ALENA Is My Sunshine

ALENA Is My Sunshine
Kalung Warisan



Dua minggu bergulir tanpa terasa. Hari hari yang dilewati begitu cepat berlalu. Dan hari ini adalah hari yang paling ditunggu oleh semua orang. Pesta pernikahan tuan Amerika dan juga gadisnya. Sungguh berita ini sudah cukup membuat heboh satu kota.


Dalam dua minggu ini semua orang disibukkan dengan persiapan pernikahan Alena dan Kenzo. Bukan hanya keluarga yang begitu bersemangat menyambut hari yang cukup menghebohkan ini, melainkan satu kota Newyork juga sudah tidak sabar melihat dan menyaksikan acara pernikahan fenomenal ini. Pesta pernikahan yang digelar disebuah gedung megah yang terbesar dipusat kota Newyork. Tentunya pernikahan ini bukan pernikahan tertutup, karena Kenzo ingin semua orang menyaksikan hari bahagia nya, dan tentu nya dia ingin semua orang tahu jika Alena adalah ratu yang dia pilih untuk dijadikan pendamping hidupnya.


Berita pernikahan Kenzo Barrent, sudah tersebar sejak jauh jauh hari. Bahkan berita utama dikota Newyork adalah tentang pernikahan nya. Semua orang masih tidak menyangka jika seorang Kenzo Barrent akan melabuhkan hatinya pada seorang gadis muda yang merupakan puteri dari Agen negara yang cukup terkenal dinegara itu. Mereka cukup iri melihat Alena, pasalnya sejak dulu sudah ratusan bahkan ribuan wanita cantik dan tentunya dari kalangan atas yang mencoba mendekati Kenzo, namun tidak ada satupun dari mereka yang dilihat oleh tuan Amerika itu.


Sifatnya yang angkuh dan dingin membuat semua orang masih tidak menyangka jika ternyata Alena lah yang bisa membuatnya luluh. Sungguh beruntung sekali.


Gedung megah tempat resepsi pernikahan yang akan dilaksanakan sebentar lagi sudah dipenuhi oleh para tamu dan juga awak media. Kilatan lampu dari lobi gedung hingga didalam gedung sedari pagi tidak berhenti untuk meliput berita. Bentangan karpet karpet merah sudah tersusun rapi untuk menyambut kedatangan tamu tamu penting dan juga sang pengantin tentu nya.


Dekorasi gedung yang begitu mewah dan elegan yang disiapkan sungguh membuat mata para tamu dan semua orang yang melihat tidak bisa berhenti untuk tidak memandang takjub. Kemewahan yang ada disana benar benar menggambarkan sosok seorang Kenzo Barrent yang dipenuhi oleh kesempurnaan. Lampu lampu kristal yang menghiasi membuat suasana benar benar glamour, ditambah dengan bunga bunga asli yang harum nya menambah kesan yang begitu memanjakan. Dekorasi itu dibuat seperti acara pernikahan putri kerajaan Eropa, penuh kemewahan dan tentunya glamour. Kenzo memang ingin mewujudkan impian Alena untuk menjadi seorang princess diacara pernikahan nya kali ini.


Dan memang benar seperti itu, disebuah ruangan yang memang disediakan untuk Alena, gadis itu sudah siap dengan penampilan nya yang benar benar sempurna. Cantik, elegan, dan tentunya sangat anggun. Sungguh benar benar mirip seperti princess yang ada dalam angan nya.


Gaun pengantin bewarna putih yang dihiasi oleh jutaan berlian dan permata asli terlihat mengkilap indah, gaun yang berekor sepanjang dua meter dan melebar sempurna itu benar benar pas ditubuh indahnya. Bagian bahu Alena terbuka namun dihiasi oleh payet dan mutiara bewarna biru savier dibagian dada, juga sedikit aksen bulu bulu halus disekitar bahunya. Gaun yang ketat dibagian atas namun melebar kebawah itu sungguh begitu menakjubkan, dia bisa merubah Alena sigadis lugu menjadi seorang princess hari ini. Ditambah dengan riasan diwajahnya dan juga hiasan mahkota mewah diatas kepalanya, dan juga sehelai selendang yang menjuntai indah kebelakang sungguh membuat penampilan Alena benar benar menakjubkan.


"Ya Tuhan Alena.... Kau benar benar cantik sekali" puji Clara yang baru masuk bersama Joice.


Alena yang sedang memandang dirinya dicermin langsung menoleh pada Clara dan Joice.


"Menakjubkan" tambah Joice pula. Mereka benar benar tidak percaya dengan apa yang mereka lihat ini.


Alena yang tersenyum semakin menambah kecantikan dan keindahan dari penampilan nya, membuat Clara lagi lagi berdecak kagum.


"Apa aku tidak lucu?" tanya Alena


"No, aku yakin kak Ken pasti terperangah jika melihatmu secantik ini." jawab Clara.


"Ya, bahkan dia pasti bisa jatuh cinta lagi dan lagi jika melihat istrinya secantik ini" tambah Joice pula. Alena langsung tertawa malu mendengar nya.


"Kalian sunggu berlebihan, aku sangat gugup sekarang. Kenapa kalian lama sekali datang nya?" tanya Alena seraya duduk disofa dibantu oleh orang yang bertugas untuk melayani nya sejak tadi. Gaun ini cukup berat sebenarnya.


"Kau tahu lah kakak iparmu ini cukup lama, banyak sekali model riasan yang dipilih nya" adu Clara memandang Joice yang langsung tertawa kecil.


"Jangan begitu nona muda, bukankah kau tadi yang cukup lama berdandan" sahut Joice pula.


"Sudah lah kenapa kalian malah berdebat lagi. Kalian juga cukup cantik menggunakan gaun itu. Apalagi kau kakak ipar" ucap Alena.


"Yah, ternyata dia bisa juga menjadi wanita tulen" ledek Clara.


Joice langsung mendengus mendengar nya.


"Tentu saja bisa, aku juga tidak ingin kalah darimu" jawab Joice. Dan kali ini Clara dan Alena yang terbahak.


"Kau tidak kalah, bahkan kau lebih cocok menjadi model dari pada agen dengan penampilan mu yang seksi ini" ucap Clara seraya memandang gaun putih Joice yang memang cukup seksi dan membentuk lekuk tubuhnya.


"Bukankah ini pilihan mu" sahut Joice pula


"Ya, kau memang harus terlihat berbeda, dan lagi pilihan ku memang tidak pernah salah" jawab Clara dengan bangga nya.


"Hah, kalian semakin membuat ku gugup" gumam Alena


Clara dan Joice langsung tersenyum melihat Alena. Dia sudah cantik, tapi kegugupan sangat jelas terlihat diwajah cantik itu.


"Tenang lah Alena, sebentar lagi kegugupan mu pasti akan hilang" ujar Joice.


"Ya, jika tidak semakin bertambah, apalagi melihat para tamu yang sudah pasti akan fokus padamu. Mereka sangat penasaran siapa calon istri tuan Amerika itu" ucap Clara


Joice langsung mendengus mendengar itu. Bukannya menenangkan, Clara malah semakin menambahi kegugupan Alena.


"Tentu saja, selama aku hidup, hal yang paling dicari orang orang dari kak Ken adalah kekasih nya. Dan karena kau orang nya, maka kau harus siap jika kau akan menjadi artis seperti ini setiap hari nanti" ungkap Clara.


Alena langsung menghela nafas dengan berat.


"Ternyata tidak seindah yang ku bayangkan" gumam nya dengan lesu. Karena memang, selama dua minggu ini sejak berita pernikahan mereka diumumkan, hidup Alena memang sudah tidak tenang lagi. Setiap dia pergi kemana pun sudah harus dikawal lagi oleh Jack dan orang orang nya, jika tidak maka paparazi pencari berita akan dengan mudah mengambil gambarnya bahkan ingin mewawancarai nya. Sungguh rumit sekali memang menjadi pemenang diantara sekian juta wanita yang menggilai seorang Kenzo Barrent. Alena berfikir jika hidup bersama Kenzo, dia hanya harus menyiapkan cara untuk membuat pria itu bahagia, namun nyatanya dia juga harus menyiapkan mentalnya, karena setelah ini kehidupan barunya akan dimulai. Kehidupan baru menjadi seorang istri dari tuan Amerika yang mempunyai kekuasaan dimana mana, dan tentu nya dia harus bisa mengimbangi itu.


Tiba tiba seseorang yang masuk kedalam ruangan itu membuat perhatian mereka teralihkan. Nyonya Monica masuk dengan sesuatu ditangan nya. Sebuah kotak kecil bewarna silver.


"Alena, astaga kau cantik sekali sayang" puji nyonya Monica, membuat Alena lagi lagi harus tersipu malu.


"Tapi dia tampak gugup mom" adu Clara.


Nyonya Monica langsung tersenyum dan mendekat kearah Alena seraya berhati hati agar tidak terinjak gaun pengantin Alena.


"Tidak apa apa. Itu hal yang biasa, kalian juga akan merasakan nya nanti. Dan sekarang kau dulu yang merasakan. Nanti jika kalian sudah mengucapkan janji pernikahan, rasa gugupmu pasti akan hilang" ucap nyonya Monica seraya duduk disamping Alena.


"Benarkah mom?" tanya Alena. Nyonya Monica langsung mengangguk dengan cepat.


"Tentu saja, sekarang tenangkan dirimu. Mommy membawa sesuatu untuk mu" ucap nyonya Monica seraya membuka kotak kecil itu.


Mata Alena langsung melebar melihat isinya, sebuah kalung berlian yang begitu indah. Sangat glamour dan juga mewah.


"Wow, indah sekali" gumam Alena begitu takjub.


"Ini adalah kalung yang diberikan mertua mommy dulu saat mommy menikah dengan daddy. Memang sudah terlihat tua, tapi ini masih cocok dipakai untuk sekarang" ungkap nyonya Monica.


"Maksud mommy, mommy ingin aku yang memakai nya?" tanya Alena dan nyonya Monica langsung mengangguk dan tersenyum


"Ya, sekarang, kalung ini akan menjadi milikmu" jawab nyonya Monica.


Namun Alena malah langsung menggeleng.


"No mom, aku tidak pantas menerimanya. Bukan kah Clara lebih berhak memakai kalung itu nanti" ujar Alena.


"Tidak Ale, kalung itu memang untukmu. Aku sudah mempunyai ini, kalung dari calon mertua ku" sahut Clara seraya menunjukkan sebuah kalung yang pernah diberikan Edward padanya beberapa waktu lalu.


"Ya, dan memang seperti itu seharusnya sayang. Kemari biar mommy pasangkan" ujar nyonya Monica lagi


"Tapi mom" Alena masih benar benar tidak enak.


"Tidak apa apa. Kau harus menjaga kalung ini dengan baik. Mommy dan daddy sudah sepakat untuk menyerahkan kalung ini padamu" ucap nyonya Monica.


Alena langsung tersenyum dengan mata yang berkaca kaca. Dia segera membalikkan tubuhnya supaya nyonya Monica bisa memasangkan kalung itu dengan mudah.


Kalung yang sudah cukup tua, namun sangat indah dan mewah. Sangat pas dengan penampilan Alena hari ini.


"Waahhh, perfect Ale" ucap Clara


Alena tersenyum seraya meraba kalung berlian itu dengan penuh haru.


"Mommy titip Kenzo padamu, mommy tidak bisa membahagiakan dia selama ini. Jadi mommy harap kau bisa membuat dia selalu tersenyum nak" pinta nyonya Monica begitu dalam. Dan sungguh Alena tidak bisa menahan air matanya sekarang.


"Mommy, aku janji akan membuat Enzo bahagia. Terimakasih sudah melahirkan pria sebaik itu untuk ku" ucap Alena yang langsung memeluk nyonya Monica.


Clara dan Joice juga ikut terharu mendengar mereka berbicara seperti itu. Perjalanan hidup Alena dan Kenzo cukup panjang, dan berada dititik ini benar benar membuat mereka sangat bahagia dan tentu nya terharu. Tidak ada kebahagiaan yang mereka harapkan selain kebahagiaan Alena dan juga Kenzo.