ALENA Is My Sunshine

ALENA Is My Sunshine
Pernikahan



Diaula gedung, tepatnya diatas podium dimana pendeta sudah berdiri dengan sebuah buku ditangan nya, disaksikan oleh ratusan orang yang sudah hadir dan duduk manis ditempat mereka masing masing. Memandang seorang pria tampan yang begitu gagah dan sangat mempesona dengan pakaian pengantin nya. Jas mahal bewarna hitam metalik dengan dasi kupu kupu yang menghias indah, membuat penampilan nya benar benar sangat sangat tampan dan benar benar memanjakan mata.


Kenzo Barrent Aldrego, seorang presdir dengan nama baik dan ketenaran serta kekuasaan nya kini berdiri gagah dihadapan semua orang. Wajah nya yang biasa dingin dan datar kini nampak tersenyum indah memandang kearah pintu masuk dimana pengantin wanita nya akan masuk sebentar lagi.


Ya, senyum Kenzo yang tidak pernah dilihat oleh dunia luar, kini menjadi santapan kamera. Semua orang yang memandang benar benar begitu terpana dan terpesona, apalagi dengan penampilan nya yang benar benar memukau. Sungguh keindahan yang begitu sempurna.


Tidak ada yang lebih menakjubkan dan menghebohkan Amerika selain hari ini. Seorang Kenzo Barrent yang pernah disangka telah tewas dalam kejadian beberapa waktu lalu, kini malah ada dihadapan mereka semua. Berdiri dengan gagah didepan pendeta yang akan menikahkan dia dengan wanita yang paling beruntung mendapatkan hatinya.


Benar benar hal yang patut diabadikan dengan pandangan dan juga kilatan kamera.


Kenzo Barrent...


Senyum nya semakin melebar saat dia melihat pintu besar itu terbuka, dan memunculkan seorang gadis yang begitu cantik luar biasa dengan gaun pengantin nya. Sungguh, bahkan lagi lagi hati Kenzo dibuat bergetar dengan penampilan Alena hari ini. Gadis itu sungguh sangat terlihat berbeda, sangat cantik, indah, memukau dan tentunya sempurna. Tidak ada keindahan lain selain gadis yang mampu merebut hatinya ini. Bahkan Kenzo tidak lagi memperdulikan orang orang disekitarnya atau kilatan kamera yang sejak tadi tidak berhenti membidik.


Kenzo masih betah memandangi Alena yang berjalan menuju ketempat nya dengan didampingi oleh Ayahnya. Berjalan diatas karpet merah dengan begitu anggun dan penuh kepastian. Senyum indah Alena benar benar membuat Kenzo begitu terbuai. Bukan hanya Kenzo, melainkan semua orang yang ada disana. Mereka memandang takjub pada Alena setelah tadi pada Kenzo. Ekor gaun yang terseret indah semakin menambah kesan keindahan nya saat ini. Benar benar menakjubkan, seindah inikah pilihan seorang Kenzo Barrent???


Sungguh semua orang menjadi tahu, jika Kenzo dan Alena adalah pasangan yang benar benar serasi. Cantik dan tampan, sama sama memiliki aura yang begitu memikiat. Bahkan kilatan kamera kini menjadi bingung ingin mengambil gambar siapa, senyum Kenzo? Atau kecantikan istrinya?


Kenzo tidak memperdulikan itu, yang dia tahu sekarang, dia hanya akan menikah. Menikahi gadis yang dicintainya, menikahi gadis yang menjadi pengobat luka hatinya, dan menikahi gadis yang menjadi sumber dari segala rasanya. Ya, Kenzo tidak menyangka jika kehidupan nya bisa sampai pada tahap ini setelah dia merasa tidak akan ada lagi seseorang yang mampu membuat hatinya mencinta lagi. Tapi Alena, Alena mampu melakukan itu. Bahkan sekarang, hati Kenzo sudah jatuh terlalu dalam pada gadis ini, gadis muda dengan sejuta keindahan.


Kenzo mulai melangkahkan kaki nya untuk menuruni tangga demi untuk menjemput Alena yang sudah hampir tiba didekatnya. Semakin dekat, maka jantung Kenzo semakin bergemuruh melihat Alena yang semakin jelas kecantikan nya. Bahkan dia tidak menyangka jika ini adalah Alena nya. Gadis polos yang cengeng dan menyebalkan, tapi sekarang sudah bertransformasi menjadi seorang princess yang sangat cantik.


Dan tentunya bukan hanya Kenzo, melainkan juga Alena. Dada nya sudah bergemuruh dengan hebat sejak dia mulai melangkah kan kakinya diatas karpet merah tadi. Apalagi ketika dia disambut oleh kilatan kamera yang menyilaukan dan tentu nya oleh ratusan pasang mata yang memandang nya tidak berkedip. Namun setelah melihat wajah tampan yang sebentar lagi menjadi miliknya ini, rasa gugup Alena berubah menjadi rasa terpana dan bahagia yang tiada terkira.


Alena dan Kenzo langsung tersenyum lebar saat sudah saling berhadapan. Mata mereka saling memadang dengan lekat, penuh cinta dan kekaguman satu sama lain. Bahkan tidak ada hal yang lebih indah dari pada memandang wajah satu sama lain. Hanya perkataan kapten Stone yang membuat Kenzo segera melepaskan pandangan kekaguman nya dari Alena.


"Aku serahkan putriku padamu. Jangan sakiti dia, aku belum bisa membahagiakan nya sejak dulu. Maka aku sangat berharap padamu untuk menggantikan ku memberinya kebahagiaan" ucap kapten Stone.


Kenzo tersenyum dan mengangguk dengan yakin.


"Aku berjanji, akan menjaga dan membahagiakan Alena sekuat dan semampuku" jawab Kenzo.


Mata Alena langsung berkaca kaca mendengar ungkapan itu.


"Dad" gumam Alena memandang kapten Stone yang juga nampak begitu terharu.


"Bahagialah sayang, daddy akan bahagia untukmu" ujar kapten Stone seraya mengusap wajah Alena dengan lembut.


Alena langsung mengangguk dan memandangi kapten Stone yang langsung beralih ketempat yang sudah disediakan untuk nya tepat disamping tuan Wesley.


Kenzo langsung menjulurkan tangan nya pada Alena, kembali memandangi wajah cantik itu dengan penuh cinta dan kekaguman.


"Cantik sekali" ucap Kenzo.


Alena langsung tersenyum malu mendengar pujian itu. Tangan nya langsung meraih tangan Kenzo dan merangkul nya dengan hangat. Senyum mereka berdua tentunya tidak lepas dari bidikan kamera yang akan menyiarkan mereka diseluruh stasiun tv di Newyork hari itu.


Kenzo membawa Alena perlahan keatas podium, senyum mereka sama sama tidak memudar meski detak jantung mereka juga sama sama bergemuruh saat ini.


Alena melepaskan rangkulan tangan nya dan menghadap kearah Kenzo. Semua orang nampak tegang dan tidak sabar untuk menyaksikan janji suci mereka berdua.


Pendeta mulai membacakan hal hal yang harus mereka ucapkan. Dan tentu nya Kenzo dan juga Alena langsung mengucapkan kata kata itu dengan lugas dan yakin.


Sepasang cincin pernikahan yang sangat indah juga langsung mereka sematkan dijari manis masing masing saat janji suci pernikahan sudah mereka ucapkan.


"Sekarang kalian sudah resmi menjadi sepasang suami istri" ucap pendeta itu.


Kenzo dan Alena nampak menghela nafas lega. Kenzo mendekat kearah Alena dan meraih tangan nya, menggenggam nya dengan lembut dan masih memandang wajah cantik itu dengan lekat.


"Aku mencintaimu Alena, sangat mencintaimu" ucap Kenzo


"Aku juga mencintaimu En" balas Alena


Ciuman penuh cinta yang disaksikan oleh seluruh orang orang yang ada disana dan juga diluar. Tepuk tangan bahkan menggema didalam gedung itu. Semua orang ikut bahagia dengan pernikahan tuan Amerika ini. Bahkan Clara sampai berteriak kegirangan melihat pemandangan ini. Mereka benar benar sangat antusias dan ikut berbahagia. Hal yang sudah lama sangat mereka nantikan.


Alena langsung melepaskan ciuman Kenzo yang semakin lama semakin membuai. Dia langsung tersenyum malu memandang semua orang yang ada disana, apalagi melihat senyum semua orang yang sepertinya begitu bahagia melihat kebahagiaan nya hari ini.


"Kau bahagia sayang?" tanya Kenzo


"Tentu saja, aku sangat bahagia. Terimakasih untuk semua nya En.." ucap Alena


"Terimakasih juga sudah mau menjadi istriku" jawab Kenzo.


Alena langsung tertawa mendengar itu. Dia langsung memandang seluruh orang yang ada disana. Senyum lepas mereka semua sungguh membuat Alena benar benar bahagia. Apalagi pernikahan nya ini disaksikan oleh semua orang orang terdekat nya.


Ada ayah dan kakaknya juga Joice, Clara dan Edward, mertuanya, Cristian dan Angel juga sudah datang bersama baby twins mereka. Dan yang membuat Alena juga senang adalah bibi Grace dan Peter juga ada disini, Kenzo sengaja menjemputnya dari desa untuk menyaksikan acara pernikahan mereka. Ah, Alena sungguh bahagia.


Acara resepsi pernikahan dilakukan sampai malam hari. Semua orang begitu menikmatinya. Berbagai acara mereka jalani dengan begitu antusias. Mulai dari pemotongan kue, lempar bunga, foto bersama, dan yang terakhir adalah berdansa.


Ya, saat ini dipenghujung acara, Kenzo dan Alena sudah berada ditengah tengah aula. Mereka saling menggerakkan tubuh masing masing mengikuti alunan lagu yang mengalun merdu. Kenzo merangkul pinggang Alena dengan lembut sedangkan tangan Alena berada didada Kenzo.


Mata mereka saling pandang dengan lekat. Penuh cinta dan penuh damba.


"Terimakasih sudah menjadikan aku ratumu hari ini tuan Amerika" ucap Alena dengan senyum manis nya.


"Terimakasih juga sudah mau berjuang untukku" balas Kenzo.


"Aku masih ingin hidup lebih lama dengan mu En" kata Alena. Kaki nya masih bergerak pelan kesana dan kemari dikuti oleh Kenzo


"Maafkan aku, acara pernikahan kita hanya bisa dilakukan didalam gedung, aku tidak bisa membawa mu berkeliling kota dan disaksikan oleh semua orang. Hujan salju cukup lebat hari ini" ungkap Kenzo begitu menyesal


"Tidak masalah, seperti ini saja sudah membuat ku bahagia" jawab Alena.


Kenzo kembali tersenyum memandang Alena. Rasanya benar benar bahagia. Apalagi ketika mereka memandang dan memperhatikan sekeliling nya dimana semua orang juga sedang menikmati waktu.


Clara dengan Edward yang juga sudah tidak malu lagi mempublikasikan hubungan mereka, karena kini tuan Wesley sudah menyetujui Edward sebagai calon suami Clara. Dengan syarat dia yang harus meneruskan perusahaan Wesley nantinya.


Reymond dan Joice juga tampak begitu mesra. Sepertinya benih benih cinta juga sudah mulai muncul dalam hubungan mereka. Dan memang, setelah pergantian tahun ini mereka yang akan menikah, setelah itu baru disusul oleh Clara dan Edward.


Cristian dan Angel juga tampak berdansa dengan mesra. Mantan kekasih Kenzo yang juga sudah bahagia dengan pasangan nya sendiri.


Yah, hidup memang tidak bisa ditebak bagaimana alurnya. Kita tidak bisa memilih untuk jatuh cinta pada siapa, tapi takdir tahu siapa yang pantas untuk menjadi yang terbaik diantara yang baik.


"Terimakasih telah hadir dalam kehidupan ku Alena. I love you my Sunshine" ucap Kenzo


"I love you En" balas Alena


Sekali lagi Kenzo mencium bibir Alena dengan lembut seiring dengan lampu yang mengarah pada mereka. Ciuman yang menjadi penutup malam itu. Dan ciuman yang menjadi penutup cerita ini.


...


Sekian


...


terimakasih untuk pembaca setia Alena dan Kenzo. Semoga hari kalian bahagia selalu. Jangan unsubscribe ya, beberapa waktu kedepan masih ada ekstra part yang bakalan meluncur.


Salam dari aku.


Ig : Mulyani syahfitri