
Alena menatap Kenzo dengan lekat, dia memperhatikan wajah pria itu yang agak pucat dan terlihat lesu. Meski tetap saja wajah nya datar dan pesona nya tidak pernah luntur dari diri nya.
Saat ini mereka hanya berdua disofa ruang keluarga rumah kapten Stone. Clara dan Reymond entah kemana pergi nya setelah tadi pamit untuk kebelakang. Pelayan yang biasa hilir mudik juga tidak ada terlihat, bahkan penjaga didepan pintu juga tidak ada lagi, dan itu sedikit membuat Alena bingung.
"En, kau benar baik baik saja?" Tanya Alena lagi
Kenzo hanya mengangguk dan tersenyum tipis pada Alena, senyum yang selalu saja mampu membuat hati Alena bergemuruh hebat
"Tapi wajah mu pucat" ucap Alena
"Aku baik baik saja" jawab Kenzo
"Kau sudah makan?" Tanya Alena lagi dan Kenzo langsung menggelengkan kepala nya
"Bagaimana wajah mu tidak pucat, kau bisa sakit jika tidak makan, apa pekerjaan mu terlalu banyak sehingga kau tidak bisa menjaga tubuh mu dengan baik" gerutu Alena
"Tidak juga" jawab Kenzo singkat. Bukan pekerjaan nya yang banyak, melainkan hati nya yang terlalu sibuk memikirkan tentang Alena dan segala permasalahan nya.
"Kau ini, tetap saja datar dan pelit bicara, padahal sudah lama tidak bertemu" gerutu Alena lagi
Kenzo langsung mendengus senyum melihat wajah kesal Alena
"Ya dan baru dua hari tidak bertemu kau sudah semakin cerewet" sahut Kenzo membuat Alena langsung mencebikan bibir nya
"Ayo, kita kebelakang, aku akan menyiapkan makanan untukmu" ajak Alena yang terlihat berdiri dan menatap Kenzo yang hanya diam ditempat nya
"Aku kemari bukan untuk minta makan Alena" ucap Kenzo
"Tapi kau belum makan En, kau bisa sakit" kata Alena lagi
Kenzo langsung menarik lengan Alena hingga gadis itu jatuh dan duduk disamping nya
"Aku kemari untuk menemui mu, dan itu sudah membuat ku kenyang" ungkap Kenzo
Blush
Wajah Alena seketika memerah bagai kepiting rebus. Dia langsung memalingkan wajah nya dari tatapan Kenzo yang menatap nya dengan lekat. Hanya kata kata seperti itu namun mampu membuat nya menjadi salah tingkah seperti sekarang.
" se sejak kapan kau bisa merayu seperti ini" kata Alena dengan begitu pelan
Kenzo tersenyum dan langsung merebahkan kepala nya disandaran sofa dengan mata yang langsung terpejam sehingga Alena bisa dengan mudah menatap sejuta keindahan diwajah itu.
"Entah lah, mungkin sejak bertemu denganmu" jawab Kenzo membuat Alena langsung tersenyum mendengar nya.
Alena menjulurkan tangan nya dengan ragu kewajah Kenzo yang masih terpejam. Wajah tampan itu pucat, sehingga membuat Alena sedikit gundah hati nya.
Dia menempelkan tangan nya dirahang tegas milik Kenzo hingga membuat Kenzo membuka mata dan melirik nya sekilas.
Alena langsung melepaskan kembali tangan nya namun dengan cepat pula Kenzo menarik nya kembali.
Alena terpaku melihat tangan nya kini dibawa Kenzo kedada nya. Hingga Alena mampu merasakan detak jantung pria itu.
Mata Kenzo kembali terpejam dan tangan nya yang menggenggam lembut tangan Alena didada nya.
"En" panggil Alena dengan begitu lembut hingga mampu menusuk kerelung hati Kenzo
"Jika aku adalah obat dari segala rasamu, maka bisakah aku menganggapmu demikian Alena?" Tanya Kenzo tanpa membuka mata nya
Alena langsung tertegun mendengar nya, namun sedetik kemudian dia langsung tersenyum dan meletakan tangan kiri nya pada tangan Kenzo yang masih menggenggam tangan kanan nya.
Kedua tangan nya kini saling menggenggam dengan tangan Kenzo.
Kenzo membuka mata nya dan melihat wajah Alena yang kini tersenyum pada nya.
"Aku adalah obat dari segala rasamu, aku akan menjadi apapun yang kau anggap bisa membahagiakan hatimu En" ungkap Alena membuat Kenzo juga langsung tersenyum, senyum langka yang sangat manis bagi Alena
Alena langsung memeluk tubuh Kenzo dengan erat, sangat erat hingga Kenzo mampu merasakan kerinduan dan rasa cinta yang mengalir dari dalam tubuh Alena.
"Terimakasih" gumam Kenzo dengan tangan yang juga memeluk erat tubuh Alena
"Aku merindukan mu En" ungkap Alena
"Aku tahu" jawab Kenzo sembari mengecup pucuk kepala Alena
"Aku mencintaimu" ungkap Alena lagi dan Kenzo langsung tersenyum mendengar nya. Kata kata cinta dari Alena selalu mampu menyegarkan hati nya
"Aku tahu" jawab Kenzo pula
Alena tersenyum dengan kepala yang dia rebahkan didada Kenzo, tidak perduli dengan orang orang yang ada dirumah itu, rasa rindu nya begitu dalam saat ini, dan dia sedang tidak ingin memikirkan apapun selain bersama Enzo nya melepaskan rindu.
....
Dibelakang mansion, tepat nya ditaman belakang rumah kapten Stone, Clara dan Reymond terlihat duduk berdua dengan segelas jus ditangan mereka masing masing. Mereka terlihat berbincang hangat disana, ya meskipun diselingi dengan perdebatan perdebatan kecil juga.
Taman belakang itu tidak luas, hanya berupa sepetak tanah yang ditanami oleh beberapa tumbuhan dan sebuah pohon Cemara kecil. Namun cukup mampu menyegarkan mata disiang hari ini
"Aku tidak menyangka jika kalian adalah kakak adik, kenapa kau tidak pernah bilang padaku tentang itu?" Tanya Clara pada Reymond yang duduk disebelah nya
Reymond terlihat menghela nafasnya sejenak dan menoleh pada Clara yang masih menatap nya dengan lekat
"Aku juga tidak tahu, awal nya aku hanya tertarik pada nya karena dia begitu mirip dengan ibuku. Dan aku juga terkejut jika Daddy berkata dia telah menemukan adik ku yang menghilang dulu nya, dan ternyata gadis itu adalah Alena" ungkap Reymond
"Lalu dimana daddymu sekarang, aku tidak melihat nya sejak tadi?" Tanya Clara lagi
"Sedang pergi untuk mengurus sesuatu" jawab Reymond dan Clara langsung mengangguk
"Apa kau tahu jika Alena saat ini tengah diganggu oleh seorang pria" tanya Clara masih menatap lekat wajah tampan Reymond
"Ya, aku tahu. Daddy juga tahu. Bahkan saat ini itulah yang sedang diusut oleh Daddy" jawab Reymond
"Kami tidak akan membiarkan hidup nya menderita lagi" ungkap Reymond
"Ya, aku begitu iba melihat nya, padahal dia gadis yang baik, begitu polos dan sangat menyenangkan. Tapi jalan hidup nya begitu rumit, untung saja dia bisa menemukan kalian dengan cepat. Dia begitu merindukan kalian sejak dulu" ungkap Clara pada Reymond yang mengangguk dan tersenyum tipis
"Kami juga merindukan nya, tidak ada ungkapan yang bisa menggambarkan hati kami ketika kehilangan dia dan mommy dulu nya" ucap Reymond
"Alena menghilang bersama ibumu?" Tanya Clara dan Reymond langsung mengangguk
"Ya, cerita nya panjang. Itu seperti luka yang terlalu lebar untuk keluarga kami, dan bahkan bekas luka itu masih ada sampai saat ini meski kami sudah berkumpul kembali" ungkap Reymond dengan wajah yang tertunduk dalam
Clara langsung mengusap lembut pundak kekar pria itu
"Semua pasti baik baik saja. Yang terpenting Alena sudah bersama kalian saat ini" ucap Clara
Reymond menoleh kearah nya dan tersenyum lembut menatap Clara, membuat gadis itu tiba tiba terdiam dan tertegun ditempat nya
"Aku sangat berterimakasih padamu dan tuan Kenzo, karena kalian kami bisa menemukan Alena kembali" ungkap Reymond begitu tulus membuat Clara sedikit terkesiap dan langsung tersenyum
"Kami juga beruntung bertemu dengan Alena. Dia gadis yang baik, dan bisa kau lihat bukan, jika dia mampu melelehkan gunung es milik tuan Amerika itu" ungkap Clara dengan tawa kecil nya
"Aku tahu, tapi aku juga takut dia akan patah hati nanti nya" gumam Reymond, Clara langsung menggeleng dan tersenyum, dia kembali menatap sebuah pohon Cemara yang terdapat burung burung berterbangan diatas nya
"Aku tahu bagaimana kakak ku Rey, kau tidak perlu khawatir tentang itu" ucap Clara, namun Reymond malah mendengus
"Bagaimana aku tidak khawatir, Alena adik ku. Aku tahu dia begitu tergila gila pada kakakmu, setiap hari hanya nama nya yang selalu dia sebut. Aku takut dia patah hati, karena bukan hanya dia saja yang mengharapkan kakak mu yang penuh dengan sejuta pesona itu Clara" ungkap Reymond
"Haha, kau benar. Tapi percayalah. Seorang Kenzo Barrent jika sudah jatuh hati, dia akan mempertahankan nya sampai mati" ucap Clara begitu serius
Reymond terlihat mengernyitkan alis nya menatap wajah Clara yang begitu yakin
"Kau terlihat begitu yakin, padahal aku belum pernah tahu jika kakak mu menjalin hubungan yang serius dengan seorang wanita" kata Reymond
"Memang tidak pernah, hanya satu orang dulu nya. Dan itu yang membuat dia patah hati hingga tidak ingin dekat dengan gadis manapun, dan setelah bertemu Alena, dia kembali menjadi Kenzo yang lebih manusiawi" ungkap Clara
"Benarkah begitu" tanya Reymond tak percaya, bisakah pria dengan sejuta pesona itu patah hati, batin nya aneh
"Kau ini, aku adik nya sudah pasti aku lebih tahu cerita nya dari pada orang lain" gerutu Clara membuat Reymond langsung tertawa mendengar nya
"Ya ya ya baiklah. Jangan marah nona Barrent, tidak ada David yang membujuk mu jika kau marah disini" goda Reymond membuat Clara langsung memukul pundak nya dengan kesal
"Sialan kau, jangan bawa bawa siplayboy itu disini" ungkap Clara kesal membuat Reymond semakin tertawa saja
"Aku rasa semua orang yang bertemu Alena pasti berubah" gumam Clara membuat tawa Reymond langsung terhenti
"Berubah kenapa?" Tanya nya bingung
"Ya, para pria batu seperti kakak ku bisa sedikit mencair, dan sekarang pria dingin seperti mu sudah dengan mudah tertawa. Aku benar benar heran, pesona bagaimana yang dimiliki Alena sehingga mampu merubah kalian" ungkap Clara dengan gelengan kepala nya
Reymond terdiam sesaat dan terlihat berfikir
"Benarkah begitu, aku rasa biasa saja" gumam nya membuat Clara langsung berdecih sinis
"Cih, kita sudah berteman lama, dan aku tahu bagaimana sifat mu itu" dengus Clara membuat Reymond langsung menarik hidung nya dengan gemas
"Jangan sok tahu cerewet" ucap Reymond pada Clara yang terlihat kesal namun juga sedikit aneh dan berbeda melihat Reymond yang biasa nya banyak diam kini lebih ceria dan terbuka.