ALENA Is My Sunshine

ALENA Is My Sunshine
Menangkap Lian



Kenzo duduk disebelah ranjang Alena, memperhatikan wajah dan seluruh tubuh Alena yang sudah tidak lagi terlihat pucat seperti saat dia tinggal malam tadi. Beberapa lebam ditubuhnya juga sudah mulai samar samar. Rasa nya hatinya begitu lega melihat ini. Walaupun dia tahu sekarang Alena tidak akan sehat seperti dulu lagi.


Saat ini mereka hanya berdua diruangan Alena. Cristian dan Angel kembali kemansion untuk melihat anak anak mereka yang dititipkan pada bibi Khoi. Dan membiarkan Kenzo berdua bersama Alena. Sedangkan kapten Stone pergi menemui Reymond dan Clara untuk mencari pelaku yang sudah meracuni Alena. Kapten Stone sendiri yang akan turun tangan bersama anggota nya untuk menangkap orang itu. Dan Kenzo membiarkan nya saja, karena bagian nya nanti adalah Jesicca dan Thomas.


"Apa masih ada yang sakit?" tanya Kenzo pada Alena


"Tidak ada" jawab Alena dengan senyum tipisnya. Sejak tadi dia memperhatikan wajah dan lengan Kenzo yang terlihat banyak luka. Alena tahu jika Kenzo pasti bertarung lagi. Dan apa ini ada hubungan nya dengan dia, atau klan mafia nya??


"Kau dari mana En, kenapa tubuhmu terluka begini? Kau bertarung lagi?" tanya Alena terlihat sedih. Namun Kenzo hanya tersenyum dan menggeleng. Dia mengusap wajah Alena dengan lembut.


"Hanya luka kecil Alena. Kau tidak perlu khawatir" jawab Kenzo


Alena langsung cemberut dan berdecak pelan. Kenzo selalu saja menyembunyikan hal hal seperti itu darinya. Padahal dia tahu jika luka kecil yang dibilang Kenzo ini pasti akibat dari serangan musuh musuh nya. Kenzo tidak pernah terluka begitu banyak seperti ini, dan hari ini dia pasti memiliki masalah yang cukup besar


"Sudah jangan fikirkan apapun, kau harus fokus pada kesehatanmu. Aku tidak ingin melihatmu sakit lagi" ucap Kenzo


"Aku sudah lebih baik. Teman nya dokter Richard menyuntikkan sesuatu pada ku berkali kali. Kau lihat lengan ku sudah bolong semua" adu Alena dengan wajah yang terlihat begitu menggemaskan dimata Kenzo. Akhirnya dia bisa melihat wajah dan kecerewetan ini lagi. Dia benar benar takut malam tadi ketika melihat Alena bertaruh nyawa. Dia tidak bisa kehilangan lagi


"Dia profesor Brian, dia yang telah mengobatimu" ungkap Kenzo. Tangan nya masih menggenggam tangan Alena sejak tadi


"Profesor Brian" gumam Alena dan Kenzo langsung mengangguk


"Tapi dia terlihat begitu hormat pada nona Angel. Apa mereka saling kenal?" tanya Alena lagi


"Ya, Brian adalah dokter pribadi yang Angel punya" jawab Kenzo


"Jadi apa karena itu nona Angel datang kemari?" tanya Alena lagi dan Kenzo kembali mengangguk


"Hmm, dia ingin melihat keadaan mu" jawab Kenzo


Alena hanya mengangguk saja dan memalingkan wajahnya dari Kenzo. Dia kembali terdiam dan mengenang pertemuan nya dengan Angel hari ini. Wanita yang sangat cantik dan berkarakter tegas. Alena merasa rendah diri melihat nya. Meskipun Clara bilang dia adalah seorang mafia, tapi dimata Alena, Angel adalah wanita cantik yang elegan. Pantas saja dulu Kenzo begitu tergila gila padanya, jika Angel seperti itu. Cantik, tangguh dan tentunya baik hati. Sangat jauh berbeda dengan Alena yang hanya gadis manja dan cengeng. Untuk menjaga diri sendiri saja Alena tidak mampu, dan lihat, sekarang malah dia menyusahkan semua orang.


Alena sedikit terkesiap saat lagi lagi Kenzo mengusap wajahnya


"Apa yang kau fikirkan hmm?" tanya Kenzo seraya mengecup tangan pucat itu


"Tidak, aku hanya tidak menyangka jika nona Angel akan kemari dan menemui ku" jawab Alena


Kenzo tersenyum dan kembali mengusap wajahnya


"Mereka hanya ingin tahu bagaimana gadis yang berhasil merebut hatiku" ucap Kenzo. Alena memandang Kenzo dengan heran


"Dan aku malu bertemu dengan dia" gumam Alena dengan pandangan tertunduk, namun Kenzo segera menarik dagu Alena dan menghadap kearahnya


"Malu kenapa?" tanya Kenzo


"Aku malu. Kau lihat aku sudah jelek, aku juga penyakitan sekarang. Sedangkan dia begitu cantik dan terlihat anggun. Aku jadi merasa rendah diri" jawab Alena dengan sendu. Namun bukan nya mengiba, Kenzo malah mendengus senyum mendengar nya. Apalagi melihat wajah Alena yang cemberut, dan dia tahu gadis ini sedang cemburu sebenar nya. Ingin sekali Kenzo menjentik dahi nya seperti biasa jika dia tidak sedang sakit seperti sekarang. Kenzo benar benar gemas melihatnya, malam tadi Kenzo sudah dibuat frustasi dan ketakutan karena dia yang hampir tidak tertolong, namun sekarang dia malah membuat Kenzo kesal lagi


"Kau cemburu?" tanya Kenzo dengan senyum lucunya


Alena mengerucutkan bibirnya dan mendengus kesal


"Jelas saja aku cemburu. Pantas saja kau begitu tergila gila padanya jika dia memang se,......."


umphhh


Perkataan Alena langsung terhenti saat tiba tiba Kenzo menyergap bibirnya dan ********** dengan lembut. Alena memukul pundak Kenzo dengan kesal dan barulah pria itu melepaskan ciuman nya


"En....keterlaluan" rengek Alena dengan kesal


Kenzo tersenyum dan mengusap bibir Alena yang basah. Dia menarik hidung Alena dengan gemas namun masih dengan lembut


"Jangan berbicara hal hal yang tidak penting Alena" kata Kenzo


"Itu penting En. Aku memang cemburu, dia mantan mu yang membuat kau susah move on" gerutu Alena


"Dia hanya masa laluku. Dan dia juga sudah punya suami. Apa yang kau cemburui?" tanya Kenzo dengan helaan nafas lelah


Alena terdiam dan memandang Kenzo dengan ragu. Dia juga tidak tahu apa yang dia cemburui. Tapi memang dia hanya merasa rendah diri saja melihat Angel yang secantik itu. Dia tahu jika Angel juga mencintai suaminya, terlihat dari tatapan mereka ketika saling memandang. Cristian juga begitu, bahkan dia terkesan begitu manja pada Angel.


"Dia hanya masa laluku Alena. Tidak perlu dicemburui. Apa kau masih tidak percaya dengan perasaan ku?" tanya Kenzo begitu serius


Alena memandang wajah tampan itu dengan lekat. Tentu saja dia percaya, dua hari ini hatinya telah yakin jika Kenzo memang sudah mencintainya. Ketakutan nya, pengorbanan nya dan tangisan pria itu telah membuat Alena sadar jika cinta nya memang telah terbalas


"Maafkan aku" ucap Alena


"Sekarang aku hanya menginginkanmu. Dia masa lalu ku dan dia juga milik orang lain. Kami tidak ditakdirkan bersama. Dan kau yang akan menjadi takdirku selanjutnya" jawab Kenzo


"Kau harus menepati janjimu untuk menikahiku" pinta Alena


"Tentu saja. Setelah kau sembuh dan semua nya beres. Aku pasti akan menikahimu. Terimakasih telah bertahan. Aku mencintaimu" kata Kenzo begitu tulus


Alena kembali tersenyum dan membalas genggaman tangan itu dengan erat


"Aku juga sangat mencintaimu En" jawab Alena


...


Sementara ditempat lain...


Seorang gadis meringkuk disudut dinding yang telah usang. Dia tampak menangis ketakutan saat diluar sana telah banyak orang orang yang mengepung gedung kosong tempatnya bersembunyi dua hari ini. Padahal dia yakin jika dia aman dan tidak akan ketahuan, pria itu sendiri yang menempatkan dia disini. Tapi nyatanya sekarang keberadaan nya malah sudah diketahui.


Dia benar benar menyesal telah percaya pada orang itu. Dia kira dengan dia melakukan apa yang diperintahkan nya, maka keluarga nya akan selamat, namun nyatanya keluarga satu satunya yang dia miliki juga tidak kembali hingga sekarang.


"Lian!!!! Dimana kau brengsek!!!!!" teriak Clara dari luar gedung


Membuat gadis yang ternyata adalah Lian itu semakin ketakutan dan meringkuk tidak berdaya. Wajah nya pucat dan begitu berantakan. Dia tahu, setelah ini dia pasti akan mati oleh orang orang itu.


Brakk


Pintu langsung didobrak oleh orang orang kapten Stone. Joice langsung berlari mendekat dan menodongkan senjatanya pada Lian


"Menyerahlah, kau sudah dikepung" kata Joice begitu tajam


Namun Joice malah terkesiap saat Clara langsung menerobos dan masuk mendekati Lian. Bahkan dia melewati begitu saja Joice yang tengah menodongkan senjata nya pada Lian.


"Dasar brengsek, kenapa kau tega meracuni Alena ha!!!" teriak Clara begitu kesal. Dia langsung menampar wajah Lian dengan kuat hingga gadis itu terhempas kedinding


Clara menjambak rambut Lian dengan kuat, hingga gadis itu mendongak kearah nya


"Ampun nona, maafkan saya. Saya terpaksa" kata Lian dengan isak tangis nya. Dia takut dan kesakitan sekarang. Dia juga sangat menyesal telah mencelakai Alena


"Terpaksa katamu, kau tidak tahu jika Alena hampir mati, dan kau bilang hanya terpaksa. Memang brengsek" maki Clara begitu emosi


buk


Clara meninju dengan kuat wajah Lian hingga lagi lagi gadis itu tersungkur kelantai.


Joice yang melihat itu terlihat melebarkan matanya, dia segera mendekat kearah Clara yang begitu brutal menghajar Lian


"Nona, cukup dia bisa mati" kata Joice berusaha menghentikan Clara. Namun Clara tidak bergeming, dia benar benar kalap melihat Lian. Dia adalah orang kepercayaan Alena, tapi dia begitu mudah nya memuat Alena celaka. Tidak akan dia ampuni


"****** tidak tahu diri kau. Alena selalu berbaik hati padamu tapi begini kah balasan mu ha!!!" bentak Clara begitu menggebu


"Saya terpaksa nona, saya terpaksa!!!" teriak Lian pula. Dia memegangi wajahnya yang sudah membiru dengan bibir nya yang pecah akibat amukan Clara


"Dasar iblis, terpaksa tapi kau membuat dia hampir mati" Clara kembali menampar dan menendang tubuh Lian. Air matanya juga mengalir menahan kesal, dia begitu takut melihat Alena yang hampir mati semalam, dia begitu sedih melihat wajah terpuruk kakak nya dan sekarang Lian malah dengan mudah nnya berkata karena terpaksa. Tidak akan dia lepaskan


Clara ingin kembali memukul Lian namun Joice segera menarik lengan nya


"Nona sudah cukup. Biar pihak kepolisian yang memberinya hukuman" kata Joice begitu susah menahan tubuh Clara yang masih saja memberontak kesal


"Aaahhh lepas Joice, aku ingin membunuh nya sekarang. Dia memang musuh dalam selimut, ****** tidak tahu diri. Seperti binatang, dasar brengsek!!!" teriak Clara begitu brutal. Joice sampai harus memejamkan mataya mendengar suara lengkingan Clara


Dia melirik kearah anak buah nya, namun mereka tidak ada yang berani mendekat karena tahu siapa Clara. Reymond masih didepan menjemput kapten Stone. Dan saat ini Joice benar benar berharap jika Reymond cepat datang. Clara sudah seperti orang yang kesetanan, dan dia cukup sulit untuk menenangkan nya


"Nona sudah cukup" teriak Joice namun percuma, Clara langsung menghempaskan Joice hingga agen wanita itu langsung terhempas kelantai.


"Rasakan ini, rasakan" teriak Clara yang kembali memukuli Lian dengan penuh emosi. Bahkan dia tidak lagi mengingat siapa Lian dan bagaimana jasanya pada Alena. Dia kecewa dan dia begitu membenci gadis ini


"Ampun nona, ampun" lirih Lian yang mencoba melindungi wajah nya. Namun Clara kembali menarik lengan Lian dan mencakar habis wajah gadis itu dengan kuku panjang nya


"Nona sudah" Joice kembali ingin menghalangi Clara, namun sial nya Clara malah mendorong nya kembali dengan kuat bahkan Joice terkena amukan gadis itu hingga lagi lagi dia kembali terdorong kebelakang. Namun dia terkesiap saat ternyata tubuhnya masuk kedalam rengkuhan seseorang


"Reymond" gumam Joice saat melihat Reymond yang datang


Reymond menatap ngerih Clara yang mengamuk itu, sudah seperti seseorang yang ingin menghabisi nyawa seseorang saja


"Cepat hentikan dia, Lian bisa mati" kata Joice yang langsung berdiri membuat Reymond terkesiap dan segera menarik Clara dengan kuat


"Sudah Cla, lihat dia sudah pingsan" kata Reymond memegangi lengan Clara dengan kuat


Clara memandang Lian dengan nafas yang menggebu, rasa nya puas sekali melihat wajah itu yang sudah tidak lagi berbentuk. Tidak akan dia biarkan siapapun merusak kebahagiaan keluarga nya. Apa Lian tidak tahu bagaimana keluarga Barrent yang sesungguh nya???