
Saat ini Alena bersama Clara dan Joice sudah berada disebuah butik ternama yang berada dikota Newyork. Hari sudah lewat tengah hari baru dia bisa datang kebutik ini setelah melewati drama yang cukup panjang diagensi tadi.
Yah bagaimana tidak, jika satu agensi benar benar heboh dengan berita jika dia adalah kekasih dari seorang Kenzo Barrent, dan bahkan sebentar lagi mereka akan melangsungkan pernikahan.
Semua karyawan dan model yang ada diagensi itu benar benar tidak menyangka jika ternyata Presdir mereka sudah memiliki kekasih, dan yang lebih tidak menyangka adalah ternyata kekasih Presdir mereka adalah seorang desainer muda diagensi itu.
Alena, ternyata gadis itu yang bisa merebut hati seorang tuan Amerika yang digilai oleh sejuta kaum hawa dikota itu. Hanya seorang gadis muda yang tidak terlihat istimewa namun mampu meluluhkan hati sekeras batu milik Kenzo. Pria dingin dan datar yang menjadi ikon kota Newyork ternyata telah memiliki tambatan hatinya sendiri.
Tidak ada yang menyangka jika ternyata Alena adalah pemenangnya. Dan tentu semua orang benar benar merasakan patah hati. Apalagi Rebecca, dia bahkan sudah seperti manusia yang tidak memiliki nyawa saat ini. Mengetahui pria yang menjadi idaman nya ternyata telah memiliki pilihan sendiri, dan sialnya, orang itu adalah Alena.
Clara dan Joice tidak bisa berhenti menahan tawa melihat wajah frustasi Rebecca dan semua model yang anda diagensi, mereka benar benar puas melihat keterkejutan mereka semua.
Bahkan Alena sendiri juga merasa risih mendapat pandangan sinis dan penuh iri dari mereka semua. Apalagi saat Kenzo merangkulnya tanpa malu saat mereka keluar gedung agensi tadi.
Alena adalah pemenang dari seorang tuan Amerika yang penuh dengan sejuta pesona. Tentu semua orang pasti begitu iri dengan nya. Karena bagaimana pun, dia adalah pemenang nya dari sekian juta wanita yang berusaha mendekati Kenzo selama ini.
Bahkan Alena juga tidak menyangka jika dia bisa ada ditahap ini. Tahap dimana dia akan menikah dengan Kenzo.
Jantung Alena bahkan berdetak dengan cepat saat melihat rentetan gaun pengantin yang berjejer indah didalam etalase kaca. Semua nya begitu indah dan memukau. Hasil rancangan yang begitu menakjubkan. Dia yang seorang desainer tentu tahu jika ini adalah hasil rancangan terbagus yang pernah dia lihat. Ya, tentu saja, karena Newyork adalah kota nya Fashion dunia, tentu desainer ternama pasti begitu banyak berseliweran dikota ini.
"Coba saja kau tidak sakit waktu itu. Mungkin sekarang kau akan memakai gaun hasil rancangan mu sendiri Ale" ucap Clara yang sedikit membuat Alena terkejut, karena dia sedang serius mengamati gaun gaun indah ini.
Alena tersenyum dan menoleh pada Clara.
"Tidak apa apa. Ini bahkan jauh lebih indah dari bayangan ku Clara" jawab Alena.
"Yah, ini memang butik langganan mommy. Butik yang terbaik dikota ini" ungkap Clara.
Dan Alena langsung mengangguk setuju. Dia percaya itu, karena baru masuk kedalam tempat ini dia sudah tahu jika hasil rancangan ini pasti dari tangan yang begitu profesional.
"Hai nona muda, maaf saya sedikit terlambat" ucap seseorang yang mengejutkan mereka.
"Tidak masalah Jamey, kami juga baru tiba" jawab Clara seraya memeluk Jamey sekilas
"Apa ini nona nya tuan Amerika?" tanya Jamey menunjuk Alena yang tampak tersenyum dengan manis.
"Yes, dia kakak iparku" jawab Clara
"Oh, sangat perfect. Cantik sekali. Pilihan tuan Amerika memang tidak pernah salah" puji Jamey membuat Alena langsung merona malu. Sungguh menggemaskan.
"Halo nona, perkenalkan saya Jamey, perancang gaun anda" ujar Jamey
"Hai Jam,.senang bertemu dengan mu" sahut Alena.
"Yah, semoga anda cocok dengan gaun saya nona. Tapi melihat anda yang seperti ini, saya rasa jika gaun saya memang pas dengan selera anda yang feminim dan anggun" ungkap Jamey.
"Aku tahu, kau yang terbaik" puji Alena
"Jam, jangan terlalu lama menyentuhnya. Kau tahu dia milik siapa bukan" ucap seseorang yang baru datang.
Jamey langsung tertawa dan segera melepaskan genggaman tangan nya dari Alena dan beralih pada Nyonya Monica yang baru datang.
Mereka berpelukan sekilas dan sedikit bercipika cipiki.
"Calon menantu anda memang sangat cantik nyonya" ucap Jamey
"Tentu saja, kau pasti tahu bagaimana putra kebanggaan ku itu bukan" jawab nyonya Monica
"Yah, saya tidak menyangka jika tuan Amerika menyukai gadis muda dan masih segar seperti nona Alena, dan beruntungnya nona Alena yang menjadi pemenang diantara sejuta wanita yang menggilai pria tampan itu" ucap Jamey seraya tertawa kecil.
"Tentu saja, Alena yang istimewa " sahut Clara pula
"Kalian ini kenapa memujiku begitu. Aku bahkan tidak tahu kenapa tuan Amerika itu bisa memilihku" kata Alena pula
Semua orang langsung tertawa mendengar itu.
"Sudahlah, ayo Jame, aku sudah tidak sabar untuk melihat Alena mencoba gaun mu" ujar Nyonya Monica
"Oke,.come on" ajak Jamey yang langsung berjalan menuju lantai atas diikuti oleh keempat wanita itu.
Nyonya Monica merangkul lengan Alena, sedangkan Clara dan Joice mengikuti dibelakang nya.
"Belum menikah, tapi dia sudah berhasil merebut mommy ku" ucap Clara. Joice langsung tertawa kecil mendengar nya.
"Seperti nya mulai sekarang anda harus rela berbagi nona" ujar Joice
"Yah, untuk Alena aku memang harus rela berbagi mommy dan kakakku" jawab Clara dengan tawa nya
"Clara... mommy dengar sayang" ucap Nyonya Monica
Clara dan Joice kembali tertawa mendengar itu.
"Kau cemburu Clara" tanya Alena
"Tidak juga" jawab Clara
"Bohong sekali" sahut Joice pula.
Mereka kembali tertawa seraya mengikuti Jamey yang keluar dari lift dan menuju kesebuah ruangan yang memang dikhususkan untuk Alena saat ini. Karena disana adalah tempat penyimpanan gaun pernikahan untuk nya.
"Sayang sekali kak Ken tidak bisa ikut" ucap Clara
Alena langsung menghela nafas lelah mendengar itu
"Yah, dia sedang sibuk dengan wanita seksi itu" jawab Alena dengan wajah cemberut nya
"Wanita seksi?" tanya Nyonya Monica dengan heran
"Yes mom, Rebecca " ungkap Clara.
"Dia pasti begitu kesal" kata Nyonya Monica dengan tawanya
Clara dan Joice juga ikut tertawa, mereka masih ingat bagaimana wajah frustasi wanita itu tadi.
"Tentu saja, dia bahkan sudah pingsan melihat kak Ken mencium Alena tadi" jawab Clara.
Alena langsung melebarkan matanya mendengar itu. Clara kenapa jujur sekali.
"Clara, kau ini" gumam Alena
"Tidak apa apa sayang. Rebecca memang sudah menggilai Kenzo sejak dulu. Dan mommy tahu bagaimana hancur nya dia sekarang" ungkap nyonya Monica.
"Yah, kasihan, tapi aku juga kesal " kata Alena
Nyonya Monica langsung tertawa mendengar nya. Dia sudah tahu bagaimana sifat Rebecca sejak dulu.
"Nona, coba lah kemari. Ini gaun pertama yang harus Anda coba" seru Jamey tiba tiba. Alena langsung masuk kedalam ruangan itu, dan matanya seketika berbinar dengan indah saat melihat gaun yang begitu indah terpampang didepan nya.
"Wow, indah sekali" gumam nya begitu takjub
"Kau suka sayang, ini baru gaun pertama" ucap Nyonya Monica
"Tentu saja aku suka mom" jawab Alena yang langsung mendekat kearah gaun itu. Gaun dilantai bawah sudah begitu indah,.dan gaun ini jauh lebih indah lagi.
Tidak percaya dengan apa yang dilihat nya, jika gaun ini akan dia kenakan nanti.
"Kita harus mencobanya" ujar Jamey yang langsung menarik Alena untuk mencoba gaun indah itu. sangat cocok dan anggun sekali ditubuh Alena pastinya.
...