ALENA Is My Sunshine

ALENA Is My Sunshine
Terapi Lagi?



Alena menggelinjang geli saat Kenzo menarik tubuh nya dan memeluk nya dari belakang. Saat ini mereka sudah berada dibutik Alena. Kenzo membawa Alena kebutik nya karena tidak mungkin dia membawa Alena pulang. Sebenar nya rencana awal adalah Jack yang akan membawa Alena pulang kerumah nya, namun entah kenapa tuan Amerika itu masih terasa berat membiarkan Alena pulang meninggalkan nya.


Malam sudah begitu larut bahkan jam sudah menunjukan pukul satu dini hari waktu setempat. Namun Kenzo maupun Alena sama sekali belum menyadari nya.


Alena tertawa lepas saat Kenzo menggelitiki perut nya, mereka baru saja masuk kedalam butik, bahkan masih berada dilantai satu. Pria itu terlihat kesal saat Alena menggoda nya sedari tadi.


"Ahahahah.......... ampun En, geli!!!" teriak Alena pada Kenzo yang masih memeluk nya dari belakang


"Rasakan, ini akibat nya karena berani menggoda ku" jawab Kenzo yang terus menerus menggelitiki perut ramping milik Alena, bahkan Alena sampai meneteskan air mata karena geli.


"En, aku berkata jujur, tampang robot mu pasti tidak kelihatan jika kau memakai kostum badut itu" ucap Alena dengan sisa tawa nya. Dia membalikan tubuh dan menghadap pada Kenzo. Tangan nya langsung melingkar dileher Kenzo yang masih memeluk pinggang nya. Alena melepaskan masker dan topi dari wajah Knezo, membuat wajah tampan nan mempesona itu tertampang indah dihadapan nya.


"Heh, kau mau pesona ku menghilang gara gara pakaian aneh itu, dasar gila" kata Kenzo, dan Alena kembali tertawa mendengar nya


"Kau dipakaikan pakaian apa saja tidak akan berubah, paling juga hanya bertambah lucu" jawab Alena dengan wajah yang dia imutkan.


Kenzo langsung mengecup singkat bibir nya membuat Alena terdiam seketika


"En"seru Alena menatap kesal Kenzo yang tersenyum manis melihat nya


"Kenapa hm, jika tidak begitu kau tidak akan diam" jawab Kenzo membuat Alena langsung mengerucutkan bibirnya


"Aku terkejut, seharus nya bilang dulu" kata Alena dan Kenzo langsung mendengus tawa mendengar nya. Ada ada saja.


"Kenapa harus bilang dulu?" tanya Kenzo


"Supaya aku bisa bersiap siap" jawab Alena begitu polos, dan sungguh Kenzo tidak dapat menahan tawa nya melihat wajah polos yang begitu menggemaskan itu. Kenzo langsung mengangkat tubuh Alena kedalam gendongan nya membuat Alena langsung terpekik kaget.


"En!!" seru Alena yang langsung mengalungkan tangan nya dileher Kenzo yang tersenyum memandang Alena. Senyum yang terkesan penuh arti


"Kau bisa bersiap siap sekarang" ucap Kenzo sembari membawa Alena kelantai atas dimana kamar tidur Alena berada


"Ma mau apa?" tanya Alena mulai gugup


"Tentu saja mau memberi terapi untukmu" jawab Kenzo dengan mengedipkan sebelah mata nya. Mata Alena langsung melebar menatap Kenzo. Bayangan bayangan aneh langsung bermunculan di otak kecil nya. Apa yang akan dilakukan Kenzo nanti, dia benar benar takut sekarang.


"Kau harus menahan nya, ini agak berbeda" bisik Kenzo


"En........tidak!!!!" teriak Alena ketakutan, namun Kenzo malah tertawa terbahak bahak melihat wajah Alena yang ketakutan, Alena pasti sudah berfikiran yang tidak tidak sekarang, padahal Kenzo hanya menggertak nya, dia juga tahu diri untuk tidak melakukan hal yang berlebihan, ya, meskipun dia ingin, dan semoga saja dia bisa tahan.


"Ayo buka pintu nya" kata Kenzo sembari menurunkan Alena didepan pintu kamar.


"Tidak mau" jawab Alena cepat, dia langsung memundurkan langkah nya menjauh dari Kenzo.


Melihat Alena yang seperti itu tentu saja membuat Kenzo semakin gencar untuk menggoda. Dia tersenyum penuh arti melihat Alena, membuat Alena semakin merasa gugup dan takut sekarang.


Alena kembali memundurkan langkah saat melihat Kenzo yang mulai berjalan perlahan mendekati nya.


"Kau mau bermain disini hmm?" tanya Kenzo masih dengan seringaian nya dan terus mendekati Alena hingga Alena terpojok didinding kamar


"En...." rengek Alena pada Kenzo yang tampak mentertawai nya


"Hei ayolah, kenapa kau jadi takut, belum juga dimulai" goda Kenzo


"Tidak mau" dengus Alena. Dia menatap kesal pada Kenzo yang mulai mengkungkung tubuh nya. Senyum diwajah pria itu terlihat menakutkan sekarang, namun Alena juga tahu jika Kenzo hanya menggoda nya saja.


"Yasudah, kita coba disini saja" goda Kenzo, alis nya terangkat sebelah menatap wajah Alena yang sudah semerah tomat


"Jika aku pingsan bagaimana?" tanya Alena begitu polos


"Tidak apa apa, itu malah bagus, aku bisa bermain sepuas ku" jawab Kenzo asal


"En!!!!!" seru Alena begitu kesal. Dia memukul lengan Kenzo dengan kuat, namun  Kenzo malah tertawa dan menarik Alena kedalam pelukan nya


"Kau ini penakut sekali" kata Kenzo sembari mencium pucuk kepala Alena yang terlihat memejamkan mata


"Aku kan takut, aku juga tidak ingin seperti ini" jawab Alena cemberut


"Tidak apa apa, lama lama juga kau akan terbiasa dengan sentuhan ku. Sudah ada sedikit kemajuan bukan" ucap Kenzo


"Kemajuan" gumam Alena dan Kenzo langsung mengangguk


Kenzo langsung tersenyum dan mengusap bibir Alena dengan lembut. Alena menatap Kenzo dengan mata yang mengerjap beberapa kali.


"Sudah tidak takut?" tanya Kenzo dan Alena langsung mengangguk


"Tidak setakut kemarin" jawab Alena dengan wajah yang merona, meski nafas nya terasa tersengal


"Kau memang hebat. Sekarang ayo buka pintu nya. Aku sudah tidak tahan" kata Kenzo. Alena langsung melepas dekapan Kenzo dan memicingkan mata nya pada pria itu


"Kau mau apa?' tuding Alena


cletak


Alena langsung meringis dan mengusap dahi nya yang dijentik oleh Kenzo.


"Fikiran mu yang liar sedari tadi kan. Tentu aku mau istirahat, kau lihat pukul berapa sekarang" kata Kenzo  menunjuk jam yang ada di dinding


Alena langsung tersenyum malu saat melihat jam yang ternyata sudah menunjukan pukul satu lewat, sudah dini hari dan mereka memang butuh istirahat


"Kenapa tidak bilang dari tadi" ucap Alena yang langsung berjalan kearah pintu dan mengeluarkan kunci kamar dari dalam tas nya


"Seperti nya kau yang memang sudah tidak sabar kan" kata Kenzo mengikuti Alena masuk kedalam kamar nya


"Mana ada begitu" sahut Alena cepat, namun dia kembali terpekik saat Kenzo mengangkat kembali tubuh nya dan membawa nya keatas tempat tidur. Menghempaskan Alena dengan pelan dan mengungkung tubuh gadis itu


"En, kau curang!" teriak Alena menatap wajah Kenzo yang tersenyum lucu melihat nya


"Tidak, aku hanya ingin mengajak mu beristirahat" jawab Kenzo, namun mata nya malah memandang fokus bibir ranum milik Alena


"Jika begitu turun, aku sesak" kata Alena mendorong dada Kenzo, namun pria itu sama sekali tidak bergerak. Dia malah mendekatkan wajah nya pada Alena yang langsung menegang gugup


"Setelah ini, pejamkan matamu" bisik Kenzo dan Alena langsung menurut untuk memejamkan mata nya, bukan hanya karena takut, namun juga karena dia begitu gugup saat ini. Wajah nya memanas, jantung nya juga sudah bergemuruh hebat. Sungguh wajah Kenzo benar benar tampan dan sangat menggoda. Meski dia takut, namun dia juga merasakan gelenyar aneh didalam tubuh nya yang terasa bergejolak.


Alena langsung mencengkram erat jaket Kenzo saat pria itu mulai bermain dibibir nya, sangat lembut, hangat dan ah, Alena mulai terbuai. Perasaan yang dulu begitu menakutkan, rasa sakit, perlakuan kasar Mike pada nya seakan mulai terkikis dengan perlakuan Knezo yang begitu membuai


"Eugh" Alena menggeram saat Kenzo menggigit kecil bibir nya


Kenzo tersenyum dalam aksi nya, dia merasa jika Alena memang sudah mulai tidak takut lagi pada nya. Malam itu Kenzo hanya bisa sekedar bermain diwajah Alena, dia belum berani untuk mencoba hal baru. Selain takut mengganggu mental Alena yang belum pulih, namun dia juga takut tidak bisa menahan hasrat nya, karena sungguh aura Alena benar benar begitu memikat.


Kenzo harus bisa bersabar sampai dia bisa membasmi dua hama dalam hidup nya itu, setelah itu dia pastikan dia akan membawa Alena menjalani ikatan suci pernikahan, agar mereka tidak akan terpisah lagi.


.....


Dimarkas besar Black Eagle...


Thomas tampak tersenyum sinis saat mendengar penuturan Jesica. Saat ini mereka sedang berada diruangan pribadi milik Thomas. Jesica baru saja tiba dimarkas nya setelah mendengar jika markas senjata milik Thomas diganggu oleh king Aldrego yang muncul lagi.


"Jadi kau sudah mengetahui letak markas besar klan Aldrego?" tanya Thomas lagi


"Letak pasti memang belum tahu. Tapi markas itu berada ditengah laut tidak jauh dari palung Mariana dan laut kota ini" ungkap Jesica


"Wow, amazing. Mereka memang gila membangun markas ditengah laut mematikan seperti itu. Aku semakin bersemangat untuk merebut nya" ungkap Thomas dengan seringai nya


"Ya, tapi itu tidak akan mudah, kita harus membuat rencana yang benar benar matang." ucap Jesica


"Tentu, kekuatan kita aku rasa sudah cukup untuk menyerang klan mereka. Hanya tinggal mengatur strategi lagi" jawab Thomas


Jesica langsung duduk disisi sofa yang melingkar dan berbentuk aneh, namun itu adalah tempat mereka bermain selama ini.


"Anak buah ku juga beberapa kali melihat king Aldrego berada dibibir pantai selatan akhir akhir ini. Dan kita akan semakin mudah untuk menemukan nya" ungkap Jesica


Thomas langsung mendekat dan duduk disamping Jesica


"Dendam kita harus terbalas" geram Thomas, dan Jesica langsung mengangguk dengan seringai tajam diwajah nya.


Sebentar lagi, semua akan dimulai. Entah siapa yang akan mati, tapi diantara mereka sama sama menyimpan dendam dan kebencian.


Perang besar akan kembali terulang, dan mereka sama sama telah menyiapkan strategi masing masing.