
Ruang makan dirumah kapten Stone sedikit berubah senyap siang hari ini. Clara dan Reymond pergi keluar meninggalkan Kenzo dan Alena dirumah itu. Entah akan kemana dua orang itu, Alena tidak tahu. Mereka hanya pamit untuk bertemu dengan teman teman mereka yang lain, padahal hari ini adalah hari kerja. Entah teman mana yang dimaksud Clara.
Kenzo membiarkan saja adik nya pergi bersama Reymond, karena dia tahu pria itu tidak akan berani macam macam pada adik nya. Dan Kenzo juga tahu jika mereka sudah berteman sejak lama.
Alena terlihat memplating sepiring steak beserta pelengkap nya yang baru saja selesai dia buat khusus untuk Kenzo. Karena Kenzo tidak ingin makan masakan buatan koki dirumah itu, jadilah Alena yang memasakkan menu cepat saji untuk nya.
Alena duduk disebelah Kenzo dengan hasil masakan nya.
Dia menatap Kenzo dengan senyuman nya yang selalu bisa menghangatkan hati Kenzo.
"Ayo makan" ajak Alena
"Kenapa cuma satu?" Tanya Kenzo heran
"Kau dulu makan, aku nanti saja. Perut ku masih kenyang" jawab Alena sembari memotong motong steak dipiring itu menjadi bagian bagian kecil.
"Aku tidak akan makan jika kau tidak makan" kata Kenzo. Alena langsung menghela nafas mendengar nya. Dia mengambil sepotong steak itu dan mengarahkan nya kemulut Kenzo
"Jangan berisik, kau ini banyak sekali tawaran nya. Tadi tidak ingin makan karena masakan orang lain, sekarang sudah aku masakan kau bilang tidak ingin makan. Ayo cepat buka mulutmu" ucap Alena terlihat memaksa
Kenzo menatap datar garpu yang telah mengarah kemulut nya itu, dan tanpa berkata apapun dia langsung membuka sedikit mulut nya hingga Alena bisa menyuapkan makanan itu pada Kenzo.
"Bagaimana, enak kan?" Tanya Alena menatap Kenzo yang sedang mengunyah itu.
"Lumayan" jawab Kenzo singkat
"Ayo makan lagi, kau harus banyak makan supaya tenaga mu selalu kuat, kau tidak inginkan pamor tuan Amerika mu menurun karena kau kurang makan" kata Alena membuat Kenzo langsung mendengus senyum.
Memang ada ada saja gadis ini, selalu saja bisa membuat hati nya tergelitik meski terkadang dia juga kesal karena sifat nya.
Alena kembali menyuapkan makanan pada Kenzo yang dengan senang hati menerima setiap suapan dari Alena.
Dia seperti pria yang berpenyakitan sekarang, tapi disamping itu, dia juga merasa bahagia dengan perhatian Alena. Entahlah, mungkin karena dia tidak pernah diperlakukan seperti ini oleh siapapun sebelum nya.
Kenzo begitu lahap memakan hasil masakan dari Alena, karena masakan gadis ini memang tidak pernah gagal dan selalu pas dilidah nya.
Bahkan kini hanya tinggal setengah porsi lagi yang tersisa dipiring itu, entah karena lapar atau memang enak, Kenzo juga tidak tahu.
Namun disaat Alena ingin menyuapkan nya lagi, Kenzo langsung mengambil alih sendok nya membuat Alena mengernyit heran.
"Kau juga harus makan agar lebih bertenaga dan tidak lemah lagi" ucap Kenzo yang kini gantian mengarahkan sendok nya pada Alena yang langsung mendengus senyum
"Wow, aku harus mengabadikan ini, suapan pertama dari tuan Amerika" goda Alena yang membuka mulut nya dan langsung melahap makanan itu
Kenzo hanya tersenyum dan kembali mengambil potongan daging dari piring yang kini telah diambil alih oleh nya
"Kau sudah kenyang?" Tanya Alena dan Kenzo langsung mengangguk
"Hmm,sekarang giliran mu" jawab Kenzo yang kembali menyuapkan makanan pada Alena.
Sungguh entah ada angin apa, disiang hari yang begitu cerah ini seorang Kenzo Barrent bisa bersikap manis pada seorang gadis. Hal langka yang tidak pernah dilakukan nya bersama Alena selama ini.
Senyum Alena tidak pernah pudar dari wajah nya ketika dia terus menerima setiap suapan dari Kenzo. Meski kaku, tapi Alena begitu bahagia mendapatkan perhatian kecil seperti itu. Ternyata pria robot ini bisa juga bersikap manis batin nya.
Kenzo menyuapkan makanan nya dengan pandangan mata yang tidak pernah lepas dari wajah Alena, yang semakin hari semakin terlihat cantik dimata nya.
"Aku kenyang En" jawab Alena yang menggelengkan kepala nya saat Kenzo ingin menyuapkan nya kembali
Alena langsung meminum air yang telah tersedia disana, sedangkan Kenzo meraih tisu yang ada dimeja dan mengarahkan nya kepada Alena.
"Terimakasih" ucap Alena yang terlihat merona mendapatkan perlakuan dari Kenzo. Jika Clara tahu, dia pasti akan menggoda mereka habis habisan.
"Emm En," panggil Alena membuat Kenzo yang sedari tadi menatap nya hanya menggerakan sedikit alis nya saja
"Apa butik ku baik baik saja?" Tanya Alena
"Kenapa memang nya?" Tanya Kenzo balik
"Sudah beberapa hari aku tidak ada melihat butik, Lian juga tidak ada mengabari ku. Aku hanya khawatir tentang pesanan pelanggan pelanggan ku, terutama untuk perusahaan tuan Ponix" ungkap Alena
"Semua nya pasti aman dan terkendali. Hanya ada masalah sedikit, dan Edward sudah bisa mengatasi nya" jawab Kenzo
"Masalah apa? Apa Mike datang kebutik?" Tanya Alena dan Kenzo langsung mengangguk
"Ya ampun, lalu bagaimana dengan Lian dan yang lain nya?" Tanya Alena benar benar khawatir sekarang
"Mereka baik baik saja Alena, kau tidak perlu khawatir. Mungkin besok Lian pasti mengabarimu" ucap Kenzo namun tetap saja Alena tidak tenang sekarang
"Benarkah, aku takut Mike malah mencelakai Lian En" lirih Alena
"Sudah ada Edward yang menjaga nya" ucap Kenzo. Alena menatap Kenzo dengan tatapan sendu nya
"Benarkah?" Tanya Alena dan Kenzo langsung mengangguk
"Dua hari ini, apa Mike ada mengganggumu lagi?" Tanya Alena pada Kenzo
"Tidak dan jangan fikirkan itu" sahut Kenzo
"Bagaimana aku tidak memikirkan nya, aku takut kau celaka karena dia. Aku benar benar takut malam itu terulang lagi. Aku aman disini, sedangkan kau tidak aman di sana". Kata Alena yang menundukan kepala nya dengan raut wajah sedih
"Alena" panggil Kenzo sembari mengangkat dagu gadis itu
"Kau bilang kau percaya padaku" ucap Kenzo, dan Alena langsung mengangguk
"Aku akan baik baik saja selama kau baik baik saja disini" ungkap Kenzo
"Kau harus berjanji ya" pinta Alena penuh harap, mata nya berkaca kaca dan begitu sayu, namun itu malah membuat Kenzo begitu betah memandang nya, apalagi bibir merah muda yang selalu menggoda itu
"Aku berjanji" jawab Kenzo pasti
"Ehhmmm" deheman seseorang langsung membuat mereka terkesiap dan segera menjauhkan diri masing masing.
Mereka langsung menoleh keasal suara yang baru datang dan mendekati mereka.
"Daddy" gumam Alena yang terlihat begitu canggung sekarang. Sedangkan Kenzo tampak tenang dengan wajah datar nya menatap kapten Stone yang baru saja tiba dirumah itu.
"Selamat siang kapten" sapa Kenzo
"Selamat siang tuan Kenzo Barrent, apa ada hal yang penting hingga membuat anda datang kerumah kecil kami?" Tanya kapten Stone yang kini duduk dikursi utama mereka. Dia begitu heran saat tiba dirumah, rumah nya terlihat begitu sepi, semua penjaga berkumpul didepan pagar, para pelayan yang biasa hilir mudik membereskan rumah mereka juga tidak ada kelihatan.
Dan dia dibuat terkejut saat melihat Kenzo Barrent yang duduk berdua dengan putri nya dimeja makan, bahkan terlihat begitu dekat. Dia yakin, Kenzo Barrent pasti memiliki niat tertentu pada putri nya ini.
"Saya hanya mengantarkan adik saya untuk menemui Alena" jawab Kenzo membuat kapten Stone terlihat memicingkan mata nya, dia melirik Alena yang terlihat begitu canggung dan tidak berani menatap kearah nya
"Benarkah? Lalu dimana adik anda saat ini?" Tanya Kapten stone pada Kenzo yang sedikit bereaksi.
"Pergi bersama putra anda" jawab Kenzo singkat membuat kapten Stone langsung mendengus senyum dan menggeleng pelan
"Saya rasa ada sedikit kejanggalan disini" gumam kapten Stone menatap Kenzo dan Alena bergantian
"Emm dad, Daddy jangan salah paham oke. Ka kami, kami hanya duduk mengobrol dan, dan kak Rey pergi bersama Clara untuk makan siang diluar. Emm begitu" ucap Alena terbata bata membuat kapten Stone dan Kenzo langsung tersenyum lucu melihat nya
"Ya, Daddy akan mempercayai kata kata mu, meskipun bukan itu yang terjadi sebenar nya" ucap kapten Stone yang kini melirik Kenzo dengan tajam
"Ya, anda benar. Memang seharusnya saya tidak berada disini hanya karena untuk mengantarkan adik saya" ungkap Kenzo membuat Alena langsung menoleh kearah nya dengan pandangan bingung
"Niat saya ada dua, yang pertama untuk mengantarkan adik saya. Dan yang kedua adalah untuk menemui Alena" ungkap Kenzo lagi , Alena langsung tersenyum getir melihat ayah nya yang terlihat menaikan sedikit alis nya menatap mereka bergantian
"Apa kalian mempunyai hubungan khusus?" Tanya Kapten Stone langsung, membuat Alena kembali menoleh kearah Kenzo yang terlihat tenang dan begitu santai. Apa yang akan dikatakan pria ini pada ayah nya, Alena menjadi takut sekarang, Bukan takut ayah nya marah, tapi dia takut jawaban Kenzo membuat nya kecewa. Meski tidak ingin berharap lebih, tapi sungguh, hati nya berkata lain.
"Tidak" jawab Kenzo langsung membuat mata Kapten stone memicing sedangkan Alena langsung tertunduk dengan menggigit sedikit bibir nya. Benarkan, dia kecewa saat ini.
"Tidak sebelum anda memberi saya restu untuk menjalin hubungan dengan putri anda" ucap Kenzo begitu lugas membuat Alena langsung menoleh kearah nya dengan pandangan mata yang melebar. Apa, apa yang dikatakan Enzo adalah benar, dia meminta nya pada ayah nya langsung?
"Tergantung dengan anda kapten, jika anda merestui saya, maka saya akan menjalin hubungan dengan Alena secara terang terangan, tapi jika anda tidak merestui saya, maka saya tidak masalah, saya akan menjalin hubungan dengan nya secara diam diam dari anda" kata Kenzo dengan senyum nya membuat kapten Stone langsung mendengus gerah.
Ya, beginilah jika berhadapan dengan tuan Amerika yang penuh dengan kesempurnaan.
"Anda terlihat memaksa" ucap kapten Stone membuat Kenzo terkekeh pelan
"Perasaan saya yang memaksa kapten" jawab Kenzo
"Saya hanya ingin putri saya bahagia tuan Kenzo. Anda orang yang penuh dengan kesempurnaan, dan Alena hanya gadis biasa. Tentu banyak diluar sana putri para pejabat besar yang menjadi saingan nya. Saya tidak ingin anda membuat putri saya kecewa." Ungkap kapten Stone menatap Alena yang terlihat masih tertunduk memainkan ujung gaun nya.
Kenzo menoleh pada Alena dengan senyum nya dan kembali menatap Kapten stone dengan wajah yang berubah menjadi serius
"Anda tahu siapa saya bukan. Saya tidak pernah bermain main dalam hal apapun. Apalagi urusan hati. Saya tidak pernah melakukan hal ini pada siapapun kecuali pada anda" ucap Kenzo begitu serius
"Ya saya tahu itu. Saya hanya mengingatkan anda tuan Kenzo. Bagaimana pun saya ayah nya, dan saya tidak ingin siapapun melukai perasaan nya" ucap kapten Stone tidak kalah serius
Kali ini meja makan itu terlihat sedikit memanas dan tegang. Bahkan jantung Alena terlihat berdetak dengan kencang sekarang. Melihat ayah dan pria yang disukai nya terlihat berdebat tentang diri nya.
"Anda bisa memenggal kepala saya jika suatu saat nanti saya melukai perasaan nya" jawab Kenzo dengan begitu yakin
"Anda sadar atas apa yang anda ucapkan?" Tanya kapten Stone
"Saya sadar. Dan saya yakin kapten. Saya tidak pernah seserius ini dalam hal perasaan. Saya memang tertarik pada putri anda. Dan seharus nya anda tahu itu." Ungkap Kenzo
"Saya belum bisa membahagiakan nya, jadi jangan tambah rasa penyesalan saya dengan saya yang merestui hubungan kalian nanti nya" pinta kapten Stone menatap Kenzo dengan begitu lekat
"Saya berjanji, Alena adalah wanita satu satu nya dalam hidup saya" ungkap Kenzo begitu yakin, bahkan dia berkata begitu tulus dari hati nya yang paling dalam. Meski dia belum tahu apa cinta nya memang sudah untuk Alena. Tapi dia yakin jika perasaan nya memang hanya menginginkan Alena.
Mata Alena terlihat berkaca kaca menatap Kenzo yang tersenyum menatap nya. Mata mereka sama sama memancarkan ketertarikan dan kekaguman yang begitu mendalam. Dan sebenarnya Kapten Stone tahu itu. Namun sebagai seorang ayah, dia hanya ingin yang terbaik untuk putri nya.
"saya pegang janji anda Kenzo Barrent. Jika suatu saat anda melukai Alena, maka saya akan membawa nya pergi jauh dari kehidupan anda" kata kapten Stone pada Kenzo
Kenzo langsung mengangguk dan tersenyum yakin
"ya, saya berjanji" ucap nya.
Alena langsung mengusap air mata nya yang terjatuh diwajah nya dengan cepat. Dia begitu terharu saat ini, meski kata kata cinta dari Kenzo belum pernah dia dengar, tapi sungguh janji Kenzo pada ayah nya sudah melebihi harapan nya selama ini. Dan Alena tahu, jika Kenzo adalah orang yang menepati janji.
Disaat saat keseriusan mereka, tiba tiba ponsel Kenzo dan kapten Stone sama sama bergetar kuat, membuat kedua pria itu saling pandang heran.
Baik kapten Stone dan Kenzo segera meraih ponsel mereka dan melihat siapa yang memanggil.
Diponsel Kenzo terlihat Edward yang memanggil, sedangkan diponsel Kapten Stone adalah panggilan dari orang yang bertugas menjaga putra nya.
Kenzo dan Kapten Stone langsung mengangkat panggilan mereka bersamaan dan secara bersamaan pula mereka langsung beranjak dan berdiri dari kursi mereka masing masing hingga membuat Alena juga ikut terkejut karena nya.
"apa!!!!" ucap Kapten Stone terlihat terkejut
"kurang ajar" geram Kenzo pula
Alena menoleh kesana kemari memandang wajah ayah nya dan Kenzo bergantian. Wajah mereka terlihat berubah, apa yang terjadi sebenarnya?????