
Tangan Alena dan Clara saling menggenggam dengan erat dibelakang panggung. Saat ini mereka tengah menunggu pengumuman para juara yang akan diumumkan sebentar lagi.
Jantung Alena benar benar berdebar tidak menentu, dingin dan berkeringat
Bahkan genggaman tangan Clara tidak mampu membuat nya tenang dari kegugupan ini. Dia memang tidak berharap untuk menang, tapi meskipun begitu dia takut mengecewakan orang orang yang menemani nya malam ini. Apalagi Clara yang sudah dengan lelah mau membawakan gaun nya.
Alena hanya berharap jika dia bisa masuk lima besar. Itu sudah merupakan penghasilan yang luar biasa.
"Tenang lah, kita pasti bisa masuk lima besar" kata Clara mengusap lembut bahu Alena sekilas
Alena melirik kesekeliling nya, dimana beberapa saingan nya juga sama seperti dirinya, harap harap cemas dengan hasil yang akan mereka dapatkan.
"Aku benar benar tidak yakin, jika tidak bisa masuk lima besar, kau jangan marah ya" kata Alena dengan wajah memelas nya.
Clara langsung berdecak kesal dan menampar sekilas lengan Alena
"Dasar bodoh, aku sudah bangga bisa membawakan gaun mu di ajang bergengsi ini, jika tidak menang, tidak apa apa. Lagi pula aku yakin kita pasti bisa masuk lima besar" jawab Clara begitu yakin, namun Alena hanya mendengus lelah dan mengangguk malas
Jantung nya semakin berdenyut ngilu saat pembawa acara mulai memanggil nama mereka satu persatu untuk naik keatas panggung.
Tuan Wesley baru saja selesai memberikan kata sambutan sebagai petinggi perusahaan pengganti Kenzo.
Ah, Kenzo, andai dia ada disini....
Dan para peserta langsung naik keatas panggung beserta model masing masing. Mereka berdiri diposisi masing masing
"Ayo" ajak Clara sembari menjulurkan tangan nya pada Alena
Alena langsung menarik nafas dalam dalam dan membuang nya perlahan, demi apapun ini adalah hal yang paling mendebarkan dalam hidup nya
Alena tersenyum tipis dan meraih lengan Clara, mereka bergandengan tangan naik keatas panggung. Tepuk tangan Lian dan yang lain nya langsung menggema melihat mereka berdua. Dua gadis cantik kesayangan tuan Amerika.
Alena langsung tersenyum pada Daddy dan kakak nya yang terlihat melambaikan tangan mereka dari tempat duduk.
Berada diatas sana dan diperhatikan oleh ratusan pasang mata membuat nya benar benar terasa begitu gugup. Bahkan Alena seperti tidak berpijak ditanah sekarang.
"Angkat kepala mu dan tersenyumlah" perintah Clara dengan sedikit bergumam
Alena kembali menghela nafas nya dan mengangkat kepala nya dengan tegak, tersenyum dengan penuh dan memikat.
Dia tidak boleh gugup, dia harus siap menerima apapun hasil akhir nya.
"Dan inilah peserta yang masuk kedalam lima besar yang terpilih sebagai desainer terbaik" suara lantang pembawa acara membuat semua peserta tampak gugup dan begitu penuh harapan untuk bisa meraih yang terbaik.
Suara musik pengiring yang menggema menambah kadar kegugupan dan rasa penasaran yang begitu besar pada semua orang. Terutama untuk semua orang yang mendukung jagoan mereka masing masing.
Tidak terkecuali nyonya Monica dan Tuan Wesley, mereka juga berharap Clara dan Alena bisa memenangkan kompetisi ini. Apalagi tuan Wesley yang sudah tahu, jika Alena adalah seseorang yang dekat dengan putra kebanggaan nya. Dia ingin tahu seberapa hebat gadis pilihan Kenzo ini
Ajang ini adalah ajang kompetisi yang seluruh hasil akhirnya diserahkan kepada juri, dan pihak perusahaan sama sekali tidak ada campur tangan. Tentu saja hasil nya pasti tidak akan ada kecurangan sama sekali.
"Peringkat kelima jatuh kepada......!!!" seruan pembawa acara yang menggema langsung menyebutkan nama desainer yang masuk pada peringkat itu. Mata Alena langsung terpejam saat bukan nama nya yang terpanggil.
Jantung nya benar benar bergemuruh, meski terus berusaha untuk tersenyum dengan baik dihadapan kamera yang terus menyorot wajah mereka satu persatu
Alena langsung menoleh kepada Clara yang tampak tersenyum dengan tenang dan memandang kedepan dengan tatapan yang begitu yakin dan tegas. Aura model dan bintang nya benar benar dia miliki, bahkan disaat seperti ini Clara tidak tampak gugup sama sekali, dan Alena benar benar salut untuk itu
"Peringkat keempat!!!" suara pembawa acara kembali menggema dan lagi lagi jantung Alena terasa berdenyut ngilu karena bukan nama nya yang terpangil
Dia mengeratkan genggaman tangan nya pada Clara, membuat gadis itu tampak bereaksi dan melirik Alena sekilas dari ekor mata nya
"Everything is ok" gumam Clara pada Alena yang tampak tersenyum getir sekarang. Dia sudah merasa hilang harapan. Apalagi disaat juara ketiga disebutkan, dan bukan pula nama nya, membuat Alena sudah patah semangat.
Dia langsung mengendurkan genggaman tangan nya pada Clara, namun Clara kembali mengeratkan genggaman nya, membuat Alena langsung menoleh kearah nya
"Runner up jatuh kepada...." teriakan pembawa acara terdengar menggantung membuat semua orang begitu penasaran dengan debaran jantung yang begitu menggebu.
Reymond dan kapten Stone ditempat duduk mereka juga terlihat tegang, besar sebenar nya harapan mereka untuk Alena.
"Lady Wingston!!!!!!" teriak pembawa acara membuat tepung tangan langsung menggelegar diruangan itu
Lady Wingston tampak hanya tersenyum getir karena harus cukup puas dengan gelar Runner up nya. Dan Alena benar benar sudah ingin kembali kebelakang podium. Dia sudah tidak ingin lagi mendengar hasil akhir nya
"Tidak apa apa, kita sudah hebat" gumam Clara menatap Alena yang hanya mengangguk dan tersenyum tipis
"Maafkan aku" ucap nya terlihat begitu sedih
Clara langsung mengeratkan genggaman tangan nya pada tangan Alena yang begitu dingin
"Dan Desainer terbaik tahun ini,,,, jatuh kepada......!!!!
deg
deg
deg
"Jatuh kepada!!!" teriak pembawa acara sekali lagi
"Nona Alena E Stone!!!!!" teriak pembawa acara sembari menunjuk pada Alena yang tampak terperangah dan mengerjapkan mata nya beberapa kali
"Alena kita juara nya!!!!" teriak Clara yang langsung memeluk tubuh Clara yang mematung bagai robot
"Kita menang Alena , kita menang!!" seru Clara lagi sembari memeluk tubuh Alena dan mengguncang nya begitu antusias, dia begitu tidak menyangka bisa memenangkan kompetisi ini, bahkan tadi dia hanya yakin jika mereka hanya ada diperingkat kelima saja
"Benarkah" gumam Alena yang merasa seperti mimpi. Dia menang? Dia juara nya? Apa benar?
"Ale kita menang!!!" kata Clara melepaskan pelukan nya dan menampar lembut pipi Alena yang langsung terkesiap dan menatap Clara dengan mata yang berkaca kaca
"Kita menang Clara" kata Alena lagi dan Clara langsung mengangguk
"Apa ini mimpi" gumam Alena, dia bahkan hampir terhuyung jika Clara tidak memegang lengan nya
"Hei, sadarlah, kita memang, dan kita tengah ditonton jutaan pasang mata saat ini" dengus Clara yang begitu kesal dan lucu melihat ekspresi Alena
"Nona Alena dan nona muda, kalian bisa mendekat kedepan" kata pembawa acara itu pada Alena yang terkesiap saat Clara menyeret langkah nya.
Alena benar benar tidak menyangka dia bisa menjadi pemenang nya. Rasa nya memang seperti mimpi, dia bisa menang, padahal dia benar benar tidak yakin sebelum nya
Mata Alena langsung menatap Reymond dan ayah nya yang berdiri didepan meja mereka memberikan tepuk tangan dan senyum yang begitu bangga pada Alena, membuat Alena langsung meneteskan air mata nya dengan penuh haru.
Bahkan nyonya Monic dan tuan Wesley juga berdiri dan bertepuk tangan untuk mereka, semua orang, ya, semua orang memberikan tepuk tangan kebanggaan dan kekaguman atas prestasi yang dicapai nya. Bahkan Alex yang ada diatas panggung juga memberikan tepuk tangan yang meriah untuk Alena.
Sungguh Alena tidak menyangka.
Alena langsung menoleh pada Clara yang juga tampak berkaca kaca mata nya. Mereka benar benar menjadi pemenang nya, dan mereka sangat tidak menyangka.
"Selamat untuk pencapaian nona Alena dan nona muda Clara. Para juri dan semua orang begitu terkesima dengan model gaun hasil rancangan anda yang benar benar memukau" ungkap pembawa acara itu pada Alena dan Clara yang langsung mengangguk penuh haru. Alena beberapa kali terlihat mengusap air mata kebahagiaan nya.
Enzo nya pasti bangga jika melihat ini.
Lady Hamingston selaku juri yang menilai hasil kompetisi itu langsung maju dan mendekat kearah Alena dan Clara.
Dia memberikan sebuah piala emas berlambangkan pita ada Alena yang menerima nya dengan penuh senyuman
"Selamat nona Alena, kamu yang terbaik. Teruskan impian mu" ucap lady Hamingston dengan begitu lembut dan anggun
Alena langsung membungkukkan tubuh nya didepan wanita yang begitu elegan itu.
Juri yang lain juga memberikan ucapan selamat untuk Alena dan Clara, mereka juga menyelempangkan sebuah rangkaian bunga dileher Alena, dan memberikan buket bunga besar pada Clara yang menerima nya.
Lady Wingston yang mendapat Runner up hanya menoleh sinis pada Alena, namun Alena tidak memperdulikan itu, dia masih begitu terkejut dengan hasil yang dia terima. Seorang Alena, bisa mendapatkan predikat desainer terbaik di seluruh dunia, bukankah itu hal yang menakjubkan?
"Hari ini, didepan semua orang, anda telah berhasil menunjukkan bakat terhebat anda nona, adakah sesuatu yang ingin Anda sampaikan?" tanya pembawa acara itu
Alena menoleh pada Clara sejenak, dan dia langsung mengangguk dan tersenyum tipis setelah nya
Pembawa acara itu terlihat memberikan mic nya pada Alena yang menerima nya masih dengan senyum kebahagiaan dan pandangan haru. Detak jantung yang semula cemas dan menahan gugup, sekarang berganti dengan detak jantung yang menggebu dan penuh dengan kebahagiaan. Dia benar benar bangga dengan diri nya sendiri.
Alena menatap kedepan, kearah kakak dan ayah nya yang menatap nya penuh haru, mereka memandang Alena penuh cinta dan kebanggaan, membuat Alena semakin ingin menangis sekarang.
"Sungguh malam ini adalah malam yang sangat membahagiakan untuk saya" Alena memulai kata kata nya sembari menahan tangis agar tidak lagi keluar
"Malam ini seperti mimpi indah yang tidak pernah saya bayangkan"
"Saya hanya pemula, perancang pakaian yang baru mulai merintis, dan tentu saja apa yang saya dapatkan malam ini benar benar sebuah keajaiban" Alena menghapus air mata nya sejenak, dan Clara mengusap bahu nya dengan lembut
"Semua ini tentu nya tidak akan berhasil tanpa dukungan dari orang orang yang saya cintai." kata Alena memandang kearah Reymond dan ayah nya, juga pada Lian yang tampak menangis ditempat nya, dia juga menoleh pada Clara yang mengangguk dan menahan tangis nya
"Terimakasih, piala ini saya persembahkan untuk kalian, untuk Daddy dan kakak saya" tunjuk Alena pada Reymond dan kapten Stone yang mengangguk bangga
"Untuk asisten terbaik saya" tunjuk Alena lagi pada Lian yang sudah benar benar menangis
"Untuk sahabat saya, nona muda Clara, yang sudah membantu saya membawakan gaun ini sehingga hasil nya bisa begitu sempurna" kini Alena menatap Clara yang terlihat meneteskan air mata nya dan mengangguk haru
"Dan piala ini juga saya persembahkan untuk seseorang yang telah membuat saya bisa sampai ditahap ini. Seseorang yang menjadi semangat saya dalam mencapai impian. Cepatlah kembali, dan lihat saya sudah berhasil menjadi yang terbaik" Alena mengangkat piala nya didepan wajah, seolah menunjukan pada seseorang jika dia telah berhasil.
Ungkapan Alena benar benar dari hati yang terdalam. Membuat semua orang langsung bertepuk tangan kembali dan tersenyum.dengan rasa bangga dan haru sekaligus.
Nyonya Monica tampak menangis mendengar perkataan terakhir Alena, putra nya pasti bangga melihat ini.
Dan benar saja, jauh disudut ruangan, seseorang tersenyum dengan penuh rasa bangga memandang Alena diatas sana.