
Kenzo tersenyum dengan lebar saat melihat kebahagiaan Alena malam itu, padahal baru saja dia menangis karena begitu sedih tapi sekarang dia sudah ceria kembali, melihat itu membuat Kenzo semakin sadar jika Alena memang mampu membuat nya tidak bisa berpaling. Tawa itu, senyum itu seakan membuat hati nya kembali bersemi.
"Waah cantik sekali, lihat En" ucap Alena yang berlari kearah Kenzo dengan dua kunang kunang didalam tangan nya
"Untuk apa kau tangkap?" tanya Kenzo heran
Alena langsung tertawa dan melepaskan nya kembali
"Tidak ada, aku hanya suka menangkap dan melepaskan nya lagi" jawab Alena asal membuat Kenzo langsung mendengus gerah
Dia duduk disebuah batang kayu yang rebah dan diikuti Alena yang duduk disamping nya. Kenzo langsung membuka jaket nya dan menyelimuti nya pada Alena yang langsung tersenyum melihat itu. Dia benar benar melupakan kesedihan hatinya.
"Jika melihat kunang kunang sebanyak ini aku jadi ingat ketika kita masih didesa bibi Grace" gumam Alena menatap jauh kunang kunang yang tampak semakin banyak diatas sana, sedangkan Kenzo malah fokus menatap wajah cantik Alena yang bercahaya karena sinar bulan dan cahaya dari kunang kunang diatas kepala mereka.
"Aku ingat sekali saat itu kau masih begitu kaku, bahkan pelit sekali untuk berbicara" kata Alena dengan tawa kecil nya menatap Kenzo yang mendengus senyum
"Aku tidak tahu apa yang harus aku bicara.kan" jawab Kenzo
"Kau memang begitu, sampai saat ini juga masih begitu, kaku dan seperti robot" cibir Alena
"Tapi pria robot ini yang kau sukai kan" goda Kenzo dan Alena kembali tertawa mendengar nya
"Haha iya, aku benar benar aneh memang" jawab Alena dengan tangan yang kembali meraih kunang kunang didekat kepala nya
"Jangan ditangkap, kau tidak tahu seberapa lemah dia" ucap Kenzo
"Aku tidak akan menyakitinya" jawab Alena yang kembali memainkan kunang kunang yang tampak diam hinggap ditangan nya
"Kau tangkap lalu kau lepaskan" gumam Kenzo. Alena langsung mengernyit dan menoleh pada pria itu yang memandang jauh kedepan
"Semoga kau tidak membuat ku begitu" ucap Kenzo
"Apa maksud mu?" tanya Alena bingung
"Kau telah berhasil mencuri perhatianku, membuat luka ku sembuh, dan sekarang kau berhasil membuat ku terperangkap dalam cintamu, aku hanya berharap suatu saat kau tidak akan melepaskan aku seperti kau melepaskan kunang kunang itu" jawab Kenzo begitu dalam
Alena langsung tertegun ditempat nya, dia menatap lekat wajah Kenzo yang kini menoleh kearah nya dan tersenyum tipis. Ya, Kenzo selalu bisa menjungkir balikan hati Alena, terkadang pria ini membuat nya seakan ingin berhenti berharap, namun terkadang malah sebalik nya, kata kata nya yang begitu dalam seakan menjadi magnet yang membuat Alena semakin tidak bisa menjauh darinya.
"Kenapa kau malah berkata seperti itu? kata kata itu seharus nya cocok untuk dirimu En" sahut Alena
"Tidak, itu memang untuk mu, karena kau yang memulai semua nya" jawab Kenzo lagi namun Alena langsung mendengus senyum
"Kenapa aku, kau yang datang padaku terlebih dulu, bukan salahku yang jatuh hati padamu" jawab Alena tidak mau kalah
Kenzo langsung mengendikkan bahu nya sekilas dan kembali menatap kedepan
"Tidak perduli itu, yang terpenting jangan sampai kau juga pergi meninggalkan aku" kata Kenzo
Alena langsung tersenyum lebar mendengar nya. Dia mendekatkan diri kewajah Kenzo yang menatap nya dengan aneh
"Kenapa memang nya kalau aku pergi, bukankah kau tidak mencintaiku" kata Alena terlihat menantang
"Aku tidak akan memaafkan mu" jawab Kenzo dengan begitu serius, namun Alena langsung mendengus dengan gerah
"Lalu bagaimana jika kau yang pergi?" tanya Alena lagi
"Aku tidak akan pergi" jawab Kenzo
"Dasar tukang bohong, bahkan yang sering pergi dan menghilang adalah dirimu, pergi tanpa kabar dan datang selalu tiba tiba" Alena terdengar begitu protes, dan kini gantian Kenzo yang tersenyum melihat wajah cemberut itu
"Aku pergi untuk kembali, bukan untuk meninggalkan mu" jawab Kenzo sembari merangkul bahu Alena yang menyandar dengan manja didada nya
"Kalau begitu izinkan aku untuk tahu segala apapun yang kau kerjakan, kau tidak boleh memarahiku lagi" pinta Alena sedikit mendongak menatap Kenzo yang langsung mengangguk dan mencubit gemas hidung nya
"Baiklah, apapun untuk mu" jawab Kenzo membuat Alena langsung tersenyum senang.
Malam yang sudah lewat tengah malam itu mereka habiskan berdua menikmati keindahan alam yang seakan menambah suasana bahagia dihati mereka masing masing. Tidak ada apapun yang ingin mereka fikirkan diantara banyak nya masalah yang mendera. Bahkan Alena selalu melupakan hal hal yang ingin dia tanyakan saat sudah bersama Kenzo. Saat saat bersama Kenzo adalah hal yang paling membuat fikiran nya tidak bisa memikikan hal lain. Bahkan dia sampai lupa jika Reymond tahu dia belum pulang kerumah selarut ini, entah apa yang akan dia jawab nanti nya. Cinta benar benar membuat nya bodoh.
....
Sementara dibutik Alena, Reymond memang terlihat mondar mandir tidak menentu, tangan nya sedari tadi tidak lepas dari ponsel nya dan tidak berhenti menghubungi Alena, namun tidak ada jawaban sama sekali. Dia cemas bukan main, hari sudah menunjukan pukul satu dini hari, namun dia tidak tahu dimana Alena berada. Setelah menyelesaikan urusan nya Reymond langsung kembali ke Newyork, dia tidak ingin meninggalkan adik nya terlalu lama, karena daddy mereka belum kembali dari Calivornia. Namun yang terjadi malah saat tiba dirumah dia tidak mendapati Alena disana, kepala pelayan memberi tahu jika Alena belum ada pulang kerumah sejak pergi bersama nya pagi tadi. Dia berfikir jika Alena menginap dibutik, tapi tidak ada juga. Jhon berkata nona nya itu sudah kembali sejak jam delapan tadi bersama Jack.
Reymond sudah menghubungi Jack, namun sama seperti ponsel Alena, pengawal tampan itu juga tidak mengangkat panggilan nya. Entah kemana pergi nya mereka, Reymond benar benar cemas bukan kepalang.
"Ah, Clara, semoga saja dia memang tidur disana" gumam Reymond, yang kini mencoba menghubungi nomor Clara. Lama tidak ada jawaban, dan disaat panggilan ketiga barulah Clara mengangkat nya, suara gadis itu terdengar serak, mungkin dia sudah tertidur saat Reymond menelfon nya
"Apa Alena disana Cla?" tanya Reymond langsung
"{tidak ada, memang nya dia kemana?}" tanya Clara pula membuat Reymond langsung mendengus dan semakin panik
"Aku tidak tahu, aku sedang mencari nya sekarang, dirumah dan dibutik tidak ada" jawab Reymond langsung, dan dapat dia rasa Clara melakukan pergerakan disana
"{Apa, lalu dia kemana, ya ampun ini sudah sangat malam"} gumam Clara yang juga terdengar panik
"Bisakah kau menghubungi Jack, Jhon bilang jika terakhir kali Alena pergi dengan Jack" pinta Reymond
Reymond langsung menghela nafas kesal, dia langsung berjalan kembali menuju mobil nya, entah akan mencari Alena kemana, jika menghubungi kapten Stone, pasti daddy nya itu juga ikut panik
Saat sudah masuk kedalam mobil, Reymond langsung menghubungi Joice, semoga saja wanita itu bisa membantu. Ya, meski Reymond membenci nya, tapi dia masih bisa bermanfaat sekarang. Dia benar benar takut jika Alena diculik lagi oleh musuh yang masih menjadi buronan Joice.
Dua jam kemudian.....
Alena dan Kenzo sudah kembali kemobil mereka, hari sudah semakin dingin dan Alena sudah tampak begitu menggigil
"Kau mau aku antar kemana?" tanya Kenzo yang sudah melajukan mobil nya keluar dari kawasan hutan itu
"emm ke butik saja lah" jawab Alena dengan tangan yang merapatkan jaket Kenzo dutubuh nya
"Baiklah" jawab Kenzo
Mereka tidak tahu saja jika sekarang Reymond dan Joice sudah sibuk mencari keberadaan Alena yang malah tenang tenang saja bersama Kenzo.
"Emh En" panggil Alena
Kenzo langsung menoleh kearah nya sejenak dan mengangkat sedikit alis nya
"Kenapa?" tanya Kenzo
"Aku mau nomor ponsel mu" kata Alena membuat Kenzo langsung mengernyit
"Untuk apa?" tanya Kenzo
"Untuk menghubungimu lah, untuk apa lagi memang nya. Sejak mengenalmu aku tidak pernah memiliki nomor ponsel mu" gerutu Alena membuat Kenzo langsung mendengus senyum
"Tidak perlu" jawab Kenzo membuat Alena langsung melebarkan mata nya
"Kau ini" seru Alena kesal
"Cukup sebut namaku, maka aku akan datang" ucap Kenzo dan Alena langsung memasang wajah jelek nya
"Heh, setiap detik aku selalu menyebut nama mu, tapi kau tidak datang datang" sahut Alena
Kenzo tampak tertawa kecil mendengar nya
"Bagaimana mungkin setiap detik aku bisa bersama mu, ada ada saja" gumam Kenzo, dia langsung memutar setir mobil nya menuju butik Alena, namun dia langsung mengerem mendadak laju mobil nya dan berhenti tepat didepan gerbang butik Alena
Mata Alena seketika melebar saat melihat banyak orang didepan butik nya, ada Clara dan Joice juga disana
"Apa yang terjadi?" tanya Alena dengan polos nya, membuat Kenzo langsung mendengus jengah
"Mereka sedang mencari mu Alena" jawab Kenzo
"Haa, astaga memang nya sudah jam berapa sekarang" gumam Alena yang baru sadar jika dia sudah menghilang terlalu lama, bukankah Reymond sedang berada diluar kota, seharus nya tidak ada masalah kan
"Turunlah, bilang saja kau pergi berjalan jalan bersama Jack" jawab Kenzo sembari meraih kembali jaket yang dipakai Alena
Alena langsung mengerucutkan bibir nya dan mengangguk malas
"Baiklah" jawab nya, dia hendak turun namun Kenzo menarik kembali tangan nya, dan menyergap bibir Alena dengan kuat. Mata Alena langsung terpejam menikmati nya, namun tidak lama karena Kenzo langsung melepaskan ciuman nya saat Joice datang mendekat kemobil itu.
Kenzo mengusap lembut bibir Alena dan membiarkan dia turun dengan cepat. Setelah Alena turun dia langsung melajukan mobil nya meninggalkan tempat itu.
Reymond langsung berlari mendekat kearah Alena yang terlihat gugup dan begitu canggung. Ketiga orang itu memandang nya dengan wajah cemas namun penuh selidik
"Kau dari mana Alena,kau baik baik saja bukan?" tanya Reymond yang menatap seluruh tubuh Alena
"Bukankah kakak diluar kota ?" tanya Alena
Reymond segera memeluk Alena dengan nafas yang begitu lega, jantung nya baru bisa berdetak normal sekarang
"Aku pulang lebih awal karena tidak ingin kau bersedih lagi, tapi kenapa kau malah menghilang?" tanya Reymond sembari melepaskan pelukan nya
"Kau dari mana ha, bisa bisa nya menghilang tanpa kabar, kau mau membuat satu kota heboh karena kehilangan mu" gerutu Clara pula. Dapat Alena lihat gadis itu masih memakai piama tidur nya, begitu pula dengan Joice
"Maaf, aku hanya berjalan jalan saja" jawab Alena dengan senyum getir nya
"Jangan bohong" ucap Clara dan Alena segera menggeleng dengan cepat
"Tidak, aku memang berkeliling kota bersama Jack" jawab Alena
"Kenapa kau tidak mengangkat panggilan kami, Jack juga tidak bisa dihubungi" kata Reymond
"Maaf kak, ponsel ku silent' lirih Alena tertunduk
"Yasudah, mulai sekarang Joice akan menjadi pengawal pribadi mu, aku tidak percaya dengan Jack" ucap Reymond membuat Alena dan Joice tampak melebarkan matanya
"Apa, tapi kak!" seru Alena begitu keberatan
"Tidak ada bantahan" sahut Reymond