
Kenzo melajukan mobil nya kesuatu tempat yang entah berada dimana, Alena yang hanya diam sedari tadi kini mulai penasaran. Ini bukan jalan keapartemen Kenzo, juga bukan mansion nya, lalu akan dia bawa kemana Alena.
"Kita mau kemana?" tanya Alena yang duduk diujung kursi mendekat kearah Kenzo yang masih fokus pada kemudi nya
"Kesuatu tempat. Kau bilang kau ingin tahu apa yang selalu aku lakukan bukan" jawab Kenzo
"Bukankah ini kearah pantai yang waktu itu?" tanya Alena lagi dan Kenzo langsung menganggukan kepala nya
"Ya, Edward baru saja memberitahu ku jika rencana kami bocor untuk menyerang mereka malam ini, jadi mereka mencoba kembali menyerang diwilayah perbatasan klan Aldrego" jawab Kenzo
Alena tampak terdiam dan menatap jalanan yang sudah memasuki hutan menuju pantai yang jarang terjamah oleh orang lain.
"Apakah ada mata mata diklan mu?" tanya Alena sedikit ngerih
"Ya mungkin saja" jawab Kenzo
"Bukankah tadi mereka mencoba menculikku, tapi kenapa mereka malah mau menyerang mu juga?" tanya Alena begitu heran. Dai tidak mengerti tentang dunia mafia yang sebenar nya, dan sekarang dia sudah seperti orang bodoh saja.
"Yang ingin menculik mu hanya anak buah nya saja, kau tidak masuk dalam rencana jahat mereka, Thomas hanya ingin kau terbunuh untuk menyusul adik nya. Dan sasaran utama nya sejak dulu adalah menghancurkan klan yang ku punya" jawab Kenzo
Alena tampak mengerucutkan bibir nya sekilas. Dia menatap Kenzo dari samping yang wajah nya tertutupi oleh topeng
"Hei, topeng mu bagus, kau beli dimana?" tanya Alena tiba tiba. Kenzo yang mendengar itu langsung menoleh kearah Alena sekilas dengan wajah bingung
"Kenapa kau malah menanyakan tentang topeng ku?" tanya Kenzo heran
"Dari pada membahas hal yang menyeramkan seperti itu lebih baik membahas hal yang lain" jawab Alena terdengar kesal. Perkataan Kenzo tadi terdengar begitu mengerihkan ditelinga nya, membuat Alena tidak sanggup untuk membayangkan nya. Cukup sudah, jangan lagi membahas hal yang membuat nya tidak bisa tidur nanti. Hidup bersama Kenzo ternyata tidak mudah, tapi bagaimana lagi, jika dia sudah cinta mati pada pria ini.
Kenzo tampak mendengus senyum dari balik topeng.
"Ya, malam ini kau harus menguatkan jantung mu. Aku sudah tidak sempat lagi mengantar mu keapartemen atau kerumah" ucap Kenzo. Tangan nya memutar setir mobil kearah pantai dimana sudah terdengar suara tembakan tembakan yang memekakan telinga. Serangan lagi?
"Kenapa tidak meminta Jack saja yang mengantarku?" tanya Alena
"Kau sudah merindukan nya hmm?" tanya Kenzo pula
"Merindukan apa?" Alena tampak mengernyit bingung
"Kemarin kau memaksa nya untuk mengantarkan mu padaku, sekarang sudah bersamaku kau malah meminta dia yang mengantarmu pulang" kata Kenzo terdengar kesal.
Alena langsung tersenyum penuh arti dan mendekat kembali pada Kenzo yang berwajah datar itu
"Kau cemburu yaaaa" goda Alena. Kenzo langsung menyelis kearah nya dengan sadis membuat Alena langsung memundurkan wajah nya
"Tidak" jawab Kenzo datar, padahal jantung nya terasa bergemuruh sekarang.
Alena langsung mencebikkan bibir nya. Bilang saja cemburu, dasar pria robot, gengsi nya memang setinggi langit
"Jack sedang menyibukkan agen yang menjadi pengawal dadakan mu itu" ucap Kenzo lagi
"Menyibukkan apa?" tanya Alena bingung
"Sudah lah, bersiap siaplah untuk turun" kata Kenzo
"Jika mereka melihatku bagaimana?" tanya Alena mulai takut, apalagi melihat didepan sana situasi yang mengerihkan
Kenzo memberhentikan mobil nya dibawah sebuah tebing kecil yang tertutupi pohon pohon rindang, malam yang gelap dapat sedikit menutupi kehadiran mereka.
Kenzo mengeluarkan sesuatu dari balik jaket nya, sebuah topeng bewarna hitam
"Pakai ini" Kenzo menyerahkan topeng itu pada Alena yang mengernyit bingung namun tetap mengambil nya dari tangan Kenzo.
"Dipakai?" tanya Alena lagi dan Kenzo langsung mengangguk sembari mengeluarkan dua buah pistol dari dalam jaket dan saku nya
Alena memperhatikan topeng itu dengan ragu, namun tiba tiba dia teringat perkataan bibi Khoi haritu yang mengatakan jika Rose atau yang dia kenal sebagai nona Angel juga sering memakai topeng untuk menutupi identitas diri nya.
Alena langsung mendengus senyum dan mencoba memakai topeng itu, dia menggulung rambut nya yang tergerai sehingga penampilan nya sedikit berubah saat ini.
"Hmm seperti nya malam ini ada yang ingin bernostalgia mengenang kenangan" ucap Alena membuat Kenzo langsung membalikan tubuh nya dan memandang Alena yang sedang merapikan topeng diwajah nya
"Nostalgia apa?" tanya Kenzo
"Nostalgia ingat mantan. Bukankah aku sudah mirip nona Angel sekarang, eh salah, Queen Rose" kata Alena dengan senyum nya yang menyebalkan
"Dilihat dari menara eiffel pun kau dan dia tidak ada kemiripan" jawab Kenzo sembari membuka jaket nya dan menyerahkan nya pada Alena
"Kau ini jahat sekali" protes Alena. Tangan nya menarik kasar jaket Kenzo membuat Kenzo langsung mengusap gemas pucuk kepala nya
"Aku berbicara jujur Alena. Kau seorang desainer dan begitu anggun sedangkan dia kepala mafia. Apa yang mirip." jawab Kenzo
"Lalu kenapa kau mau dengan ku yang tidak mirip dengan dia" tanya Alena lagi sembari memakai jaket kulit milik Kenzo
"Sudahlah tidak ada waktu untuk membahas kecemburuan mu itu. Ayo turun" ajak Kenzo yang langsung membuka pintu mobil nya dan keluar meninggalkan Alena yang berdecak kesal melihat pria robot ini
"Dasar menyebalkan" gerutu Alena. Dia juga segera turun dari mobil dan sedikit berlari kearah Kenzo yang mulai mengawasi medan pertempuran itu. Sudah ada beberapa orang yang gugur. Seperti nya Thomas dan Jesica belum mengeluarkan seluruh kekuatan nya malam ini. Entah apa yang sedang mereka rencanakan, tapi Kenzo tahu dua manusia licik itu sedang merencakan sesuatu yang besar.
"Ayo" ajak Kenzo yang mulai berjalan dan diikuti oleh Alena yang sedikit kepayahan dengan gaun putih nya yang panjang ditambah high hels nya yang menapak diatas pasir. Seperti nya dia salah kostum. Alena langsung berhenti dan berseru pada Kenzo
"En tunggu" panggil Alena dengan Kenzo yang sudah berjalan lebih dulu didepan nya
"Ada apa lagi, kau akan aman, cepatlah, jika berlama lama disini musuh akan menyadari kehadiran kita" kata Kenzo lagi
"Sebentar, aku salah kostum, gaun ini membuat ku tidak bisa berjalan. Minta pisau" Alena langsung mengadahkan tangan nya pada Kenzo
"Pisau?" tanya Kenzo heran
"Aisssn cepatlah, jika berlama lama disini musuh akan menyadari kehadiran kita" jawab Alena yang membalikkan perkataan Kenzo tadi
Kenzo langsung mendengus dan mengeluarkan pisau lipat dari dalam saku celana
"Wow lengkap sekali, aku jadi penasaran benda apa saja yang ada ditubuhmu" kata Alena yang meraih pisau itu dengan cepat
"Benda yang bisa membuat mu berteriak ketakutan" jawab Kenzo asal
Alena yang sedang berlutut dan menyobek gaun nya langsung mendongak kearah Kenzo
"Benda apa?" tanya Alena. Kenzo kembali menghela nafas jengah mendengar nya. Gadis polos ini tidak akan mengerti dan hanya membuang waktu nya saja
"Cepatlah Alena, kita benar benar akan mati jika kau terus disini" gerutu Kenzo. Alena kembali mengerucutkan bibir nya dan menggerutu kesal, dan Kenzo tidak ingin lagi mendengar nya, dia masih terus mengawasi keadaan sekitar nya dimana musuh mulai banyak berdatangan, namun kepala kelompok mereka tidak ada yang kelihatan.
Alena memotong kembali gaun nya hingga diatas lutut membuat Kenzo yang menoleh pada nya tampak mengernyit melihat kaki jenjang yang mulus itu
"Oke, ayo. Jika begini aku bisa berlari dengan mudah" kata Alena sembari menyerahkan pisau itu pada Kenzo
"Dan kau merusak gaun pemberianku" dengus Kenzo
"Dasar pelit. Membeli puluhan gaun itu juga tidak akan membuat mu miskin. Ini" kata Alena yang meletakkan pisau ditelapak tangan Kenzo, namun kenzo langsung menggeleng dan mengembalikan nya pada Alena
"Pegang saja, jika ada musuh maka jangan ragu untuk menusuk nya" jawab Kenzo yang kembali berjalan menuju bibir pantai namun tetap pada jarak aman, dia tidak ingin membahayakan Alena.
"Kau menyuruhku membunuh orang?" tanya Alena yang sedikit berlari menyusul Kenzo
"Dari pada kau yang mati terbunuh" jawab Kenzo tanpa menoleh pada Alena yang tampak melebarkan mata nya
"Dasar sadis, kalau aku mati kau juga yang akan menangis" gerutu nya namun hanya sebuah gumaman dan Kenzo tidak dapat mendengar nya karena saat ini suara tembakan sudah benar benar terdengar dengan jelas
"Jangan jauh jauh dariku" ucap Kenzo menoleh sekilas kearah Alena yang berjalan dibelakang nya
"Iya, aku tidak bisa jauh darimu, kau kan seperti maghnet" jawab Alena dengan tawa kecil nya
"Alena serius" kata Kenzo mulai kesal
Alena hanya mencebikkan bibir nya dan terus mengikuti langkah besar kaki Kenzo yang entah akan membawa nya kemana
Sebenar nya Alena benar benar takut sekarang, puluhan orang saling adu tembak, pukul memukul dan darah yang berceceran dimana mana membuat nya bergetar dengan lemas. Tapi untuk mengeluh takut itu tidak mungkin kan. Dia sudah berjanji untuk belajar berani jika ingin hidup bersama Kenzo. Dia hanya harus yakin jika Kenzo tidak akan membiarkan nya terluka.
Saat ini tujuan Kenzo adalah kearah dermaga Aldrego. Dia harus memastikan keadaan diasana aman dan terkendali, apalagi dia baru menyadari jika ada mata mata yang sudah membocorkan rencana mereka malam ini. Dan tidak bisa dipungkiri jika musuh akan dapat masuk kekawasan markas Aldrego. Kenzo tidak ingin itu terjadi, jika itu sampai terjadi maka habislah apa yang dia punya, bukan tidak sanggup melawan tapi lebih kepada tidak bisa berbuat apa apa jika dunia tahu siapa dia yang sesungguh nya, hidup nya tidak akan bisa tenang lagi. Musuh musuh lama nya pasti akan terus menerus mengincar semua kekuasaan nya.
Dor
"Arrgh" Alena langsung menjerit saat tiba tiba peluru hampir saja melesat ditubuh nya jika Kenzo tidak menarik nya dengan cepat
"Fokus lah. Ayo lari" ajak Kenzo yang langsung membawa lari Alena menuju tempat yang bisa untuk menyembunyikan gadis ini
Beginilah jika berhubungan dengan orang yang penakut, semua terasa serba sulit, sangat jauh berbeda dengan kehidupan nya yang dulu, bahkan dia selalu berhadapan dengan musuh berdua dan saling melindungi satu sama lain. Tapi mau bagaimana lagi, hati nya sudah terpaut pada gadis penakut ini.