
Mike duduk dengan sebuah botol minuman beralkohol ditangan nya. Pandangan mata nya menatap tajam seorang anak buah Thomas yang baru saja melaporkan apa yang terjadi beberapa waktu lalu.
Rahang nya terlihat mengeras, wajah nya yang sangar bertambah semakin mengerihkan saat ini. Dia benar benar membenci Kenzo Barrent, yang selalu saja bisa lolos dari semua usaha nya.
Ditambah lagi hari ini mereka harus melawan anggota kepolisian dan seorang agen yang memang tengah mencari diri nya.
Hidup Mike benar benar sudah hancur sekarang.
Thomas baru saja tiba dan masuk keruangan dimana Mike berada. Sebuah markas yang jauh dari sudut kota tempat Mike bersembunyi dari kejaran polisi dan para agen.
Dia terlihat lebih rapi dengan setelan jas resmi nya. Sangat jauh berbeda dengan Mike adik nya, yang penampilan nya sudah begitu kusut saat ini.
"Apa ada yang tertangkap?" Tanya Thomas pada anak buah nya
"Tidak ada master. Kami bisa melarikan diri, dan beberapa orang anggota kita tewas karena serangan dari anak buah Kenzo Barrent dan pihak kepolisian" ungkap anak buah Thomas itu
Thomas terlihat terdiam dan memikirkan sesuatu. Dia menoleh pada Mike yang hanya diam dengan wajah kusut nya.
"Kau ingin membunuh Kenzo Barrent langsung? Kau tidak ingin mencari tahu siapa yang sudah membongkar bisnis ilegal mu Mike?" Tanya Thomas , namun Mike malah mendengus sinis mendengar nya
"Aku tidak lagi memperdulikan itu. Aku tahu itu pasti ulah manusia sialan itu. Aku hanya ingin dia mati dan aku bisa merebut kembali Alena" geram Mike. Dan Thomas terlihat menghela nafas nya dengan berat. Seperti nya adik nya ini memang sudah terobsesi dengan gadis itu. Entah apa kelebihan gadis itu, padahal yang dia lihat Alena hanya gadis biasa dan tidak memiliki pengaruh apapun, namun mampu membuat Mike dan tuan Amerika itu tergila gila pada nya
"Kita susun rencana lagi. Dia bukan orang sembarangan yang bisa dengan mudah dimusnahkan. Apalagi pihak agen tampak nya juga pasti akan bekerja sama dengan dia. Aku akan mencari tahu dimana keberadaan Alena untukmu. Kenzo Barrent pasti menyembunyikan nya disuatu tempat" ungkap Thomas dan Mike hanya mengangguk datar
"Kau jangan keluar dulu untuk sementara waktu Mike. Pihak kepolisian dan para agen saat ini sudah mulai mencurigai aku. Kau tetaplah disini, dan jika sudah ada waktu yang pas, kita akan menangkap mereka secara bersama sama, sembari menunggu Jesica pulih" ungkap Thomas lagi.
"Kenapa dengan dia?" Tanya Mike
"King Aldrego mencoba menyerang nya" jawab Thomas dan Mike kembali diam dan tidak mau tahu tentang itu. Saat ini yang ada difikiran nya adalah bagaimana cara memusnahkan Kenzo Barrent dan mengambil kembali Alena dari tangan nya.
Sedangkan Thomas benar benar dibuat pusing saat ini. Tujuan nya adalah untuk menyerang klan Aldrego, namun yang terjadi dia malah disibukan dengan kasus Mike dan ambisi nya.
Menghadapi Kenzo yang dikira nya mudah ternyata cukup sulit karena pihak agen juga ikut campur tangan saat ini, membuat nya tidak bisa bertindak gegabah, dan saat ini dia dan Jesica memang telah membagi tugas. Jesica terus mengusut tentang keberadaan king Aldrego, sedangkan Thomas dan anak buah nya menyelesaikan permasalahan Mike dengan Kenzo Barrent terlebih dahulu. Ya, hanya itu yang mereka rencanakan, dan mereka belum tahu sampai saat ini jika orang yang ingin mereka habisi adalah orang yang sama. Entah bagaimana jika mereka mengetahui yang sebenar nya nanti.
...
Dirumah sakit....
Alena terlihat duduk dan memandang wajah Reymond yang masih terlihat begitu pucat. Kakak nya itu sudah sadar dan kini sudah dibawa keruang perawatan nya.
Kenzo duduk disofa bersama dengan kapten Stone , mereka terlihat membahas sesuatu disana.
"Apa begitu sakit kak?" Tanya Alena pada Reymond yang tersenyum dan menggeleng pelan
"Jangan bohong, wajah kakak begitu pucat sekarang" kata Alena lagi
"Sakit sedikit" jawab Reymond dengan suara nya yang terdengar begitu serak
"Lihat wajah tampan kakak jadi bonyok begini" lirih Alena sembari tangan nya yang mengusap lembut wajah Reymond yang memang terlihat memar dibeberapa bagian
"Ya, dan sekarang aku memang sudah kalah tampan dari Enzo mu itu kan" ucap Reymond melirik Kenzo yang duduk disofa
"Ya memang kakak selalu kalah tampan dengan nya. Tapi kau tetap kakak ku yang paling baik dan terhebat bagiku" ungkap Alena yang memegang erat tangan Reymond
Reymond langsung mendengus senyum mendengar nya
"Kau sedang merayuku" ucap Reymond namun Alena segera menggeleng cepat
"Tidak, aku begitu bangga padamu yang telah mau menolong teman ku. Kakak terhebat" puji Alena begitu tulus
"Aku tidak mungkin membiarkan nya yang tertembak Alena. Ini sangat menyakitkan, dan aku tidak ingin Clara merasakan nya" ungkap Reymond. Alena langsung menatap nya dengan senyum penuh arti
"Manis sekali" goda Alena membuat Reymond sedikit terkesiap
"Jangan salah paham, dia teman ku juga. Bahkan sudah ku anggap seperti adikku sendiri" ungkap Reymond
"Benarkah" tanya Alena dengan memainkan sedikit alis nya
"Tentu saja" jawab Reymond cepat , Alena langsung tertawa kecil melihat wajah kakak nya yang terlihat salah tingkah. Hati nya sudah lebih lega sekarang karena keadaan Reymond yang memang sudah lebih baik, hanya dia perlu banyak istirahat agar luka nya cepat pulih.
"Jadi apa rencana anda selanjutnya tuan Kenzo?" Tanya kapten Stone pada Kenzo yang kini menoleh pada nya setelah sejak tadi perhatian nya hanya pada Alena
"Entah lah, saya belum ada merencanakan apapun" jawab Kenzo langsung. Namun kapten Stone langsung mendengus senyum mendengar nya
"Mustahil" gumam kapten Stone. Dan kini gantian Kenzo yang tersenyum tipis. Ya, berbicara dengan kapten Stone tidak bisa asal saja. Pria tua yang merupakan kepala agen ini tidak bisa dengan mudah dikelabui, dan dia harus hati hati untuk itu.
"Tujuan saya saat ini adalah menjaga Alena kapten, dan urusan Mike, kita lakukan sesuai kemampuan kita masing masing saja. Siapa yang lebih dulu menangkap nya maka dialah pemenang nya" ungkap Kenzo pada kapten Stone
"Seperti nya anda mengajak saya untuk bertaruh" ucap kapten Stone
"Anggap saja begitu" sahut Kenzo
"Apa reward untuk pemenang nya" tanya kapten Stone pada Kenzo yang terlihat tersenyum penuh arti
"Jika saya berhasil menangkap dan membunuh nya, maka saya akan langsung menikahi Alena dan membawa nya bersama saya, dan anda harus merestui itu" ucap Kenzo
"Dan jika pihak agen yang lebih dulu menemukan nya, maka anda harus menunggu sampai dua tahun kedepan untuk bisa menikahi putri saya" sahut kapten Stone pula.
Kenzo langsung tertawa kecil mendengar permintaan Kapten Stone, dia langsung menoleh pada Alena yang terlihat asik berbincang bersama Reymond yang masih terlihat lemah.
"Itu terlalu berat, tapi baiklah. Saya setuju" ucap Kenzo pada Kapten stone yang langsung mengangguk dan tersenyum tipis
"Ternyata selera anda adalah gadis polos dan lugu seperti putri ku tuan Kenzo" kata kapten Stone yang juga menatap Alena
"Entah lah, tapi memang dia yang berhasil merebut perhatian saya" jawab Kenzo dengan senyum tipis nya
"Saya harap anda memang tidak akan pernah melukai hati nya" harap kapten Stone dan Kenzo langsung menoleh kearah nya
"Saya baru berkumpul dengan nya dalam hitungan hari. Dan saya belum bisa memberikan kebahagiaan apapun untuk nya. Saya berharap siapapun pasangan nya nanti, dia mampu membuat putri saya bahagia, karena hidup nya sudah selalu dipenuhi penderitaan selama dua puluh tiga tahun ini" ungkap kapten Stone yang terdengar begitu lirih, sebenar nya dia keberatan dengan permintaan Kenzo yang ingin menikah dan membawa Alena pergi, karena bagaimanapun dia baru beberapa hari berkumpul dengan Alena. Dan dia masih ingin lebih lama lagi berada didekat putri nya itu. Tapi, dia juga tahu, jika Alena memang begitu tergila gila dengan tuan Amerika ini. Dan jika dia menolak permintaan Kenzo, maka dapat dia pastikan Alena pasti akan kecewa pada nya, dan dia tidak ingin itu terjadi.
"Saya tahu itu. Dan kapten tidak perlu khawatir tentang itu. Ketika saya sudah berkata serius tentang sebuah perasaan, maka sejak itu kebahagiaan nya adalah tanggung jawab saya" jawab Kenzo begitu yakin.
Kapten Stone hanya tersenyum dan mengangguk menatap nya. Sebagai seorang ayah, dia hanya ingin yang terbaik untuk putri nya. Masalah harta, memang Kenzo adalah raja nya, yang dia harapkan adalah Kenzo mampu membuat Alena bahagia, dan mampu selalu melindungi putri nya.
Mereka kembali terdiam dan menatap Alena yang kini terlihat beranjak dari duduk nya dan berjalan kearah mereka.
"Kalian sedang membahas apa?" Tanya Alena menatap Kenzo dan kapten Stone bergantian
"Tidak ada nak, kemari duduk. Apa kakakmu sudah tidur?" Tanya kapten Stone yang menarik tangan Alena untuk duduk disisi nya yang berada ditengah tengah antara dia dan Kenzo.
Kenzo sedikit bergeser dan membiarkan Alena duduk disebelah nya
"Ya, dia masih merasa begitu sakit. Padahal tadi dokter sudah memberi nya obat penahan sakit" ungkap Alena terlihat sedih
"Tidak apa apa, kakakmu memang seperti itu. Nanti setelah bangun dia pasti akan lebih baik" ucap kapten Stone yang memang tahu bagaimana Reymond
"Apa kakak memang begitu takut jarum suntik dad?" Tanya Alena pada kapten Stone yang mengangguk dengan senyum lucu nya
"Dia trauma dari kecil. Sejak mommy mu sakit dan sering masuk rumah sakit, dia juga sering ikut menemani Daddy menjaga mommy. Dan entah karena bosan atau karena takut melihat jarum suntik setiap saat, dia jadi begitu takut untuk disuntik hingga sekarang" ungkap kapten Stone
"Astaga" gumam Alena menatap sedih kakak nya yang terlah tertidur saat ini
"Badan saja besar" gumam Kenzo membuat Alena langsung menatap nya dengan sadis
"En" panggil Alena dengan suara tertahan
"Kenapa, aku benar kan" ucap Kenzo membuat Alena langsung mendengus dan mencubit lengan nya dengan kesal
"Kau ini, jangan samakan dia dengan mu yang se.." perkataan Alena langsung terhenti karena dia hampir saja keceplosan berbicara.
Alis Kenzo terangkat sebelah menatap Alena yang terlihat gugup sekarang. Dia langsung menoleh kearah ayah nya yang menatap nya dengan bingung
"Emm jangan sama kan kak Rey dengan kau yang seorang Presdir dengan banyak otot besar begini, hehe, itu maksud ku" ungkap Alena sembari menusuk nusuk otot lengan Kenzo yang memang begitu kekar dibalik jas dan kemeja nya.
Kenzo hanya mendengus senyum melihat tingkah Alena yang selalu saja polos dan begitu lugu. Tidak tahu apakah dia bisa menjaga rahasia atau tidak, Kenzo tidak perduli itu. Yang terpenting sekarang, adalah bagaimana cara untuk melindungi nya dari jangkauan Mike dan komplotan nya.