
Enzo menatap datar pria itu, wajah nya benar benar tidak asing bagi Enzo. Sedangkan Alena menatap heran pria tinggi besar itu, apa dia mengenal Enzo, apa dia keluarga Enzo, atau dia orang jahat yang mencari Enzo, batin Alena merasa takut. Pasal nya perawakan pria itu sangat menyeramkan bagi Alena, meski tampan namun wajah pria itu yang sangat tegas dan kaku membuat tampang nya menjadi terkesan tajam dan sangar.
"Siapa kau?" Tanya Enzo datar, membuat pria itu langsung terkesiap kaget dengan kernyitan didahi nya
"Bisakah kita bicara berdua saja tuan" pinta pria itu pada Enzo dan melirik sekilas pada Alena.
"mau apa kau ?" tanya Enzo lagi, membuat pria itu sedikit heran melihat nya
"ada yang ingin saya bicarakan tuan, tidak lama" jawab pria itu
Enzo terdiam dan terlihat memikirkan sesuatu, kini dia menoleh pada Alena yang menatap nya khawatir
"Kau yakin?" Bisik Alena , dan Enzo hanya mengangguk dan tersenyum tipis. Karena pria ini pasti tahu sesuatu batin nya.
"Baiklah, aku tunggu disana" tunjuk Alena pada ujung jalan setapak itu. Lagi lagi Enzo hanya mengangguk.
Alena langsung pergi meninggalkan Enzo dan pria itu, meski ragu, namun Alena tidak punya pilihan lain.
Pria itu benar benar menakutkan bagi nya, tapi kenapa dia terlihat begitu hormat pada Enzo, fikir Alena bingung.
Sementara kini Enzo masih menatap pria itu dengan pandangan tajam nya. Sedangkan pria itu menatap Enzo dengan tatapan heran nya.
"Apa yang anda lakukan disini king, kami mencari anda hampir keseluruh sudut kota Newyork, bahkan kini tuan dan nyonya besar sudah mulai menanyakan tentang keberadaan anda" ungkap pria itu membuat Enzo mengernyit heran
"Kau mengenalku?" Tanya Enzo ragu, bagaimana pun dia tidak ingin dimanfaatkan dalam keadaan nya yang seperti ini
Pria yang tidak lain adalah Edward itu terlihat memicingkan mata nya dan menatap seluruh bagian tubuh Enzo dengan seksama. Dari atas hingga kebawah.
'apa yang terjadi pada king, ini benar dia, aku yakin' batin pria itu terdiam heran
"Apa anda sedang menjalankan misi king?" Tanya Edward lagi, namun Enzo semakin bingung dengan semua pertanyaan pria dihadapan nya ini
"Misi, misi apa?" Tanya nya bingung membuat pria itu semakin frustasi
Edward menghela nafas lelah dan kini menoleh pada seorang gadis yang masih berdiri diujung jalan sana memperhatikan mereka
"King , apa yang sebenar nya terjadi pada anda, tolong jangan buat saya bingung seperti ini, kami bahkan sudah mengobrak abrik seluruh sudut kota Newyork untuk mencari anda. Seminggu lebih anda menghilang dan itu cukup membuat kami kelimpungan" kata Edward sedikit kesal. Apa king nya itu sedang mempermainkan nya, batin nya.
Enzo menatap pria itu dengan bingung, namun dia tahu pria itu tidak bohong dengan semua perkataan nya
Enzo menghela nafas sejenak sebelum berkata
"Aku juga tidak tahu apa yang telah terjadi dengan ku, aku ditemukan oleh gadis itu dibawah tebing lebih dari seminggu yang lalu, tapi ketika aku sadar, aku sudah tidak mengingat apapun lagi" ungkap Enzo membuat Edward langsung tertegun dan mengernyit menatap dalam wajah king nya, wajah yang tidak akan berani ditatap nya jika tidak dalam keadaan seperti ini.
"Jadi sekarang anda tidak mengenal saya?" Tanya Edward lagi, dan Enzo langsung mengangguk
"Ya, bahkan akupun tidak tahu siapa diriku sebenar nya" jawab Enzo, pria itu lantas meraup wajah nya frustasi. Dia menghela nafas nya dengan berat.
"Astaga, pantas saja kami kehilangan jejak anda king" lirih nya
"Jika musuh tahu tentang hal ini, bisa dipastikan kita semua akan hancur" gumam Edward
"Musuh, maksud mu?" Tanya Enzo tidak mengerti
"Apa sebelum saya ada seseorang yang menemui anda?" Tanya pria itu terlihat serius
Enzo langsung menggeleng, dan dapat dia lihat Edward langsung bernafas dengan lega
"Lalu, bisakah kau beritahu siapa aku yang sebenar nya, kenapa kau mencari ku hingga mengobrak abrik seluruh kota?" Tanya Enzo heran
"King, anda adalah orang nomor satu dikota Newyork, nama anda terkenal dimana mana, anda pemilik Agensi modeling terbesar didunia dan anda juga adalah pemilik dari klan Aldrego. Tuan Kenzo Barrent Ardrego" jawab Edward begitu lugas
Enzo mengernyit sejenak mencoba mengingat nama itu, dan langsung saja bayang bayang samar melintas dikepala nya, membuat nya kembali merasakan pusing
"Kenzo Barrent" gumam nya
"Ya, saya adalah tangan kanan anda king, Edward" kata pria itu lagi
"Edward" gumam Enzo
"King, kita harus segera pergi dari sini, anda harus mendapatkan kembali ingatan Anda, jika tidak, maka saya pastikan musuh dan seluruh saingan bisnis anda akan memanfaat kan keadaan ini" ungkap Edward begitu serius
"Benarkah aku sepenting itu?" Tanya Enzo lagi membuat Edward kembali mengeram frustasi. Dia benar benar kesal dan bingung sekarang, seminggu lebih dia seperti orang gila mencari keberadaan Kenzo namun sekarang dia benar benar menjadi gila saat mengetahui ingatan Kenzo yang hilang tanpa tersisa.
"Bahkan anda lebih penting dari seorang presiden" jawab Edward
"Lalu kenapa gadis itu dan orang orang didesa ini tidak mengenaliku Ed?" Tanya Kenzo heran
Edward kembali menoleh pada gadis diujung jalan itu,
"King, desa ini adalah desa terpencil, bahkan tidak terlacak dalam peta kota Newyork. Penduduk nya juga masih jarang yang keluar kota, jadi wajar jika mereka tidak mengetahui siapa Anda, bahkan saya juga tidak menyangka kenapa anda bisa sampai didesa terbuang ini" gerutu Edward
"Karena hanya desa ini yang belum kami jelajahi, orang orang kita menemukan anda malam tadi, dan tentu saya langsung terbang kemari" jawab nya singkat. Kenzo hanya mengangguk paham
"Lalu apa yang harus aku lakukan sekarang?" Tanya Kenzo lagi
"Sebaiknya anda ikut saya pulang king, perusahaan dan orang orang kita membutuhkan anda" jawab Edward
"Kau tidak membohongi ku kan" tanya Kenzo menatap curiga Edward
"Anda bisa membunuh saya jika saya berbohong" jawab nya serius
"Baiklah, tapi aku harus pulang dulu dan berpamitan pada gadis itu dan bibi nya" kata Kenzo dan Edward langsung mengangguk setuju
"Baiklah, saya akan mengantar anda" jawab Edward
"Jika mereka bertanya, bilang saja kau kerabat ku, jangan berkata apapun tentang statusku" pinta Kenzo
"Siap king" jawab Edward
Kenzo pun langsung melangkah dan berjalan mendekati Alena yang masih setia menunggu nya diujung jalan diikuti oleh Edward dibelakang nya.
"Ayo pulang" ajak Kenzo . Alena menatap ragu kearah Edward yang berwajah datar itu, bahkan terlihat menakutkan karena wajah nya yang tegas dan sangar
"Saya adalah kerabat tuan Ken nona, saya mencari keberadaan tuan Ken kemari" ungkap Edward
"Kau tidak berbohong kan" tanya Alena curiga dan menoleh pada Kenzo yang mengangguk tenang
"Tentu tidak nona" jawab nya yakin
"Aku yakin dia tidak berbohong, sekarang ayo pulang, aku ingin meminta izin pada bibi untuk pulang kerumah ku" ungkap Kenzo membuat Alena tertegun
"Kau akan pergi?" Tanya nya begitu pelan
"Ya, tidak ada alasan lagi aku harus bertahan dirumah kalian, sudah cukup aku merepotkan mu dan bibi, sekarang aku harus pergi dan mencari kembali ingatan ku yang hilang" jawab Kenzo membuat Alena mengangguk dan berusaha tersenyum semanis mungkin, meski sudut hati nya berubah mendung sekarang.
'kenapa secepat ini' batin nya dalam hati
Edward yang melihat senyum itu terasa berdesir hati nya, senyum yang sangat manis, senyum yang tidak pernah dilihat nya sebelum ini.
Mereka pun berjalan pulang kerumah bibi Grace, tidak lama karena rumah itu tidak jauh dari tempat Edward menemukan Kenzo tadi.
Kenzo berpamitan pada bibi Grace dan Alena, dia mengucapkan banyak terimakasih atas kebaikan hati mereka berdua yang telah membantu merawat nya selama ini. Dan dia berjanji jika nanti, dia akan membalas semua yang telah mereka lakukan.
Edward juga membantu kenzo berbicara sebagai kerabat dekat yang ditugaskan oleh orang tua Kenzo untuk mencari nya.
Alena melepaskan Kenzo dengan hati yang terasa perih, namun senyum manis nya mampu menutupi itu semua.
"Terimakasih atas kebaikan mu, aku berjanji, suatu saat akan membalas kebaikan mu ini" kata Kenzo pada Alena
"Tidak apa apa, aku hanya berpesan, jika kau sedang bersedih mainlah ketempat ini, tempat ini selalu terbuka untuk mu" jawab Alena membuat Kenzo mengangguk dan tersenyum tipis
"Tentu. Aku pergi, dan sampai bertemu dilain waktu" ucap Kenzo sembari tangan nya mengusap singkat pucuk kepala Alena yang membeku ditempat
Kenzo membalikan tubuh nya dan berjalan meninggalkan rumah yang lebih dari seminggu ini menjadi tempat nya bernaung. Pergi dengan meninggalkan Alena tanpa berbalik lagi, pergi meninggalkan kenangan manis untuk gadis cantik itu.
Dan tanpa sadar mata Alena berkaca kaca meski senyum masih ada diwajah nya. Mata nya masih menatap lekat punggung Kenzo yang mulai menjauh dan bahkan dia berdiri hingga tubuh Kenzo tidak lagi terlihat dimata nya.
"Semoga kau selalu mengingat ku En" gumam Alena begitu lirih.
Entah apa yang dirasakan nya, dia senang ketika Enzo nya menemukan keluarga nya kembali, tapi kenapa sudut hati nya terasa begitu perih dengan kepergian pria itu. Pria yang tanpa sadar telah mencuri sebagian hati nya.
"Sudah jangan bersedih" kata bibi Grace mengusap bahu Alena yang tersenyum getir menatap nya
"Aku hanya tidak menyangka dia akan pergi secepat ini bibi" ungkap Alena
"Dia mempunyai keluarga yang menunggu nya Alena. Kita tidak bisa menahan nya lebih lama. Lagi pula semakin lama dia disini, maka semakin sakit yang akan kau rasakan nanti nya" ungkap bibi Grace membuat Alena mengernyit menatap nya
"Maksud bibi" tanya Alena
"Bibi tahu kau tertarik pada nya" jawab bibi Grace membuat wajah Alena merona malu
...
next ...
jangan lupa tinggalin jejak ya guys
like dan komen kalian begitu membantu semangat ku
terimakasih yang sudah membaca