ALENA Is My Sunshine

ALENA Is My Sunshine
Kebahagiaan Alena Dan Kegundahan Clara



Senja itu dirumah kapten Stone, Alena baru saja menyelesaikan kegiatan memasak nya didapur bersama seorang yang bertugas sebagai koki dirumah itu.


Ya walaupun pelayan itu hanya membantu nya sedikit karena Alena ingin membuatkan makanan untuk ayah dan kakak nya.


Berulang kali kapten Stone melarang nya karena tidak ingin Alena kelelahan, namun Alena begitu keras kepala dan tidak mengindahkan permintaan ayah nya itu. Hanya memasak, memang apa yang berat fikir nya.


Seharian ini dia menghabiskan waktu nya untuk berkeliling rumah dan bercerita banyak hal dengan ayah nya, sedangkan Reymond masih bekerja dan belum pulang kerumah. Kakak nya itu benar benar sibuk sama sepeti Enzo nya.


Ya, mengingat tentang Enzo nya, baru satu hari tapi Alena sudah begitu merindukan pria robot itu.


"Kau sedang apa?" Tanya Reymond tiba tiba membuat Alena terkejut dan langsung membalik tubuh nya dengan spatula yang mengarah kewajah Reymond, membuat Reymond segera menghindar karena hampir saja wajah nya tercap sebuah spatula panas.


"Kakak" ucap Alena sembari memegang dada nya yang bergemuruh karena terkejut, baru saja dia memikirkan pria ini, tapi sudah muncul saja sekarang.


Reymond terlihat tertawa dan mengacak gemas pucuk kepala Alena


"Kau memasak?" Tanya Reymond sekali lagi, dan Alena segera mengangguk. Dia membalik tubuh nya kembali menghadap kepenggorengan nya yang sedang menggoreng ayam saat ini


"Hmm, untuk makan malam kita" jawab Alena. Reymond berdiri disamping Alena dan memperhatikan nya dengan seksama


"Sudah ada koki Alena, untuk apa kau yang memasak. Tubuh mu belum pulih, bagaimana jika kau kelelahan nanti nya" gerutu Reymond yang terlihat mencuil sedikit ayam goreng yang telah matang


"Kakak jangan berlebihan, aku suka memasak, dan tubuh ku juga sudah baik baik saja" jawab Alena yang masih membolak balik ayam nya


"Benarkah? Jangan terlalu dipaksa" ucap Reymond


"Iya, jika aku sakit, aku kan punya kakak yang bisa aku mintai apapun" ungkap Alena dengan tawa kecil nya membuat Reymond juga ikut tertawa


"Tidak perlu menunggu mu sakit, sekarang jika kau meminta apapun aku pasti akan memberikan nya" sahut Reymond


"Benarkah?" Tanya Alena melirik Reymond sekilas


"Tentu saja. Coba sebutkan kau ingin apa dari kakakmu yang tampan ini?" Tanya Reymond langsung


"Aku ingin makan ice cream, sudah lama tidak makan itu, terakhir kali nya bersama kakak waktu itu" ungkap Alena dengan wajah polos nya yang membuat Reymond benar benar gemas pada adik nya ini


"Haha, benarkah, itu sudah lama sekali. Apa tuan Amerika itu tidak pernah membelikan nya untukmu?" Goda Reymond membuat Alena langsung berdecak kesal sembari tangan nya yang mematikan kompor dan mengangkat ayam nya


"Dia itu manusia robot, mana tahu hal hal yang seperti itu. Berbicara saja susah" ungkap Alena membuat Reymond terbahak mendengar nya


"Lalu kenapa kau bisa jatuh cinta pada nya hm???" Tanya Reymond yang mengikuti Alena kearah meja makan


Alena terlihat membaluri ayam itu dengan saus maizena dan saus tomat.


"Entah lah, aku juga heran kenapa bisa jatuh cinta pada pria robot itu. Terkadang menjengkelkan, tapi aku rindu kalau tidak bertemu dengan nya" ungkap nya begitu polos


Reymond duduk didepan Alena dan menatap adik nya dengan lucu. Adik nya ini benar benar polos, terlalu terbuka tentang hati nya, dan Reymond suka itu


"Wah wah wah, kau berada diantara jutaan manusia yang mengagumi nya Alena" ucap Reymond dan Alena langsung mengangguk


"Ya, kakak benar. Dia terlalu tampan, jadi sulit untuk berpaling dari pesona nya" ungkap Alena dengan wajah yang berbinar. Dia selalu malu jika membahas tentang Enzo nya, tapi dia selalu suka untuk membahas pria itu, seperti tidak ada habis nya.


"Tampan mana kakakmu ini dengan dia?" Tanya Reymond dengan alis yang sedikit dimainkan nya


Alena langsung menatap kakak nya itu dan memperhatikan Reymond dengan lekat dengan mata yang sedikit memicing dan tangan yang menopang dagu nya


"Emmm lebih tampan kakak sedikit sih" jawab Alena membuat Reymond langsung tersenyum bangga


"Tapi Enzo ku yang lebih banyak tampan nya, bahkan sangat sangat tampan, hihi" ucap Alena dengan tawa nya yang meledak, apalagi melihat wajah kesal kakak nya


"Alena!!" Seru Reymond tertahan membuat Alena langsung terawa terbahak bahak dan berlari meninggalkan meja makan itu


"Awas kau ya!!" Teriak Reymond yang berusaha mengejar nya


Alena tertawa terbahak bahak dan berlari menghindari kejaran kakak nya yang terlihat kesal itu. Kakak nya memang tampan, tapi Enzo nya lebih tampan dimata nya. Dan dia begitu lucu melihat wajah kesal Reymond


"Aku berkata jujur kak!!" Teriak Alena sembari terus berlari keruang keluarga mereka


"Aku kakak mu Alena, tega nya kau" ucap Reymond berpura pura kesal


"Awas kau ya, aku tidak akan melepaskan mu jika dapat" ancam Reymond


"Coba saja. Wkwkwk" ejek Alena yang masih tertawa dan terus berlari mengitari sofa keluarga mereka.


"Jangan menantang ku anak kecil," ucap Reymond yang langsung bisa mengejar Alena dengan cepat


Dan grep


"Dapat kau" Reymond langsung memeluk tubuh Alena dari belakang dengan tawa nya yang gemas


"Aaarrgghh kakak geli!!!" Teriak Alena yang menggeliat geli karena perut nya yang mainkan oleh Reymond


"Aaa hahahahhaha ampun!!!" Teriak Alena lagi


"Rasakan, ini lah balasan nya jika kau durhaka pada kakak mu" ucap Reymond yang terus menggelitik perut Alena


Tawa Alena begitu kencang bahkan air mata nya sampai menetes akibat ulah Reymond


"Hahahah, kakak tidak boleh cemburu, dia memang tampan" ucap Alena dengan tawa nya sembari terus menggeliat dan berusaha melepaskan tubuh nya dari rangkulan Reymond


"Jelas aku cemburu kau membanggakan nya didepan kakak mu sendiri, dasar nakal" ucap Reymond


Alena segera menggigit lengan Reymond membuat pelukan Reymond langsung terlepas


"Aaauuh" teriak Reymond


"Aku tidak membanggakan nya, aku berkata jujur!!" Teriak Alena yang segera berlari kembali


"Ayaahhh!!!!!!" Teriak Alena memanggil ayah nya ketika dia melihat Reymond kembali mengejar nya


"Ayaaaah!!!!" Teriak Alena lagi membuat Reymond kembali tertawa melihat tingkah Alena


Kapten Stone yang mendengar teriakan Alena langsung keluar dari kamar nya dan mendapati anak anak nya yang terlihat saling berkejaran mengitari sofa


"Ada apa nak, kalian kenapa?" Tanya kapten Stone bingung .


Alena langsung berlari menuju ayah nya dan segera bersembunyi dibalik punggung ayah nya, dia memeluk kapten Stone dari belakang


"Kakak jahat ayah" adu nya pada kapten Stone sembari lidah nya yang menjulur pada Reymond yang terlihat tertawa mendekati mereka


"Reymond!!!" Panggil kapten Stone


"Kau curang Alena, mana boleh mengadu, sini kau" ucap Reymond sembari ingin menarik lengan Alena namun gadis itu malah semakin menempel pada kapten Stone, membuat pria tua itu langsung geleng geleng kepala melihat kelakuan kedua anak nya. Tapi dia benar benar bahagia melihat pemandangan itu


"Haha, biar saja, kau tidak akan bisa menangkap ku, karena aku punya kapten yang akan selalu melindungi ku, benar kan ayah." Ucap Alena pada kapten Stone yang langsung mengangguk dan mengusap lengan nya, dia tertawa mendengar penuturan Alena


"Tentu saja, seorang kapten pasti menang melawan pemuda yang hanya menang tampang seperti kakak mu ini" kata kapten Stone membuat Alena langsung tertawa lepas melihat wajah kesal kakak nya


"Bahkan kakak masih kalah tampan dari tuan Amerika ku, wkwkwk" tambah Alena membuat kapten Stone terbahak bahak dan Reymond semakin kesal


"Kalian memang curang, rasakan ini" seru nya yang ingin menarik Alena namun terus dihalangi oleh kapten Stone.


Mereka bertiga tertawa bersama dan bercanda saling menggoda sore itu, hal yang paling membahagiakan dihati mereka yang tidak pernah merasakan kehangatan keluarga seperti saat ini. Dan kini mereka bisa merasakan nya lagi. Momen yang akan terus mereka rasakan selama mereka terus bersama tanpa pengganggu. Pengganggu yang akan sedikit mengurai kebahagiaan mereka suatu saat nanti.


....


Sementara ditempat lain...


Clara terlihat begitu kesal saat Edward malah memulangkan nya kerumah utama, dimana dia tinggal selama ini. Setelah dari rumah sakit yang ternyata menjenguk Lian tadi, Clara masih terus saja membuntuti Edward kemanapun dia pergi. Bahkan Clara sampai mengikuti Edward keperusahaan kakak nya demi untuk tahu dimana keberadaan Alena. Namun yang terjadi malah kedua pria yang bertabiat sama itu tidak ingin memberi tahu nya, bahkan sampai saat ini.


Dan yang lebih kejam nya Edward malah memulangkan nya sekarang.


Clara masuk kedalam rumah dengan hentakan kaki yang terlihat begitu kesal. Mulut nya terus menggerutu tidak jelas membuat ibu nya yang sedang duduk disofa menatap heran kearah nya.


"Clara, kenapa lagi denganmu?" Tanya ibu nya membuat Clara langsung menoleh kearah sofa setelah tadi dia tidak menyadari keberadaan ibu nya itu. Dia langsung berjalan kearah sofa dan menghempaskan tubuh nya disamping ibu nya.


"Kenzo Barrent memang menyebalkan. Aku benci dia menjadi kakak ku" gerutu Clara dengan wajah kusut nya


"Kenapa sayang, tidak boleh berbicara seperti itu" ucap nyonya Monic, ibu Clara


"Dia menyembunyikan teman ku mom, dia tidak mau memberitahukan nya padaku" adu Clara begitu kesal


"Menyembunyikan temanmu, Kenzo?" Tanya nyonya Monic begitu bingung


"Iya, Alena" jawab Clara


"Teman barumu yang pemilik butik itu?" Tanya nyonya Monic lagi dan Clara langsung mengangguk


"Kenapa Kenzo menyembunyikan nya?" Tanya nyonya Monic yang masih terlihat bingung


Clara terlihat menghela nafas nya sejenak dan menatap ibu nya yang masih terlihat cantik dan glamor itu


"Dia tidak ingin memberitahukan ku dimana rumah nya. Menyebalkan memang, apa salah nya coba memberitahu ku" gerutu Clara pada ibunya.


Nyonya Monic masih belum mengerti tentang apa yang dibicarakan Clara. Kenzo, anak nya yang begitu sempurna itu menyembunyikan seseorang, dan seseorang itu adalah wanita. Apa itu benar? Batin nya bingung


"Alena pindah rumah, dia tidak tinggal dibutik lagi. Tapi kak Ken tidak mau memberi tahu nya padaku" ungkap Clara dengan wajah sedih nya


Nyonya Monic langsung mengusap bahu nya dengan lembut


"Sudah lah, mungkin besok besok dia akan memberi tahu mu. Mungkin dia terlalu sibuk sekarang" kata nyonya Monic. Hati nya masih selalu sedih jika mengingat Kenzo. Anak lelaki kebanggaan nya yang terasa begitu jauh sekarang. Bahkan sudah sangat lama dia tidak bertemu Kenzo, dan dia juga lupa kapan terakhir kali mereka berkumpul bersama.


"Hmmmhh, dia selalu tahu tentang Alena. Tapi aku tidak diberi tahu nya, memang menyebalkan" gumam Clara yang langsung merebahkan kepala nya disofa


"Apa Kenzo menjalin hubungan dengan gadis itu?" Tanya nyonya Monic begitu ragu, namun ada secercah harapan Dimata nya


Clara hanya melirik sekilas ibu nya dan mengendikan bahu nya dengan helaan nafas pelan


"Tidak tahu mom, tapi aku yakin kak Ken memang menaruh perhatian pada Alena" ucap Clara.


"Benarkah?" Tanya nyonya Monic dengan mata yang berbinar


"Ya, tidak ada seorang pun wanita yang bisa merebut hati nya setelah kak Rose, tapi Alena, entah kenapa kak Ken memperlakukan nya sedikit berbeda" jawab Clara menatap ibu nya yang terlihat tertunduk dan menghela nafas pelan


"Jika itu benar mommy akan sangat bersyukur. Mommy sangat berharap dia bisa menemukan pengganti Rose dan mengobati luka hati nya. Mommy benar benar menyesal dan tidak tenang hingga saat ini" ungkap nyonya Monic.


Clara langsung duduk dengan tegak dan mengusap lengan ibu nya


"Sudah lah mom. Jangan lagi disesali. Kak Ken pasti bisa melupakan kak Rose, dan sekarang kita harus berdoa semoga dia bisa secepatnya menemukan obat hati nya. Alena gadis yang baik, dan jika kak Ken memang menyukai nya aku harap mommy tidak lagi menghalangi mereka" pinta Clara


Nyonya Monic langsung menggeleng menatap Clara, mata nya terlihat berkaca kaca sekarang


"Tidak, siapapun pilihan nya, mommy tidak akan lagi melarang mereka, asal kan anak mommy bahagia" Jawab nyonya Monic begitu yakin


"Walaupun asal usul nya tidak jelas?" Tanya Clara dan nyonya Monic langsung mengangguk


"Iya, siapapun dia. Karena sekarang kebahagiaan Kenzo adalah yang utama, mommy tidak ingin lagi membunuh hati nya. Sudah cukup mommy menahan rasa penyesalan ini selama bertahun tahun. Mommy rindu kakak mu" ucap nyonya Monic yang terlihat menangis sekarang


Clara langsung memeluk mommy nya itu. Dia mengusap lembut punggung mommy nya


"Sudah lah mom, suatu hari nanti kak Ken pasti kembali pada kita" kata Clara dan mommy nya hanya mengangguk dalam pelukan Clara


Semoga, semoga semua sesuai harapan.


...


next...


terimakasih yang sudah membaca


jangan pernah berhenti untuk memberi dukungan ya guys ... ☺️