ALENA Is My Sunshine

ALENA Is My Sunshine
Keadaan Yang Genting



Mike menatap datar langit yang tampak membiru diatas sana. Kepala nya tersandar dibatang pohon besar tempat nya bernaung.


Tangan nya mengusap kepala Alena yang masih terpejam dipangkuan nya.


Tidak ada yang dia lakukan, sejak Alena pingsan, dia hanya duduk dan menikmati wajah cantik Alena yang memucat. Hembusan angin malam yang begitu dingin seolah tidak mampu menembus kulit nya. Hati nya seperti mati rasa terhadap apapun, namun yang dia tahu, hati nya hanya terusik oleh nama Alena seorang.


Mike tertunduk, menatap dalam wajah gadis yang menjadi prahara dalam kehidupan nya. Dia tidak tahu, apakah dia benar benar mencintai gadis ini, atau hanya sebuah obsesi semata. Mike hanya tahu, jika hanya Alena yang dia inginkan didunia ini meski semua yang dia miliki telah hancur dan musnah.


Kejayaan, kekayaan, dan kekuasaan nya telah hancur oleh Kenzo Barrent. Dia tidak lagi perduli akan hal itu, tapi Alena. Sungguh dia tidak akan membiarkan gadis ini menjadi milik Kenzo.


Tangan Mike mengusap wajah Alena, mata nya memandang tajam wajah pucat itu. Telinga nya dapat mendengar, jika sejak tadi suara tembakan menggema dibawah bukit, dan semakin lama suara itu semakin dekat keatas dimana tempat nya berada saat ini.


"Jika aku tidak bisa memilikimu, maka aku tidak akan membiarkan mu dimiliki oleh orang lain. Termasuk Kenzo Barrent" gumam Mike.


"Malam ini, jika aku mati, maka kau juga harus mati Alena" gumam nya lagi.


Tangan nya mengusap bibir Alena dengan lembut, jemari nya asik bermain disana, namun tidak lama, karena Alena terlihat menggeliat dan sadar dari pingsan nya yang sudah hampir setengah jam dia tidak sadarkan diri.


Mata Alena mengerjap perlahan, dia menatap Mike dengan mata sayu nya. Namun seketika dia langsung terkesiap dan mencoba untuk bangun dari pangkuan Mike yang hanya menatap nya dengan datar.


"Uuggh Mike" gumam Alena sembari memegang kepala nya yang benar benar pusing. Dia menoleh kebawah melihat jas yang terlihat menyelimuti tubuh nya. Dan dia tersadar jika itu adalah jas milik Mike.


Alena segera menjauh dari Mike dan menatap nya dengan takut. Tubuh nya menggigil kedinginan dan juga karena rasa takut nya.


"Kau masih takut dengan ku Alena" kata Mike dengan sinis


"Kau, kau memang menakutkan" sahut Alena cepat, namun Mike hanya mendengus saja. Dia langsung mendekat kearah Alena dengan senyum nya yang menyeringai.


"Ma mau apa kau" ucap Alena yang langsung memundurkan tubuh nya, namun Mike dengan sigap meraih tangan nya.


"Mike, jangan!!" Teriak Alena hendak menepis tangan Mike , namun Mike semakin mengencangkan genggaman nya


"Malam ini adalah malam terakhir kita. Maka kita harus menikmati nya Alena" ucap Mike dengan nada yang datar dan terkesan mengancam membuat Alena semakin bergetar ketakutan


"Tidak Mike, jangan!!" Teriak Alena


....


Beberapa waktu sebelum nya...


Tubuh Kenzo sudah dipenuhi oleh luka sayatan ranting ranting kecil dan semak berduri yang ada didalam hutan itu.


Lengan nya sudah penuh dengan darah karena tertembus oleh peluru milik Thomas.


Sejak tiba ditepi hutan tadi, dia langsung disambut oleh puluhan anak buah Thomas dan Thomas itu sendiri. Meski pria itu memakai topeng, tapi Kenzo tahu, jika dia adalah Thomas.


Mereka mencoba menghalangi Kenzo untuk mengejar Mike yang naik keatas bukit membawa Alena.


Beruntung nya kapten Stone dan orang orang nya menyusul Kenzo sehingga Kenzo bisa dengan mudah pergi dari sana, meski sebuah peluru sudah bersarang dilengan nya.


Kapten Stone dan orang orang nya berusaha untuk menghalangi Thomas dan anggota nya untuk mengganggu Kenzo pergi keatas bukit. Sedangkan Joice, agen terbaik milik kapten Stone menyusul Kenzo untuk mencari Alena.


Meski kapten Stone berhasil menghalangi Thomas dan anggota nya, namun tetap saja, klan mafia mereka memang hebat, sehingga masih saja ada anggota nya yang berhasil mengejar Kenzo saat ini.


Nafas Kenzo terengah engah mendaki bukit yang lumayan tinggi itu. Akar akar pohon dan ranting ranting kayu semua diterobos nya dengan cepat, dibawah hutan yang rimbun suasana masih begitu gelap meski hujan tidak lagi turun.


Langkah kaki nya berulang kali terjatuh karena tersandung akar pohon dan semak, beberapa kali pula dia hampir tergelincir karena medan yang begitu licin. Namun tidak membuat nya berhenti berjalan.


Dia harus cepat menemukan Alena, dia takut Mike akan berbuat yang tidak tidak pada Alena.


Sudah berjam jam dia mencoba naik keatas, namun karena hambatan dan serangan dari anak buah Thomas membuat nya lama tiba diatas puncak bukit itu.


Suara tembakan masih terdengar nyaring dibawah sana. Bahkan dapat dia dengar suara derap langkah kaki bertebaran disekitar nya. Entah orang orang Mike atau anggota kapten Stone dia tidak tahu. Yang jelas bukan anggota nya, karena dia memang tidak memperbolehkan Edward untuk membantu nya kali ini.


Bruk


Tubuh Kenzo terjatuh akibat tersandung sebuah akar pohon besar, lagi lagi lengan nya kembali mengeluarkan darah karena terbentur akar pohon. Suasana gelap membuat nya tidak bisa melihat dengan jelas.


Dia meringis dan mencoba untuk bangun. Namun dia langsung terkesiap dan menepis sebuah tangan yang menarik lengan nya.


"Ini saya tuan Ken, Joice" ucap seorang wanita


Kenzo langsung bernafas dengan lega. Dia langsung berdiri tegak dan menatap keatas puncak bukit yang sudah tidak jauh lagi.


"Untuk apa kau kemari, apa kapten Stone sudah bisa menangkap mereka?" Tanya Kenzo menatap Joice yang tidak terlalu nampak wajah nya


"Keadaan sudah mulai mereda. Saya akan membantu anda mencari nona Alena" ungkap Joice


Kenzo hanya diam dan kembali melanjutkan langkah nya diikuti oleh Joice yang berjalan dibelakang nya.


Namun langkah kaki juga terdengar dibelakang mereka membuat Kenzo langsung menghentikan langkah nya dan menoleh waspada kebelakang, begitu pula dengan Joice.


"Teruslah berjalan tuan, saya akan mengawasi anda dari sini" bisik Joice. Kenzo hanya mengangguk dan sedikit mendengus. Dia sudah seperti seseorang yang lemah saja dibuat agen wanita ini. Apa dia tidak tahu jika Kenzo adalah seorang pemimpin klan mafia, jika dia tahu, Kenzo yakin agen wanita ini tidak akan mau melindungi nya.


Kenzo melanjutkan langkah nya dengan perlahan, tangan nya terus meraba kedepan, jangan sampai dia terbentur akar lagi.


Namun tiba tiba suara tembakan melesat kearah mereka membuat nya langsung mengeluarkan kembali pistol dari balik jas nya.


"Lari tuan" seru Joice yang berusaha mencari dimana penembak itu berada. Tatapan mata nya tajam dan waspada.


Kenzo tidak memperdulikan itu, dia segera melangkah naik keatas bukit yang hanya tinggal beberapa langkah lagi.


Dan dilangkah terakhir, lengan nya langsung ditarik oleh seseorang.


Kenzo langsung terpelanting kebelakang, namun dengan sigap dia meraih akar pohon saat tubuh nya hampir tergelincir kebawah.


Seorang pria bertopeng berhasil menemukan nya. Kenzo melayangkan kaki nya pada pria itu yang tidak lain adalah Thomas. Namun pria itu dengan sigap langsung menghindar dengan tangan nya yang juga memegang akar pohon.


Mereka saling memukul dengan gesit, cahaya sudah mulai meremang, sehingga Kenzo dapat dengan mudah mengetahui siapa orang ini.


Pukulan dan tendangan sama sama mereka keluarkan. Lengan Kenzo yang terluka tampak bergetar, namun sama sekali tidak mengganggu fokus nya untuk menghajar pria sialan ini.


"Uaggh mati kau!!" Teriak Kenzo sembari menendang tubuh Thomas saat pria itu hendak meraih pistol nya.


Thomas langsung jatuh terperosok kebawah bukit namun tidak sampai kebawah dia berhasil menahan tubuh nya untuk berpegangan disemak yang berduri.


Joice langsung menembakan peluru nya pada Thomas yang langsung terjatuh kebawah, namun lagi lagi pria itu tidak menyerah, dia dan Joice terlibat adu tembak saat ini. Sedangkan Kenzo dengan cepat langsung naik kembali keatas bukit.


Tangan nya langsung meraih akar yang tergantung dipuncak bukit, dan dengan kepayahan akhir nya dia bisa mencapai puncak bukit itu.


Kenzo bangkit dan berdiri dengan nafas yang terangah engah. Pandangan mata nya menajam dan mengedar kesegala arah. Dia berjalan dengan tertatih tatih mencari keberadaan Alena.


Diatas bukit itu begitu sepi, desiran angin yang begitu dingin terasa menusuk ketulang, namun kenzo tidak lagi memperdulikan itu. Dia harus menemukan Alena sekarang.


Tidak lama berjalan, dapat dia dengar sayup sayup suara seorang gadis yang berteriak dan menangis kencang. Dan dia tahu itu pasti Alena. Tangan Kenzo mengepal dengan erat, malam ini Mike harus mati, batin nya bergemuruh.


Kenzo kembali menoleh kebelakang saat mendengar seseorang yang juga tiba dipuncak bukit itu. Dia langsung mendengus senyum sinis saat melihat Thomas yang ternyata berhasil menyusul nya naik keatas bukit. Dan sial nya pistol nya sudah jatuh akibat bertarung dengan Thomas tadi.


"Kau masih belum menyerah juga" geram Kenzo menatap Thomas yang langsung tertawa sinis sembari berdiri dari tempat nya. Sama seperti Kenzo, nafas nya juga terengah engah, bahkan bahu nya sudah penuh dengan darah saat ini.


"Hanya seorang Kenzo Barrent, tapi cukup merepotkan" desis Thomas yang segera mendekat kearah Kenzo.


Kenzo langsung berdecak kesal melihat nya, waktu nya kembali terbuang dengan kehadiran Thomas. Dan mau tidak mau dia harus menyelesaikan masalah nya dengan pria jelek ini.


Sementara ditempat Alena yang tidak berada jauh dari Kenzo berada. Dia tengah menangis meraung saat Mike mulai merapatkan tubuh nya pada Alena.


"Jangan Mike, kau benar benar iblis!!!!" Teriak Alena mendorong tubuh Mike dengan kuat. Namun hanya membuat Mike bergeser sedikit.


"Aku memang iblis, setelah menikmati malam ini, maka aku akan membawamu mati bersamaku" gumam Mike dengan seringaian diwajah nya. Mata nya sudah dipenuhi kabut gairah, apalagi melihat gaun malam Alena yang sudah terangkat keatas karena dia menyobek nya tadi.


"Mike jangan !!!! Enzo tolong!!!!!!" Teriak Alena begitu kuat. Wajah nya benar benar menyedihkan


"Aarggghhh" teriak Alena saat Mike menarik gaun nya hingga sobek dibagian dada. Mata Mike langsung menyalang melihat dada Alena yang yang hanya ditutupi oleh bra sekarang


"Sekuat apapun kau memanggil Enzo mu, dia tidak akan datang Alena." Ucap Mike dengan sinis


"Jangan Mike" ucap Alena dengan tangis nya yang begitu pilu, tangan nya menutupi dada nya yang terbuka. Mike benar benar menakutkan malam ini, dan rasa nya Alena benar benar ingin mati saja dari pada menyerahkan diri nya pada Mike.


Mike hendak menyergap bibir Alena, namun Alena segera memalingkan wajah nya. Membuat Mike geram bukan main.


Dia kembali ingin menyergap bibir itu, namun sebuah suara menghentikan tindakan nya.


"Berhenti Mike" teriak Kenzo yang ternyata sudah berada ditempat itu.


Dia benar benar murka melihat Alena yang menangis dengan keadaan tubuh nya yang sangat menyedihkan.


"Enzo" gumam Alena terisak pilu, dia segera mundur saat Mike beranjak dari atas tubuh nya.


Mata Mike menyalang tajam pada Kenzo Barrent, apalagi dapat dia lihat kakak nya sudah berada dalam genggaman Kenzo. Thomas terlihat tidak berdaya dengan luka tembak dibahu nya dan juga luka disekujur tubuh akibat ulah Kenzo.


Kenzo membawa Thomas mendekat kearah Mike, namun lebih sedikit kepinggir tebing dimana dibawah sana terdapat laut yang siap melahap siapa saja yang jatuh kedalam nya.


"Lepaskan Alena, atau kakak mu mati malam ini" ancam Kenzo namun Mike malah tersenyum sinis.


Mike menatap Alena dan menarik nya dengan kuat, membuat gadis itu meringis dan berdiri dengan paksa


Alena menatap Kenzo dengan wajah nya yang menyedihkan, membuat Kenzo semakin meradang dan ingin sekali membasmi dua manusia bejat ini.


Kini mereka berempat berdiri dipinggir tebing yang begitu curam. Hembusan angin laut sama sekali tidak membuat mereka gentar. Hanya Alena yang terlihat begitu ketakutan, bahkan tubuh nya menggigil gemetaran dalam rengkuhan Mike.


Mike saling memandang tajam dengan Kenzo. Tatapan mereka sama sama menghunus bagai samurai tajam yang saling berperang dalam gelap.


"Jika aku tidak bisa memiliki nya, maka jangan harap kau juga bisa memiliki nya Kenzo Barrent" desis Mike memandang tajam pada Kenzo


"Berani kau menyakitinya, maka nyawa mu dan kakakmu tidak akan mati dengan mudah" balas Kenzo pula.


Mike menatap kakak nya yang hanya bisa diam ditengah kesadaran nya yang mulai melemah. Dia tidak ingin melibatkan kakak nya lebih jauh, tapi Alena, dia juga tidak akan membiarkan Kenzo Barrent memiliki nya.


Kenzo menatap tajam Mike sembari memikirkan cara untuk menarik Alena. Keadaan benar benar genting saat ini. Dia tahu Mike tidak akan luluh meskipun dia membunuh Thomas, Mike pasti akan berbuat nekad jika dia membunuh Thomas sekarang.


Kenzo kembali menatap Alena yang masih menatap nya dengan pandangan penuh harap. Mata sendu dan sayu nya benar benar membuat hati Kenzo merasa tersentuh namun juga terbakar bersamaan.


"Kalian sudah terkepung! menyerahlah!!" teriak kapten Stone bersama Joice yang baru tiba diatas bukit itu.


Suara helikopter juga mulai terdengar, membuat suasana dini hari itu semakin mencekam


"Daddy" lirih Alena menatap Kapten Stone yang juga terlihat begitu murka melihat Alena berada dalam ancaman Mike


Kenzo memperhatikan Mike dengan lekat, dan begitu Mike menoleh kearah Kapten Stone, Kenzo langsung menghempaskan tubuh Thomas dan menendang tubuh Mike membuat pria itu langsung melepaskan genggaman tangan nya dari Alena.


Dengan sigap Kenzo menarik Alena dan mendorong nya kuat kearah kapten Stone yang langsung menangkap Alena. Sedangkan Joice langsung menembak Mike membuat pria itu terhuyung dan jatuh kebawah tebing.


Namun sial nya, Mike malah menarik Kenzo jatuh bersama nya, jatuh kedalam laut berombak besar yang siap melahap tubuh mereka.


"Tidak !!!!! Enzo!!!!!!"