
Sore ini Alena sudah kembali kerumah nya. Kapten Stone memutuskan untuk membawa Alena pulang. Karena bagaimana pun hubungan nya dengan Kenzo masih lah sebagai sepasang kekasih dan belum menikah. Jadi kapten Stone yang akan merawat Alena. Lagipula tidak ada hal yang serius lagi yang dirasakan oleh Alena. Dia hanya harus cukup istirahat untuk beberapa waktu ini dan juga meminum obat yang sudah diberikan oleh Profesor Brian.
Alena kembali kerumah nya setelah melepaskan kepulangan Angel dan Cristian. Dua orang yang kini sudah menjadi orang terdekatnya. Meskipun terkadang Alena begitu cemburu melihat Angel, namun apa mau dikata, dia hanya masa lalu Kenzo. Layaknya Kenzo yang bisa menerima Cristian sebagai teman nya, maka Alena juga harus bisa menerima Angel seperti itu. Apalagi wanita itu cukup membuat Alena merasa termotivasi. Dia membuat Alena ingin sepertinya, cantik, keibuan, namun bisa melindungi dirinya sendiri. Hebat sekali, Kenzo memang tidak pernah salah dalam memilih, tapi bagaimana dengan dirinya???
Alena tersenyum sendiri ketika mengingat itu. Masih tidak bisa dibayangkan nya jika sekarang dia yang telah menjadi kekasih dari seorang Kenzo Barrent yang terkenal dengan sejuta pesona dan penuh dengan kekuasaan.
Dulu dia hanya seorang gadis biasa, gadis yang penuh mimpi untuk menjadi desainer terkenal. Tidak pernah terfikirkan nya jika akan memiliki seorang kekasih. Apalagi dengan masa lalu yang begitu kelam yang membuat dia mengalami trauma yang cukup berat. Tapi kini, kehadiran Kenzo Barrent membuat hidupnya begitu berubah, apalagi karena Kenzo dia bisa berkumpul kembali dengan orang tua dan saudaranya. Jika Kenzo menganggapnya sebagai matahari nya, maka Alena menganggap Kenzo sebagai malaikatnya. Maka siapa yang bisa hidup tanpa malaikat yang sudah mengubah hidupnya?? Tidak akan bisa.
Lamunan Alena terkesiap saat tiba tiba pintu kamar nya diketuk dari luar, dan tidak lama kemudian Reymond muncul dari ambang pintu
"Sedang melamunkan apa hmm?" tanya Reymond yang berjalan mendekat kearah Alena. Dia duduk disamping Alena yang langsung menunjukkan sesuatu diponsel nya. Sebuah foto keluarga yang penuh dengan senyuman, foto mereka bersama dengan Angel dan Cristian juga dengan dua bayi mereka yang menggemaskan
"Foto tadi?" tanya Reymond dengan senyumnya
"Ya, aku pasti akan merindukan mereka" ucap Alena
"Aku masih tidak menyangka jika istri tuan Cris adalah mantan Kenzo. Dan yang lebih mengejutkan, ternyata dia begitu pintar dalam bertarung. Sungguh wanita tangguh yang luar biasa" ungkap Reymond memandangi foto kebersamaan mereka yang diambil sesaat sebelum Angel dan Cristian naik kepesawat mereka
"Apa kakak melihatnya bertarung melawan musuh Enzo?" tanya Alena yang sebenar nya sudah dari semalam dia begitu penasaran dengan kejadian dimalam itu
"Ya, dia bahkan seperti psikopat yang tidak segan segan menebas leher orang orang itu. Aku bahkan tidak berani melihat nya?" jawab Reymond
"Benarkah?? Semengerihkan itu?" tanya Alena yang semakin merapatkan tubuhnya kearah Reymond
"Hmm, aku bahkan sempat menyangka jika dia adalah seorang mafia. Tapi....mana ada mafia yang seorang wanita kan" gumam Reymond lebih tepatnya gumaman pada dirinya sendiri
Alena terdiam dan tidak ingin menanggapi. Dari cerita yang dia dengar Angel memang lah seorang mafia, bahkan Cristian saja berkata jika Angel adalah seorang pemimpin nya. Queen Rose
"Atau jangan jangan dia memang seorang agen atau aparat negara, seperti Joice?" gumam Reymond lagi
Alena menggeleng dan berdecak kesal
"Untuk apa menerka nerka, mungkin dia memang memiliki keahlian itu" jawab Alena
"Entahlah. Aku begitu penasaran dengan wanita itu. Tuan Cris begitu beruntung bukan mendapatkan wanita tangguh seperti itu" kata Reymond dengan senyum lucu nya. Namun Alena langsung memasang wajah jelek mendengar itu
"heh... bukan nya kakak juga sudah mempunyai wanita tangguh, sama seperti tuan Cris" goda Alena memandang wajah Reymond yang sedikit terkesiap
"Joice maksudmu?" tanya Reymond dan Alena langsung mengangguk
"Ya, siapa lagi. Kalian cocok, yang satu penakut dan yang satu pemberani" tambah Alena dengan wajah yang begitu menjengkelkan dimata Reymond
Reymond langsung menarik hidung Alena dengan gemas
"Enak sekali kau mengataiku penakut hmm, kalau aku penakut aku tidak akan membantu Kenzo melawan musuh nya semalam" sahut Reymond kelihatan kesal. Namun Alena malah tertawa lucu melihat nya
"Benarkah seperti itu. Dari yang ku dengar dari daddy, jika Joice yang selalu melindungi kakak. Bahkan tangan nya terluka karena kakak kan" ucap Alena lagi. Reymond langsung menghela nafas nya dengan berat. Dia malah terdiam dan menunduk mendengar perkataan Alena yang seperti itu. Dan itu tentu saja membuat Alena bingung, kenapa tiba tiba Reymond menjadi bimbang begitu??
"Hei kak, kenapa???" tanya Alena
Reymond menoleh pada Alena dan memandang wajah nya dengan lekat
"Sepertinya aku memang sudah harus bisa menerima" ungkap Reymond tiba tiba. Alena kembali mengernyitkan dahinya
"Menerima?" tanya Alena lagi dan Reymond langsung mengangguk
"Menerima permintaan daddy untuk menikahi Joice" jawab Reymond
Alena terdiam dan masih menunggu kelanjutan apa yang sebenarnya ingin dibicrakan oleh kakaknya ini
"Aku begitu senang mendengar nya. Joice gadis yang baik. Dia pasti bisa menjadi istri yang baik untuk kakak nanti" ucap Alena. Reymond tersenyum tipis dan mengangguk
"Ya, meski tidak saling cinta. Tapi aku berharap, pernikahan kami bisa bertahan lama" gumam Reymond
"Kata siapa tidak ada kata cinta?" sahut Alena. Reymond menoleh kearah Alena yang tersenyum dan mengusap bahunya
"Apa kakak tidak bisa lihat jika Joice memang sudah menyukai kakak?" tanya Alena. Dan tentu saja pertanyaan ini membuat Reymond mengernyitkan dahinya dengan bingung
"Menyukai ku?" tanya Reymond dan Alena langsung mengangguk cepat
"Bagaimana mungkin" gumam Reymond tidak percaya. Namun Alena langsung mendengus senyum melihat nya. Dia melepaskan tangan nya dari Reymond, dan duduk dengan tegak seraya memeluk bantalnya. Matanya masih memandang Reymond dengan lekat
"Walaupun dia gadis yang cuek dan dingin, tapi setiap melihat dia memandang kakak, pandangan nya begitu teduh, seperti seseorang yang begitu mengagumi" ucap Alena, dan Reymond masih terdiam tidak percaya
"Dan lagi, jika dia tidak menyukai kakak, dia tidak akan menolong kakak dari bahaya" tambah Alena. Dan entah kenapa hati Reymond terasa aneh mendengar itu
"Bahkan ketika kakak membentak nya hari tu, dia terlihat begitu sedih. Bahkan aku bisa tahu jika dia benar benar sakit hati" ungkap Alena
"Kapan aku membentak nya?" tanya Reymond
"Sewaktu Clara pingsan dibutik, tanpa sadar kakak membentak Joice yang masih terkejut melihat kakak membawa Clara" jawab Alena dengan wajah kesal nya
"Benarkah?" gumam Reymond yang sama sekali tidak mengingat itu
"Kak... dia sudah diminta daddy untuk menjadi istri kakak. Dan tentu nya sedikit banyak dia juga pasti mencoba untuk menerima kakak. Dan jika kakak memperlakukan dia layaknya musuh seperti biasa, dia pasti akan sedih. Walaupun dia gadis tangguh, dia tetap seorang wanita. Dia masih memiliki hati, dia tidak akan bisa menerima perlakuan ketus kakak itu." ungkapan Alena benar benar terasa menghujam jantung Reymond. Dia jadi ingat malam tadi, dimana Joice yang langsung pergi dan menangis karena perkataan kasarnya. Bahkan dia tahan menangis dibawah hujan hingga membuat tubuhnya demam sekarang.
"Cobalah berbaik hati sedikit padanya. Meski dia tidak secantik dan seanggun Clara. Tapi aku yakin dia gadis yang baik" kata Alena lagi
Reymond mendengus senyum dan mengangguk seraya mengusap gemas pucuk kepala Reymond
"Baiklah, ternyata kau lebih pandai dariku dalam urusan percintaan" ujar Reymond
"Tidak juga, aku juga masih harus belajar lagi" jawab Alena dengan tawanya
"Ya, belajar untuk tidak cemburu saat melihat mantan Kenzo yang lebih hebat darimu" ejek Reymond
Alena langsung memukul lengan Reymond dengan bibir yang mengerucut kesal
"Wajar jika aku cemburu. Dia kekasihku, mantan nya juga begitu cantik dan hebat" jawab Alena dengan kesal membuat Reymond tertawa lucu melihat wajah kesal itu
"Yah, sudah lah. Tapi kau yang memang kan. Lagipula dia juga tidak akan mungkin kembali pada Kenzo. Dia sudah memiliki suami yang begitu mencintai nya" kata Reymond dan Alena langsung mengangguk setuju
"Benar. Dan sekarang kita juga harus menerima dan menjaga apa yang sudah ditakdirkan untuk kita" ucap Alena
"Hmmm, meski berat, mungkin sudah jalannya" sahut Reymond pula
Alena tersenyum dan mengusap kembali bahu kakaknya
"Pasti bisa" ucap nya dan Reymond hanya mengangguk saja
.....
Follow Ig aku ya guys @mulyani syahfitri.
Disana ada visual Alena dan Kenzo serta yang lain nya