ALENA Is My Sunshine

ALENA Is My Sunshine
Bertemu Alexandria



Alena menggaruk sedikit pelipis nya karena ketahuan menguping Kenzo. Sebenar nya dia tidak berniat begitu, namun ketika melihat senyum dan tawa Kenzo dia jadi tidak mampu untuk beralih.


"Maaf, aku ingin kedepan, tapi takut mengganggu mu, jadi aku berdiri disni" jawab Alena dengan senyum getir nya


"Bilang saja kau menguping" dengus Kenzo, namun Alena langsung menggeleng cepat


"Tidak, tidak, bukan begitu. Aku, aku tidak sengaja menguping, hehe" jawab nya dengan tawa yang dipaksakan. Dia benar benar tidak enak hati sekarang karena ketahuan oleh Kenzo


"Dasar, sudah lah. Ayo aku antar kau pulang" kata Kenzo lagi


"Cepat sekali" gumam alena mengerucutkan bibir nya


Cletak


"Aauhh" teriak nya sembari mengusap dahi nya akibat ulah Kenzo


"Sakit tahu" dengus Alena


"Aku ada urusan malam ini, tidak mungkin kau kubiarkan disini sendiri" kata Kenzo kesal


"Kenapa memang nya" tanya Alena yang masih mengusap dahi nya


"Memang nya kau tidak takut disini sendiri" tanya Kenzo pula


"Apa tempat ini berhantu" tanya Alena


"Ya" jawab Kenzo


"Apa hantu nya tampan?" Tanya Alena lagi membuat wajah Kenzo menggeram


"Alena" ucap nya dengan sedikit menekan perkataan nya membuat Alena langsung tertawa


"Hehe, aku bercanda. Ayo pulang, aku ambil tas dulu" kata Alena langsung berlari meninggalkan Kenzo yang mengusap dada nya perlahan


"Dasar gadis gila" umpat Kenzo


Setelah mengambil tas nya didapur Alena langsung berjalan keluar dimana Kenzo sudah siap dengan setelan serba hitam nya, dan juga topeng yang menutup separuh wajah tampan nya.


"Kenapa harus pakai topeng lagi?" Tanya Alena yang kini berjalan dibelakang Kenzo


"Kenapa kau harus banyak bertanya?" Tanya Kenzo pula membuat Alena mendengus kesal


"Dasar robot, aku hanya bertanya saja salah" gerutu nya


"Lebih baik kau diam. Kau tidak ingat sore tadi siapa yang menangis seperti anak kecil. Kenapa sekarang kau jadi cerewet sekali" kata Kenzo begitu kesal bahkan dengan nada yang sedikit membentak membuat Alena langsung tertunduk dan mengunci bibir nya. Kata kata Kenzo sungguh menusuk hati nya yang memang sedang tidak baik baik saja.


Saat ini mereka sudah berada didalam lift. Tidak ada yang bicara sama sekali. Alena dengan fikiran nya dan Kenzo dengan kebisuan nya.


Hingga saat tiba dilobi mobil sudah terparkir rapi disana. Meski heran datang nya dari mana, namun Alena tetap saja masuk kedalam mobil yang dikendarai oleh Kenzo sendiri tanpa banyak bertanya lagi.


Didalam perjalanan Alena terus menerus diam hingga membuat Kenzo melirik nya sekilas.


Dan begitu saja sampai mereka tiba didepan gedung butik Alena.


"Kenapa kau diam saja?" Tanya Kenzo akhir nya membuat Alena berhenti saat ingin membuka pintu mobil


Dia menatap Kenzo sekilas dan tersenyum tipis


"Kau yang menyuruh ku diam kan. Memang seharus nya aku sadar diri untuk tidak mengusik mu terus menerus, aku harus nya cukup berterima kasih karena kau mau membantuku untuk mencari keberadaan orang tua ku" ungkap Alena dengan mata yang berkaca kaca membuat Kenzo tertegun


"Aku masuk dulu, terimakasih untuk waktumu hari ini" kata Alena lagi dan langsung keluar dari mobil Kenzo dan berlari masuk kedalam gedung nya, meninggalkan Kenzo yang masih terdiam menatap punggung Alena yang menghilang dibalik pintu


'apa aku terlalu kasar?' batin Kenzo


....


Alena langsung menghempaskan tubuh nya diatas ranjang.


"Aku hanya tidak ingin kelihatan sebagai gadis yang menyedihkan En, aku ingin menangis sekali saja, tapi kenapa saat bersama mu aku menjadi sensitif sekali" gumam Alena sedih


"Ibu, andai kau masih ada. Hidupku pasti tidak akan sesedih ini" kata Alena lagi dan kembali menangis terisak dibawah bantal nya hingga pagi menjelang.


...


Keesokan pagi nya...


Alena bangun dengan tubuh yang terasa kaku dan mata yang terlihat sangat bengkak. Bahkan dia kepayahan untuk membuka lebar mata nya saat ini.


"Uuggh rasa nya malas sekali hari ini" gumam nya


Alena meregangkan otot otot tangan nya yang begitu pegal.


Rasa nya dia benar benar hanya ingin ditempat tidur sekarang. Tapi itu tidak mungkin karena jam sudah menunjukan pukul delapan pagi. Dan pasti butik juga sudah dibuka oleh Lian.


"Mata ku berat sekali" gumam Alena lagi sembari beranjak dari tempat tidur menuju kamar mandi nya


Satu malaman dia tidak tertidur, hanya menangis dan menangis. Ketika hari menjelang pagi, barulah mata nya dapat tertidur karena kelelahan menangis.


Tidak sampai setengah jam, Alena sudah keluar dari dalam kamar mandi hanya dengan bathrope nya dan sebuah handuk kecil yang melilit kepala nya.


"Astaga, mata ku bengkak" gumam nya saat telah berada didepan meja rias kecil nya


"Bagaimana bisa kebawah jika begini" kesal nya lagi


Dia langsung mengambil foundation dan memberikan sedikit makeup diwajah nya yang terlihat sembab dan pucat, hingga kini sudah terlihat lebih segar kembali


"Yah, ini setidak nya lebih baik" gumam nya lagi


Drrt drrt drrt


Getaran ponsel yang masih berada didalam tas nya membuat Alena melepaskan kuas make up nya dan beralih menuju meja kecil disamping tempat tidur nya. Tangan nya merogoh ponsel yang ada didalam tas dan sesaat kemudian mata nya mengernyit ketika nama Alex tertera disana


"Alex" gumam nya


Tak menunggu lama Alena langsung mengangkat panggilan dari rival nya itu


"Halo Alex" sapa Alena


"Hai Alena, kau masih mengingatku rupa nya" sahut Alex dengan tawa renyah nya


"Tentu saja. Ada apa menelpon ku pagi pagi begini?" Tanya Alena


"Oh sorry jika aku mengganggu waktu mu Alena. Aku hanya ingin mengajak mu untuk minum kopi diluar, aku bosan tidak ada yang menjadi teman ku disini" ungkap pria kemayu itu membuat Alena tertawa pelan


"Oh kebetulan, aku juga butuh angin segar. Tentukan saja dimana kau ingin bertemu" kata Alena langsung


"Oh thank you Alena. Aku akan kirim lokasi nya nanti" jawab Alex cepat


"Oke, aku tunggu" balas Alena


"Bye"


Alena langsung meletakan kembali ponsel nya diatas meja dan kini beralih kelemari pakaian nya. Seperti biasa, drees cantik dengan warna soft pink menjadi andalan nya. Dipadukan dengan Hells bewarna silver yang membuat penampilan nya terlihat manis, apalagi rambut yang digulung asal keatas.


"Selamat pagi semua" sapa Alena begitu ramah dengan senyum yang merekah indah


"Selamat pagi nona, anda cerah sekali pagi ini" puji karyawan Alena


"Ya, bahkan mata sembab itu tidak mempengaruhi kecantikan anda nona" goda Lian membuat Alena langsung tertawa lucu


"Kau mengejek ku Lian" kata Alena sembari berjalan kemeja nya


"Tidak nona, aku benar benar serius" jawab Lian yang mengikuti langkah kaki Alena


"Ah, ini karena aku bergadang semalaman, aku jadi terlihat seperti robot sekarang" gerutu Alena membuat Lian tertawa renyah


"Yang seperti robot inilah yang disukai Presdir" bisik Lian membuat Alena melebarkan mata nya


"Hei, sembarangan kau ini" kata Alena menampar pelan lengan Lian yang tersenyum canggung


"Aku serius nona. Bahkan Presdir rela datang kebutik kecil kita hanya untuk menemui anda, dan bahkan dia rela menggendong anda bukan" bisik Lian lagi


"Karena dia menganggap ku teman Lian" sanggah Alena namun Lian langsung menggeleng


"No, saya rasa tidak begitu nona. Presdir tidak pernah berteman dengan seorang wanita, hanya sekretaris cantik nya saja yang bisa mendampingi nya, itupun jika ada acara besar, tapi anda, dia bahkan terlihat dekat dengan anda" ungkap Lian menatap Alena dengan senyum penuh arti membuat Alena mendengus


"Hmh, tidak seperti yang kau bayangkan. Dia hanya kasihan padaku. Sudah kembali lah bekerja. Sebentar lagi aku akan keluar" usir Alena membuat Lian tertawa namun tetap membungkukan tubuh nya


"Baiklah, permisi nona" ucap Lian dan langsung beranjak ketika Alena menganggukan kepala nya


Alena memeriksa pemasukan hari kemarin dibuku tamu nya. Lumayan, semakin hari butik nya semakin ramai saja. Meski baru buka namun pelanggan nya sudah mulai bertambah.


Mungkin jika begini terus, butik nya akan cepat maju.


Tapi entah kenapa semakin kesini, Alena semakin merasa gelisah.


Dia benar benar takut jika pria itu akan datang mencari nya, perasaan nya benar benar tidak enak akhir akhir ini.


Ting


Sebuah pesan masuk kedalam ponsel nya, membuyarkan lamunan Alena.


Dibuka nya pesan itu yang ternyata dari Alex, yang mengirimkan lokasi caffe tempat mereka bertemu.


Tak terlalu jauh dari butik nya. Dan Alena segera memesan taksi untuk kesana.


....


Dan disini lah Alena berada sekarang .


Disebuah coffe shop yang menyajikan beraneka jenis kopi ternama dunia.


Tempat nya juga asik, seperti nya dkhususkan untuk pelanggan pecinta kopi, dimana disetiap sudut terdapat bar bar kecil khas bangunan Eropa.


Sangat klasik apalagi ditemani dengan lantunan musik jazz yang menemani waktu bersantai mereka.


Alena disambut oleh seorang bartender yang sangat ramah dan dia langsung diantarkan kemeja dimana Alex telah menunggu nya disana. Pria kemayu itu langsung tersenyum dan berdiri menyambut kedatangan Alena


"Hai Alex, sorry aku agak terlambat" sapa Alena sembari memeluk Alex sekejap


"No problem Ale, aku juga baru tiba." Sambut Alex


Alena duduk dikursi nya, tepat didepan Alex. Setelah sebelum nya dia memesan kopi nya pada karyawan disana.


"Kau cantik sekali Alena" puji Alex membuat Alena tersipu malu


"Jangan mengejek ku Alex, aku tahu kau pasti ingin berkata wajah ku aneh kan" kata Alena membuat Alex langsung terbahak sembari menutup mulut nya


"Haha, ya, walaupun mata mu bengkak, tapi tidak mengurangi kecantikan mu. Kau bahkan terlihat lebih lucu dan menggemaskan dengan mata seperti itu" kata Alex membuat Alena mendengus


"ck, ini karena aku bergadang semalaman" dengus Alena mengerucutkan bibir nya, yang bagi siapa saja dia akan terlihat lebih menggemaskan jika seperti itu


"Bergadang, aku tidak yakin kau bergadang karena bekerja, jangan bilang kau bergadang karena patah hati, benar kan" tuduh Alex dengan mata yang memicing membuat Alena berdecak kesal


"Patah hati apa, bahkan kekasih pun aku tidak punya" jawab Alena membuat Alex langsung terbahak


"Mustahil gadis secantik dirimu tidak mempunyai kekasih Ale" kata Alex


Alena tersenyum saat seorang pelayan mengantar kan pesanan kopi mereka


"Aku memang jomblo Alex, bahkan jomblo dari lahir" jawab Alena sembari mengaduk perlahan kopi nya yang masih mengepul asap nya


"Wah sayang sekali, itu pasti karena kau seorang pemilih" kata Alex yang juga mengaduk kopi nya


"Tidak juga, aku hanya menyukai pria tampan yang keren dan cool" jawab Alena


"Wah itukan aku" seru Alex membuat Alena langsung menampar lengan nya


"Kau bukan tipeku" sahut Alena kesal membuat Alex langsung terbahak kembali


"Ya , dan kau juga bukan tipeku" balas Alex, dan kali ini Alena yang terbahak


"Jadi, seperti apa tipemu" tanya Alena sembari menyeruput kopi nya


"Ya sekelas Presdir Kenzo Barrent lah" jawab Alex santai namun Alena malah langsung tersedak kopi nya membuat Alex kembali terbahak bahak


"Dia pria Alex!" Seru Alena tertahan sembari mengusap bibir nya dengan tisu


"Hahaha, aku tahu. Tapi aku memang suka dia" jawab Alex terbahak sedangkan Alena langsung menggeleng frustasi


"Astaga, bukan hanya para wanita saja yang menyukai nya, ternyata kaum lelaki seperti mu juga. Kau gila" gumam Alena


"Hei, aku ini lelaki istimewa, kau tahu" dengus Alex membuat Alena menjelekan wajah nya


"Heh, aku saja yang cantik begini tidak bisa menarik perhatian nya, apa lagi dirimu Alex" geram Alena. Dia sedang kesal dengan pria robot itu, tapi sekarang malah harus membahas nya


"Nah, karena itu, siapa tahu selera nya lain, mungkin dia suka batangan" bisik Alex dengan mendekatkan kepala nya pada Alena


Alena langsung tersedak kembali dan terbelalak lebar


"Alex!! Kau gila. Jika dia dengar bisa habis kau" kata Alena sembari melirik sekitar nya, namun Alex hanya tertawa renyah dengan perkataan nya


"Hei, aku serius. Kau tahu, aku sudah mencari tahu tentang Presdir itu. Dan berita nya dia itu memang jomblo,tidak ada seorang wanita pun yang bisa menarik hati nya. Padahal umur nya sudah lewat tiga puluh tahun" ungkap Alex namun Alena langsung menggeleng


"Itu hanya berita hoax, dia pernah punya kekasih dulu" kata Alena membuat Alex mengernyit


"Kau tahu dari mana?" Tanya Alex mulai penasaran. Alena langsung mengerjap kan mata nya cepat karena dia kelepasan berbicara ternyata


"Dari kata orang" jawab Alena


"Huh, sama saja itu. Yah aku berharap dia memang menyukai hal yang berbeda, agar aku punya kesempatan" ungkap Alex dengan raut wajah berbinar membuat Alena meringis geli


'dasar gila, aku yang seperti ini saja masih tidak dilihat' gerutu Alena dalam hati


Hampir dua jam Alena berada dicaffe itu bersama Alex yang ternyata lebih gila dari pemikiran nya. Tapi cukup membuat suasana hati nya kembali membaik setelah kejadian semalam. Terkadang dia memang membutuhkan waktu liburan untuk merefresh otak nya yang dipenuhi oleh Kenzo dan masalah nya.