ALENA Is My Sunshine

ALENA Is My Sunshine
Maafkan Aku Alena



Hari sudah malam saat Alena baru keluar dari butik nya, sore ini Reymond tidak menjemput nya karena dia keluar kota sore tadi setelah dari butik menemui Alena. Jadi Alena kembali pulang bersama Jack saat ini.


Alena duduk didalam mobil dengan tubuh yang bersandar dikursi nya. Padahal pekerjaan tidak begitu banyak, namun dia merasa begitu lelah dan sangat mengantuk. Mungkin karena kurang tidur semalam. Alena menguap beberapa kali karena kantuk yang begitu mendera. Dia langsung memejamkan mata nya, dan benar saja, tidak lama kemudian dia sudah terbuai dalam tidur nya.


Jack membiarkan saja nona nya itu tertidur, karena Jack tahu jika gadis itu lelah lahir dan batin hari ini. Dia mengemudikan mobil dengan kecepatan sedang dan begitu hati hati. Namun lagi lagi, seseorang dengan motor sport nya langsung menghentikan laju mobil Jack. Jack terlihat mengerjap beberapa kali saat melihat orang itu yang tidak lain adalah Kenzo.


Jack menoleh kearah Alena yang terlihat begitu nyenyak dan damai, dia jadi tidak tega untuk membangunkannya. Akhir nya Jack memilih untuk turun dari mobil dan menemui Kenzo yang masih duduk diatas motor.


"Kemana dia?" tanya Kenzo


"Nona tertidur king, saya tidak berani membangunkannya" jawab Jack dengan pandangan yang tertunduk hormat


Kenzo langsung membuka helm dan langsung melemparkan nya pada Jack yang dengan sigap menangkap nya.


Tanpa berkata apapun, Kenzo langsung berjalan kearah mobil dan masuk dibalik kemudi meninggalkan Jack yang terdiam bingung dengan helm ditangan nya.


Kenzo tersenyum menatap Alena yang tampak begitu tenang dalam tidur nya. Dia langsung melajukan mobil itu kesuatu tempat dan tetap membiarkan Alena tertidur dengan nyaman.


....


Alena tampak menggerakkan tubuh nya dengan enggan, mata nya memicing dan mulai terbuka perlahan. Dia merenggangkan sedikit tangan nya yang kaku karena tidur dengan posisi yang kurang nyaman


"Kita sudah sampai Jack, kenapa tidak membangunkan aku" gumam Alena dengan suara serak nya. Namun dia tampak mengernyit bingung saat melihat Jack yang sudah tidak ada dibalik kemudi.


"Jack" panggil Alena lagi. Dia mulai mengedarkan pandangan nya kesegala arah. Gelap dan tidak terlihat apapun dari dalam mobil, namun samar samar dia dapat melihat jika ada beberapa pepohonan disekililing mobil itu


"Ini dimana" gumam Alena begitu bingung. Apa dia sedang bermimpi, batin nya.


Alena langsung mencubit tangan nya dan meringis sakit, dia tidak bermimpi, lalu dimana dia sekarang, dan kemana Jack. Alena mulai panik dan takut. Dengan ragu dia membuka pintu mobil, mata nya melebar sempurna saat melihat pemandangan malam itu yang memang gelap dan remang remang, namun ketika memandang keatas, dapat dia lihat beberapa puluh kunang kunang bertebaran dengan indah.


"Kunang kunang" gumam Alena, dia langsung tersenyum memandang fokus keatas, namun senyum nya langsung meredup saat tiba tiba dia melihat seseorang datang dari arah depan, wajah nya belum kelihatan, apalagi dia memakai pakaian serba hitam, tapi Alena tahu jika itu pria berbadan tinggi dan tegap


"Jack itu kau" tanya Alena dengan nada yang terdengar bergetar, dia langsung memundurkan langkah nya perlahan


"Apa hanya Jack yang ada difikiran mu sekarang?" ucap pria itu membuat Alena kembali melebarkan mata nya. Apalagi saat sinar bulan mulai menerangi wajah nya yang sudah mendekat kearah Alena. Wajah tampan yang semakin bersinar dibawah sinar bulan, membuat Alena langsung membeku ditempat nya


"Enzo" gumam Alena tanpa suara


Alena hanya menatap datar wajah Kenzo yang tersenyum memandang nya. Sungguh demi apapun, Alena benar benar terbuai dengan wajah ini. Kenapa dia secinta ini pada lelaki yang jelas jelas dia tidak tahu bagaimana hati nya.


"Kau terlalu lama tidur, aku sampai lelah menunggu mu" ucap Kenzo sembari tangan nya ingin menyentuh wajah Alena, namun Alena segera memundurkan langkah nya.


Alis Kenzo langsung terangkat sebelah dengan tangan yang menggantung


"Kenapa lagi lagi kau menculikku?" tanya Alena dengan ketus namun Kenzo langsung mendengus senyum dan menurunkan tangan nya


"Aku tidak menculikmu, kau saja yang mau aku bawa pergi" jawab Kenzo


Alena langsung memalingkan wajah nya dan berjalan menjauh menatap kunang kunang yang terbang diatas sana


"Untuk apa kau membawaku, kau tidak takut aku menyusahkan mu lagi, aku bahkan tidak bisa melindungi diriku sendiri" kata Alena


Kenzo terlihat menghela nafas nya sejenak dan berdiri mendekat dibelakang Alena


"Maafkan aku jika perkataan ku membuat mu marah" ucap Kenzo namun Alena langsung mendengus senyum dan berbalik memandang nya


"Kau tidak salah, dan kau pantas untuk marah. Seharus nya aku mengerti keadaan, bukan nya malah menyusul hanya karena aku takut terjadi sesuatu padamu" jawab Alena


"Aku seharus nya mengerti jika kau memang seorang penjahat bertopeng, kau pemimpin sebuah klan mafia, hari hari mu pasti dipenuhi dengan bahaya, aku yang salah, aku tidak mengerti tentang kehidupanmu" kata Alena lagi namun dengan mata yang berkaca kaca


Dia ingin membalikan kembali tubuh nya untuk menyembunyikan air mata yang ingin sekali menetes, namun dengan sigap pula Kenzo menarik tubuh nya hingga dia langsung masuk kedalam dekapan Kenzo.


"Maaf" ucap Kenzo lagi, dia memeluk tubuh Alena yang sudah menangis sekarang


"Aku hanya tahu kau Enzo ku,tuan Amerika dengan segala kesempurnaan, bukan pemimpin klan mafia yang berbahaya itu, aku takut Enzo ku terluka dan pergi meninggalkan aku" ungkap Alena dengan isak tangis nya


Antara merasa bersalah dan lucu mendengar perkataan Alena, tapi dia juga tidak bisa memungkiri jika Alena memang harus tahu tentang semua kehidupan berbahaya nya, bukankah dia sudah memutuskan untuk menjadikan Alena wanita nya.


"Suatu saat, aku akan membawa mu kemarkas ku" ucap Kenzo membuat Alena langsung terkesiap dan mendongak menatap Kenzo


"Untuk apa?" tanya Alena dengan wajah polos yang dipenuhi dengan air mata


"Agar kau tahu siapa aku yang sebenar nya" jawab Kenzo sembari mengusap air mata diwajah itu


Alena menunduk lesu dan melepaskan pelukan Kenzo, dia menghela nafas nya dalam dalam sembari merapikan anak rambut nya


"Tidak bisakah aku hanya tahu jika kau seorang presdir saja" ucap Alena begitu lirih


"Jika begitu, sanggupkah kau untuk tidak lagi mau tahu apa yang aku lakukan diluar sana?" tanya Kenzo pula


Alena langsung terkesiap dan tertunduk dengan sedih, bagaimana mungkin dia tidak mau ingin tahu apa yang dilakukan oleh Kenzo. Meskipun tidak seharus nya dia tahu semua apa yang dilakukan pria itu, tapi sepaling tidak dia ingin tahu jika Kenzo baik baik saja. Apa Alena setidak seberharga itu sehingga dia tidak boleh tahu segala urusan Kenzo


"Alena, hidup ku bukan seperti orang lain yang dipenuhi oleh ketenangan dan kesenangan. Kau sudah tahu jika aku bukan hanya seorang presdir, namun juga seorang pemimpin klan mafia. Hidupku tidak selalu aman, dan aku akan selalu berada didalam bahaya setiap waktu, jika kau mencintaiku dan tetap ingin bersama ku, bisakah kau menerima semua kehidupan ku?" tanya Kenzo begitu serius menatap wajah Alena


"Aku mencintaimu, mungkin aku bisa mencoba untuk menerima nya. Tapi bagaimana dengan mu, apa kau tidak bisa menerima aku yang selalu ingin tahu apa yang kau lakukan? Apa karena kau tidak mencintaiku maka dari itu kau tidak mengizinkan ku untuk tahu semua hal yang kau perbuat?" tanya Alena dengan begitu lirih


Kenzo langsung tersenyum tipis dan mengusap kembali wajah Alena


"Aku bukan tidak mengizinkanmu untuk tahu, tapi aku hanya tidak ingin kau terluka disaat aku sedang menjalankan misiku Ale" jawab Kenzo


"Aku juga takut kau terluka" sahut Alena cepat dan Kenzo langsung menarik gemas hidung bangir itu


"Aku akan baik baik saja, aku tidak selemah itu. Kau tahu sendiri bukan. Tapi jika kau yang terluka, bagaimana aku bisa menjalani hidup dengan baik, aku tidak ingin matahari ku meredup dan membuat ku kedinginan kembali" ungkap Kenzo


Alena langsung memalingkan wajah nya yang merona, perkataan Kenzo selalu bisa membuat nya malu, dan ya, hati nya memang selemah itu


"Kau membual" ucap Alena yang langsung memalingkan wajah nya namun Kenzo kembali menarik tubuh Alena dan merapatkan pada tubuh nya


Kenzo meraih pinggang Alena dan sedikit menekan nya hingga tubuh mereka saling merapat tanpa jarak, Alena menatap Kenzo yang memandang nya begitu dalam


"Aku bukan seorang pembual, apa yang aku katakan adalah hal yang aku rasakan" ucap Kenzo, dia langsung meraih tengkuk Alena dan menyergap bibir merah muda itu dengan cepat. Alena tampak melebarkan mata nya sejenak namun lama kelamaan dia juga terbuai dengan ciuman Kenzo yang semakin lama terasa semakin menuntut


Kenzo tersenyum dan mengusap bibir Alena dengan lembut


"Mau melihat yang lebih indah dari ini" tanya Kenzo sembari melirik keatas sejenak


"Kunang kunang?" tanya Alena dan Kenzo langusung mengangguk


"Dimana?" tanya Alena, tangan nya masih berada didada bidang Kenzo sekarang


"Sedikit berjalan kehutan, aku sudah melihat nya tadi" Alena melepaskan diri dari dekapan Kenzo dan menoleh kearah yang ditunjuk oleh pria itu, cukup gelap namun cahaya bulan malam itu sudah cukup untuk menjadi penerangan mereka


"Ayo" ajak Kenzo menarik tangan Alena, namun Alena malah menahan nya membuat Kenzo menatap nya dengan bingung


"Kenapa?" tanya Kenzo


"Kaki ku lemas" wajah Alena begitu memelas memandang Kenzo


"Lalu?" tanya Kenzo yang masih belum mengerti


"Aku tidak sanggup berjalan" jawab Alena lagi namun dengan senyum manis nya


Kenzo langsung mendengus senyum dan berjalan mendekat kearah Alena kembali


"Manja sekali" ucap Kenzo sembari menarik tangan Alena dengan kuat hingga gadis itu langsung terangkat keatas punggung nya


Alena langsung terpekik dan tertawa dengan lepas karena ternyata Enzo nya cukup mengerti. Malam yang indah sebagai pengganti malam kemarin yang membuat nya menangis. Ya, semudah itu untuk memperbaiki suasana hati nya, dia tidak akan pernah bisa marah untuk waktu yang lama pada pria ini, pria dengan sejuta pesona pemilik hatinya.


Kenzo membawa Alena sedikit berlari membuat Alena lagi lagi tertawa lepas dan memeluk leher nya dengan erat.


"Aaaaaa,,, En, aku pusing!!" teriak Alena saat dia bergerak naik turun diatas pundak Kenzo


"Kau begitu ringan Alena, seperti membawa ranting" ucap Kenzo membuat Alena terkekeh geli mendengar nya


"Bahkan aku rasa berat badan ku sudah naik" jawab Alena, mereka masih menyelusuri semak dan akar akar pohon yang lumayan tebal, entah kemana Kenzo akan membawa nya


"Tidak seberat waktu dulu, sekarang kau memang lebih ringan, apa kapten Stone tidak memberimu makan?" tanya Kenzo lagi membuat Alena langsung memukul pundak nya dengan gemas


"Sembarangan, bukan karena daddy yang tidak memberiku makan, ini karena kau yang membuat ku tidak berselera makan selama dua minggu yang lalu" jawab Alena dan Kenzo langsung tertawa kecil mendengar nya, dia menoleh kearah Alena sejenak


"Kau pasti menangis setiap hari" kata Kenzo


"Bahkan air mataku sudah mengering" sahut Alena


"Dasar pembuhong, sedari semalam kau menangis tidak berhenti dan tadi juga kau masih bisa menangis" ucap Kenzo membuat Alena kembali tertawa


Alena sedikit memajukan kepala nya dan mengecup singkap pipi Kenzo yang tampak terkesiap namun langsung tersenyum dalam setiap langkah kaki nya


"Kau yang selalu membuat ku menangis, jika kau masih terus membuat ku menangis, aku akan mengadu pada daddy" ucap Alena terdengar sombong


"Aku tidak takut" sahut Kenzo


"Hmh, berarti kau ingin membuatku menangis terus?' tanya Alena


"Aku tidak ingin membuat mu menangis Alena, tapi terkadang aku tidak bisa mengatur keadaan" jawab Kenzo sembari menurunkan Alena dari atas punggung nya


Mata Alena langsung berbinar indah saat melihat ratusan kunang kunang tampak begitu banyak bertaburan diatas sana. Dia langsung berlari ketengah padang rumput yang menghijau, bagaimana mungkin ditengah hutan seperti ini ada banyak kunang kunang yang berkumpul


"Waaaah!!!! indah sekali" teriak nya kegirangan bahkan dia berlarian menangkapi kunang kunang itu


Kenzo hanya tersenyum tipis dan menggeleng melihat kebahagiaan Alena, bahkan gadis itu sudah lupa apa yang membuat nya bersedih. Ya, secepat itu Alena bisa merubah suasana hati nya