
Tiga minggu berlalu dengan begitu cepat. Saat ini Alena tengah disiapkan dengan persiapan peresmian butik nya.
Desain gedung butik itu sudah berubah sesuai dengan keinginan nya, beberapa pakaian pria dan wanita juga sudah banyak yang jadi dan terpajang indah dilemari kaca.
Setiap malam Alena selalu memikirkan ide ide baru untuk rancangan pakaian yang akan dikeluarkan nya. Orang orang yang bekerja juga sangat profesional. Sehingga dalam waktu tiga minggu ini setidak nya sudah ada beberapa puluh pakaian yang jadi.
Untuk pakaian dengan motif sama, Alena menyerahkan nya pada Lian yang akan diproduksi dipabrik yang juga telah disediakan oleh Edward. Hanya gaun gaun indah hasil rancangan nya yang rumit saja yang dijahit dengan cara manual.
Bahan baku kain dan benang juga semua nya benar benar kualitas premium. Bahkan ada benang emas dan beberapa pernak pernik seperti berlian dan mutiara asli yang disediakan oleh Lian dan tentu itu membuat Alena bergetar takut menyimpan nya, karena dia tahu itu barang dengan harga yang sangat mahal.
Semua yang disediakan oleh Edward dan Lian benar benar membuat semangat nya membara. Bahkan keinginan untuk mencapai kesuksesan dan meraih mimpi nya semakin kuat saat ini. Dia ingin membuktikan pada semua orang, jika dia mampu berdiri diatas kaki nya sendiri, ya walaupun dengan perantara bantuan dari Kenzo yang sampai hari ini belum ada menampakan diri nya.
Hari ini adalah hari dimana pembukaan butik yang diberi label "Ale Boutique" itu akan digelar. Alena sangat gugup , apalagi hanya Lian yang menemani nya, dan beberapa karyawan yang telah dipekerjakan nya untuk melayani tamu tamu nya nanti.
Clara juga berjanji akan datang bersama teman teman nya untuk melihat hasil rancangan Alena. Gadis itu benar benar menyukai hasil rancangan teman baru nya itu. Benar benar sesuai dengan keinginan dan ekspektasi nya.
Beberapa hari yang lalu Lian sudah menyebarkan brosur undangan dimedia massa atas pembukaan butik baru itu. Dan itu cukup mendapat antusias yang baik dari para pecinta dunia fashion.
Beberapa tamu sudah mulai berdatangan dan Alena mulai merasakan degup jantung yang tidak beraturan. Dia sungguh gugup saat ini. Apalagi melihat para tamu itu berasal dari kalangan atas dan benar benar wow penampilan mereka
"Tenang lah nona, relaks. Ini adalah hari anda" bisik Lian yang berada disebelah Alena.
Alena hanya mengangguk dan mencoba tersenyum menutupi kegugupan nya. Ini adalah hal yang paling ingin dicapai nya sedari dulu. Dia benar benar risau, jika semua tidak sesuai harapan, dan dia berharap, tamu tamu nya ini menyukai hasil rancangan nya.
Dan tidak berselang lama, sebuah mobil mewah berhenti didepan butik itu.
Semua mata mengarah menuju penghuni mobil, dan mata mereka langsung melebar sempurna saat melihat seorang gadis cantik yang sangat mereka kenali turun dari dalam mobil itu. Dan tidak sampai disitu beberapa mobil lain nya juga berhenti dan keluar juga gadis gadis cantik lain nya. Bak seorang model, mereka berjalan penuh pesona membuat Alena berdecak kagum
"Benar kah itu, nona Clara juga datang". Gumam para tamu yang ada disana
"Alena" sapa Clara melambaikan tangan nya dan langsung berjalan mendekat kearah Alena
"Oh akhir nya kau datang juga Cla" ucap Alena dengan wajah berbinar
"Haha, kau menantikan kehadiran ku ya" kata Clara terbahak
"Tentu saja, kau sahabat ku" jawab Alena begitu tulus membuat Clara tertegun haru
"Oh my God, akhir nya ada yang mau bersahabat dengan ku" ucap nya dan langsung merangkul Alena dengan mata yang berkaca kaca
"Dasar aneh, lalu mereka siapa" tunjuk Alena pada teman teman Clara yang terlihat glamor dan begitu mewah
"Mereka hanya teman, bukan sahabat ku" bisik Clara ditelinga Alena, membuat Alena mengernyit heran
"Emmh, nona , bisakah kita mulai acara nya" bisik Lian membuat Alena dan Clara terkesiap kaget
Alena tampak mengamati sekitar nya, tamu sudah mulai ramai yang berdatangan, namun orang yang dinantikan nya belum juga memunculkan wajah nya.
'apa dia tidak akan datang' lirih Alena terlihat sedih. Dia sudah cukup sedih karena orang tua nya tidak ada, dan kini orang yang dinantikan nya juga tidak hadir
"Hei, kenapa" tanya Clara melihat raut wajah Alena yang berubah sendu
"Ah tidak, ayo kita mulai" ajak Alena mencoba tersenyum kembali. Meski kecewa, namun Alena harus bersikap baik hari ini, dia ingin membuktikan pada Enzo nya jika dia bisa dan tidak menyia nyiakan kesempatan yang telah diberikan nya.
Dan acara pembukaan butik itupun dimulai dengan pemotongan pita oleh Alena didampingi oleh Lian dan juga Clara. Tepuk tangan dan ucapan selamat didapatkan oleh Alena disana. Benar benar moment yang paling berkesan bagi Alena.
Para tamu dipersilahkan masuk dan melihat beberapa koleksi milik Alena. Banyak pasang mata yang memandang takjub hasil rancangan desainer muda itu.
Meski baru memulai usaha nya, namun tidak diragukan jika hasil karya Alena benar benar bisa diperhitungkan didunia fashion.
Alena tersenyum bahagia melihat antusias para tamu yang hadir disana. Dia juga semangat dalam menjelaskan dan mempromosikan karya nya itu.
Tidak sedikit dari mereka yang langsung jatuh hati dan membeli beberapa pakaian dari butik Alena. Dan ada juga beberapa yang memesan model lain. Membuat Alena dan karyawan nya tampak sibuk dihari itu.
Alena benar benar bahagia melihat antusias para tamu itu, meski awal nya dia insecure, namun sampai ditahap ini semangat nya kembali membara.
Ini adalah langkah awal nya, dan sampai ditahap ini dia bersyukur semua nya masih baik baik saja dan sesuai dengan harapan nya.
Para tamu mulai sepi saat hari sudah beranjak sore, para karyawan tampak membereskan butik itu bersama Lian. Clara juga sudah pamit pulang beberapa saat yang lalu.
Dan kini tinggallah Alena yang duduk sendiri diruang kerja nya dilantai atas untuk mengistirahatkan tubuh nya yang terasa lelah.
Dia bahagia, tapi sungguh kebahagiaan nya terasa kurang karena ketidakhadiran orang itu.
Wajah nya lesu bukan karena hanya lelah, tapi juga karena merasa sendiri lagi dan lagi
'apa dia tak mengingat ku lagi. Padahal aku sudah menantikan hari ini, berharap dia akan datang' batin Alena lesu
Dia merebahkan kepala nya diatas meja dengan tangan sebagai tumpuan nya.
Hati nya benar benar gelisah dan lesu saat ini
'menyebalkan , seharus nya aku tahu aku tidak akan ada arti nya untuk dia kan. Dasar bodoh' umpat nya dalam hati
'ya tuhan, aku ini kenapa' batin nya lagi.
Alena menarik nafas dalam dalam dan menghembuskan nya secara perlahan. Lelah nya berkali lipat rasa nya, dia benar benar ingin meluapkan kekecewaan nya, tapi pada siapa?
"Kau lelah?" Tanya sebuah suara berat yang mampu membuat Alena terlonjak kaget dan langsung menatap kearah pintu yang baru saja ditutup oleh seorang pria tampan yang terlihat begitu gagah
Mata Alena mengerjap cepat menatap penampakan didepan nya itu yang semakin lama semakin mendekat kearah nya dan kini malah duduk didepan meja Alena.
Alena menggelengkan kepala nya dan mengerjapkan mata nya beberapa kali hingga membuat pria itu menatap heran kelakuan nya
"Enzo, itu kau?" Tanya Alena begitu pelan bahkan terdengar lirih
Pria itu menaikan alis nya dan menatap dalam wajah Alena yang semakin cantik dari pada saat terakhir kali mereka bertemu
"Kau pikir ?" Tanya pria yang tidak lain adalah Kenzo itu. Dia menyempatkan diri datang kebutik Alena disela sela jadwal padat nya, meskipun terlambat, namun dia tetap harus datang, karena sudah tiga minggu lebih Alena berada disini, dan baru hari ini dia menyempatkan waktu nya.
"Benarkah" gumam Alena masih tak percaya
Cletak
"Auuh" Alena meringis dan mengusap kepala nya yang dijentik oleh Kenzo, pria tampan yang terlihat semakin tampan saja.
"Dasar aneh, kau tidak suka aku datang he?" Tanya Kenzo begitu datar namun mampu membuat Alena terpana .
Penampilan Enzo nya benar benar sangat mempesona, dengan setelan jas nya yang terlihat pas ditubuh kekar nya, dan juga wajah nya yang benar benar berbinar cerah meski dalam mode wajah datar. Sangat jauh berbeda dengan Enzo yang Alena lihat terakhir kali didesa nya dahulu. Kini pria itu benar benar sangat tampan dan mempesona, bahkan dia sangat berwibawa dengan tatapan datar dan wajah dingin nya, apalagi dengan setelan jas resmi nya, benar benar keindahan yang selalu Alena rindukan.
"Ah, Enzo!!! Kau datang" teriak Alena kemudian, dan dia langsung berlari menghambur memeluk Kenzo yang begitu terkejut dengan reaksi Alena yang benar benar berlebihan
"Aah aku merindukan mu, kau itu begitu sombong setelah mengingat semua nya, kau benar benar keterlaluan" gerutu Alena dalam pelukan Kenzo, bukan lagi dalam pelukan Kenzo, namun kini dia berada dipangkuan Kenzo dan memeluk leher pria itu hingga membuat Kenzo tertegun dan menahan nafas nya sejenak
"Maafkan aku, aku benar benar sibuk karena sebulan tidak bekerja" jawab Kenzo, dan dengan ragu dia membalas pelukan Alena yang menempel pada nya seperti anak koala itu
"Emm bisakah kau turun, aku sesak" kata Kenzo membuat Alena terkesiap dan langsung menarik diri nya untuk menatap wajah datar Kenzo.
Dan dia baru menyadari posisi nya begitu intim saat ini. Sontak saja wajah nya langsung memerah bagai udang rebus membuat senyum tipis terbit diwajah tampan itu
Dengan gelagapan Alena langsung turun dari pangkuan Kenzo yang mulai menegakan tubuh nya.
"Emm ma maaf, aku, aku kelepasan, eh maksud ku, aku aku tidak sengaja" ucap nya terbata begitu malu, wajah nya memanas dan benar benar merah saat ini. Bagaimana mungkin dia bisa bereaksi berlebihan seperti itu, apa mungkin karena dia begitu merindukan pria tampan itu, batin nya.
Kenzo hanya menggelengkan kepala nya dan berusaha menahan senyum lucu nya melihat wajah malu Alena
"Kau sengaja kan" goda Kenzo masih dengan wajah datar nya
"Eh, tidak , tidak, bukan begitu" lirih Alena yang kini telah duduk dan tertunduk dikursi nya
"Aku, aku hanya begitu bahagia melihat kau datang, aku bingung harus berbagi kebahagiaan dengan siapa, aku, aku cuma mengenalmu saja disini" lirih Alena dengan mata yang berkaca kaca membuat Kenzo langsung tertegun mendengar nya
Apa Alena begitu mengharapkan kedatangan nya, seharus nya dia tahu itu, jika Alena hanya sendirian dikota besar ini. Dan entah kenapa sudut hati nya seperti begitu merasa bersalah, dan dia seperti ingin tahu lebih dalam tentang gadis itu, gadis cantik yang selalu ceria, yang telah berbaik hati menyelamatkan nyawa nya beberapa waktu lalu.
...
*guys , terimakasih yang sudah setia membaca. Mohon dukungan kalian yah.
like dan komen kalian sangat membantu loh.
yuk lanjut baca kisah Alena dan Kenzo*