ALENA Is My Sunshine

ALENA Is My Sunshine
Kedatangan Kenzo dan Clara



Alena duduk dimeja kerja Reymond dengan tangan yang terlihat mencoret coret sebuah kertas putih. Wajah nya terlihat begitu serius namun sesekali tangan nya mengambil sesendok ice cream cup yang tersedia didepan nya.


Reymond yang duduk disofa tidak jauh dari meja Alena sesekali memperhatikan ulah gadis itu dengan heran. Tangan nya yang mengetik sesuatu dilaptop nya terhenti saat memandang lucu tingkah Alena.


"Kau itu sedang merancang atau sedang menikmati ice mu ha??" Tanya Reymond membuat Alena sedikit terkesiap , dia langsung menoleh kearah Reymond dan tertawa kecil sembari melirik cup ice cream nya yang tinggal sedikit.


"Otak ku akan jalan jika diisi dengan ice cream ini kak" sahut Alena


"Memang nya kenapa, selama ini juga kau bekerja tanpa makan ice cream" kata Reymond lagi


"Hmmmh entah lah, seperti nya otak ku memang agak menyalah" gumam Alena dengan wajah yang tiba tiba menjadi sedih, dia langsung menopang dagu nya dan menatap ice cream nya dengan bibir yang mengerucut, dan tentu saja itu membuat Reymond bingung


"Kenapa, apa ada yang sakit, apa sebaiknya kau memang diperiksa saja Ale?" Tanya Reymond yang kini berjalan mendekat kearah Alena dan memegang bahu gadis itu dengan lembut


Alena menatap kakak nya dan menggeleng pelan


"Kak, apa kau pernah jatuh cinta?" Tanya Alena tanpa memperdulikan kekhawatiran Reymond


Reymond langsung mengernyit mendengar nya


"Jatuh cinta?" Gumam Reymond dan Alena langsung mengangguk


"Iya, jantung mu selalu berdebar jika dekat dengan orang kau suka, jika kau berjauhan rasa nya hati dan fikiran mu akan selalu memanggil nama nya" ungkap Alena. Dan Reymond langsung memicingkan mata nya melihat Alena. Dia langsung mendengus senyum sembari menarik hidung Alena dengan gemas membuat gadis itu langsung berteriak kesal


"Kakak!!" Seru Alena pada Reymond yang tertawa dan kini beranjak dan duduk dikursi didepan Alena


"Aku mengkhawatirkan kesehatan mu, namun yang terjadi malah kau yang sedang merindukan nya, astaga, kau benar benar membuat ku tidak berguna Alena" ungkap Reymond tidak habis fikir. Alena langsung tertawa melihat wajah kesal kakak nya


"Jangan marah, aku juga tidak tahu kenapa aku begini. Padahal baru dua hari tidak bertemu, tapi aku sudah rindu" ungkap Alena


"Kenapa tidak kau telpon saja" tanya Reymond


"Bahkan aku tidak punya ponsel sekarang" jawab Alena membuat Reymond langsung tertawa dan menepuk dahi nya sekilas


"Haha, astaga. Maafkan aku. Aku lupa, nanti aku akan membelikan mu ponsel. Jika kau mau kau boleh memakai ponsel ku untuk menghubungi nya" tawar Reymond namun Alena malah menggeleng sedih


"Aku tidak tahu nomor ponsel nya" ucap Alena dengan kesal


"Astaga, jika kau cinta, apapun tentang dia kau pasti tahu Alena. Hanya sekedar nomor ponsel saja kau tidak tahu" ejek Reymond membuat Alena semakin kesal


"Ck, dia itu begitu misterius kak. Berbicara saja begitu pelit. Dia itu seperti hantu, datang sesuka hati nya, dan hilang juga sesuka hati" gerutu Alena dan Reymond kembali tertawa


"Ya, hantu yang selalu gentayangan difikiran mu" sahut Reymond


"Sudah lah, lebih baik kerjakan pekerjaan mu. Kau bilang pekerjaan mu begitu banyak. Tapi sedari tadi yang kulihat kau hanya memainkan pensil itu tanpa menggambar apapun" ucap Reymond menunjuk kertas didepan Alena


Alena langsung menoleh kearah kertas nya dan langsung mengerjapkan mata nya beberapa kali.


"Astaga, menyebalkan. Lagipula Lian kenapa tidak ada mengirimi ku kabar ya" gumam Alena sembari melihat kertas coretan nya yang hanya terdapat beberapa garis abstrak saja


"Bagaimana dia menghubungimu jika kau tidak punya ponsel" sahut Reymond


"Hehe, benar juga" ucap nya sembari menepuk dahi nya sekilas dan Reymond langsung geleng geleng kepala melihat adik nya itu.


Tiba tiba pintu ruang kerja mereka terdengar diketuk oleh seorang pelayan. Reymond segera membuka pintu itu dan melihat pelayan yang tampak nya terburu buru


"Ada apa?" Tanya Reymond


"Tuan, didepan ada tamu yang ingin bertemu dengan nona Alena" ucap pelayan itu membuat Reymond mengernyit dan Alena langsung terkesiap kaget. Siapa, apa Mike, ketakutan langsung menghantui fikiran nya


"Tuan Kenzo Barrent dan nona muda Clara" ungkap pelayan itu dan kali ini Alena langsung tersenyum lebar. Dia bahkan langsung berlari keluar menerobos tubuh kakak nya yang menatap nya dengan bingung


"Astaga anak itu" gumam Reymond yang kini mengikuti langkah Alena keluar menuju depan rumah mereka


Alena berlari menuju pintu keluar dengan begitu semangat. Dua orang yang memang sangat dirindukan nya.


Alena terhenti diambang pintu dan senyum nya semakin melebar saat melihat Kenzo dan Clara terlihat berdebat didepan sana.


"Enzo, Clara" sapa Alena, membuat Clara yang tengah menggerutu pada Kenzo langsung menoleh kearah nya


"Alena!!" Teriak Clara yang langsung berlari dan memeluk Alena dengan erat


Mereka saling berpelukan bahkan sedikit berputar karena begitu rindu nya. Padahal hanya beberapa hari saja tidak bertemu. Kenzo sampai menggeleng lelah melihat tingkah kedua gadis yang berkarakter sama itu


"Aku begitu merindukan mu, kau menghilang bagai ditelan bumi. Ternyata kau bersembunyi disini. Kenapa kau tidak menghubungi ku ha" gerutu Clara pada Alena yang langsung tertawa dan melirik Enzo nya yang hanya berdiri diam dibelakang mereka


"Maafkan aku. Ponsel ku hilang, aku kira Enzo sudah memberi tahumu" ungkap Alena namun Clara langsung mendengus


"Aku sampai harus menjadi penguntit dan mengancam nya dengan berbagai alasan baru dia mengajak ku kesini" gerutu Clara dan tentu saja Alena kembali tertawa. Tawa yang benar benar membuat Kenzo begitu rindu


"Tuan Ken, selamat datang dirumah kami" sapa Reymond yang baru tiba dari dalam rumah


"Reymond" ucap Clara begitu terkejut


"Selamat siang nona Clara" sapa Reymond yang kini menatap wajah Clara yang terperanga. Gadis itu terlihat menatap Reymond dan Alena bergantian.


"Jadi kalian????"


"Ya, Alena adalah adik ku" ungkap Reymond


"Oh my God" gumam nya sembari tangan nya yang langsung menutup mulut nya yang hampir terbuka lebar. Kenyataan macam apa ini. Clara langsung menoleh kearah Kenzo dengan mata yang memicing


"Kakak, kenapa kau tidak memberi tahuku!" Teriak Clara kesal


"Aku sudah bilang, Alena dirumah teman mu. Kau saja yang tidak mau mencari tahu nya" ucap Kenzo datar


"Ck, teman ku banyak, mana aku tahu jika itu adalah Reymond" gerutu Alena


"Sudah lah, ayo kita masuk. Kau ini cerewet sekali" ajak Alena yang menarik lengan Clara untuk masuk kedalam rumah. Dia hanya melirik sekilas pada Kenzo yang menatap nya dengan pandangan datar, ingin rasa nya Alena berlari dan memeluk tubuh gagah itu, namun entah kenapa dia begitu malu, apalagi ada kakaknya dan Clara. Padahal rasa rindu nya sungguh membuncah saat ini, dan dia juga tidak menyangka jika Kenzo akan datang menemui nya, sesuai dengan janji nya waktu itu.


"Tuan, mari masuk" ajak Reymond pada Kenzo yang langsung mengangguk dan berjalan mengikuti nya


Reymond terlihat begitu canggung dengan kedatangan tuan Amerika itu, meskipun dia dan Clara berteman baik, namun pada Kenzo mereka memang tidak pernah sedekat ini, bahkan bertemu pun sangat jarang.


"Ya, kau harus lihat ini" ajak Alena yang menarik tangan Clara kesebuah figura besar yang terpajang diruang keluarga


Mata Clara kembali terbuka lebar melihat foto keluarga itu


"Oh my God, nona ini begitu mirip dengan mu Alena" ungkap Clara dengan wajah yang benar benar terperangah


"Ya, lalu apalagi yang harus aku sanggah jika ibuku memang begitu mirip denganku" sahut Alena yang juga menatap foto itu


"Astaga dunia memang benar benar sempit" gumam Clara


"Kau benar, aku juga tidak menyangka jika orang yang pernah kutolong dan baik padaku adalah kakak ku sendiri" ucap Alena sembari melirik kearah Reymond dan Kenzo yang kini sudah duduk disofa keluarga mereka


"Dan kakakmu adalah temanku" tambah Clara membuat mereka langsung tertawa bersama


Ya, Alena memang tidak pernah menyangka dengan semua jalan hidup nya yang begitu aneh ini.


"Ale, seperti nya kakak ku sedang ada masalah" bisik Clara ditelinga Alena


Alena langsung mengernyit dan menatap Kenzo yang duduk dengan wajah datar nya bersama Reymond


"Ada apa, dia kenapa, apa Mike menganggu nya lagi?" Tanya Alena langsung, bahkan wajah nya menjadi panik sekarang


"Ssstt, bukan itu" bisik Clara


"Lalu apa?, Jangan membuat ku takut Clara. Dua hari ini aku benar benar tidak tenang karena memikirkan kakak mu itu" gerutu Alena


"Nah itu dia. Aku rasa dia juga sama seperti mu, dia terlihat berbeda sekarang" ucap Clara


"Berbeda apa nya?" Tanya Alena


"Hei, pelankan suaramu" kata Clara terlihat gemas karena Alena terlalu menggebu jika menyangkut Kenzo


"Oke, cepat katakan ada apa?" Kali ini dia berbisik pada Clara membuat kedua lelaki tampan yang duduk disofa itu memandang mereka dengan raut wajah yang curiga


"Ada apa dengan mereka" gumam Reymond dan Kenzo hanya mengendikan bahu nya. Dia sudah tidak heran melihat kedua gadis itu, pasti ada saja yang mereka rencanakan batin nya.


"Kakak ku terlihat tidak bersemangat, pagi ini bahkan dia tidak pergi keperusahaan nya. Dia juga memperbolehkan aku masuk kekamar keramat nya setelah sekian purnama aku tidak boleh mengusik tempat nya" ungkap Clara membuat Alena mengernyit dan melirik Kenzo sekilas


"Mungkin dia sedang tidak enak badan" kata Alena dengan polos nya membuat Clara langsung berdecak kesal


"Bukan begitu bodoh. Aiisss kau ini" gerutu Clara


"Apa yang kau rasakan ketika jauh dari dia?" Tanya Clara kembali pada Alena yang terlihat mengernyit


"Aku merindukan nya" jawab Alena


"Lalu?" Tanya Clara


"Aku gelisah setiap waktu" jawab nya lagi dan Clara langsung mengangguk


"Aku tidak berselera makan dan malas melakukan apapun karena fikiran ku hanya tertuju pada nya" tambah Alena dan Clara langsung menjentikan jari nya


"Fiks, itu yang dia rasakan Alena" ucap Clara membuat mata Alena sedikit melebar


"Benarkah?" Tanya Alena dan dia kembali menoleh kearah Kenzo


"Tentu saja, kau lihat wajah nya pucat, dan dia bahkan belum memakan apapun dari pagi tadi" kata Clara lagi


"Ya ampun, dia bisa sakit nanti" ucap Alena begitu cemas sekarang


"Lakukan sesuatu" pinta Clara


"Aku harus apa, lihat wajah nya saja datar begitu" kata Alena kesal


"Kau ini. Wajah nya memang begitu dari dulu kan" sahut Clara membuat Alena langsung menepuk dahi nya sekilas


"Benar juga" gumam nya


"Hei, tidak bisa kah kalian duduk, sangat tidak sopan Alena" kata Reymond yang langsung menghentikan perdebatan mereka.


Alena dan Clara langsung tertawa canggung dan mendekat kearah mereka


"maaf" ucap Alena begitu pelan sembari mendudukan tubuh nya disamping Reymond sedangkan Clara duduk disamping Kenzo.


Alena langsung menoleh kearah Kenzo yang sedari tadi hanya diam saja.


"En, kau baik baik saja?" Tanya Alena sedikit ragu


"Hmm" gumam Kenzo sembari menganggukan kepala nya sedikit. Dia menatap Alena dengan penuh arti membuat gadis itu sedikit canggung. Tatapan mata Kenzo selalu saja bisa membuat jantung nya seperti ingin lepas.


Clara dan Reymond langsung saling pandang dan mengangguk


"Emm, Rey, bisakah aku meminta air hangatmu, tenggorokan ku sedikit sakit" ucap Clara dan Reymond langsung mengangguk


"Tentu, ayo aku antar kedapur" sahut Reymond dengan cepat


Clara langsung berdiri dan beranjak dari duduk nya membuat Alena langsung menatap nya dengan bingung


"Bukankah disini sudah disediakan teh" gumam nya, namun Clara langsung menarik lengan Reymond kearah belakang. Meninggalkan Alena dan Kenzo hanya berdua.


Clara dan Reymond tahu jika kedua orang itu pasti ingin saling melepaskan rindu sekarang.


...


*next...


mohon dukungan nya ya guys


like dan komen jangan lupa