
Siang ini mansion Kenzo sudah ramai dengan semua orang orang terdekatnya. Mereka semua sudah duduk dan berkumpul dimeja makan besar mansion itu. Canda dan tawa terdengar begitu bahagia, apalagi ditambah dengan dua makhluk kecil yang sangat menggemaskan. Siapa lagi jika bukan Michella dan Michael, bayi kembar Cristian dan Angel.
Dua balita menggemaskan itu ada dipangkuan Alena dan Clara. Mereka begitu senang bermain dengan mereka.
"Lucu sekali sih, aunty jadi pengen ajak kamu tidur sama sama" ucap Alena seraya memainkan pipi gembul bayi laki laki itu
"Kalau Michael yang menemani mu tidur, aku tidak yakin Kenzo akan diam saja" sahut Cristian yang duduk didepan Clara.
Kenzo yang duduk dikursi utama hanya mendengus gerah mendengar nya.
"Sudah cukup kau yang mengganggu hidupku, jangan lagi anakmu" ucap Kenzo begitu sinis. Namun Cristian langsung tertawa mendengar nya. Sepertinya walaupun sudah menemukan yang baru, tuan Amerika ini masih saja merasa tersaingi
"Yah, siapa yang tahu jika anak ku dan anakmu nanti akan berjodoh" jawab Cristian begitu santai
"Benar juga. Lucu kan kalau kalian jadi besan" sahut Clara yang sedang menimang Michella
"Aku ingin mempunyai menantu yang hebat, jangan seperti kau yang penakut" ejek Kenzo dan kali ini Cristian yang mendengus
"Aku memang penakut tapi selalu aku yang lebih unggul darimu. Kau harus ingat itu" balas Cristian tidak mau kalah
"Mana ada begitu, percaya diri sekali" dengus Kenzo
Alena memandang mereka dengan aneh. Pasalnya setiap kali bertemu mereka selalu mendebati hal hal yang sepele. Apa memang seperti ini? Atau karena Kenzo yang masih belum menerima Cristian yang memperistri Angel???
"Jangan kau dengarkan mereka Alena. Sejak dulu mereka memang seperti anjing dan kucing yang tidak pernah akur" kata Angel pada Alena, membuat Alena seketika terkesiap karena dia sedang memandang Cristian dan Kenzo yang sedang berdebat. Namun sepertinya Angel tahu apa yang sedang dia fikirkan.
Alena tersenyum canggung dan menoleh pada Kenzo sekilas
"Saya cuma heran nona. Enzo tidak pernah suka berdebat, tapi setiap bertemu dengan tuan Cris dia pasti seperti ini" jawab Alena
Kenzo langsung memandang Alena dengan pandangan datar nya
"Itu karena dia yang selalu menyebalkan Ale" sahut Kenzo
"Benarkah? Bukan karena...." perkataan Alena langsung terhenti saat Clara memotong nya
"Kak Cris itu selalu memang dalam hal apapun. Aku saja mengagumi nya, maka nya kak Ken sensitif sekali" sahut Clara membuat Cristian langsung tertawa lucu, apalagi melihat wajah kesal Kenzo
"Lihat, kau memang tidak bisa selama nya sombong tuan Amerika. Bahkan adikmu sejak dulu memang lebih menyukai ku dari pada dirimu" jawab Cristian dengan sombong nya
"Matanya hanya sedikit rabun" dengus Kenzo
"Mataku sehat ya kak. Aku berkata benar. Dulu kau itu kaku seperti robot. Senyum saja susah, maka dari itu aku begitu mengagumi kak Cris. Untung saja Alena cepat datang jadi kau bisa sedikit berubah" sahut Clara dengan cepat. Dia masih menimang nimang Michella yang masih asik bermain main dengan ibu jarinya.
"Benar, bahkan sangat berubah. Dulu seperti pria manekin yang kaku. Bahkan batu bernafas saja kalah" tambah Cristian pula membuat Clara langsung terbahak mendengar nya.
Angel menghela nafasnya dengan jengah. Cristian tidak akan bisa kalah jika diajak berdebat. Tapi Kenzo juga tidak bisa dipancing. Membuat kepala nya bertambah pusing saja
"Yang terpenting pesonaku masih menang jauh meski aku kaku" jawab Kenzo dengan sombong nya
"Heh, pesona tidak menjamin. Mungkin Alena saja yang sedang khilaf menerimamu" ucap Cristian
"Dia cukup sadar menerimaku. Bukan seperti Rose yang terpaksa menerima mu. Dia hanya kasihan padamu" balas Kenzo tidak mau kalah
Alena memandang bingung Cristian dan Kenzo, sedangkan Angel menggeleng jengah melihat mereka. Mereka kini sedang menunggu kapten Stone dan juga Reymond untuk makan siang bersama. Tapi menunggu baru sepuluh menit namun sudah terasa sangat lama karena perdebatan kedua orang ini
"Kau terlalu....."
"Cris stop" pinta Angel menghentikan ocehan Cristian
Kenzo tersenyum sinis melihat nya. Cristian selalu takut dengan istrinya ini
"Rasakan...."
"En....sudahlah" kata Alena yang juga sudah jengah mendengar perdebatan mereka
Kali ini Cristian yang menahan tawanya melihat Kenzo yang juga langsung terdiam memandang Alena
Clara langsung tertawa lucu melihat dua pria tampan ini. Mereka sudah seperti anak kecil jika didekat pawang masing masing.
"Michella, lihat uncle dan daddy mu, mereka tidak akan berkutik dengan aunty dan mommy. Hihiii" Clara cekikikan geli melihat wajah kesal Kenzo dan Cristian
"Nona pasti pusing jika mereka sudah berkumpul?" tanya Alena, dan tentu saja Angel langsung mengangguk
"Tentu saja. Sudah tua tapi seperti anak kecil" jawab Angel
Cristian dan Kenzo langsung memandang Angel dengan lekat
"Apa?" tanya Angel dengan tatapan mata yang tajam membuat Cristian langsung tidak dapat berkutik, bahkan dia langsung berpura pura meminum air putih nya.
Sedangkan Kenzo memalingkan wajahnya dan melihat baby Michael yang berada dalam pangkuan ALena
Clara kembali terbahak bahak melihat kedua orang ini. Lucu sekali, sejak dulu memang selalu takut dengan Angel
"Keren sekali mommy kalian" bisik Alena ditelinga Michael
"Alena" panggil Kenzo dengan sedikit kesal
"Nona Angel memang hebat. Buktinya karena kedatangan nya musuhmu bisa dikalahkan. Apalagi hanya dengan kalian berdua" ucap ALena lagi. Cristian langsung tersedak air minum nya mendengar itu, bahkan tawa Clara kembali terdengar
"Kenapa jadi membela Angel?" tanya Kenzo heran
"Karena aku yang melihatmu saja juga pusing" jawab Alena dengan acuh
"Sudahlah, kalian tidak akan memang. Sebagai lelaki sejati memang harus mengalah" sahut Clara
"Mengalah juga pada tempatnya" gumam Cristian
"Apa kau bilang?" tanya Angel langsung
"Tidak ada, aku hanya bertanya kemana Clara menghilang malam tadi. Bukan nya menjaga Michella dan Michael malah pergi meninggalkan mereka, dirumah utama pula" dalih Cristian.
Clara langsung terkesiap dan tersenyum canggung, apalagi melihat pandangan tajam dari Kenzo
"Kemana kau pergi?" tanya Kenzo
"Tidak ada" jawab Clara
"Clara" panggil Kenzo lagi
"Aku kemansion ini. Tidak kemana mana" jawab Clara dengan cepat
"Kemansion ini? Tapi kenapa tidak ada." tanya Alena pula
Clara memalingkan wajahnya dan memandang Michella untuk menghilangkan kegugupan nya ditatap oleh banyak pasang mata seperti ini
"Clara...." panggil Kenzo lagi. Dia takut jika Clara pergi disaat saat keadaan seperti ini, apalagi jika sampai dia menemui Reymond. Kenzo sungguh tidak ingin, meski dia tahu jika mereka memang saling menyukai
"Aku...aku keruang bawah tanah melihat Edward" jawab Clara begitu pelan. Semua orang langsung memandang nya dengan aneh
"Melihat Edward?" gumam Alena
"Memang Edward kenapa? Aku juga tidak ada bertemu dengan nya sudah sangat lama" tanya Alena lagi
"Tanyakan pada kekasihmu itu. Dia tidak ingin bilang jika ternyata Edward hampir mati. Bahkan dengan kejamnya dia membiarkan Edward sendirian dibawah sana" gerutu Clara, namun yang ada dipandangan semua orang adalah rasa khawatir dan cemas nya yang begitu besar
Angel tersenyum tipis melihat ekspresi Clara, begitu pula dengan Cristian
"Edward kenapa En?" tanya sipolos Alena
"Edward terluka, dan sekarang dia sedang dirawat oleh dokter Richard diruang bawah tanah" jawab Kenzo
"Apa lukanya parah?" tanya Cristian pula
Kenzo langsung mengangguk dan menghela nafasnya
"Aku tidak tahu dia masih bisa hidup atau tidak" jawab nya terlihat begitu acuh, namun malah Clara yang terdengar tidak suka
"Kakak!!! Edward pasti bisa sembuh, bahkan dia sudah sadar meski masih lemah. Sembarangan saja berkata" omel Clara tidak terima
"Aku hanya berkata faktanya. Dia memang hampir mati. Meskipun dia sadar, tapi keadaan kedepan nya siapa yang tahu" jawab Kenzo
"Benar, lagi pula Edward juga hanya seorang asisten. Siapa yang perduli" kata Cristian pula
"Tidak!" seru Clara tiba tiba, membuat Michella yang ada dipangkuan nya langsung terkejut dan memandang Clara dengan heran
"Hei, kau mengejutkan anakku" kata Cristian pada Clara. Namun gadis itu hanya mendengus seraya mengusap dada Michella
"Dia memang hanya asisten dan pengawal. Tapi ada aku yang masih memperdulikan nya" ucap Clara begitu menggebu. Bahkan dada nya terlihat naik turun menahan nafas yang bergemuruh
Kenzo langsung tersenyum tipis melihat ekspresi Clara, sedangkan Alena memandang nya dengan lekat. Seperti sudah ada yang berubah saat ini
"Kau perduli karena dia pengawalmu??? Atau kau perduli karena takut kehilangan dia???" tanya Cristian dengan senyum smirk nya
"Tentu saja aku takut ke......." perkataan Clara langsung terhenti saat menyadari jika dia hampir saja kelepasan bicara
"Takut apa hmm?" goda Cristian
"Takut saja. Kalau dia mati aku tidak akan mempunyai pengawal seperti dia lagi" jawab Clara dengan cepat, namun dengan cepat pula dia memalingkan wajahnya
Alena langsung tersenyum aneh melihat wajah yang sedikit merona itu
"Hei....kau takut kehilangan dia kan, ayo mengaku" tuding Alena. Namun Clara langsung berdecih kesal
"Sudah lah kenapa jadi membahas aku" seru Clara begitu kesal
"Selamat siang, maaf kami terlambat" sapa kapten Stone tiba tiba. Dia datang bersama dengan Reymond, dan kedatangan nya tentu saja menghentikan perdebatan yang ada dimeja makan siang itu.
Semua orang langsung menyambut mereka dengan baik, bahkan Alena langsung memeluk ayah dan kakak nya itu bergantian. Hal yang sangat jarang mereka lewati. Dan setelah perjalanan panjang yang penuh dengan bahaya malam tadi, akhirnya siang ini mereka masih bisa makan siang dan tertawa bersama. Meski masalah belum selesai, namun untuk siang ini mereka akan melupakan nya sejenak.
Masalah hati, masalah kebohongan dan juga musuh musuh yang masih menunggu. Semua dinomor duakan sejenak, demi menikmati kehangatan keluarga disiang ini.
Besok hari, semua akan dimulai. Dimulai dari Kenzo yang akan mencincang habis Thomas yang sudah berani mengusik kehidupan nya.