
Pagi ini Alena dan Kenzo baru saja selesai sarapan dikamar mereka. Sedangkan kapten Stone sarapan bersama dokter Richard diruang makan.
Mereka berdua juga sudah membersihkan diri masing masing. Kenzo membawa Alena keluar mansion untuk menikmati udara segar dipagi itu. Meski sudah memasuki musim dingin namun Alena meminta untuk keluar, dia bosan didalam kamar dan begitu ingin melihat bagaimana bentuk mansion Angel. Dan ternyata sangat indah.
Mansion black rose juga cukup besar meski tidak seluas mansion Kenzo. Namun desain yang digunakan pada bangunan ini cukup unik dan sangat indah. Disetiap sudut ruangan selalu ada bunga mawar yang menjadi penghias mansion. Dinding dinding kaca tebal yang membuat suasana terlihat begitu indah karena pemandangan diluar bisa dinikmati dari dalam. Apalagi ditambah dengan interior bergaya eropa modern dan dihias dengan berbagai peralatan dan juga berbagai jenis barang yang berlapis kristal dan...berlian??
Wow... Alena benar benar takjub melihat ini
"Selera nona Angel memang sangat keren" puji Alena saat mereka berjalan menuju taman belakang mansion
Kenzo tersenyum dan mengusap kepala Alena dengan lembut
"Kau suka disini?" tanya Kenzo dan tentu saja Alena langsung mengangguk dengan cepat
"Suka, apalagi tempat nya begitu bagus" jawab Alena
Kenzo hanya tersenyum tipis, Alena tidak tahu saja bagaimana sisi lain yang terdapat didalam mansion ini. Ini adalah markas besar milik black rose yang tersampul dengan indah dari luar, tapi didalam nya mereka menyimpan banyak misteri dan juga kesadisan yang tiada duanya.
"Sepertinya nona Angel begitu menyukai mawar. Banyak sekali mawar segar didalam sini" ungkap Alena. Tangan nya masih merangkul lengan Kenzo dan terus berjalan menyusuri ruang demi ruang yang mereka lewati,
"Ya, tentu. Sesuai nama klan nya. Black Rose" jawab Kenzo
"Nanti dibelakang kau juga bisa melihat taman bunga mawar yang begitu luas. Ada berbagai macam jenis mawar yang ada disana" kata Kenzo lagi
"Benarkah?" tanya Alena dan Kenzo langsung mengangguk
Alena tersenyum tipis dan kembali mengedarkan pandangan nya. Pantas saja dulu sebelum Kenzo mengungkapkan isi hatinya pada Alena, dikamar yang memang disediakan untuk Angel, Kenzo juga menempatkan bunga mawar merah disana. Dan juga diruangan yang berisi foto Angel.
Tiba tiba Alena sedikit terkesiap, dia langsung memandang Kenzo yang masih menatap datar kedepan dimana taman belakang sudah terlihat dari dinding kaca tebal dihadapan mereka.
Kenzo yang merasa diperhatikan langsung menoleh kearah nya
"Ada apa?" tanya Kenzo, dia menghentikan langkah nya dan memandang Alena dengan bingung
"Apa kau masih menyimpan foto nona Angel diruang kerjamu?" tanya Alena tiba tiba
Kenzo mengernyit bingung mendengar itu, namun sedetik kemudian dia langsung mendengus senyum dan mengusap wajah Alena sekilas. Dia kembali melanjutkan langkah kaki nya seraya berkata
"Apa aku belum pernah memberitahu mu?" tanya Kenzo. Dan sekarang gantian Alena yang mengernyit bingung
"Memberi tahu apa?" tanya Alena
"Memberi tahu padamu, jika ketika aku sudah menemukan matahari ku, maka aku akan membuang semua apa yang mengingatkan aku tentang dia" ucap Kenzo
Alena mendengus senyum dan menggeleng sinis
"Membuang semua kenangan tentang dia, tapi nyatanya kau malah membawa aku ketempat nya. Dasar aneh" dengus Alena dan kali ini Kenzo tertawa kecil seraya mendorong pintu kaca itu, hingga udara sejuk langsung terasa menerpa wajah Alena.
"Kau masih saja cemburu" ledek Kenzo
"Bagaimana aku tidak cemburu, jika semua nya hanya tentang nona Angel" jawab Alena
Kenzo menarik Alena untuk duduk disebuah sofa panjang yang menghadap kearah taman
"Aku tidak bisa menolak Alena. Saat ini hanya disini kita bisa mencari obat untuk jantung mu. Bukankah kau mau sembuh?" tanya Kenzo memandang Alena dengan lekat
"Aku tahu, tapi apa ditempat lain tidak bisa. Aku tidak enak jika harus menyusahkan mereka juga" ujar Alena
Kenzo menarik Alena dan menyandarkan kepala Alena kebahunya
"Tidak ada tempat lain, bahkan dokter Richard yang ku anggap bisa dalam segala hal saja tidak mampu mengatasi masalah ini, apalagi dokter biasa. Hanya dengan professor Brian kau bisa sembuh" ungkap Kenzo
"Jangan cemburu dan berfikiran yang tidak tidak. Sekarang aku hanya mencintaimu Alena, hanya kau yang ada didalam hati dan fikiran ku. Apa kau tidak bisa merasakan nya?" tanya Kenzo
Alena mendongak dan memandang wajah Kenzo dengan lekat. Dan dia langsung memeluk tubuh gagah itu dengan erat
"Maafkan aku. Aku percaya padamu. Bahkan cintamu sudah membuat ku tidak tahu harus berkata apa. Hanya saja terkadang fikiran bodohku ini yang selalu ketakutan tidak menentu" jawab Alena
Kenzo tersenyum dan mencium pucuk kepala Alena
"Tidak apa apa, cemburu hal yang wajar. Yang terpenting kau harus selalu tahu, jika hanya kau yang aku inginkan menjadi pasangan ku nantinya" ungkap Kenzo
"Ya, aku sudah tidak sabar untuk itu" jawab Alena
"Maka kau harus berjuang untuk sembuh" ujar Kenzo
"Apa sebegitu parah hingga kau membawaku kesini?" tanya Alena seraya memainkan jaket yang dikenakan oleh Kenzo
"Tidak, hanya saja supaya kau lebih kuat saat melayani ku nanti. Aku takut jika kau akan pingsan dimalam pertama kita" jawab Kenzo dengan senyum menggoda nya
Alena langsung mendongak dan menatap Kenzo dengan kesal
"Aku serius En.....!" seru Alena seraya memukul gemas dada Kenzo yang tertawa melihat wajah kesal yang menggemaskan ini
"Aku juga serius" ucap Kenzo
"Sudah lah, kau ini selalu saja menutupi nya dari ku" gerutu Alena yang langsung beranjak dan berjalan menuju taman bunga yang berada tidak jauh dari sana
"Kau memang selalu benar tuan Amerika" dengus Alena
Kenzo tersenyum tipis dan masih terus memperhatikan langkah kaki Alena yang berjalan cukup cepat
"Pelan pelan saja Ale. Tidak akan pergi taman bunga itu jika pun kau berjalan merangkak" ujar Kenzo
"Berisik. Lihat itu, aku sudah tidak sabar melihat nya. Banyak sekali bunga mawar disini" gumam Alena yang segera berlari masuk kearea kebun bungan mawar itu
Kenzo langsung melebarkan matanya melihat Alena yang berlari seperti itu
"Alena, jangan berlari. Astaga" seru Kenzo yang juga ikut mengejar Alena
Alena tertawa melihat Kenzo yang ketakutan seperti itu. Apa Kenzo kira dia seperti anak anak yang harus dijaga karena takut terjatuh.
"Waw...aku baru tahu jika ada bunga mawar hitam. Aku kira ini hanya mitos" ungkap Alena yang mengusap lembut tanaman bunga mawar hitam itu. Sepertinya baru saja disiram karena masih banyak tetes air yang menetes dikelopak nya, atau mungkin memang karena musim dingin yang berangin ini???
"Selama dua puluh tiga tahun ini kau kemana saja hmm?" tanya Kenzo
Alena langsung mengerucutkan bibirnya dengan kesal
"Aku dirumah saja menjahit baju. Mana aku tahu ada banyak jenis bunga mawar. Aku kan bukan pekebun" jawab Alena dengan asal dan sungguh rasanya Kenzo ingin sekali menjitak kepala gadis ini jika tidak mengingat dia yang sedang sakit.
"Cantik sekali, harum nya juga tidak kalah dengan mawar merah" ungkap Alena seraya menciumi bunga mawar itu
"Dari pada kau menciumi nya, lebih baik kau mencium ku" ujar Kenzo
Alena langsung tertawa mendengar itu
"Kau bau, tidak enak" jawab Alena yang terus berjalan mengitari setiap tumbuhan mawar yang begitu banyak itu.
Mata Kenzo langsung melebar mendengar nya
"Selama aku hidup, baru kau yang berani mengatai aku bau" gumam Kenzo, dan lagi lagi Alena kembali tertawa. Sungguh, tawa dan senyum yang menyatu dengan bunga bunga disana begitu indah dan sangat mempesona, ditambah dengan dress putih panjang yang melambai diterpa angin membuat Kenzo sangat menikmati pemandangan ini
"Mulai sekarang, kau harus ingat, jika sudah ada aku. Kau tidak akan bisa sombong seperti dulu tuan Amerika" goda Alena
Kenzo mendengus senyum dan mendekat kearah Alena
"Yah, kau pengendali hidupku sekarang" ucap Kenzo seraya mengusap pucuk kepala Alena
Alena tersenyum dan merangkul leher Kenzo dengan manja
"Benarkah seperti itu?" tanya Alena dan Kenzo langsung mengangguk dengan cepat seraya meraih pinggang Alena
"Jika begitu kau akan menuruti semua permintaan ku" tanya Alena lagi
"Ya, apapun, hanya saja aku tidak bisa mengabulkan jika kau meminta ku untuk meninggalkan klan Aldrego" jawab Kenzo
Alena mendengus senyum dan menggeleng
"Tidak, aku tahu itu hidupmu. Aku hanya minta kau jangan membunuh orang lagi dan terlibat pertarungan yang membahayakan nyawamu" pinta Alena
"Aku janji" jawab Kenzo
"Satu lagi" sahut Alena kembali
"Apa?" tanya Kenzo yang kini mendekatkan wajahnya pada Alena
"Aku ingin bermain kedesa tempat bibi Grace, aku merindukan dia dan Peter" ungkap Alena
Kenzo tersenyum dan mengangguk
"Jika kau sudah sehat, aku janji akan membawamu kesana, sekaligus menjemput mereka untuk menyaksikan acara pernikahan kita" jawab Kenzo
"Kau serius?" tanya Alena tampak begitu bahagia
"Tentu saja" jawab Kenzo
Alena langsung memeluk nya dengan erat
"Aaahhh terimakasih, aku mencintaimu" ucap Alena begitu bahagia
Kenzo tersenyum dan membalas pelukan itu
"Aku juga mencintaimu Alena. Sangat mencintaimu" balas Kenzo
Kenzo melepaskan pelukan nya, dia menangkup wajah Alena dan ingin mencium bibir ranum itu, namun tiba tiba sebuah suara mengejutkan mereka.
"Jangan berbuat mesum dikebun bunga kami tuan dan nona" ucap Crsitian
Alena langsung menjauhkan tubuhnya dari Kenzo. Wajahnya langsung memerah saat melihat Cristian yang lagi lagi memergoki mereka berdua. Sementara Angel masih ada diluar taman sedang mengurusi kedua buah hatinya didalam stroller
"Cris....kenapa kau suka sekali menggangguku" dengus Kenzo
Namun Cristian hanya mengendikkan bahunya dengan acuh dan wajahnya yang terlihat begitu menyebalkan dimata Kenzo