ALENA Is My Sunshine

ALENA Is My Sunshine
Membawa Alena Ke Argentina



Seminggu berlalu tanpa terasa. Hari hari berjalan sebagaimana mestinya. Tidak ada hal yang sedikitpun dilewati oleh Alena dan Kenzo. Meskipun Kenzo sibuk mengurus agensi, namun dia tetap menyempatkan diri untuk menjenguk Alena nya.


Seperti hari ini, setelah dari perusahaan, Kenzo langsung kerumah kapten Stone untuk melihat Alena. Sekaligus untuk membicarakan tentang pernikahan mereka.


Kenzo tidak ingin membuang buang waktu lagi. Semua sudah selesai, dan dia harus segera menepati janjinya untuk Alena. Orang tua Kenzo juga sudah mulai mempersiapkan semuanya. Apalagi nyonya Monica dan Clara, mereka sangat antusias dengan Kenzo yang akan menikahi Alena.


Kenzo tiba dirumah Alena saat hari sudah mulai gelap. Dan seperti biasa, dia langsung disambut oleh kepala pelayan kapten Stone.


Namun ada yang aneh, wajah mereka terlihat panik, bahkan ada beberapa orang yang berlarian kelantai atas


"Ada apa?" tanya Kenzo begitu turun dari dalam mobil dan diikuti oleh Jack dibelakang nya.


Kepala pelayan yang menyambut kedatangan Kenzo langsung menunduk hormat. Meski dia berusaha tenang, namun tetap saja Kenzo tahu jika telah terjadi sesuatu.


"Nona Alena tiba tiba saja pingsan, dan sekarang sedang diperiksa oleh dokter keluarga" ungkap pelayan itu


Mendengar itu jelas saja jantung Kenzo tiba tiba menjadi berdenyut. Dia bahkan langsung berlari kedalam rumah dan menaiki tangga dimana kamar Alena berada. Meninggalkan Jack yang juga tampak panik, bahkan dia langsung ikut masuk kedalam dan mengabaikan kepala pelayan itu.


Wajah Kenzo benar benar panik dan cemas sekarang. Semalam Alena masih baik baik saja, apa yang sudah dia lakukan sebenarnya? Kenapa jadi begini


Saat telah tiba dilantai dua, Kenzo langsung masuk kedalam kamar Alena yang tidak ditutup dan dapat dia lihat kapten Stone yang duduk disisi Alena dengan dokter yang baru saja selesai memeriksa keadaan nya.


"Tuan Kenzo" sapa Reymond yang berdiri tidak jauh dari tempat tidur Alena. Wajahnya juga memendam kecemasan yang mendalam, bahkan dia sepertinya juga baru kembali dari perusahaan, terlihat dari jas dan seperti yang masih melekat rapi ditubuh nya.


"Ada apa, kenapa dengan Alena?" tanya Kenzo yang langsung mendekat kearah Alena


Dia memandang dokter wanita itu dan juga kapten Stone bergantian


"Sepertinya jantung nona Alena melemah tuan, dia tidak bisa melakukan hal hal yang berat dan juga tidak bisa lelah. Untuk lebih jelas nya, nona Alena harus dibawa kerumah sakit. Saya tidak bisa memprediksi nya sekarang" ungkap dokter itu pada kapten Stone dan juga Kenzo


Kenzo menarik nafasnya dalam dalam dan memperhatikan wajah Alena yang pucat


"Satu hari ini dia bersama ku. Tidak ada hal berat yang kami lakukan. Kami hanya duduk dan bercanda ditaman belakang" ungkap kapten Stone. Wajahnya terlihat begitu sedih.


"Jantung nona Alena sepertinya tidak baik baik saja. Kalian harus segera membawanya ke rumah sakit untuk segera ditangani" ungkap dokter itu


"Baik lah dokter. Terimakasih banyak" Reymond yang menjawab nya, saat melihat ayah dan tuan Amerika itu hanya diam dan terpaku ditempat mereka masing masing


Kenzo terdiam, dia langsung terduduk disamping Alena. Tepat dikaki gadis itu. Pandangan nya tertunduk berat. Sepertinya pernikahan nya tidak akan bisa dia lakukan dalam waktu dekat. Kesehatan Alena lebih penting sekarang. Dia takut jika mereka menikah dengan pesta yang diinginkan seperti kemauan Alena, maka pesta itu tidak akan berjalan dengan lancar. Karena sudah pasti acara itu pasti akan menguras tenaga , dan Alena, dia tidak akan sanggup.


Berada dirumah sepanjang hari saja, Alena masih sering drop dan melemah, Kenzo takut acara pernikahan itu tidak akan berjalan dengan baik


Dokter yang memeriksa Alena sudah keluar diantar oleh kepala pelayan yang sudah ada diatas bersama Jack. Dan kini, mereka tinggal berempat didalam kamar Alena.


"Kapten.." panggil Kenzo


Saat ini mereka sudah duduk disofa tidak jauh dari ranjang Alena. Sedangkan Reymond yang menemani Alena diranjang nya. Gadis itu masih tertidur karena pengaruh suntikan yang diberikan oleh dokter wanita itu tadi.


Kapten Stone memandang ke arah Kenzo. Begitu juga dengan Reymond. Mereka sedang menantikan apa yang akan dibicarakan oleh tuan Amerika ini. Wajah datarnya terlihat begitu serius.


"Sepertinya pernikahan kami tidak bisa dilaksanakan dalam waktu dekat ini" ungkap Kenzo


Kapten Stone mengernyit bingung. Apa Kenzo menyerah?


"Izinkan aku membawa Alena ke Argentina" pinta Kenzo


"Argentina" gumam Kapten Stone. Reymond juga memandang nya dengan heran


"Ya, disana aku bisa berkonsultasi dengan Professor Brian tentang keadaan Alena. Mungkin saja ada cara untuk mengobati nya atau mungkin mendapatkan donor jantung. Kita tidak bisa membiarkan Alena seperti ini terus menerus" ungkap Kenzo


Kapten Stone terdiam, dia menoleh pada Alena yang masih tertidur


"Kau tahu bukan, transplantasi jantung mempunyai resiko yang cukup besar. Tidak cukup satu atau dua kali operasi. Harus melewati puluhan kali operasi Ken. Aku takut Alena tidak bisa melewati itu" ungkap kapten Stone terdengar begitu sedih dan putus asa.


"Kapten, aku tahu itu. Itu hanya pilihan terakhir kita. Tapi mungkin saja Professor Brian mempunyai cara lain. Dia bisa menyembuhkan Alena yang terkena racun mematikan itu, maka aku yakin dia juga bisa merawat jantung Alena hingga sembuh kembali" ujar Kenzo begitu yakin


"Dad, tidak ada salah nya mencoba. Membiarkan Alena seperti ini juga bukan hal yang baik. Bisa saja sewaktu waktu jantung nya bermasalah, dan aku tidak bisa membayangkan itu terjadi" sahut Reymond pula


"Aku sudah membicarakan ini dengan Professor Brian. Laboratorium nya ada disana, dia juga tidak bisa pulang pergi Argentina Newyork terlalu sering karena faktor usia. Jadi aku memutuskan untuk membawa Alena kesana dan merawat nya disana" pinta Kenzo


Kapten Stone menghela nafasnya sejenak. Dan mau tidak mau akhirnya dia hanya bisa mengangguk pasrah. Kesehatan dan keselamatan Alena adalah yang terpenting sekarang. Maka apapun memang harus dilakukan.


"Baiklah, kapan kita akan pergi. Aku juga akan ikut kalian kesana" ujar kapten Stone


"Lusa, besok aku akan mempersiapkan semuanya" jawab Kenzo


Kapten Stone langsung mengangguk dan kembali memandang kearah Alena yang masih betah dalam tidur nya.


...


Keesokan paginya


"Apa... ke Argentina?????" Clara yang mendengar perkataan Kenzo langsung terkesiap kaget. Begitu pula dengan kedua orang tua nya.


Saat ini mereka baru saja selesai sarapan. Dan Kenzo malam tadi memang pulang kerumah utama. Dan dia menyampaikan niatnya pada kedua orang tua nya itu


"Apa kondisi nya begitu buruk?" tanya tuan Wesley


Kenzo mengangguk pelan. Dan dapat nyonya Monica lihat jika wajah Kenzo begitu murung sekarang


"Jantung nya bermasalah, dan itu yang harus segera ditangani" ungkap Kenzo


"Dirumah sakit, ada beberapa orang yang sudah mendaftarkan diri untuk mendonorkan beberapa organ vital. Mungkin saja ada yang cocok dengan jantung Alena" ungkap Nyonya Monica


Clara tidak bisa berkata apa apa lagi sekarang. Dia hanya diam dengan pandangan sedihnya. Padahal dia sudah begitu antusias untuk menyiapkan pernikahan kakak nya dengan Alena.


"Tidak bisa sembarangan.. Transplantasi jantung bukan hal yang remeh. Jika tubuh Alena menolak, maka nyawanya akan benar benar terancam" sahut tuan Wesley


"Jadi bagaimana" gumam nyonya Monica yang juga ikut bersedih. Dia tidak menyangka jika kebahagiaan Kenzo masih harus diuji lagi saat ini. Jika dulu bersama Angel mereka hanya terhalang restu, maka kini, penyakit Alena adalah masalah besar bagi hubungan mereka.


"Maka dari itu aku akan membawa nya ke Argentina. Disana ada seorang ilmuan yang menangani tentang penyakit Alena" ungkap Kenzo.


Namun Kenzo langsung menggeleng tidak setuju


"Aku titipkan perusahaan padamu. Untuk kali ini aku memohon kau bisa bekerja sama dengan Edward" pinta Kenzo begitu serius


Clara ingin membantah, tapi melihat wajah kakak nya yang begitu tertekan dan sedih, Clara juga tidak tega. Alena adalah sahabat nya, dia juga begitu mengkhawatirkan keadaan gadis itu. Tapi Agensi juga memerlukan dia dan Edward. Dan,.mau tidak mau Clara akhirnya mengangguk pasrah.


"Pergilah, jika itu memang yang menurutmu baik. Daddy pasti akan membantu mengurus agensi mu" ujar tuan Wesley


"Ya, perjuangkan Alena nak. Semoga kalian bisa secepat nya bersatu. Jika ada perlu apapun, kau bisa menghubungi kami disini." timpal nyonya Monica pula


Kenzo tersenyum tipis dan mengangguk


"Ya tentu" jawab Kenzo


"Jadi kapan kalian akan berangkat?" tanya nyonya Monic


"Besok pagi. Jack dan Edward masih mempersiapkan semua nya" jawab Kenzo


"Baiklah, mama juga akan menyiapkan bekal untuk diperjalanan. Alena tidak boleh makan sembarangan" ungkap nyonya Monica


...


Dan akhirnya, keesokan pagi di bandara Jhon F Kennedy


Alena terlihat meragu, dia benar benar terkejut saat ayah nya berkata jika Kenzo akan membawa mereka ke Argentina untuk melakukan pengobatan lanjutan terhadap kesehatan nya. Kapten Stone dan Kenzo sudah sepakat tidak akan memberitahukan jika jantung Alena sudah benar benar parah, mereka hanya berkata jika Alena perlu memeriksakan jantung nya disana karena Professor Brian yang tidak bisa terbang ke Newyork.


Kenzo yang baru datang langsung berjalan mendekat kearah Alena yang sudah tiba terlebih dahulu. Mereka dijemput oleh Jack pagi tadi.


"Sudah siap?" tanya Kenzo dengan senyum manis nya seperti biasa. Dia membenarkan mantel yang dipakai oleh Alena, karena saat ini memang musim dingin telah tiba


"Kenapa tidak bilang dulu jika mau pergi?" tanya Alena terlihat kesal, namun sungguh wajah kesalnya benar benar menggemaskan bagi Kenzo. Mana mungkin dia bisa kehilangan gadis ini begitu saja. Tidak , Kenzo tidak akan sanggup. Kenzo memeluk Alena sekilas dan mengecup bibir nya, tanpa perduli ada kapten Stone dan juga Reymond yang masih berbincang dengan orang tuanya.


"Kejutan, katamu kau merindukan Michella dan Michael" jawab Kenzo


"Iya sih, apa kita akan kesana?" tanya Alena dan Kenzo langsung mengangguk


"Sekaligus berlibur" jawab Kenzo


"Berlibur?" tanya Alena lagi dan Kenzo kembali mengangguk


"Kenapa Clara tidak ikut?" tanya Alena


"Aku harus mengurus perusahaan Ale. Pria batu ini masih belum sehat, dia masih memerlukan bantuan ku" sahut Clara yang baru tiba disana, dia datang bersama dengan Edward yang hanya diam disamping nya


Alena langsung memeluk sahabatnya itu dengan erat


"Aah jika kau ikut pasti lebih seru" kata Alena


"Aku akan menyusul nanti" jawab Clara


"Benarkah?" tanya Alena dan Clara langsung mengangguk dengan cepat


"Kau harus cepat sehat Ed, jangan menyusahkan Clara terus" kini Alena beralih pada Edward yang terlihat mengernyit sekilas namun langsung mengangguk


"Baik nona" jawab Edward


"Ketika aku pulang, sudah harus ada kabar baik" pinta Alena


"Kabar baik apa" dengus Clara


"Kabar baik untuk segera menikah" bisik Alena


Mata Clara langsung melebar mendengar itu, sedangkan Kenzo dan Edward memandang mereka dengan bingung. Entah apa yang mereka bicarakan.


"Alena" panggil nyonya Monica membuat Alena yang sedang menggoda Clara langsung membalikkan tubuhnya


"Hati hati disana, dan jangan kelelahan" ujar nyonya Monica yang langsung memeluk Alena


Alena sedikit terkesiap, namun dia segera membalas pelukan itu


"Tentu nyonya" jawab Alena


"Kau harus cepat sehat supaya kalian bisa cepat menikah" ucap nyonya Monica lagi.


"Ya, mohon doa nya nyonya " balas Alena.


Nyonya Monica tersenyum dan mengusap wajah cantik calon menantunya ini. Dia begitu berharap, Alena dapat terus hidup dan membuat putra nya bahagia.


Harapan nya ada pada Alena. Bahkan dia bisa melihat bagaimana khawatir nya Kenzo dengan keadaan Alena yang sekarang, meski semua tertutupi dengan wajah datarnya.


Dan kini tiba lah mereka untuk pergi. Alena memeluk Clara yang tampak menangis, meski heran, tapi dia tidak banyak bertanya. Dan kini giliran Alena yang memeluk kakak nya.


"Turuti semua yang dikatakan Kenzo dan Daddy. Kau harus sembuh." ujar Reymond seraya mengecup dahi Alena sekilas


Alena tersenyum dan mengangguk


"Tentu kak..Kau juga harus jaga diri baik baik disini. Jangan kejam lagi dengan Joice" kata Alena


Reymond tertawa kecil dan mengangguk. Dia mengusap kepala Alena yang tertutupi mantel dengan gemas


"Ya, pergilah. Berjuanglah untuk kami" pinta Reymond


"Seperti mau berperang saja" ucap Alena dengan tawa kecil nya dan Reymond hanya tersenyum saja menanggapi itu


Setelah berpamitan pada semua orang, Alena langsung berjalan mendekat kearah Kenzo dan ayah nya.


Kenzo langsung meraih tangan Alena dan menggenggam nya dengan lembut. Sebelum pergi, Alena membalikkan tubuhnya, dan melambaikan tangan pada semua orang yang mengantar kepergian nya. Kepergian yang tanpa dia sadari telah membuat orang orang tersayang nya merasa takut dan khawatir.