ALENA Is My Sunshine

ALENA Is My Sunshine
Kembali Di Usik



Siang ini Alena sudah berada dibutik nya. Setelah Kenzo pergi pagi tadi, tidak lama berselang, Jack datang untuk mengantar nya kebutik.


Dan Clara pergi ke agensi karena ada yang harus diurus nya.


Alena disambut dengan penuh kebahagiaan oleh semua karyawan nya. Karena memang sudah seminggu lebih dia tidak ada datang kebutik itu.


Semua karyawan Alena hanya tahu jika Alena kelelahan dan butuh istirahat, sehingga tidak ada pertanyaan yang sulit dijawab oleh Alena.


Lian benar benar banyak membantu nya.


Alena duduk dimeja kerja nya dengan mata yang masih fokus memeriksa data data dibutik itu. Juga berbagai permintaan pelanggan yang harus segera diselesaikan nya dalam waktu dekat.


"Nona, tuan Ponix meminta kita bertemu dengan nya direstauran Central park " ungkap Lian yang baru datang dengan iPad ditangan nya


"Ya Lian. Bagaimana dengan rancangan gaun ku. Apa penjahit kita bisa menyelesaikan nya dalam waktu sepuluh hari?" Tanya Alena begitu cemas. Pasal nya karena kejadian itu dia harus membuang banyak waktu untuk menyelesaikan gaun gaun permintaan perusahaan starlight yang waktu nya hanya tinggal dua minggu lagi.


"Mereka berkata sanggup nona. Yang terpenting dalam minggu ini kita jangan menerima orderan dalam jumlah banyak terlebih dahulu" ungkap Lian


Alena langsung menghela nafas nya dengan kesal. Ini semua gara gara Mike. Pria sialan itu membuat pekerjaan nya menjadi lebih sibuk dan rumit.


"Baiklah, jam berapa kita menemui mereka?" Tanya Alena menatap Lian yang langsung melihat jam dipergelangan tangan nya


"Sebaik nya kita pergi sekarang saja nona. Waktu nya satu jam lagi" jawab Lian dan Alena langsung mengangguk


"Baiklah, kita pergi sekarang" ucap Alena yang langsung merapikan sedikit penampilan nya.


Akhir nya mereka pergi menuju restoran dimana tuan Ponix meminta untuk bertemu disana. Mereka pergi diantar oleh Jack dan sebuah mobil anggota Jack yang mengikuti mereka dari belakang. Kenzo tidak ingin kecolongan lagi seperti kemarin. Apalagi sekarang Mike sudah bekerja sama dengan dua mafia itu, dan yang pasti kekuatan mereka juga akan bertambah.


Alena menatap nanar suasana kota Newyork siang itu. Panas dan lumayan terik. Hati nya selalu was was jika berada diluar seperti ini. Dia begitu takut Mike akan datang dan membawa nya kembali. Tapi jika dia tetap bersembunyi dimansion Kenzo, bagaimana dengan tanggung jawab nya. Ya, Alena benar benar dibuat kerepotan bekerja dibawah tekanan batin seperti ini.


Tidak sampai satu jam, mobil yang dikendarai Jack telah tiba didepan restaurant mewah itu. Alena disambut oleh manajer restauran yang membawa nya langsung ketempat yang sudah dipesan oleh pihak Ponix.


Alena dan Lian duduk menunggu didalam ruangan yang terlihat privat.


Sembari menikmati minuman yang telah disediakan oleh pihak restaurant.


Dan tidak lama kemudian , pintu terlihat dibuka dan memunculkan seorang pria tampan seumuran Kenzo dan juga seorang wanita cantik. Mereka adalah Ponix dan juga Diana, sekretaris nya.


Alena dan Lian langsung berdiri dan menyambut kedatangan mereka. Mata Ponix terlihat menatap Alena penuh kagum, karena bagaimana pun Alena benar benar sangat cantik dan begitu anggun dimata nya.


"Anda sudah sehat nona?" Tanya Ponix yang duduk dikursi nya dengan penuh wibawa


Alena langsung mengangguk dan tersenyum dengan ramah.


"Maafkan saya tuan, seharusnya saya yang menemui anda dan membicarakan tentang kerja sama ini. Tapi karena ada insiden tidak terduga itu, saya harus mewakilkan nya dengan asisten saya" ungkap Alena dengan perasaan yang benar benar tidak enak.


Ponix hanya tersenyum dan mengangguk menatap Alena


"Tidak masalah, yang terpenting, anda masih tetap bertanggung jawab dengan kesepakatan kita" ucap nya


"Tentu tuan, kami pasti menyelesaikan nya tepat waktu" sahut Alena cepat


"Ya, kami berharap begitu. Karena bagaimana pun, acara kali ini adalah acara paling bergengsi diperusahaan kami" Ungkap Ponix dan Alena kembali mengangguk.


Mereka membicarakan kerja sama itu hampir satu jam. Banyak yang mereka bahas terutama mengenai tema pesta yang akan digunakan pihak perusahaan Ponix. Dan juga dia meminta Alena untuk menyiapkan gaun itu secepat nya agar mereka bisa menyesuaikan nya dengan model model mereka.


Ponix sangat suka dan terlihat betah mengobrol dengan Alena yang ramah dan humble. Ya, meskipun lama kelamaan Alena begitu jengah mendengar setiap perkataan pria tampan yang ketampanan nya masih jauh dibawah Kenzo Barrent. Namun kesombongan nya seperti dia yang paling hebat dinegara itu.


"Anda juga harus datang kepesta kami nona Alena" pinta Ponix pada Alena


"Jika tidak ada halangan saya pasti datang tuan" sahut Alena


"Ya harus, karena kali ini anda merupakan tamu istimewa kami" kata Ponix pula. Alena hanya tersenyum dan mengangguk saja untuk menanggapi nya.


"Diana, bisakah tinggalkan kami berdua. Ada yang ingin aku bicarakan dengan nona Alena" kata Ponix menatap sekretaris nya yang langsung mengangguk.


Alena dan Lian saling pandang bingung


"Apa ada hal penting tuan?" Tanya Alena bingung


"Yah, ini privasi" sahut nya. Dan mau tidak mau Lian juga keluar mengikuti sekretaris Ponix itu, meninggalkan Alena berdua bersama Ponix


"Ada apa tuan?" Tanya Alena pada Ponix yang terlihat merapikan sedikit penampilan nya. Dia menatap Alena dengan senyum nya yang menawan


"Aku tertarik padamu Alena" ucap Ponix langsung tanpa basa basi membuat Alena terkesiap dan mengernyit heran


"Maksud anda?" Tanya Alena dengan wajah polos nya, membuat Ponix tertawa dan begitu gemas melihat gadis itu. Ya, gadis yang menjadi isi fikiran nya sejak beberapa minggu yang lalu


"Aku menyukai mu sejak pertama kali kita bertemu waktu itu. Aku tidak suka berbasa basi Alena. Dan aku bukan orang yang suka menyimpan perasaan" ungkap Ponix . Alena langsung mengerjap ngerjapkan mata nya beberapa kali. Dia menjadi canggung sekarang, apa apaan CEO starlight ini, bisa bisa nya dia mengungkapkan isi hati nya, padahal mereka baru dua kali bertemu, batin Alena.


"Haha, orang sehebat anda bagaimana bisa menyukai pemilik butik kecil seperti saya tuan" kata Alena tertawa canggung


"Tidak Alena. Aku serius. Aku begitu menyukai mu. Kau gadis muda yang penuh dengan semangat. Dan aku suka itu" sahut Ponix lagi


Alena langsung melirik kearah pintu keluar, dia benar benar tidak betah sekarang. Dia butuh Lian untuk melarikan diri dari pria ini


"Apa kau sudah memiliki seorang kekasih?" Tanya Ponix lagi


Alena menggeleng pelan, namun tiba tiba bayangan wajah Kenzo yang terlintas difikiran nya. Dan itu membuat nya mengulum senyum dan tertunduk malu


"Ah, tuan, maafkan saya, saya...." Ucapan Alena langsung terputus saat tiba tiba pintu ruangan mereka terbuka.


Ponix berdecak kesal karena dia belum puas berdua bersama Alena, namun melihat siapa yang datang, mata nya langsung terbuka lebar. Dia dan Alena langsung berdiri menatap kearah seorang pria yang masuk dan berjalan mendekat kearah mereka dengan gagah dan penuh wibawa.


"Tuan Kenzo Barrent" gumam Ponix begitu terkejut, apa ada sesuatu hingga membuat tuan Amerika itu datang kesini batin nya bingung


"Enzo" gumam Alena pula


Pandangan mata Kenzo menatap lekat kearah Alena yang masih tertegun ditempat. Kenzo melirik sekilas kearah Ponix yang terlihat begitu terkejut dengan kehadiran nya.


"Apa kalian sudah selesai?" Tanya Kenzo dengan suara berat nya. Dia mendekat dan berdiri disamping Alena yang menatap nya dengan bingung. Kini pandangan Kenzo beralih pada Ponix yang masih menatap nya tidak berkedip. Namun sedetik kemudian dia langsung menunduk hormat didepan Kenzo, pria sejuta pesona milik Amerika.


"Ah, sudah tuan. Apa ada sesuatu yang membuat anda datang kemari?" Tanya Ponix begitu sopan. Demi apapun, meski mereka seumuran, tapi pesona dan wibawa seorang Kenzo Barrent tidak bisa dipungkiri kekuatan nya.


"Aku hanya ingin menjemput nya" jawab Kenzo melirik sekilas kearah Alena yang masih dengan wajah terperangah nya.


Begitu pula dengan Ponix, dia langsung terkesiap mendengar Kenzo berkata seperti itu. Apa Alena kekasih tuan Amerika itu batin nya, tapi, apa mungkin.


"Menjemput Alena" tanya Ponix sekali lagi, dan Kenzo langsung mengangguk. Kini dia kembali menatap Alena yang masih terdiam dengan wajah bingung. Dia masih tidak menyangka Kenzo datang tiba tiba, dan berkata ingin menjemput nya, apa ini sebuah mimpi, batin Alena.


"Ayo, waktu kita tidak banyak Ale" ucap Kenzo yang langsung menarik tangan Alena yang kembali terkesiap.


Alena menatap genggaman tangan Kenzo, dan menatap Kenzo yang mengangguk mengiyakan. Dan pandangan Alena kini kembali kearah Ponix yang menatap nya bingung tak berkedip.


"Tuan, saya pamit dulu. Terimakasih waktu nya. Saya berjanji, semua nya akan selesai tepat waktu" ucap Alena pada Ponix yang terdiam dan menatap nya masih dengan pandangan heran dan bingung, namun dia langsung terkesiap saat mendengar deheman dari Kenzo


"Ehem" gumam Kenzo menatap tajam wajah Ponix yang langsung mengangguk canggung


"Ah, iya. Terimakasih nona Alena. Dan tuan Kenzo" ucap nya yang sedikit membungkukkan tubuh nya.


Kenzo langsung menarik tangan Alena keluar dari ruangan itu meninggalkan Ponix yang masih berdiri mematung menatap punggung mereka yang menghilang dibalik pintu.


"Apa mereka ada hubungan" gumam nya masih tidak percaya. Bahkan dia langsung terduduk dikursi nya karena merasa lemas dengan kedatangan Kenzo Barrent. Pria yang memiliki kekuasaan penuh atas segala bisnis permodelan diAmerika , dan tidak ada seorang pun yang berani mengusik kekuasaan nya itu. Apalagi Ponix, yang hanya pemilik Agensi yang berdiri dibawah naungan Barrent Agency milik Kenzo.


Sementara diluar restaurant, Alena mengedarkan pandangan mata nya, karena area restauran itu sangat sepi, tidak ada orang, hanya beberapa orang berjas yang ada disana, dan juga Edward yang telah menunggu mereka didepan mobil nya.


"En, kita mau kemana? Kenapa kau menjemputku?" Tanya Alena menatap Kenzo yang masih menarik tangan nya


"Aku sedang tidak ada pekerjaan" jawab Kenzo singkat


"Lalu kemana Lian?" Tanya Alena lagi


"Sudah pulang" jawab nya lagi


Alena menatap Edward yang dengan sigap membukakan pintu mobil untuk mereka.


"Kenapa dia tidak bilang padaku, jika dia pulang duluan" gerutu Alena ketika sudah duduk didalam mobil


"Untuk apa dia harus bilang padamu?" Tanya Kenzo pula


Alena langsung menoleh kearah Kenzo yang duduk dengan tenang, hingga membuat pesona nya semakin berlipat lipat tampan nya


"Ya setidak nya supaya aku tidak kecarian En" sahut Alena


Kenzo hanya diam dan mengendikan bahu nya. Pandangan mata nya lurus kedepan, dia dan Edward sama sama terdiam dengan wajah yang begitu serius dan tatapan mata yang begitu tajam. Membuat Alena menatap nya dengan bingung


"Apa ada sesuatu yang tidak aku ketahui?" Tanya Alena pada Kenzo yang melirik kebelakang, dan beberapa detik kemudian


"Aaaarggghhhh!!!!" Teriak Alena saat Edward langsung menginjak gas mobil itu hingga kecepatan yang begitu tinggi, membuat Alena tersentak kebelakang


"Tuan Ed!!!!! Kau gila" teriak Alena sembari menutup mata nya. Dia begitu ketakutan saat Edward begitu lihai melewati pengguna jalan yang lain nya. Bahkan beberapa kali mobil mereka hampir menabrak mobil lain. Rasa nya Alena benar benar berada disebuah rollercoaster sekarang.


"En!!!" Teriak Alena lagi. Kenzo langsung menarik Alena kedalam pelukan nya, dan menyembunyikan wajah gadis itu didada nya.


"Diam dan pejamkan saja matamu" ucap Kenzo terdengar begitu serius


"Ada apa, apa ada yang membahayakan kita?" Tanya Alena dengan suara yang terdengar bergetar. Tangan nya kini sudah memeluk tubuh Kenzo dengan erat.


"Hanya semut kecil. Kita bermain sebentar" jawab Kenzo


"Kau gila En, aku takut" ucap Alena benar benar panik. Kenzo menghela nafas nya sejenak. Dia melingkarkan tangan nya pada pinggang Alena yang bergetar ketakutan diperlukan nya. Ya, begini lah resiko nya jika dia memilih Alena yang penakut. Baru begini saja gadis itu sudah begitu ketakutan, apalagi jika dia tahu sebentar lagi dia pasti terlibat dalam hal yang lebih berbahaya lagi. Dan Kenzo benar benar bingung, bagaimana cara melindungi Alena nanti nya.


Mata Kenzo menatap tajam kedepan dimana setiap melewati mobil mobil lain rasa nya memang seperti akan menabrak nya. Bahkan saat ini Edward memasuki sebuah jalanan kecil dimana banyak pedagang dan pejalan kaki yang langsung berlari pontang panting karena mobil mereka.


Tubuh mereka terhentak keberbagai arah saat Edward menabrak berbagai barang dan alat alat yang menghalangi jalan nya.


Bahkan kursi kursi tebal dan juga lapak lapak pedagang buah buah habis diterjang oleh nya. Dan tentu saja itu membuat Alena semakin ketakutan didalam pelukan kenzo.


Jantung nya benar benar bergemuruh, dia benar benar takut, bahkan pelukan nya begitu erat ditubuh Kenzo yang masih menahan tubuh nya agar tidak terhantuk kursi mobil.


Kenzo mendapat kabar dari Jack jika ada yang mengikuti Alena saat akan pergi kerestaurant siang tadi. Jack curiga jika yang mengikuti mereka adalah orang orang suruhan Mike. Mendengar itu Kenzo segera pergi menyusul Alena, dia tidak ingin terjadi sesuatu lagi pada gadis itu.


Dan benar saja, saat dia tiba ternyata beberapa orang suruhan Mike yang merupakan anak buah Jesica sudah menyebar disana. Dan saat ini mereka tengah dikejar oleh orang orang itu.


Mike maupun Jesica tidak terlihat, dan itu membuat Kenzo harus bisa mengecoh mereka.