ALENA Is My Sunshine

ALENA Is My Sunshine
Kisah Yang Rumit



Tidak lama Alena mengendarai motor bersama Kenzo. Namun cukup membuat hati gadis itu nyaman dan tenang kembali. Bersama Kenzo, membuat nya benar benar merasa aman, mungkin karena dia sudah jatuh hati pada pria itu, atau mungkin karena hanya Kenzo yang Alena kenal dikota ini selain Clara.


Alena turun dari motor sport Kenzo dengan wajah nya yang masih tampak sembab.


"Masuk lah, dan obati luka mu. Ingat, jangan keluar kemana pun dimalam hari" ucap Kenzo tanpa membuka helm nya.


Alena langsung mengangguk dan tersenyum menatap Kenzo


"Terimakasih sudah menolong dan mengantarku" jawab Alena


Kenzo hanya mengangguk, dan tidak menunggu lama dia langsung melajukan motor sport nya itu pergi meninggalkan Alena yang masih memandang nya dengan tatapan kagum


"Keren sekali" gumam Alena hingga lamunan nya buyar saat Jhon mendekat dan menyapa nya.


...


Ditempat lain beberapa waktu kemudian...


Kenzo memarkirkan motor nya tepat dihadapan sebuah mobil sport mewah bewarna hitam metalik yang disamping nya sudah berdiri Edward dan beberapa anggota nya.


Ya, malam ini Kenzo sedang menjalankan misi nya dan berubah menjadi seorang king Aldrego dengan topeng diwajah nya.


Tidak ada satu orang pun yang tahu jika king Aldrego yang terkenal kejam didunia mafia itu adalah seorang Kenzo Barrent, pengusaha muda dengan sejuta pesona, pemilik dari agensi model terbesar didunia.


Malam ini dia sedang mengincar seorang mata mata suruhan musuh nya, namun siapa sangka jika dia malah bertemu dengan Alena dan hampir membuat gadis itu celaka.


Kenzo turun dari atas motor dan membuka helm yang menutup kepala nya. Edward dan beberapa anggota yang lain langsung menunduk hormat dengan kedatangan nya.


"Bagaimana?" Tanya Kenzo dengan tatapan datar dan dingin nya. Tangan nya melempar helm ketangan Jack yang dengan sigap langsung menerima nya . Sedangkan Kenzo masuk kedalam mobil yang telah disediakan oleh Edward.


"Sudah kami bereskan king, sekarang dia berada dimarkas" jawab Edward sembari menutup kembali pintu mobil itu. Dan dengan sigap dia berlari kecil dan masuk dibangku kemudi


"Dan memang dia suruhan Thomas king, black Eagle" kata Edward lagi sembari mulai melajukan mobil itu membelah jalanan Newyork


"Hmm, aku sudah menduga. Dia tidak jera dengan peringatan kita waktu lalu" sahut Kenzo


"Lalu apa yang harus kita lakukan sekarang king?" Tanya Edward lagi


"Apa dia tahu jika aku adalah Kenzo Barrent?" Tanya Kenzo kembali


"Seperti nya dia belum tahu king" jawab Edward


"Bagus. Kita akan bermain main sebentar jika begitu. Akuisisi daerah selatan tempat dimana dia menyimpan barang barang ilegal nya" kata kenzo dengan wajah serius


"Siap king. Malam ini semua akan terlaksana" jawab Edward


Kenzo merebahkan kepala nya, namun tiba tiba dia mengingat sesuatu saat mengantar Alena tadi.


"Ed, perintahkan orang untuk mencari tahu siapa yang memata matai butik Alena" perintah Kenzo lagi membuat Edward mengernyit heran


"Baik king, apakah ada yang mencurigakan?" Tanya Edward


"Ya, aku melihat ada seseorang yang mencurigakan saat mengantar Alena tadi" jawab Kenzo. Dan Edward langsung mengangguk mengerti.


Saat mengantar Alena tadi, dia melihat seseorang diujung jalan tidak jauh dari butik itu. Mata tajam Kenzo menangkap gelagat aneh dari pria dengan hoody hitam nya yang terus memperhatikan Alena sedari turun dari motor nya.


Beberapa saat mereka terdiam hingga Edward memberanikan diri mengatakan sesuatu


"King, nona Jesica mengirimkan sebuah email pada kita. Dia meminta untuk dapat bertemu dengan anda" ungkap Edward membuat Kenzo mengernyit


"Jesica, Jea diamond?" Tanya Kenzo


"Ya king" jawab Edward


"Apa dia mau melakukan sebuah rencana" gumam Kenzo


"Entah lah king, kita belum tahu apa rencana nya. Entah dia sudah mengetahui identitas anda atau belum, namun seperti nya dia memang menginginkan sesuatu" jawab Edward


"Sambut keinginan nya Ed. Kita sudah tahu siapa dia sebenar nya, dan kita lihat apa dia juga tahu tentang kita" kata Kenzo lagi


"Tentu king" jawab Edward cepat


..


Keesokan pagi nya di Ale boutiq....


Alena tampak masih bersandar diatas sofa sembari memperhatikan Lian dan karyawan nya melayani pelanggan mereka yang masih sepi, hanya ada dua orang pagi ini.


Alena terlihat lesu dan tidak bersemangat, tubuh nya terasa sakit semua, mungkin karena luka yang terlambat diobati dan angin malam tadi, hingga membuat tubuh nya kurang fit saat ini. Kemarin malam dia juga hujan hujanan hingga membuat daya tahan tubuh nya menurun.


Lian sudah memberikan obat dan sarapan untuk nya tadi sebelum membuka butik, bahkan Lian juga sudah memerintahkan nya untuk beristirahat saja, namun Alena menolak karena dia masih ingin merancang gaun gaun terbaru yang akan dipajang nya nanti.


Ting


Bunyi pintu butik terdengar nyaring dan masuk lah seorang gadis cantik dengan senyum nya yang selalu merekah.


"Alena" sapa Clara


"Hai Cla" jawab Alena


Clara langsung duduk disebalah Alena dan menatap heran sahabat nya itu


"Kau pucat Ale, kau sakit?" Tanya Clara sembari meraba dahi Alena yang memang menghangat


"Hanya masuk angin" jawab Alena


"Ah, sayang sekali, padahal hari ini aku ingin mengajak mu jalan jalan keBarrent Agensi" ungkap Clara membuat Alena mengernyit


"Bukan kah pengumuman nya besok?" Tanya Alena membuat Clara langsung tertawa


" Haha, iya, tapi aku ada pemotretan hari ini, hanya dua sesi. Aku ingin mengajak mu dan melihat model model tampan disana" jawab Clara dengan senyum penuh arti


"Kau meminta ku untuk meluluhkan kakak mu, tapi sekarang kau malah mengajak ku melihat pria tampan lain nya, dasar aneh" gerutu Alena membuat Clara kembali tertawa.


"Hei, setidak nya jika menggoda kakak ku gagal, kau masih punya cadangan Ale" sahut Clara. Alena langsung mendengus mendengar nya. Kemarin gadis itu begitu memelas meminta bantuan nya, kenapa sekarang malah berubah haluan.


"Kau kira aku murahan. Satu saja sudah membuat ku kesal setengah mati. Aku memang tidak cocok jadi wanita penggoda" ungkap Alena sedih , namun lagi lagi Clara tertawa mendengar nya


"Menjijikan sekali kalimat mu itu" kata Clara


"Hei, tapi kan kau wanita penggoda yang elegan, tidak sama seperti yang diluar sana. Mereka mengumbar tubuh nya, sedangkan kau cukup mengumbar perhatian dan kasih sayang mu saja" ucap Clara lagi.


Alena menghela nafas lelah


"Hah, sudah lah. Aku mengikuti alur takdir ku saja. Jika dia memang jodoh ku, semoga kami dipersatukan. Tapi jika tidak, aku akan memaksa Tuhan untuk itu" kata Alena terdengar serius.


"Dasar gila. Tapi aku setuju, asalkan kau tidak membuat luka baru lagi dihati nya" pinta Clara


"Aku yakin jika dia yang membuat luka dihati ku Clara" jawab Alena


"Dia pria yang istimewa Ale, aku yakin kau pasti bahagia jika bisa mendapatkan hati nya" kata Clara


"Terasa Sulit" gumam Alena


"Tidak ada hal yang mudah jika kau mau mendapat yang terbaik Ale" kata Clara lagi


"Aku hanya gadis biasa Clara, bahkan asal usul ku tidak jelas. Lalu kenapa kau meminta ku untuk mendekati nya. Itu saja sudah bisa membuktikan jika aku bukan tipe nya" dengus Alena


"Ya, memang benar sih kau bukan tipe nya" gumam Clara membuat Alena menampar lengan nya


"Kau jujur sekali" kata Alena kesal membuat Clara terbahak kembali


"Haha, maafkan aku." Kata Clara memeluk Alena dengan gemas


"Oh ya, pasti Rose itu gadis yang cantik dan mempesona kan, sehingga bisa membuat kakak mu tidak bisa melupakan nya" tanya Alena terlihat lesu, apalagi jika mengingat gadis yang begitu dicintai Kenzo. Dia benar benar penasaran


"Kau mau tahu tentang dia ?" Tanya Clara dan Alena langsung mengangguk


"Apa kau tidak cemburu?" Goda Clara membuat Alena mencebikan bibir nya


"Aku hanya penasaran seperti apa gadis yang begitu dicintai Enzo" jawab Alena


"Dia hanya gadis yatim piatu Ale, tapi dia sangat baik" ungkap Clara.


"Dia cantik dan juga misterius" kali ini Alena mengernyitkan dahi nya


"Kalau dia baik kenapa dia meninggalkan Enzo dan membuat nya menjadi seperti sekarang?" Tanya Alena kesal


"Dia tidak salah. Takdir yang mempermainkan perasaan mereka" jawab Clara


"Maksud mu?" Tanya Alena lagi


"Orang tua ku tidak merestui hubungan mereka Al" jawab Clara lesu


Alena langsung tertegun mendengar nya


"Kenapa, apa karena dia anak Yatim piatu, tapi cinta kan tidak bisa dipaksa" kata Alena terdengar kesal


"Kau benar, disini yang salah orang tua ku. Mereka terlalu mementingkan nama baik dari pada perasaan anak mereka sendiri. Bahkan mereka dengan kejam nya hampir mencelakai kak Rose waktu itu" ungkap Clara


"Ya Tuhan" gumam Alena tak menyangka


"Mereka mengancam kak Rose dengan berbagai cara, hingga akhir nya kak Rose menyerah dan meninggalkan kakak ku" ungkap Clara lagi


"Apa Enzo tidak berusaha memperjuangkan cintanya?" Tanya Alena


"Sudah, demi melindungi kak Rose dia bahkan hampir mati saat itu. Dan disaat kak Ken tidak berdaya disitulah orang tua ku menyuruh kak Rose pergi. Kau tahu betapa sulit nya mereka saat itu. Dan disaat kak Ken sembuh dia mulai mencari kak Rose, namun tidak juga ditemukan nya keberadaan nya, bertahun tahun dia seperti orang gila yang menjelajahi berbagai kota dan negara demi mencari kekasih nya, namun nihil. Dan dari situ dia berubah dingin dan tidak tersentuh seperti sekarang ini" ungkap Clara dengan wajah sendu dan mata yang berkaca kaca


"Ya Tuhan, miris sekali. Pasti itu sangat menyakitkan untuk mereka. Mereka saling cinta tapi kenyataan nya malah seperti ini" gumam Alena yang juga ikut merasakan sakit mendengar kisah nya


"Ya, begitulah" sahut Clara


"Jika suatu saat nanti dia menemukan Rose, apa mereka akan bersatu lagi ya, aku rasa cinta mereka bukan sekedar cinta biasa" kata Alena , namun Clara malah tersenyum dan menggeleng pelan


"Aku meminta mu mendekati kakak ku karena aku tahu itu tidak akan pernah terjadi lagi" jawab Clara


"Maksud mu?" Tanya Alena tak mengerti


"Mereka sudah bertemu lebih dari setahun yang lalu" ungkap Clara membuat Alena terkesiap dan langsung menegakan tubuh nya menghadap Clara


"Lalu?" Tanya nya cepat


"Kak rose sudah menikah, bahkan kini sudah memiliki sepasang anak kembar yang lucu" jawab Clara hingga membuat Alena tertegun, antara senang atau miris


"Benar kah, aku benar benar tidak bisa membayangkan bagaimana hancur nya perasaan Enzo ku saat itu" gumam Alena tersandar lesu , namun Clara langsung mendengus ketika mendengar kata Enzo ku keluar dari mulut Alena.


'bilang nya saja tidak ingin, tapi sudah mencap nya sebagai hak milik' batin Clara lucu


"Tidak perlu kau bayangkan. Dia tidak gila saja sudah bersyukur" jawab Clara membuat Alena memukul lengan nya pelan


"Jahat sekali perkataan mu itu" dengus Alena namun Clara hanya mengendikan bahu nya acuh


"Tapi aku salut, kak Ken sudah merelakan cinta nya untuk pria itu. Pria yang paling baik yang pernah kutemui" gumam Clara dengan wajah berbinar membayangkan wajah tampan pria itu


"Heh, dasar gila. Suami orang" dengus Alena membuat Clara terbahak


"Lagi pula mana ada sih yang begitu, jika Enzo membenci pria yang merebut cinta nya baru aku percaya" kata Alena lagi. Clara langsung mendengus dan menghela nafas nya sejenak


"Kau tidak mengerti Alena. Cerita mereka begitu rumit. Mereka saling cemburu dan memusuhi, tapi mereka saling perduli. Dan akhirnya mereka menjadi teman hingga sekarang" ungkap Clara


"Benarkah" tanya Alena ragu, apa bisa begitu batin nya. Karena dikisah manapun, seorang pria tidak akan pernah bisa akur dengan kekasih mantan nya, apalagi mantan yang masih sangat dicintai nya.


"Sudah lah, tidak perlu membahas cerita mereka. Kau akan menangis jika mendengar nya," kata Clara membuat Alena mencebikan bibir nya


"Ah, tidak terasa sudah lama aku berada disini. Aku harus pergi. Jadwal ku satu jam lagi" ungkap Clara sembari melihat jam didinding butik Alena.


"Kau harus sembuh, besok jam sepuluh aku akan menjemput mu untuk melihat hasil nya" kata Clara lagi


"Oke, jangan khawatir" sahut Alena dengan senyum manis nya


"ck, aku bukan khawatir dengan sakit mu, aku Hanya khawatir dengan jantung mu" jawab Clara sembari beranjak dari duduk nya


"Apa maksud mu, aku sudah siap apapun hasil nya Cla" seru Alena


"Ada yang lebih mengejutkan besok. Siap siap saja. Bye" teriak Clara yang langsung menghilang dari balik pintu butik


Alena hanya mengernyit bingung mendengar nya. Apa yang harus membuat nya terkejut, hanya Enzo saja yang mampu membuat suasana hati nya seperti rollercoaster.