"Saya juga tidak tahu nona, saya hanya bekerja disini" jawab Lian dengan senyum canggung nya
Lian terdiam bingung
'apa nona Alena tidak mengetahui siapa tuan Kenzo sebenar nya, mustahil kan' batin nya
"Ya sudah lah, tolong kau urus semua ya. Aku masih ada pekerjaan diatas, jika ada perlu datang saja kesana" kata Alena
"Baik nona" jawab Lian
Belum sempat Alena menginjakan kaki nya diatas anak tangga, sebuah suara melengking membuat nya menghentikan langkah nya.
"Alenaa!!!!" Teriak Clara dari depan pintu masuk butik itu
"Clara" sapa Alena dan tersenyum ramah pada Clara
"Aku menagih janji mu" ucap Clara langsung membuat Alena terbahak
"Haha, tentu, ayo. Kita keatas, aku juga sedang menjahit disana" ajak Alena langsung menarik tangan Clara berjalan masuk
Mata Clara menatap Lian yang terkejut melihat nya
"Nona Clara, selamat siang" sapa Lian yang membungkukan sedikit tubuh nya
"Siapa dia?" Tanya Clara
"Oh, dia asisten ku yang akan membantu disini. Lian kau kenal Clara" tanya Alena takjub
Lian langsung tersenyum canggung, sungguh aneh nona nya ini, fikir nya.
Sementara Clara menggeleng kan kepala nya pelan dengan tatapan mengancam membuat Lian langsung mengangguk paham
"Emm, saya pernah bertemu nona Clara, tapi mungkin nona Clara sudah melupakan itu" jawab Lian sedikit terbata
"Benarkah, tapi dia selalu mengingat tawaran ku" gumam Alena membuat Clara memukul pelan lengan nya
"Sialan kau" dengus Clara membuat Alena terbahak
"Aku bercanda, ayo naik" ajak Alena tanpa memperdulikan wajah bingung Lian.
Sesampai nya dilantai atas Clara langsung mendekati meja dimana masih ada potongan kain yang sedang berada di sebuah mesin jahit
"Ini pekerjaan mu" tanya Clara membuat Alena yang sedang mengambil alat pengukur mengangguk
"Kau membuat apa, seperti kemeja, benar kan ?" Tanya Clara lagi
"Ya, malam nanti kurasa itu selesai. Jadi besok aku bisa membuatkan gaun untuk mu dan mulai merancang pakaian pakaian yang akan ku pajang didepan nanti" ungkap Alena
"Wow, kau bersemangat sekali" kata Clara takjub
"Ya, ini impian ku Cla, sejak dulu aku selalu ingin punya butik sendiri. Dan sekarang kesempatan itu sudah ada, maka aku tidak boleh menyia nyiakan nya bukan" jawab Alena membuat Clara mengangguk anggukan kepala nya
"Kau hebat, aku yakin kau pasti bisa. Jahitan mu juga rapi" puji Clara membuat Alena tersenyum. Alena melangkahkan kaki nya menuju sebuah lemari kecil tempat nya menyimpan coretan hasil rancangan rancangan nya
"Nah, ini adalah beberapa contoh hasil rancangan ku, karena kau adalah teman pertama ku, maka kau aku izinkan untuk melihat dan memakai nya pertama kali" ungkap Alena sembari meletakan beberapa kertas diatas meja kerja nya
"Wow, aku merasa tersanjung" ungkap Clara berbinar
Clara langsung mengambil helaian kertas itu dan melihat nya satu persatu. Mata nya berbinar indah, senyum juga terpancar diwajah cantik nya. Sesekali lidah nya berdecak kagum melihat hasil karya Alena yang benar benar luar biasa untuk seorang pemula
"Ini benar benar memukau Alena, meski aku bukan anak desain, tapi aku tahu rancangan ini benar benar menakjubkan. Bagaimana mungkin otak mu bisa memikirkan desain seperti ini" ungkap Clara begitu kagum hingga membuat Alena tersipu malu, karena ini kali pertama nya dia menunjukan hasil karya nya pada orang asing
"Itu keluar begitu saja dari otakku" jawab Alena terkekeh membuat Clara juga ikut tertawa
"Haha, oke aku mau yang ini saja. Ini sesuai dengan kriteria ku" kata Clara menyerahkan sebuah desain gaun tanpa lengan dengan hiasan dibagian pinggang nya
"Pilihanmu terbaik Cla" jawab Alena sembari menerima kertas itu
"Tentu saja. Jika hasil nya sesuai ekspektasi ku, aku berjanji akan membantu mempromosikan butik mu nanti" kata Clara. Alena langsung tersenyum senang mendengar nya
"Oh thank you somuch" kata Alena langsung menghambur memeluk Clara yang terbahak melihat kebahagiaan Alena. Dia benar benar bangga dengan semangat Alena yang begitu membara. Bahkan dia sendiri tidak tahu apa tujuan hidup nya, tapi Alena, dia benar benar bersemangat bahkan semangat nya sesuai dengan bakat yang dimiliki nya .
...
*next
jangan lupa tinggalin like dan komen nya guys*