
Dor dor dor
Suara tembakan terdengar begitu nyaring membuat Alena menutup rapat kedua telinga nya. Rasa nya jantung nya benar benar bergemuruh saat ini. Bahkan tubuh nya bergetar takut. Suara tembakan itu benar benar menakutkan bagi nya.
Apalagi saat suara pistol Kenzo beberapa kali mengeluarkan isi nya.
Kenzo tersenyum sinis saat dua mobil berhasil terpental jauh karena tembakan nya melesat mengenai ban mobil mereka.
"Apa masih ada lagi?" Tanya Kenzo sembari menutup kaca mobil nya
"Seperti nya tidak ada king" jawab Edward dengan mata nya yang tajam melirik keberbagai arah
"Cih, dasar bodoh, hanya membuang buang nyawa saja" dengus Kenzo
"King" panggil Edward membuat Kenzo menoleh kearah nya
Edward melirik Alena yang masih meringkuk dipangkuan Kenzo, dan mata Kenzo kini juga beralih pada Alena.
Seketika bibir nya melengkungkan senyum tipis dan menggelengkan kepala nya melihat Alena yang masih saja ketakutan.
Edward nampak begitu takjub dengan senyum itu, senyum yang telah lama hilang dari wajah king nya.
"Hei, sudah selesai. Kenapa kau masih menutup telinga mu?" Tanya Kenzo menepuk pelan bahu Alena
Alena langsung terkesiap kaget dan mengangkat kepala nya dengan ragu. Dia langsung bersitatap dengan mata tajam milik Kenzo.
"Apa sudah aman?" Tanya Alena yang masih ketakutan
"Ya" jawab Kenzo
Alena langsung beranjak dari pangkuan Kenzo dan menoleh kebelakang memastikan saat ini diri nya benar benar aman
"Mereka siapa?" Tanya Alena pada Kenzo yang baru saja menyimpan pistol nya kembali
"Bukan siapa siapa, hanya semut yang mencari ulah" jawab Kenzo santai
"Kau seperti mafia en" gumam Alena
"Kenapa memang nya kalau aku mafia? Kau takut?" Tanya Kenzo
"Tidak juga, kau tampan. Kalau kau jelek aku baru takut" jawab Alena dengan polos nya membuat Edward hampir melepaskan tawa nya sedangkan Kenzo langsung menjentik dahi nya dengan kesal
"Jangan terlalu jujur" dengus Kenzo
Alena langsung mengusap kepala nya yang terasa perih dengan bibir mengerucut kesal
"Pantas saja kau selalu kasar padaku, ternyata kau memang seorang penjahat. Lalu untuk apa gelar Presdir mu itu?" Tanya Alena masih terlihat kesal.
"Untuk mencari wanita cantik" jawab Kenzo asal membuat Alena dan Edward langsung terbelalak kaget
Edward dengan ketakjuban nya, sedangkan Alena dengan kekesalan hati nya
"Dasar Playboy" dengus Alena namun Kenzo hanya tersenyum tipis
"Kita keapartemen saja Ed" kata Kenzo pada Edward yang langsung mengangguk
"Kenapa tidak mengantar ku dulu?" Tanya Alena lagi
"Apartemen sudah tidak jauh lagi, sedangkan butik mu masih jauh. Ada yang harus diurus Edward. Kau akan aku antar nanti setelah aku berganti pakaian" ungkap Kenzo yang baru kali ini menjawab pertanyaan Alena begitu panjang
"Oh oke" jawab Alena . Meski masih takut dan begitu banyak pertanyaan dihati nya, namun dia tidak ingin terlalu banyak bertanya, dia takut jika jawaban Kenzo akan semakin membuat jantung nya lepas nanti.
Dan memang tidak lama kemudian, mobil yang dikendarai Edward berhenti didepan sebuah gedung apartemen elite.
Setelah membukakan pintu untuk Kenzo, dan melihat tuan nya sudah memasuki lobi gedung , Edward langsung pergi dari tempat itu untuk menjalankan tugas nya.
"seperti nya king sudah mulai menemukan obat hati nya" gumam Edward dengan tatapan mata yang menatap datar kearah jalanan yang mulai gelap.
Alena mengikuti langkah kaki Kenzo menuju tempat nya. Gedung itu lumayan luas dan mewah. Bahkan lebih besar dari gedung butik nya.
Didalam lift, Alena hanya berdiri dan memperhatikan Kenzo yang berdiri dengan tangan yang dimasukan kedalam saku jaket nya, mata nya menatap datar pintu lift yang berganti ganti nomor lantai.
"Kenapa tidak melepaskan topeng itu?" Tanya Alena begitu penasaran
"Nanti" jawab Kenzo singkat
"Kau begitu misterius En" gumam Alena namun masih terdengar ditelinga Kenzo
"Dan kau begitu banyak bicara" balas Kenzo membuat Alena langsung menampar lengan nya dengan kuat, namun tidak berarti apa apa untuk Kenzo, dia hanya menaikan sebelah alis nya menatap wajah kesal Alena
"Sialan kau, aku kan hanya penasaran" dengus Alena, namun Kenzo hanya mengendikan bahu nya
Ting
Pintu lift terbuka, dan Kenzo langsung melangkah keluar diikuti oleh Alena. Kenzo membuka pintu apartemen nya yang menggunakan password
Alena begitu terpaku melihat isi didalam apartemen itu. Benar-benar mewah dan elegan. Sesuai dengan karakteristik seorang Kenzo Barrent yang penuh dengan kesempurnaan.
Kenzo melepaskan jaket nya dan melemparkan keatas sofa , dan kini hanya menyisakan kaus hitam yang melekat ketat ditubuh kekar nya.
Alena sampai harus memalingkan wajah nya ketika melihat keindahan itu. Dia tidak akan bisa berlama lama karena takut tergoda dengan tubuh Kenzo yang begitu....seksi.
"Aku akan mandi dulu, kau bisa beristirahat disini saja" kata Kenzo membuat Alena langsung mengangguk tanpa mau menatap Kenzo
Kenzo mengernyit heran melihat nya, namun dia tidak terlalu memperdulikan hal itu.
Setelah Kenzo masuk kedalam kamar nya, Alena memutuskan untuk berkeliling apartemen itu. Sangat bagus dan epik. Dan Alena suka.
Semua barang barang yang ada di apartemen ini terlihat begitu mewah dan pasti nya mahal. Apalagi ketika Alena masuk kedalam dapur kecil yang ada disana, mata nya langsung berbinar indah.
"Wow, ini indah sekali. Aku jadi ingin mencoba nya" gumam Alena dengan tangan nya yang meraba meja makan dan meja kompor yang tersusun rapi disana
"Aku haus dan lapar" gumam Alena. Dan dia langsung tersenyum saat melihat sebuah lemari pendingin dengan ukuran besar disudut ruangan
Dibuka nya lemari itu dan dia mengambil sebotol air mineral dan meneguk isi nya hingga separuh.
"Ah, segar sekali" gumam nya lagi
Mata nya kembali melihat isi yang ada didalam nya
"Cuma ada spaghetti dan sedikit daging" gumam Alena
"Tidak apa lah, selagi menunggu dia mandi aku akan memasak ini. Dia tidak mungkin marah kan" kata Alena lagi, seiring tangan nya yang mengambil bahan bahan itu
Tangan nya mencoba membuka beberapa lemari tempat penyimpanan barang barang dan setelah mendapatkan apa yang dia mau, Alena langsung memulai pekerjaan nya.
Tangan nya dengan lincah memotong motong daun seledri dan mencincang halus daging yang didapat nya tadi.
Sementara didalam kamar, Kenzo baru saja keluar dari dalam kamar mandi, masih dengan handuk yang melilit dipinggang nya dan tangan yang mengusap rambut nya yang masih basah.
Mata nya mengernyit saat hidung nya tidak sengaja mengendus bau yang lumayan lezat, membuat cacing diperut nya langsung berbunyi.
"Siapa yang memasak? Apa Alena?" Gumam Kenzo
Dengan cepat dia beranjak kewalking closet nya dan berganti pakaian disana. Hanya sebuah kaus hitam dan celana jeans panjang, namun tetap tidak bisa memudarkan pesona nya.
Kenzo langsung keluar dari kamar nya dan berjalan menuju dapur nya. Dan benar saja, ternyata Alena lah yang sedang memasak disana.
Kenzo berdiri dengan tangan yang dilipat didepan dada nya dan bersandar didinding ruang dapur itu memperhatikan Alena yang terlihat begitu mahir menguasai dapur nya.
Rambut nya yang diikat asal dan sedikit keringat yang merembes diwajah nya membuat penampilan gadis itu terlihat manis dimata Kenzo.
Dan yang terjadi, Kenzo malah langsung menggeleng dengan pemikiran nya barusan.
"Dasar gila" gumam nya
Alena tersenyum puas saat dia telah menyelesaikan hasil masakan nya. Tangan nya dengan lincah menyajikan spaghetti buatan nya kedalam dua piring yang telah disediakan nya.
Dan saat membalikan tubuh nya dia begitu kaget melihat Kenzo sedang berdiri dan menatap nya tak berkedip
"En, kau mengangetkan ku" kata Alena dan melanjutkan kembali langkah nya kemeja makan, begitu pula dengan Kenzo.
"Kau memasak ini?" Tanya Kenzo yang telah duduk dikursi nya
"Ya, perut ku lapar, dan aku melihat hanya ada ini didalam kulkas, kau tidak marah kan" tanya Alena ragu namun Kenzo hanya mendengus senyum
"Aku tidak sekejam itu alena" jawab Kenzo
"Ah, kau memang terbaik. Ayo makan, aku tidak tahu kau menyukai nya atau tidak" kata Alena sembari menyerahkan sepiring spaghetti bagian Kenzo .
Kenzo masih terdiam dan memperhatikan tingkah Alena yang kini menuangkan air minum kegelas nya dan kemudian kegelas milik Alena sendiri.
Dan tanpa sadar bibir itu kembali mengulas senyum tipis yang begitu indah, sayang nya, Alena tidak menyadari itu
Kenzo mulai menyuap makanan nya, dan dia tertegun sejenak karena rasa ini benar benar nikmat dan cocok dilidah nya yang pemilih.
"Enak?" Tanya Alena menatap Kenzo
"Lumayan" jawab Kenzo datar membuat Alena mendengus kesal
"Hmh, ya sudah lah, padahal aku sudah membuat nya dengan penuh cinta" ungkap Alena hingga membuat Kenzo hampir saja tersedak mendengar nya, dan Alena langsung terbahak karena itu
"Hehe, aku bercanda" kata Alena lagi
Mereka makan dengan lahap bahkan tidak ada satu butir mie pun yang tersisa diatas piring mereka. Bukan karena hanya merasa lapar, tapi karena memang rasa nya yang juga begitu enak.
Baru saja meletakan gelas nya, ponsel Kenzo bergetar dibalik saku celana nya. Dan dapat dia lihat nama Cristian memanggil disana.
Kenzo langsung berdiri dan beranjak keruang depan meninggalkan Alena yang menatap nya dengan heran.
Namun tidak begitu perduli, dia langsung membereskan meja makan itu dan mencuci piring bekas makan mereka.
Diruang depan , terdengar sesekali gelak tawa renyah Kenzo dan sesekali melambaikan tangan nya
"Hai anak anak uncle, kalian sudah bertambah gemuk sekarang" kata Kenzo pada dua orang balita yang tampak gambar nya . Ya , dia sedang melakukan panggilan Vidio saat ini.
"Tentu saja, mereka akan cepat besar dan mengalahkan mu nanti nya" jawab seorang pria dari seberang sana
"Aku tidak yakin" ejek Kenzo
"Hei, kau lupa siapa mommy nya ha" ucap pria itu dengan suara berbisik membuat Kenzo terkekeh ringan
"Ya aku tahu, tapi kurasa anak laki laki mu akan menuruti jejak mu nanti nya, dan anak perempuan mu yang akan mengikuti sifat mommy nya" jawab Kenzo
"Hei, berhenti membicarakan ku" seru seorang wanita
"Suami mu yang mulai Rose" jawab Kenzo terkekeh
"Baby, seperti nya kita harus cepat mencari kan Kenzo istri" kata pria itu pada si wanita
"Apa kau belum menemukan nya Al?" Tanya wanita itu pula
"Sedang mencari" jawab Kenzo
"Hei, jangan lama lama. Kau tidak takut jadi tua dan kadaluarsa ha, apa kau tidak ingin mempunyai makhluk yang menggemaskan seperti ini?" Tanya sipria itu
"Tentu saja. Aku juga tidak ingin kalah dari mu" jawab Kenzo
"Heh, kau tidak bisa menang kalau soal ini. Wajah datar mu itu membuat para gadis takut" ejek sipria itu membuat Kenzo mendengus
"Tapi Rose ku tidak pernah takut padaku" kata Kenzo membuat sipria mendengus
"Kenzo" teriak nya dari seberang sana membuat Kenzo langsung terbahak
"Dia masih saja cemburuan Al, padahal sudah punya dua bayi" ucap siwanita
"Kau pasti mengurus tiga bayi sekarang" kata Kenzo
"Kau benar" jawab si wanita
"ck , sudah lah kalian memang menyebalkan. Jangan lupa kau datang dipembukaan hotel kita dua minggu lagi" kata pria itu
"Iya, aku pasti datang, siapkan saja sambutan yang besar untukku" kata Kenzo
"Tentu saja tuan Amerika" jawab sipria
"By anak anak uncle" ucap Kenzo melambaikan tangan nya sekilas dan langsung menutup panggilan nya
Alena yang sedari tadi berdiri memperhatikan Kenzo tampak tertegun ditempat nya
"Apa itu Rose, mantan kekasih nya?" Gumam Alena
"Dan Enzo bisa tertawa dan tersenyum lepas dengan mereka seperti itu" tambah nya lagi. Dia terpaku ditempat nya setelah tidak sengaja mendengar pembicaraan Kenzo. Dan yang membuat nya tersentuh adalah, Kenzo bisa dengan mudah mengekspresikan diri nya. Senyum dan tawa yang tidak pernah Alena lihat sebelum nya
"Kau sedang apa?" Tanya Kenzo mengagetkan Alena