ALENA Is My Sunshine

ALENA Is My Sunshine
Aku Akan Selalu Ada Untukmu



Mike menggeram kesal saat mobil yang dikendarai Edward melaju kencang bahkan tidak segan segan masuk kedalam tempat yang terbilang sempit.


Meskipun begitu, dia tidak menyerah untuk mengejar mereka.


Mike sudah mengawasi butik Alena sejak beberapa hari ini.


Dan hari ini, dia melihat Alena dibutik nya, dan itu dijadikan kesempatan oleh nya untuk menculik Alena kembali. Namun usaha nya tidak membuahkan hasil karena orang orang Kenzo begitu menjaga Alena dengan ketat.


Dan tentu saja itu membuat Mike kesal bukan kepalang. Bisnis gelap dan perusahaan nya sudah hancur tidak tersisa sekarang, dan kini dia malah sudah menjadi buronan pemerintah Hawai.


Dia yakin ini semua ulah Kenzo Barrent yang bekerja sama dengan beberapa agen dinegara nya.


Karena yang bisa tahu bisnis gelap nya pastilah orang orang yang memiliki kekuasaan penuh dan juga tahu siapa Mike yang sebenar nya.


Mike tidak lagi memperdulikan itu semua, kehilangan bisnis bukan menjadi suatu masalah yang besar lagi untuk nya. Dia sudah lelah, dan kini, tekad nya hanya satu, yaitu menghancurkan Kenzo Barrent dan merebut kembali apa yang seharus nya menjadi milik nya.


Mike menginjak pedal gas mobil nya dengan penuh emosi. Dia mengejar mobil yang dikendarai Edward dengan begitu lihai. Beberapa saat tadi dia sempat kehilangan jejak mereka, tapi sekarang dia mendapatkan kembali mobil yang dikendarai Edward itu memasuki jalanan yang sudah lengang.


Dengan kecepatan penuh Mike menyalip mobil didepan nya, sembari menembak beberapa kali ban mobil itu, hingga mobil itu terlihat oleng dan akhir nya menabrak pembatas jalan.


Mike langsung tersenyum sinis, dia berhenti tepat didepan mobil itu.


Dia keluar dengan pistol ditangan nya. Sedikit berlari dia mendekati mobil itu.


"Hei, keluar kau!!!!" Teriak nya sembari menendang pintu mobil


"Keluar!!!!" Pekik nya lagi.


Dan


Duaagh


Mike hampir terpental kebelakang saat pintu mobil terbuka dan seseorang keluar dan menyerang nya secara tiba tiba


Mike menggeram kesal karena melihat yang keluar adalah Edward, dan ternyata didalam mobil, Kenzo dan Alena sudah tidak ada lagi


"Sialan, dimana mereka" pekik nya pada Edward yang hanya tersenyum sinis menatap Mike yang begitu kesal


"Kau kurang cepat tuan" ejek Edward


"Kurang ajar" geram Mike dan dia langsung menyerang Edward dengan pukulan bertubi tubi. Edward sang tangan kanan Kenzo masih terlihat santai menghadapi nya.


Dia sudah terbiasa menghadapi orang orang seperti Mike. Dan sudah lama dia tidak bersenang senang seperti ini.


Pasukan nya dan juga pasukan Mike juga sudah tiba ditempat itu. Mereka saling serang dengan begitu brutal hingga banyak nyawa yang terbuang dengan sia sia disiang hari itu.


Sedangkan yang mereka cari kini tengah berada diatas sebuah motor sport mewah yang melaju kencang membelah jalanan kota Newyork sore itu.


Alena memeluk pinggang Kenzo dengan erat, kepala nya bersandar nyaman dipundak kokoh pria itu. Ketakutan nya tadi perlahan mulai hilang hanya karena bersama dengan Enzo nya.


Setelah tadi dia seperti berada diambang kematian karena ulah Edward yang melajukan mobil seperti orang gila.


Mereka berhasil lolos dari pantauan Mike, saat mobil yang dikendarai Edward menabrak beberapa homestay dijalanan yang terbilang sempit dan kumuh yang ada disisi kota Newyork, Kenzo langsung menarik Alena keluar dari mobil nya dan berlari memasuki gang sempit dimana Jack sudah menunggu mereka dengan motor sport Kenzo.


Dan kini, Alena benar benar menikmati waktu sore nya. Ya, kapan lagi bisa berduaan bersama pria tampan dengan sejuta pesona yang sangat dikagumi nya ini, meskipun harus melalui hari yang berat terlebih dahulu.


Dress Alena berkibar kibar karena laju motor yang dibawa Kenzo benar benar laju. Kenzo terlihat begitu keren dengan penampilan nya yang terlihat badboy, jaket kulit yang membalut kaos ketat yang melapisi tubuh gagah nya.


Alena tersenyum dengan mata yang terpejam dibalik punggung Kenzo, dia sangat menikmati aroma maskulin yang begitu menenangkan jiwa nya.


Jalanan sore Newyork yang masih padat itu dilalalui Kenzo dengan begitu lihai. Memotong satu persatu mobil mobil besar yang menghalangi jalan mereka.


Setelah melewati beberapa jalanan padat, kini motor yang dikendarai Kenzo memasuki area sudut kota yang terlihat seperti Padang sahara yang masih gersang namun indah dipandang mata.


Jejak ban motor nya menembus debu debu yang sedikit menganggu penglihatan namun sama sekali tidak menghalangi jalan seorang Kenzo Barrent.


Tidak lama, setelah itu dia terlihat berhenti disebuah tempat pacuan kuda, dimana disana terdapat tempat untuk bermain kuda atau berlatih kuda .


Alena memandang sekitar nya saat Kenzo memarkirkan motor nya dibawah pohon rindang yang hanya menjadi tempat satu satu nya berteduh disana.


Dia turun perlahan dari atas motor itu, begitu juga dengan Kenzo. Kenzo menoleh kearah Alena yang masih terlihat asik memandangi sekitar nya.


"Kita ditempat berkuda?" Tanya Alena yang menatap Kenzo yang sedang melepaskan helm nya


"Ya" jawab Kenzo singkat


"Kau mau bermain kuda?" Tanya Alena lagi


"Hmm" jawab Kenzo


"Jauh jauh kita melarikan diri, dan kau malah membawaku kesini" gumam Alena menatap heran Kenzo yang mengernyit


"Lalu kau mau aku bawa kemana ?" Tanya Kenzo pada Alena yang mendengus senyum


"Kemana saja asal dengan mu" jawab Alena dengan wajah polos nya


Kenzo langsung menjentik dahi Alena


"Sakit En" seru Alena kesal


"Lepas helm mu," kata Kenzo yang langsung meninggalkan Alena. Alena hanya mendengus dan mengerucutkan bibirnya dengan kesal


"Dasar tidak romantis" gumam nya sembari melepaskan helm nya. Setelah itu dia langsung berjalan mendapati Kenzo yang mengarah pada beberapa ekor kuda yang berdiri dengan gagah dikandang nya.


Alena langsung tersenyum menatap seekor kuda bewarna putih yang begitu besar dan sangat gagah. Kuda itu melengking hebat saat Kenzo mengusap kepala nya dengan lembut


"Seperti nya dia merindukan anda tuan" ucap seorang pria yang merupakan perawat kuda kuda itu


"Kau mau kita bermain hmm" gumam Kenzo dan kuda putih itu kembali melengking sembari mengangkat kedua kaki depan nya


"Waahh keren sekali" gumam Alena begitu kagum


"Kau bisa naik kuda?" Tanya Kenzo menatap Alena yang langsung menggeleng dan tersenyum getir


"Kau mau mencoba?" Tawar Kenzo lagi, Alena masih terdiam dan meragu


"Aku takut" ucap nya begitu pelan membuat Kenzo mendengus dan pria perawat kuda itu tersenyum lucu melihat wajah polos Alena


"Aku ingin bermain dengan Jeammy, kau bisa mengeluarkan nya sekarang" ucap Kenzo dan pria itu langsung mengangguk cepat


"Baik tuan" jawab nya yang langsung berlari masuk kedalam kandang kuda yang diberi nama Jemmy itu


Setelah pintu kandang terbuka, Jeammy langsung berjalan kearah Kenzo yang menyambut nya dengan tangan yang langsung mendarat dikepala kuda putih itu


"Kita bermain sekarang" ucap nya sembari menepuk punggung Jeammy membuat kuda putih itu lagi lagi melengking dan mengangkat kedua tangan nya


"Ayo" ajak Kenzo pada Alena yang langsung terkesiap


"Emm naik ini?" Tanya Alena ragu


"Kau mau atau tidak?" Tanya Kenzo


"Tapi aku takut" sahut Alena pada Kenzo


Kenzo menghela nafas nya sejenak, dia langsung meendekat kearah Alena, dan langsung mengangkat tubuh Alena keatas kuda. Dan tentu saja itu membuat Alena terpekik kaget


"En!!" Seru Alena. Namun dia langsung terdiam saat Kenzo juga ikut naik bersama nya


"Pegang tali nya" ucap Kenzo dan Alena langsung memegang tali yang ada dileher Jeammy


Setelah itu Kenzo langsung menghentakkan tali kuda itu hingga membuat Jeammy langsung berlari mengitari Padang sahara itu


"Wowwww, ini sangat hebat" teriak Alena begitu kegirangan. Meskipun dia begitu kikuk karena ini kali pertama nya menaiki kuda. Apalagi dengan Kenzo.


Tubuh mereka terhentak hentak saat Jeammy berlari sedikit laju diatas jalanan yang berbatu, membuat Alena beberapa kali hampir oleng namun Kenzo dengan sigap memegang pinggang nya.


Alena langsung tersenyum menatap wajah Enzo nya dari dekat. Sangat tampan hingga tanpa sadar kadar cinta nya semakin besar pada pria itu.


Begitu pula dengan Kenzo yang menatap lekat wajah Alena dari dekat. Sangat cantik dan menggairahkan, apalagi bibir merah muda itu, yang selalu bisa menggoda nya


"Kau sering ketempat ini En?" Tanya Alena pada Kenzo yang mengangguk . Dia kembali fokus pada arah jalan mereka


"Bersama siapa?" Tanya Alena lagi


"Sendiri" jawab Kenzo singkat


"Benar kah, aku kira bersama Rose" gumam Alena . Kenzo langsung mengernyit dan menatap Alena yang kini memandang arah didepan mereka.


Pemandangan Padang sahara sore itu benar benar indah, apalagi matahari yang mulai menghilang dibalik perbukitan yang berbaris rapi disana. Hanya sinar nya yang masih menghiasi langkah mereka.


Kenzo hanya diam dan tidak menanggapi perkataan Alena, dan Alena juga tidak ingin bertanya lebih jauh. Dia hanya ingin menikmati waktu nya yang benar benar akan menjadi kenangan indah nya nanti. Berkuda dengan seseorang yang menjadi pemilik hati nya, hal yang paling berharga yang akan disimpan nya didalam buku memori nya.


Setelah puas berkeliling, Kenzo menepikan kuda putih itu dibawah sebuah pohon yang tidak lagi berdaun, namun cukup besar karena memiliki ranting yang merimbun.


Dia menurunkan Alena dengan hati hati. Gadis itu beringsut mendekati batang pohon dan duduk disana. Kenzo juga ikut duduk bersama Alena disana. Menikmati senja disore hari itu.


"Alena" panggil Kenzo, membuat Alena langsung menoleh kearah Kenzo disamping nya


"Aku minta, mulai dari sekarang coba lah untuk mengurangi sifat takut mu yang berlebih itu" kata Kenzo membuat Alena mengernyit menatap nya


"Kenapa?" Tanya Alena begitu pelan


"Aku hanya ingin kau melakukan itu Alena" jawab Kenzo masih menatap wajah cantik itu dengan lekat


Alena terdiam dan kembali menatap kedepan. Dia menghela nafas nya sejenak.


"Maafkan aku jika aku selalu membuat mu susah En, apalagi dengan sifat ku yang begini. Aku tahu aku terlalu berlebihan, tapi aku tidak bisa mengontrol nya. Aku... Aku tidak bisa untuk tidak takut pada kenyataan ini En" ungkap Alena begitu lirih, dia langsung menundukan kepala nya dan menatap tanah tempat nya berpijak


"Alena, kau bisa tidak takut saat bersama ku, kenapa begitu?" Tanya Kenzo kembali setelah beberapa saat mereka terdiam.


"Itu karena aku merasa aman dengan mu" jawab Alena


"Jika begitu, saat kau takut, maka ingatlah aku." Ucap Kenzo terdengar begitu serius hingga Alena kini membalas tatapan Kenzo


"Aku akan selalu menolong mu disaat terburuk mu. Aku akan selalu ada disetiap kau membutuhkan ku" ungkap Kenzo lagi, membuat Alena tertegun menatap lekat wajah tampan Kenzo


"En..." Lirih Alena


"Jika aku menjadi sumber kekuatan mu, maka ingatlah aku saat aku tidak ada bersama mu. Lawan rasa takut mu Alena, lawan dengan hal yang bisa membuat mu tenang. Jika itu aku, maka dimana pun kau berada, dan bagaimana pun ketakutan mu, tolong, tolong panggil nama ku berkali kali, maka aku akan segera datang untuk mengusir ketakutan mu itu" ungkap Kenzo begitu serius menatap wajah Alena yang kini menatap nya terperangah namun dengan mata yang berkaca kaca.


"En, jangan begitu" ucap Alena dengan air mata yang mulai mengalir diwajah cantik nya


"Kau tidak mempercayai ku?" Tanya Kenzo, namun Alena malah menggeleng


"Aku, aku hanya takut" kata Alena tertunduk dengan air mata yang semakin mengalir namun segera ditepis nya


"Aku takut, perasaan ini semakin tidak tahu diri En. Kau pasti bisa merasakan nya kan. Kau pasti tahu jika aku begitu mengagumi mu. Aku hanya takut jika kau berkata seperti itu, maka perasaan ku akan semakin dalam untuk mu" kata Alena yang berusaha menahan Isak tangis nya


Kenzo langsung terdiam menatap Alena , entah kenapa hati nya begitu bergetar mendengar pernyataan Alena yang seperti itu


"Apa yang kau takuti jika perasaan mu semakin dalam padaku Alena, apa itu sangat merugikan mu?" Tanya Kenzo


Alena mendongak, dan menatap Kenzo dengan wajah basah nya


"Kau pasti tahu bagaimana rasa sakit nya En. Ketika kau berharap pada sesuatu yang tidak mungkin terjadi" jawab Alena menatap nanar kearah Padang sahara yang begitu luas didepan mereka


"Ketakutan mu memang terlalu berlebihan Alena" ucap Kenzo, namun Alena menggeleng


"Ketakutan ku yang ini memang sudah pada tempat nya En. Dan tidak ada yang menjadi obat nya, seperti ketakutan ku yang lain" sahut Alena.


Kenzo langsung tersenyum tipis dan ikut menatap kedepan


"Sudah aku bilang, apapun ketakutan mu, maka datanglah padaku. Aku akan menjadi sumber dari segala rasa mu Alena" ungkap Kenzo


"Jika ketakutan ku adalah perasaan ku padamu, maka apa yang harus aku lakukan?" Tanya Alena menatap wajah Kenzo yang juga menatap nya


"Teruskan , dan jangan ragu" jawab Kenzo pasti, hingga membuat Alena mengernyit menatap nya


"Maksudmu?" Tanya Alena sembari mengusap air mata nya dengan kasar


Kenzo hanya menggeleng dan beranjak dari duduk nya


"Kita pulang" ajak nya tanpa memperdulikan Alena yang menatap aneh kearah nya