
Siang ini Alena dan Kenzo sudah berada dibandara pribadi black rose. Siang ini mereka akan pulang kembali ke Newyork. Kesehatan Alena sudah membaik. Professor Brian juga sudah memperbolehkan dia untuk bepergian jauh. Dan tentunya Alena sangat senang. Dia sudah merindukan Clara dan kakak nya.
Angel dan Cristian juga sudah ada disana untuk melepaskan kepulangan Kenzo dan Alena. Dua Minggu lebih bersama mereka membuat Alena merasa sedih harus berpisah. Apalagi dengan kedua baby twins yang begitu menggemaskan.
Alena bahkan masih menciumi pipi gembul Michael yang sejak tadi tidak ingin turun dari gendongan nya. Bayi laki laki itu sepertinya tahu jika Alena akan meninggalkan nya.
"Aunty pulang dulu ya sayang. Kau harus jadi anak baik disini" ucap Alena. Bahkan karena begitu terharunya dia sampai ingin menangis sekarang. Dua Minggu menahan kesakitan, kedua bayi menggemaskan inilah yang telah menghibur nya.
Michael tampak menggeleng dan semakin memeluk leher Alena.
"Oh my God, seperti nya ini akan sedikit sulit. Michael aunty akan pulang. Kita akan menyusul nya nanti oke" ucap Cristian pula.
Kenzo tersenyum dan mengusap kepala bayi lelaki itu dengan lembut.
"Kau bisa mengajak Daddy dan mommy boy" ujar Kenzo pula.
Namun Michael sepertinya begitu tidak rela jika Alena pergi. Entah kenapa dia bisa sangat menyukai Alena.
"Sayang.. kemari dengan mommy" ajak Angel pula seraya ingin meraih Michael.
"Mommy janji akan membawa mu kerumah aunty besok. Kita harus melihat adik Shanez dulu" kata Angel lagi yang masih mencoba merayu nya.
Mata Michael mengerjap, dia menoleh pada Alena yang tersenyum namun ingin menangis.
"Aunty akan menunggu dirumah aunty. Michael ikut mommy dulu ya, bersama Michella juga" kata Alena seraya memandang Michella yang ada dalam gendongan Cristian. Bayi perempuan itu masih memandang kearah Kenzo sejak tadi.
"ty...ty..." gumam nya begitu lucu seraya masih memeluk leher Alena.
"Nanti aunty akan membawa kau dan Michella jalan jalan. Kita beli ice cream yang banyak disana. Sekarang ikut mommy dulu ya" ujar Alena.
"Ayo sayang" ajak Angel lagi.
Dan akhirnya setelah sekian lama membujuk nya, Michael dengan terpaksa ikut ibunya.
"Kami pamit dulu. Jangan lupa datang dihari pernikahan kami" pamit Kenzo pada Cristian.
"Tentu saja, kami pasti datang" jawab Cristian.
"Nona, kami pamit dulu. Terimakasih sudah mau menerima kami selama ini." ucap Alena pada Angel. Dia bahkan memeluk Angel dengan Michael ditengah tengah mereka.
Angel tersenyum dan mengangguk.
"Jangan sungkan, rumah kami selalu terbuka untuk kalian sampai kapan pun" jawab Angel.
"Aku berhutang budi pada kalian" ucap Kenzo.
"Ck, jangan begitu. Sudah lah. Kalian harus berbahagia, jangan ada drama apapun lagi" ujar Cristian. Seraya tertawa dan menepuk sekilas bahu Kenzo. Dia masih ingin tertawa jika mengingat kelakuan Alena semalam. Bahkan sampai malam hari dia masih membuat satu mansion heboh karena kelakuan nya. Hingga Cristian tidak bisa menahan tawa saat melihat bagaimana wajah frustasi Kenzo untuk membujuk Alena. Tuan Amerika yang penuh wibawa dengan sejuta pesona nya bisa tunduk hanya karena seorang gadis lugu seperti Alena. Benar benar menakjubkan.
Mereka saling berpelukan dan berpamitan. Dua Minggu lebih bersama tentu saja meninggalkan kenangan manis dan pahit. Bahagia dan cemburu semua bersatu menjadi kenangan indah.
Akhirnya, Alena bisa pulang dengan membawa kabar bahagia. Semua perjuangan dan kesakitan nya terbayar lunas. Akhirnya dia dinyatakan sembuh oleh profesor Brian. Tentu dia sangat bersyukur untuk kesempatan hidup yang diberikan oleh Tuhan. Alena berjanji, jika dia akan hidup untuk membahagiakan orang orang disekeliling nya.
Alena dan Kenzo melambaikan tangan nya pada Cristian dan Angel, dan pada kedua baby twins yang juga melambaikan tangan mereka dengan lucu.
Ah, Kenzo jadi mengingat kepergian nya dulu saat melepaskan Angel untuk Cristian. Lambaian tangan nya terasa begitu getir saat itu. Tapi sekarang, dia pergi dengan hati yang lega dan juga pergi bersama kebahagiaan nya. Tuhan memang begitu baik padanya.
"Sudah jangan menangis" ucap Kenzo saat mereka sudah duduk didalam pesawat.
Alena mengusap air mata diwajahnya. Entah kenapa dia menjadi cengeng sekali. Tapi, bukan kah dia memang cengeng?
"Aku pasti merindukan Michael dan Michella. Lihat mereka begitu sedih tadi. Aku tidak tega" kata Alena yang kembali menangis.
Kenzo tersenyum dan mengusap kepala Alena dengan lembut.
"Tidak lama lagi, kita akan bertemu dengan mereka" ujar Kenzo.
Alena langsung mengangguk dan bersandar dibahu kenzo.
"Apa setelah ini kita akan menikah?" tanya Alena.
"Tentu saja. Aku tidak ingin menunggu apapun lagi. Mommy dan Clara sudah menyiapkan semua nya." ucap Kenzo
"Benarkah?" tanya Alena seraya mendongak memandang Kenzo yang tersenyum dan mengangguk.
"Ya, kita hanya perlu mencari baju pengantin nanti. Semua nya sudah disiapkan oleh mommy" jawab Kenzo.
"Aaa mommy mu begitu baik" kata Alena begitu bahagia.
"Dia akan menjadi mommy juga" ujar Kenzo.
"Kau rela berbagi mommy untuk ku?" tanya Alena dengan wajah yang menggemaskan.
Kenzo terkekeh pelan dan mengangguk lagi.
"Tentu saja. Apapun akan aku beri untukmu" jawab Kenzo seraya mencium gemas bibir Alena.
"Jangan cium cium!!" seru Alena seraya mendorong tubuh Kenzo dengan kuat.
"Kenapa?" tanya Kenzo begitu heran.
"Aku masih marah padamu." jawab Alena dengan wajah yang cemberut.
Kenzo menarik Alena dengan kuat hingga gadis itu langsung merapat kedadanya.
"Kau sudah membuat semua orang heboh, dan sekarang sudah cukup sayang. Jika kau masih marah aku akan membawamu kekamar" bisik Kenzo.
"Mau apa kekamar?" tanya Alena
"Memakanmu" jawab Kenzo.
Mata Alena melebar memandang Kenzo.
Dan dia langsung membuka mulutnya, ingin berteriak memanggil kapten Stone. Namun belum lagi bersuara, Kenzo dengan cepat membungkam mulut Alena.
"Eemmmn" Alena langsung beteriak dan memberontak seraya memukul mukul lengan Kenzo.
"Jangan berteriak, astaga. Ini dipesawat Alena." kata Kenzo.
"Kalau kau berteriak, aku benar benar akan memakan mu. Biar saja kapten Stone melihat. Dia tidak akan bisa berbuat apa apa" ancam Kenzo.
"Melakukan itu dipesawat adalah hal yang paling manis" bisik Kenzo dengan begitu lembut, namun mampu membuat Alena langsung merinding dengan sangat.
Alena langsung menggelengkan kepala nya dengan cepat. Kenapa Kenzo jadi mesum sekali sekarang????
"Janji jangan berteriak" pinta Kenzo. Dan Alena langsung mengangguk dengan cepat.
Kenzo tersenyum dan langsung melepaskan bekapan tangan nya dimulut Alena. Hingga Alena bisa bernafas dengan lega dan memandang Kenzo dengan kesal.
"Kenapa kau mesum sekali En." tanya Alena seraya memandang kesal pada Kenzo.
"Kau yang memulai, lagi pula aku memang sudah tidak sabar untuk menikahimu" balas Kenzo.
Alena mendengus dan memalingkan wajahnya yang merona.
"Kita akan keliling dunia, kemana pun kau mau" ucap Kenzo.
Alena kembali memandang Kenzo dengan mata yang berbinar.
"Benarkah?" tanya Alena. Kenzo langsung mengangguk dan menarik Alena kedalam dekapan nya.
"Aku juga ingin ke Maldives, ke Paris, dan keliling benua Eropa" ucap Alena begitu menggebu.
Kenzo tertawa dan mengecup dahi Alena dengan gemas.
"Sesuai keinginan mu" jawab Kenzo.
"Kau harus janji. Aku ingin menikmati waktu berdua bersama mu. Semoga saja kau tidak kehabisan uang" kata Alena seraya tertawa lucu. Cepat sekali mood nya berubah, yang tadinya kesal sekarang sudah membaik lagi. Padahal malam tadi Kenzo cukup kerepotan membujuk nya. Tapi sepertinya Alena memang hanya ingin mempermainkan dia saja. Terbukti dengan wajah bahagia dia saat melihat semua orang yang ada dimansion mentertawakan wajah kesal Kenzo.
"Uang ku tidak akan habis meskipun kau memintaku untuk membeli menara Eiffel ataupun patung Liberti" ucap Kenzo.
Alena mendengus gerah mendengar nya.
"Sombong sekali kau ini" ucap Alena seraya memeluk tubuh Kenzo dengan hangat.
Kenzo tertawa dan membalas pelukan Alena.
Yah, bukan sombong, tapi Alena memang tidak tahu saja berapa banyak kekayaan Kenzo. Bahkan terkadang dia bingung ingin menghabiskan uang nya kemana.
...
Belasan jam didalam pesawat yang mengudara dengan beberapa kali transit, akhirnya mereka tiba dibandara Jhon F Kennedy. Hari sudah gelap saat mereka tiba di Newyork.
Alena merasa jika kepulangan nya kali ini lebih baik dari pada saat dia pergi. Mungkin karena tubuhnya yang sudah pulih. Jika disaat pergi dia lebih banyak tidur dan lemas bahkan selalu minum obat dari dokter Richard, namun sekarang, meski lelah namun dia tidak merasakan lemas atau sesak lagi.
Alena menggandeng lengan Kenzo untuk keluar dari pesawat. Rambutnya yang terurai langsung melambai terkena angin yang menerpa tubuh mereka. Begitu segar, memang kampung sendiri jauh lebih baik dari pada dimanapun.
"Tidak merasa sesak kan?" tanya Kenzo, untuk yang kesekian kalinya.
"Tidak En.... sudah berapa kali kau bertanya" gerutu Alena yang sudah merasa bosan.
"Alena.. Kenzo hanya mengkhawatirkan keadaanmu" sahut kapten Stone yang berjalan disamping Alena.
Alena tersenyum dan langsung merangkul lengan kapten Stone juga. Sekarang dia merangkul dua orang pria kesayangan nya sekaligus menuju keluar bandara.
"Kenapa Daddy sekarang malah membela dia" kata Alena dengan wajah yang pura pura cemberut .
Kapten Stone langsung tertawa melihat wajah menggemaskan ini. Dua Minggu perjuangan mereka memang tidak sia sia.
"Daddy juga seperti Kenzo yang selalu takut jika melihat mu sakit lagi" kata kapten Stone seraya mengusap lengan Alena.
"Aku tidak apa apa. Tidak sesak lagi, tidak sakit lagi, bahkan sudah jauh lebih baik. Kalian jangan khawatir lagi." ungkap Alena seraya memandang Kenzo dan kapten Stone bergantian.
"Kau memang harus selalu sehat" ucap Kenzo.
"Ya, harus selalu bahagia" kata kapten Stone pula.
"Aku janji. Terimakasih karena Daddy dan kesayangan ku ini sudah begitu berjuang untuk kesembuhan ku" ucap Alena.
Kapten Stone dan Kenzo langsung tertawa dan menarik gemas pipi Alena yang juga ikut tertawa.
Jack dan dokter Richard yang berjalan dibelakang mereka tampak tersenyum bahagia melihat Alena dan Kenzo yang tampak begitu bahagia. Yah, sekarang, king mereka sudah memiliki tempat berlabuhnya. King Aldrego yang dulu nya kaku dan sangat dingin, kini telah berubah, dan semua karena Alena.
Saat tiba dilobi bandara, Alena langsung tersenyum bahagia melihat orang orang tersayang nya menyambut kedatangan Alena dengan semarak. Bahkan Clara tampak memegang papan nama , dan Joice memegang sebuket bunga ditangan nya. Reymond dan Edward terlihat akur karena berdiri berdampingan.
"Selamat datang kembali Alena?!" seru Clara yang langsung berlari dan memeluk Alena.
"Aaaahh aku merindukan mu" kata Alena yang juga membalas pelukan Clara begitu erat.
Mereka bahkan saling berpelukan dan menangis bersama. Tidak lagi memperdulikan semua orang yang ada disana. Untung saja, area itu sudah disterilisasi oleh Edward, sehingga tidak ada siapapun yang berani mendekat atau bahkan melihat mereka.
"Aku juga merindukan mu. Kalian begitu lama pulang nya" kata Clara.
Alena tertawa namun air mata terus menetes diwajahnya. Dia mengusap wajah Clara dengan lembut.
"Maaf tapi aku pulang sudah dalam keadaan baik" ucap Alena
"Aku tahu" jawab Clara.
Kini Alena beralih pada kakak nya, Reymond. Bahkan Alena langsung masuk kedalam pelukan Reymond disebelah Joice dan Edward. Sedangkan Clara langsung memeluk Kenzo dengan erat. Dia juga sudah merindukan kakak manekin nya ini.
"Kau hebat Alena, terimakasih sudah berjuang dan pulang dalam keadaan baik" ucap Reymond seraya mencium kepala Alena dengan lembut.
Alena mendongak dan tersenyum memandang kakaknya.
"Semua juga berkat Daddy dan Kenzo. Tanpa mereka aku tidak akan kuat" jawab Alena.
Reymond mengangguk dan kembali memeluk Alena.
"Setelah ini kau harus bahagia" ucap nya lagi.
"Tentu kak" jawab Alena
Setelah puas memeluk Reymond, kini Alena beralih pada Joice.
Joice langsung menyerahkan bunga yang dipegang nya sejak tadi.
"Selamat sehat kembali nona, dan selamat menjemput kebahagiaan anda" ucap Joice.
"Terimakasih, tapi mulai sekarang, jangan panggil aku nona lagi kakak ipar" kata Alena.
Joice langsung tertawa dan mengangguk.
"Baiklah, Alena" jawab Joice.
Alena tertawa dan langsung memeluk Joice dengan erat. Sepertinya hampir tiga Minggu dia pergi, sudah banyak kejadian yang dia lewatkan. Terbukti dari wajah wajah keempat orang ini yang kelihatan nya juga sedang menjalani masa masa bahagia mereka.
Bahkan kakak nya yang terlihat kaku dan dingin pada Joice, kini terlihat selalu ingin dekat dengan calon istrinya ini. Sedangkan Clara yang dulunya selalu menjaga jarak dari Edward, kini juga sudah mulai bergelayut manja pada pria batu itu.
"Seperti nya, aku sudah melewatkan sesuatu yang penting. Seperti nya ada hal yang tidak aku ketahui. Ada roman roman untuk mendahului ku kah?" tanya Alena pada Joice dan Clara. Saat ini mereka semua sudah berjalan keluar bandara. Alena mengapit lengan Clara dan Joice, sedangkan para lelaki itu berjalan dibelakang mereka.
"No, kau dan kak Ken tetap yang pertama. Setelah itu Joice dan Reymond. Aku akan menyusul" ucap Clara.
"Tidak, sebaiknya nona Clara lebih dulu. Itu lebih baik" sahut Joice pula
"Tidak Joice, kalian lebih tua. Aku sebagai yang muda akan mengalah" sanggah clara.
"Bukan kah tuan Edward yang paling tua diantara kita. Bahkan saya dan Reymond lah yang paling muda" kata Joice pula. Clara langsung tertegun, benar juga memang.
Alena langsung tertawa mendengar nya.
"Waw... waa... sudahlah. Jangan bertengkar. Yang penting setelah aku, kalian jangan lama lama menyusul" sahut Alena.
"Yah kita lihat saja nanti. Sekarang, kita harus mempersiapkan pernikahan mu terlebih dulu. Kami sudah tidak sabar" kata Clara.
"Benar" sahut Joice pula