ALENA Is My Sunshine

ALENA Is My Sunshine
Kedatangan Mike



Alena terlihat kepayahan membawa tiga tumpuk kotak yang lumayan besar ditangan nya.


Dia berjalan keluar mendapati Reymond yang sedang menerima telpon nya.


Reymond berbalik arah saat mendengar derap langkah kaki Alena. Dan dia langsung tertawa saat melihat Alena yang terlihat kepayahan itu.


Reymond segera menyimpan ponsel nya disaku celana nya setelah itu menghampiri Alena dan membantu gadis itu untuk memasukan barang bawaan nya kedalam mobil.


"kau yakin bisa menghabiskan itu nona" tanya Reymond sembari memasukan kotak kotak yang berisi kue pie itu kedalam mobil nya.


Alena langsung tertawa mendengar pertanyaan Reymond.


"haha, itu bukan hanya untuk ku, tapi untuk karyawan ku juga. Yah sekalian untuk stok dua hari kedepan" jawab Alena yang langsung masuk kedalam mobil Reymond setelah pria itu membukakan pintu untuk nya


"selagi ada yang menganggap ku adik, maka harus dimanfaatkan bukan" ucap nya terbahak membuat Reymond juga ikut tertawa


"oke, tidak masalah. anggap saja aku kakak yang paling baik. Asal kau jangan meminta saham padaku" gurau Reymond


"seperti nya itu ide yang bagus" sahut Alena. Mereka menghabiskan waktu dengan tertawa dan bercanda bersama.


Mereka juga banyak bercerita selama diperjalanan menuju butik Alena. Dan Alena maupun Reymond sangat menikmati waktu mereka bersama.


"jadi kau tidak punya kekasih?" tanya Alena lagi, dan Reymond langsung mengangguk


"hemm, tidak ada yang mau dengan ku" jawab Reymond membuat Alena terbahak


"seperti nya wajah tampan mu tidak membawa keberuntungan" ucap nya dan kali ini Reymond yang terkekeh


"bagaimana dengan mu, apa kau sudah punya kekasih?" tanya Reymond pula


Alena langsung menggeleng dengan wajah sedih nya


"sama dengan mu, seperti nya wajah cantik ku juga tidak membawa keberuntungan" jawab nya dan kali ini tawa Reymond semakin pecah


"mustahil" ucap nya dan Alena langsung mendengus


"hei, aku berkata jujur" seru Alena kesal


"haha oke oke. Seperti nya kau pemilih nona" kata Reymond yang masih fokus pada kemudi nya


Alena mendengus dan langsung mengangguk


"seperti nya iya, hati ku yang tidak tahu diri jatuh cinta pada orang yang tidak tepat" jawab Alena dan Reymond benar benar tidak bisa untuk berhenti tersenyum


"wow, apakah sekelas model model tampan, atau sekelas presdir Barrent Agency?" tebak Reymond membuat Alena langsung terkesiap dan menatap tajam Reymond yang melirik nya


"Reymond, seperti nya kau memang memata matai hidup ku" kata Alena terdengar begitu serius dengan wajah polos nya itu. Bagaimana mungkin pria ini bisa menebak begitu tepat.


Reymond langsung menoleh kearah Alena


"hei, aku hanya menebak, dan jangan bilang kau memang jatuh cinta pada Presdir itu?" tanya Reymond terperangah takjub


"kenapa memang nya, aku memang sudah jatuh cinta pada nya. Dia tampan menawan, kaya raya ,dan sangat mempesona, oh dan satu lagi, dia sangat seksi" ungkap Alena dengan wajah nya yang begitu berbinar bahkan nyaris merona membuat Reymond tertawa geli melihat nya


"oh my God Alena. Selera mu benar benar tinggi, aku takut kau akan terbang melayang jika mimpi mu tidak kesampaian" ejek Reymond membuat Alena mendengus kesal


"jahat sekali kau, tapi yah begitu lah. Selera ku memang dia, dan hanya dia" ucap Alena membuat Reymond terbahak


"oke, seperti nya wajah seperti ku memang tidak ada dalam daftar pencarian mu" kata Reymond dan kali ini Alena yang tertawa dan memukul gemas bahu pria itu


"hahaha, kau bilang tadi kau menganggap ku adik mu. Sekarang kau malah berkata begitu"ucap Alena


"yah, siapa tahu tidak ada yang mau dengan mu, maka aku akan merubah keputusanku" kata Reymond


"haha, tapi boleh juga. Wajah mu juga tidak buruk" sahut Alena


Mereka kembali tertawa dan bercanda hingga tidak terasa mobil Reymond sudah terparkir didepan butik Alena


"kau benar tidak ingin singgah dulu?" tanya Alena dengan kotak ditangan nya. Kotak yang lain sudah dibawa masuk oleh Lian


"tidak Alena, ada hal yang harus aku urus. Tapi aku pasti akan kemari lagi nanti jika ada waktu senggang" jawab Reymond dengan senyum nya


"oke, aku tunggu. Terimakasih untuk hari ini" ucap Alena dan Reymond langsung mengangguk


"sama sama" balas Reymond.


Alena melambaikan tangan nya kearah mobil Reymond yang telah keluar dari area butik nya. Dia masuk kedalam butik nya dan disambut oleh Lian disana


Alena menghempaskan tubuh nya disofa nya.


"anda terlihat bahagia nona" kata Lian sembari menyerahkan sebotol minuman kaleng pada Alena


"yah, hidup memang harus selalu bahagia bukan" jawab Alena


"ya, memang seharus nya begitu, apalagi dikelilingi oleh pria pria tampan seperti itu" goda Lian membuat Alena tertawa mendengar nya


"kau ini" sahut Alena


Ting


Obrolan mereka terhenti saat pintu butik terbuka dan menampakan seorang pria tampan disana. Pria dengan setelan jas dan leher yang penuh tato.


Alena langsung terbelalak kaget dan langsung berdiri menegang ditempat nya. Tubuh nya langsung bergetar , bahkan jantung nya kembali bergemuruh hebat.


"Mike ka kau" ucap nya terbata membuat pria itu tertawa pelan menatap wajah ketakutan Alena.


Bahkan Lian memandang Alena dengan wajah bingung.


"Nona, ada apa?" Tanya Lian ketika melihat wajah Alena yang berubah pucat


"Apa aku bisa memesan sebuah jas dibutik ini?" Tanya pria itu pada Lian sembari mendekati Alena yang masih mematung ditempat nya


"Tentu tuan, apa untuk anda?" Tanya Lian tanpa menaruh curiga


"Hmm" gumam pria itu mengangguk


Dan kini dia menatap Alena yang menatap nya dengan penuh kebencian


"Jangan berniat untuk kabur atau membuat karyawan mu curiga. Jika tidak akan aku hancurkan butik mu ini" ancam Mike dengan sedikit berbisik pada Alena yang memejamkan mata nya


Alena langsung mengangguk patuh. Kaki nya benar benar lemas sekarang. Dia langsung terduduk dikursi nya dan mengusap perlahan keringat yang mulai merembes didahi nya.


Alena kini menoleh pada Lian yang berdiri tidak jauh dari mereka


"Lian, tolong Carikan beberapa jas yang sesuai untuk tuan ini" ucap Alena dengan suara yang sedikit bergetar dan penuh meski dia sudah berusaha menahan nya


Lian pun hanya mengangguk dan pergi dengan langkah ragu. Dia heran kenapa Alena terlihat gelisah dan tidak nyaman begitu. Apa Alena kenal dengan pria itu, batin nya.


Alena menatap Mike yang menatap nya dengan intens


"Mau apa kau kemari?" Tanya Alena mencoba meredam ketakutan nya, meski saat ini hati nya terus menerus memanggil nama Enzo nya


"Tentu saja untuk menemui mu. Kau lupa kau siapa hm?" jawab Mike dengan senyum sinis nya


Alena menggeram kesal dan mengepalkan tangan nya dibawah meja. Dia mencoba menetralkan perasaan nya, juga detak jantung nya yang bergemuruh takut


"Aku akan membayar seluruh hutang ayah ku. Dan itu arti nya aku bebas bukan" kata Alena lagi. Nada bicara nya masih terdengar bergetar dan penuh


"No, tidak semudah itu baby. Aku sudah mencari mu selama ini. Kau telah merebut sesuatu dalam diriku. Dan itu tidak bisa ku biarkan" ungkap Mike tajam


"Kau gila Mike. Kau yang sudah menghancurkan hidup ku. Kau membuat ku seperti wanita murahan, apa itu tidak cukup" pekik Alena tertahan, bahkan mata nya telah berkaca kaca sekarang


Mike terkekeh pelan


"Ya, oleh karena itu. Kau tidak akan bisa lepas lagi dari ku Alena" ucap nya begitu tajam


Alena ingin menjerit dan berlari dari laki laki ini, tapi sungguh kaki nya benar benar bergetar lemas sekarang. Bayangan masa lalu itu benar benar membuat trauma batin tersendiri untuk nya.


Apalagi saat ini masih ada pelanggan dibutik nya, dan untung nya mereka tidak memperhatikan interaksi antara Alena dan Mike, karena meja kerja itu terletak disudut ruangan dan tertutup oleh beberapa koleksi pakaian Alena.


"Mike, pergi!" Usir Alena sembari menghapus kasar air mata nya


"Aku akan pergi, tapi dengan mu" kata Mike masih menatap lekat wajah Alena, yang meski pucat karena ketakutan, tapi rasa nya sekarang gadis ini terlihat sangat cantik bagi Mike. Dan tentu saja, Mike tidak bisa melepaskan Alena untuk kedua kali nya.


Ting


Pintu butik terbuka dan memunculkan seorang pria tampan penuh pesona, ditambah dengan kaca mata hitam yang bertengger dihidung lancip nya . Dia masih mengenakan setelan jas nya yang lengkap. Wibawa nya membuat semua orang yang ada disana membungkuk dan memberi hormat pada nya.


Namun laki laki itu tidak bergeming, dia terus berjalan menuju tempat Alena berada.


"Enzo" gumam Alena menatap Kenzo yang berjalan semakin mendekat pada nya.


Mata Kenzo menatap tajam Mike yang juga menatap nya tidak berkedip.


Alena langsung dapat bernafas dengan lega, bahkan dia kembali mengusap air mata yang jatuh diwajah nya, membuat Kenzo mengernyit sekilas.


Dan dia tahu jika pria inilah dalang dibalik penderitaan Alena.


"Aku datang untuk mengajak mu makan malam" kata Kenzo menjulurkan tangan nya pada Alena yang menatap nya bingung, namun langsung mengangguk dan tersenyum tipis


"Kau tidak lihat jika aku yang datang lebih dulu tuan Amerika" kata Mike merasa geram dengan pemandangan ini, apalagi dapat dia lihat Alena yang langsung tenang setelah kedatangan Kenzo Barrent. Pria nomor satu di Amerika.


Mike berdiri dan menatap Kenzo dengan lekat. Dia tidak takut, meski kekuasaan Kenzo jauh berada diatas nya.


"Siapa kau?" Tanya Kenzo dingin. Alena langsung memandang sekeliling nya, dan ternyata butik itu sudah kosong, kemana semua orang, batin nya bingung


"Aku pemilik gadis ini" kata Mike dengan lantang membuat semburat emosi dihati Kenzo semakin meluap. Namun wajah nya masih datar dan tidak berekspresi. Satu hari ini dia tidak tenang karena mendengar Alena pergi dengan seorang pria, dan kali ini ada seorang pria lain nya yang mengecap hak milik pada Alena.


"Mike, jaga ucapan mu" bentak Alena tak terima


"Kenapa, apa yang salah. Kau memang milik ku dan semua yang ada padamu adalah milik ku Alena" kata Mike dengan senyum sinis nya


"Kau lupa apa yang sudah kita lakukan ha" tanya nya lagi membuat Alena menatap nya dengan penuh kebencian, wajah nya memerah dan bahkan mata nya kembali berembun.


"Aku sudah bilang, aku akan melunasi hutang ayah ku dan aku tidak ada lagi urusan dengan mu" kata Alena


"Tidak semudah itu" Jawab Mike enteng


"Kalian begitu berisik. Ini tempat ku. Dan saat ini Alena adalah milik ku. Kau tidak bisa sembarangan disini tuan" ucap Kenzo membuat Mike dan Alena langsung menatap Kenzo


"Woh woh, apa kau juga tertarik dengan nya tuan Amerika?" Tanya Mike menatap geram wajah datar Kenzo.


"Bukan urusanmu" jawab Kenzo membuat Mike terkekeh pelan


"Aku tidak tahu sudah sejauh apa hubungan kalian. Tapi aku yakin seorang Presdir yang mempunyai nama baik dan kekuasaan yang sempurna tidak akan tertarik pada gadis seperti Alena bukan, apa lagi yang sudah menjadi bekas seseorang" ungkap Mike begitu tajam membuat hati Alena semakin teriris pilu dan Kenzo menahan gejolak dihati nya mendengar perkataan pedas Mike


"Baiklah, aku pergi dulu. Tapi lain kali aku akan datang lagi. Ingat Alena, kau milik ku sampai kapan pun" kata Mike menatap tajam Alena yang tertunduk menahan tangis nya


Alena terduduk dikursi nya setelah Mike pergi. Tangan nya mengusap air mata nya dengan kasar sedangkan Kenzo masih berdiri dan menatap Alena dengan tatapan yang tak bisa diartikan.


"Jangan dengarkan ucapan nya Alena" kata Kenzo kemudian


"Terimakasih sudah datang En" ucap Alena yang masih berusaha menahan tangis nya. Dan Kenzo tahu jika hati gadis itu tengah hancur berkeping keping saat ini.


Perkataan seorang pria yang mampu membuat mental seorang wanita jatuh dan pasti nya tidak berbentuk lagi.


"Kau mau menemaniku makan malam?" Tanya Kenzo


Alena menatap Kenzo dengan tatapan sendu nya, kemudian dia tertunduk kembali


"Apa kau tidak malu keluar dengan seorang gadis kotor seperti ku?" Tanya Alena begitu pelan


Cletak


"Auh" keluh Alena karena Kenzo langsung menjentik dahi nya


"Aku sudah menjatuhkan harga diriku datang kesini untuk mengajak mu makan. Dan kau malah berkata seperti itu" dengus Kenzo membuat Alena langsung mengerucutkan bibir nya.


Dia kemudian berdiri dan menyambar tas kecil nya diatas meja.


"Baiklah ayo" kata Alena begitu tidak bersemangat


Kaki nya masih bergetar, bahkan untuk berjalan saja rasa nya lemas sekali. Dan Kenzo sebenar nya tahu itu, dia hanya ingin mengalihkan perhatian Alena. Dia tidak tahu harus berbuat apa sekarang sebelum tahu siapa pria itu sebenar nya.


Ingin membela Alena, tapi sebagai apa. Dia tidak tahu seperti apa perasaan nya sekarang. Dia iba, bahkan selalu penasaran dengan kehidupan Alena. Tapi dia benar benar tidak bisa membiarkan gadis yang pernah menyelamatkan nyawa nya itu berada dalam bahaya.


Yang kini bisa dilakukan nya, hanyalah melindungi Alena dari orang yang ingin berbuat jahat pada nya. Mungkin hanya itu yang bisa dilakukan nya sekarang. Memenuhi janji nya untuk selalu melindungi Alena, gadis ceria namun penuh dengan luka.


..


next