ALENA Is My Sunshine

ALENA Is My Sunshine
Rose ???



Enzo berjalan mendekat kearah Alena yang masih asik bermain disana, dibawah ratusan bahkan ribuan hewan berlampu yang semakin malam semakin banyak berdatangan. Tangan mungil nya masih saja terus menangkap hewan hewan itu, namun setelah berhasil tertangkap dia malah melepaskan kembali hewan itu. Hal itulah yang membuat Enzo mengernyit bingung sedari tadi.


Sudah setengah jam dia memperhatikan kelakuan absurd Alena yang membuat nya terus menggeleng dan terkadang tersenyum tipis.


"Kau tidak lelah?" Tanya Enzo membuat Alena terkesiap kaget dan hampir saja terjungkal, pasal nya dia sedang melompat namun Enzo malah mengagetkan nya


Grep


Tangan Enzo dengan sigap menahan pinggang Alena hingga gadis itu tidak sampai terjatuh. Wajah datar nya menatap wajah Alena yang menegang bahkan seperti memerah.


Dan memang iya, kini jantung Alena seperti hendak lepas dari tempat nya, bukan hanya terkejut, namun juga karena Enzo yang kini sedang merangkul pinggang nya. Dan wajah itu benar benar dekat dihadapan Alena, membuat Alena mengerjap pelan sembari terus menahan nafas nya, meski datar namun wajah itu memang benar benar ... Tampan. Wajah tampan yang selalu bisa membuat hati Alena bergemuruh hebat, meski hanya menatap nya dengan pandangan datar dan dingin nya.


Alena terkesiap dan langsung melepaskan belitan tangan Enzo dipinggang nya. Dia berdiri dengan gugup seiring tangan nya yang merapikan rambut nya yang sedikit berantakan, dan menatap Enzo yang datar datar saja melihat nya.


"Eummh, kau mengagetkan ku En" kata Alena sembari mengusap dada nya, menetralkan detak jantung nya yang bergemuruh, bukan karena terkejut, namun karena perlakuan Enzo yang hampir membuat jantung nya terlepas.


"Aku hanya heran melihat mu, kau seolah tidak ada lelah nya, menangkap nya tapi kau juga yang melepaskan nya" ungkap Enzo membuat Alena langsung tertawa dan memalingkan wajah nya sejenak


"Aku suka bermain dengan mereka, indah bukan" kata Alena sembari memeluk diri nya sendiri yang mulai merasa kedinginan


"Ya indah" jawab Enzo, namun pandangan nya malah mengarah kewajah Alena yang semakin memerah dibuat nya


"Ayo kemari, aku tunjukan yang lain nya" kata Alena mengalihkan kegugupan nya.


Enzo mengikuti langkah kaki Alena menuju kesebuah rumpun ilalang yang menjulang tinggi.


Alena melirik kesekitar nya, kemudian dia mengambil sebuah ranting kayu yang tidak terlalu panjang, dan Enzo hanya memperhatikan nya saja, bingung, apalagi yang akan dilakukan gadis itu sebenar nya.


Alena berjalan mendekat kearah ilalang itu, dan menoleh sejenak pada Kenzo yang berada dibelakang nya, hanya untuk sekedar memberikan senyum nya.


"Lihat, dan perhatikan, kau pasti terpesona setelah ini" kata Alena membuat Enzo menaikan sebelah alis nya menatap Alena yang tersenyum semangat


Alena lalu mengangkat ranting kayu ditangan nya, dan menebaskan nya secara perlahan kepadang ilalang yang merumpun itu. Dan kejutan yang terjadi adalah ratusan kunang kunang keluar dan berhamburan indah menuju keatas membuat pemandangan yang lagi lagi memanjakan mata. Enzo bahkan tercengang dengan apa yang dilihat nya itu. Sungguh luar biasa, bagaimana bisa padang rumput panjang itu menampung begitu banyak makhluk berlampu seperti ini, benar benar amazing batin nya.


Dan perhatian nya kini teralih pada Alena yang menjerit histeris dan bertepuk tangan bahagia disana


"Waaaaaaaahhhh, amazing,,,,, i love you!!!!!!!" Teriak nya begitu semangat membuat Enzo tak dapat menahan senyum nya melihat kelakuan gadis itu


"Lihat En, indah bukan, ini seperti disurga" seru nya lagi sembari melompat lompat dan berlari mengelilingi makhluk makhluk berlampu itu


Enzo hanya geleng geleng kepala melihat kelakuan nya, mungkin jika dia wanita maka dia pasti juga akan bertingkah seperti Alena, karena dia yang lelaki saja pun merasa exited dengan keindahan ini.


Alena kembali mengitari ratusan kunang kunang itu, bahkan dia sampai berkeringat karena begitu bersemangat dan terbius dengan keindahan hewan hewan berlampu itu


"Waaahhh ini sangat indah!!!!" Seru Alena berlari kencang , namun kemudian


Brak


Kaki nya tersandung akar pohon, hingga mau tidak mau tubuh nya juga jatuh terhempas ketanah membuat nya meringis kesakitan


Enzo yang melihat nya langsung tertawa kecil dan berjalan mendekati Alena yang langsung mematung melihat senyum dan tawa diwajah pria datar itu. Seketika rasa sakit nya lenyap entah kemana. Pasal nya seminggu lebih dia bersama Enzo, baru malam ini Alena melihat pria itu tertawa, meski kecil namun cukup mampu membuat nya benar benar terpana.


Cletak


"Auh" ringis Alena saat Enzo menjentik dahi nya dengan kuat


"Dasar bodoh, lihat kaki mu terluka" tunjuk Enzo pada lutut Alena yang lecet dan berdarah.


Alena mengerucutkan bibir nya kesal, baru saja mendapatkan vitamin malam, tapi sudah langsung buyar.


'pelit sekali dengan senyum, padahal jika tersenyum dia bertambah tampan' gerutu Alena dalam hati


"Ayo masuk, luka mu harus diobati" kata Enzo sembari menjulurkan tangan nya pada Alena


Alena menghela nafas nya perlahan dan menggapai tangan Enzo yang membantu nya untuk berdiri


Alena meringis sakit saat berjalan, kaki nya benar benar sakit, mungkin sedikit terkilir fikir nya. Enzo yang melihat Alena terlihat kepayahan pun langsung mengangkat nya kedalam gendongan nya, hingga membuat Alena terpekik kaget


"En" teriak nya yang langsung mengalungkan tangan nya keleher Enzo


"Maka dari itu jangan jadi gadis bar bar, sakit sedikit saja kau sudah mengeluh" kata Enzo membuat Alena mengerucutkan bibir nya kesal


"Mana ada aku mengeluh, jalanan disana saja yang tidak rata" jawab nya tanpa mau menatap wajah Enzo


"Alasan" sahut Enzo membuat Alena medengus kesal


Enzo membawa Alena masuk kedalam rumah dengan tatapan datar nya, berbeda dengan Alena yang sesekali menahan nafas nya karena begitu gugup dengan keadaan yang seperti ini. Mereka terlalu dekat, bahkan Alena dapat merasakan helaan nafas hangat Enzo yang menerpa wajah nya.


'semoga dia tidak mendengar detak jantung sialan ku ini' batin Alena


'sialan, dia tahu' batin Alena, pertanyaan Enzo langsung saja membuat jantung nya bertambah volume getaran nya, untung saja saat ini mereka sudah tiba didalam rumah, dan Enzo langsung menurunkan Alena dengan hati hati diatas kursi sofa.


"Ya, aku masih terkejut, masih enak bermain, malah harus terjatuh seperti ini" dalih Alena membuat Enzo mendengus


"Dimana kotak obat nya" tanya Enzo


"Eh, tidak perlu, biar aku saja" jawab Alena cepat


"Jangan membantah, kau tidak sehebat bibi Grace, yang ada kakimu semakin terluka" sahut Enzo membuat Alena mendengus kesal


"Kau meragukan ku, selama ini aku yang mengobati luka mu, dan kau bisa sembuh kan, belum mati juga sampai sekarang" balas Alena dengan ketus


Ctak


"Auuhh, Enzo" seru Alena kesal sembari mengusap kembali dahi nya yang dijentik oleh Enzo


"Berisik" ucap Enzo, namun sesaat kemudian dia langsung terduduk dengan memegang kepala nya,


"En, kau" panggilan Alena terputus saat Enzo menggeleng pelan dan memegang kepala nya yang terasa berdenyut kembali.


Bayangan seorang gadis cantik dan seorang pria yang sedang saling menggoda terlintas dikepala nya


"Hei, kau kenapa?" tanya Alena menatap bingung Enzo yang masih diam


"En!!" Panggil Alena lagi, dia terlihat sungguh panik sekarang, karena berulang kali memanggil, Enzo seperti tidak mendengar nya


"Emmh, tidak apa, dimana kotak obat nya?" Tanya Enzo berusaha untuk meredam rasa sakit dikepala nya yang berdenyut


"Didalam lemari itu. Kau benar tidak apa apa, kepala mu sakit lagi?" Tanya Alena khawatir


"Tidak apa apa" jawab Enzo yang langsung beranjak kearah lemari dan mengambil kotak obat didalam sana


"En, biar aku saja" kata Alena panik saat Enzo berlutut dihadapan nya dan mulai membersihkan kaki nya yang terluka


"Diamlah" sahut Enzo


"Tapi kau juga sedang tidak baik baik saja kan" ucap Alena lagi, namun


"Auuh" Alena menjerit saat luka nya ditekan oleh Enzo


"Kalau kau tidak bisa diam, maka akan aku buat luka ini bertambah parah" ancam Enzo membuat Alena langsung terdiam dengan raut wajah kesal


"Keterlaluan" dengus nya, namun Enzo hanya diam dan terus mengobati luka dilutut kaki Alena dengan perlahan


Alena menatap wajah tampan Enzo, yang jika dilihat dari arah manapun tetap saja tampan dan menawan. Pria dewasa ini benar benar menggoda hati dan mata nya, entah kagum atau tertarik, Alena pun tidak tahu, yang jelas dia benar benar suka dengan pria ini. Ya walaupun dia tidak tahu siapa pria ini sebenar nya, entah masih bisa bertemu lagi atau tidak setelah dia mendapatkan ingatan nya kembali, yang terpenting saat ini, Alena bahagia ada Enzo didekat nya. Rasa sepi nya selama ini tidak lagi dirasakan nya, meskipun Enzo tidak banyak bicara, tapi tanpa Alena sadari kehadiran Enzo memang sudah merubah kehidupan nya, apalagi hati nya.


Tiba tiba Alena tersentak, saat mengingat waktu pertama kali Enzo sadar, ada sebuah nama yang disebutkan oleh pria itu kan.


Siapa ya, Alena mengernyitkan dahi nya mencoba mengingat nama samar yang disebutkan oleh Enzo waktu itu


"Rose" gumam Alena pelan dan dia tersentak saat melihat Enzo yang juga tersentak ketika mendengar nama yang disebutkan oleh Alena, bahkan kotak obat ditangan nya yang baru dibereskan nya jatuh kembali


"Rose" gumam Enzo kembali dengan pandangan mata kosong


"Kau mengenal nya?" Tanya Alena pelan dan hati hati, ya tidak salah lagi, nama itu yang disebutkan oleh Enzo saat pertama kali dia sadar dari tidur panjang nya


"Rose"


"Rose"


"Rose"


"Aaargghhh!!!!!" teriakan Enzo terdengar menggema disetiap sudut rumah dimalam itu.


"Enzo" panggil Alena begitu panik saat Enzo terjatuh dan tidak sadarkan diri dengan wajah nya yang memucat.


...


*next,


masih semangat baca nya kan....


masih dong ya, yuk lanjut lagi. Semakin lama semakin seru loh, bakalan ada kejutan kejutan yang tidak terduga nanti nya...


salam dari Alena*