
Flash back Alena POV
Siang itu aku baru saja pulang kerumah setelah mengikuti acara wisuda ku. Ya, aku sudah bergelar sarjana sekarang, lulusan terbaik pula. Aku begitu bahagia hari itu, meski tidak ada seorang pun yang menemani hari bahagia ku, tapi aku cukup bersyukur karena aku bisa menggapai impian ku untuk menjadi seorang sarjana.
Banyak halangan dan rintangan yang kulalui selama aku kuliah dan puncak nya dimulai ketika ibu tiada, mulai dari hasutan saudara angkat ku yang selalu iri padaku, kelakuan ayah angkat ku yang selalu semena mena terhadapku hanya karena aku adalah anak angkat nya.
Dia selalu meminta bayaran atas apa yang telah aku makan selama aku tinggal bersama nya, padahal semenjak ibu meninggal aku sudah mulai bekerja dan menghidupi diriku sendiri.
Aku berjuang sendiri untuk mencari biaya sekolah dan untuk membayar hutang hutang judi ayah ku.
Hidup ku benar benar penuh perjuangan, dimana gadis seusia ku bisa dengan bebas bermain dan belajar dengan tenang, tapi aku harus berjuang keras agar bisa hidup dengan baik.
Terkadang aku lelah, dan aku ingin menyerah. Tapi aku ingat pesan ibu dan nasehat dari nya. Dia mengatakan jika aku harus menjadi gadis yang kuat dan tangguh, aku harus tetap ceria dan semangat walau bagaimana pun keadaan memaksaku untuk berhenti.
Aku ingat pesan terakhir dari nya, jika ketika aku sudah punya uang sendiri, aku harus mencari keberadaan orang tua kandungku. Meski tidak yakin, tapi ibu bilang, jika aku akan aman ketika telah menemukan mereka. Ya, aku tidak yakin, karena aku fikir, jika mereka menyayangiku mereka tidak akan membuang ku bukan.
Beban ku bukan hanya tentang itu, tapi kelakuan ayah yang semakin menjadi. Tepat ketika aku pulang kerumah dihari itu, hari yang menjadi hari terakhir ku berada dirumah yang menjadi tempat ku bernaung selama ini. Rumah yang kusangka adalah tempat paling aman dan nyaman , namun ternyata rumah itu adalah tempat segala penderitaan ku dimulai.
Aku melihat beberapa orang pria berjaket hitam dengan tampang yang begitu menyeramkan dengan tato disekujur tubuh mereka, berdiri didepan rumah ayah.
Aku melangkah masuk dengan ragu, dan ketika tiba didalam rumah itu, aku melihat seorang pria yang tidak kalah seram duduk dengan angkuh diatas sofa, dan ayah ku berdiri dibelakang nya bersama kakak ku.
Aku mengernyit heran menatap mereka.
Pria itu menatap ku dari atas kebawah seperti sedang menelisik apakah ada sesuatu yang kurang dari tubuh ku. Aku bergidik ngeri ketika melihat pria itu tersenyum sinis menatap ku. Jantungku mulai bergemuruh hebat, dan aku merasakan firasat tidak baik untuk ini.
"Bawa dia" perintah nya pada beberapa orang yang berdiri dibelakang nya bersama ayah
Aku menatap ayah dengan wajah bingung dan takut
"Ayah, ada apa ini?" Tanya ku begitu ketakutan , apalagi ketika dua orang berbadan besar itu memegang kedua lengan ku dengan kuat
"Kau ikut tuan Mike sekarang Alena. Aku sudah menyerahkan mu padanya" kata ayah dengan wajah datar tanpa belas kasihan , aku langsung menangis mendengar nya apalagi kakak ku yang tersenyum melihat penderitaan ku
"Ayah, Ale tidak mau ayah" teriak ku saat tangan ku ditarik paksa keluar dari rumah itu
"Lepass!!" Teriak ku mencoba untuk memberontak, namun percuma karena tenaga ku bukan apa apa dibanding mereka
Aku menangis meraung membuat pria bernama Mike langsung mencengkram pipi ku dengan kuat
"Diam, atau kau aku habisi sekarang" ucap nya penuh ancaman membuat ku menatap iba pada ayah, aku takut dan benar benar takut, rasa nya seluruh kebahagiaan ku hilang saat itu juga
"Ayah tolong" pintaku namun ayah tidak lagi ingin menatap ku
"Kau meminta tolong pada nya, percuma nona. Kau sudah dijadikan alat penebus hutang untuk ku" ucap Mike membuat ku terbelalak kaget
"Ayah, kau tega" teriak ku dengan tangisan pilu, dan bertambah pilu dengan kalimat ayah yang terdengar menyakitkan
"Kau sudah beruntung aku urus dari kecil. Jika tidak kau sudah mati dijalanan itu. Jadi ini saat nya kau membalas Budi" kata ayah membuat ku menangis tidak berdaya. Sungguh, dia adalah orang yang paling kejam didunia, saat orang yang dipanggil dengan sebutan ayah itu malah tega menjual anak nya sendiri, meskipun bukan anak kandung, tetapi tidak kah dia menganggap aku ini manusia, bukan binatang yang bisa diperjual belikan. Hati ku luluh lantak hari itu juga, rasa nya benar benar menyedihkan.
Dan hari itu adalah puncak sejarah penderitaan ku dimulai. Semua nya terasa begitu menyakitkan, bahkan rasa nya aku ingin mati saja saat itu.
Mike membawa ku kemansion nya. Mansion yang sangat besar karena dia adalah seorang pengusaha sukses dinegara itu.
Aku ditempatkan disebuah kamar yang cukup luas dan indah.
Awal nya tidak ada yang aneh, aku diperlakukan dengan baik oleh pelayan pelayan nya. Tiga hari aku tidak menemukan keberadaan nya dimansion itu, karena kata pelayan disana dia sedang ada urusan diluar kota. Aku sudah mencoba berbagai cara untuk keluar dari tempat itu, tapi nihil, penjagaan nya begitu ketat, hingga aku menjadi seperti seorang putri yang terkurung dan tidak dapat keluar lagi
Dan dihari keempat , dia datang. Dia datang dengan wajah yang begitu kusut dan menyeramkan. Aku takut, dia masuk kekamarku dengan senyum yang menyeringai
"Aku ingin pulang" ucap ku dengan nada bergetar namun dia malah tertawa dan berjalan mendekatiku
"Rumah mu disini baby" jawab nya semakin mendekat, hingga aku sudah tidak bisa berlari kemana pun
"Ka,, kau. Kau mau apa?" Tanya ku penuh dengan ketakutan, bahkan tubuh ku sudah bergetar begitu takut melihat wajah nya. Nafas ku tersengal ketika dia mendekat dengan wajah yang penuh nafsu
"Aku mau dirimu. Puaskan aku sekarang" ucap nya membuat ku langsung terbelalak kaget
"Ti tidak. Tidak mau" kata ku berusaha melepaskan cengkraman tangan nya didagu ku
"Kau tidak bisa menolak, kau milik ku" geram nya dan mulai menyentuh tubuh ku
Aku menangis pilu dan berusaha memberontak, namun percuma
"Aku aku akan memuaskan mu, ta tapi tidak sekarang Mike" teriak ku berusaha menjauh kan wajah nya dari tubuh ku.
Dia menatap ku dengan begitu sadis
"A aku, aku sedang datang bulan sekarang" jawab ku terbata, bahkan dengan getar suara yang penuh
"Tidak, kau bisa bertanya pada pelayan yang melayani ku, atau aku, aku bisa menunjukan bukti nya" ucap ku dengan cepat
Dia mendengus kesal dan langsung berlalu keluar dari kamar ku, setelah menghempaskan tubuh ku kelantai.
Aku langsung terduduk dengan lemas disudut dinding malam itu. Menangis tersedu sedu. Mengenang nasib ku yang sangat buruk. Ingin meminta perlindungan, namun pada siapa, aku tidak punya siapa siapa lagi didunia ini.
Malam ini dan seminggu kedepan aku akan aman, tapi bagaimana dengan hari berikut nya. Bagaimana cara nya aku bisa pergi.
Hari hari berikut nya aku lalui dengan perasaan was was dan penuh ketakutan.
Mike selalu mendatangi ku setiap malam, terkadang mengajak ku bercerita tapi ketika aku melakukan kesalahan aku akan disiksa habis habisan oleh nya.
Seperti malam itu dia meminta ku untuk memuaskan nya dengan cara lain, namun aku menolak dan menendang tubuh nya. Dia marah besar, dia memukul ku berkali kali, bahkan hingga aku telah babak belur dan tidak berdaya dia tetap menyiksa ku. Dia berhenti saat aku telah tidak sadarkan diri lagi.
Sungguh, aku benar benar tidak kuat lagi berada disana. Apalagi saat hari dimana aku sudah bersih, aku begitu takut.
Mike datang dan menagih janji ku. Aku benar benar bingung, dan aku takut. Rasa nya begitu tidak rela memberikan satu satu nya yang berharga yang kupunya untuk orang sekejam Mike.
Malam itu dia datang dengan senyum diwajah nya, tapi sungguh aku sudah takut melihat nya, apalagi dengan segala pelecehan yang dilakukan nya dan juga penyiksaan yang selalu aku terima.
Mike menarik tangan ku dan membawaku kesuatu tempat dengan mobil nya. Aku was was, rasa nya aku benar benar ingin lari saat itu.
Dan saat melihat ada kesempatan, aku keluar dari dalam mobil ketika Mike sedang lengah karena menerima telepon.
Aku berlari dengan sekuat tenaga didalam kegelapan malam, namun langkah kaki juga terdengar mengikuti ku.
Nafas ku tersengal, dadaku benar benar bergemuruh hebat, kaki ku rasa nya benar benar lemas hingga tidak mampu berlari lebih jauh. Disaat kaki ku mulai lemas disaat itu pula lah sebuah tangan menangkap tubuh ku
"Kau tidak akan bisa lari ******" geram nya dengan suara yang begitu berat dan menakutkan. Dia memberikan ku beberapa pukulan dan tendangan diwajah dan tubuhku yang tidak berdaya lagi saat itu.
Dia mengangkat tubuh ku seperti sebuah barang. Aku memberontak kuat, tapi tenaga nya cukup besar.
Apalagi saat dia menghempaskan aku kedalam mobil nya.
Wajah nya gelap dan benar benar menakutkan saat itu. Dia mengungkung paksa tubuh ku, menjelajahi setiap inci apa yang aku miliki. Aku ketakutan, aku berdoa semoga ada seseorang yang datang menyelamatkan ku, tapi percuma. Tempat itu begitu sepi, dan tidak ada seorang pun yang bisa menolongku dari cengkraman monster ini.
Pakaian ku sudah tidak berbentuk lagi, mata Mike sudah dipenuhi kabut gairah dan aku benar benar takut saat itu. Rasa nya benar benar ingin mati. Apalagi ketika dia membuka celana nya dan menampakan benda pusaka nya yang siap menyerang ku.
Aku kalap, aku menjerit histeris, namun dia membungkam mulut ku dengan tangan besar nya. Mata ku melebar sempurna, apalagi saat dia ingin menghujam benda itu untuk masuk ke tubuh ku.
Flash back off
"Cukup" kata Kenzo . Dia langsung memeluk Alena yang menangis sesenggukan disela sela cerita kehidupan nya.
Entah kenapa hati Kenzo benar benar teriris mendengar cerita Alena. Dia tidak pernah menyangka jika gadis yang dikenal nya ceria dan penuh semangat ini ternyata menyimpan sebuah kesakitan yang begitu mendalam
"Aku takut En, aku takut, dia sudah datang. Aku takut.. hhuuuu" tangis Alena semakin menjadi dalam pelukan Kenzo. Kenzo langsung mengeratkan pelukan nya.
Wajah nya benar benar dingin sekarang, dia benar benar benci dengan orang yang telah berani melakukan pelecehan seperti itu. Apalagi ini pada Alena.
Rahang Kenzo mengeras, bahkan tatapan nya berubah menjadi king Aldrego yang sesungguh nya.
"Tenang lah Alena. Kau akan aman bersama ku" kata Kenzo mencoba setenang mungkin meski hati nya benar benar bergemuruh hebat.
Entah lah, rasa nya dada nya benar benar seperti terbakar hebat saat ini
"Aku takut...." Ucap Alena lagi. Bahkan dapat Kenzo rasakan tubuh Alena bergetar hebat dalam pelukan nya.
Lama dia memeluk Alena hingga akhir nya tangis Alena mereda meski isak nya masih terdengar. Kenzo melepaskan pelukan nya perlahan dan menangkup wajah Alena yang memerah karena terlalu banyak menangis.
Dihapus nya air mata di wajah Alena dengan begitu lembut. Perlakuan yang tidak pernah dilakukan nya pada siapapun, kecuali pada seorang gadis dimasa lalu nya.
"Jangan takut, aku akan selalu ada untuk mu. Kau tidak sendiri lagi sekarang." Kata Kenzo membuat Alena menatap nya dengan pandangan sendu
"Apa aku boleh berharap, aku takut kau hanya berbohong En" lirih Alena yang masih terisak pelan
"Alena, tatap mataku" pinta Kenzo begitu serius, tangan nya menarik dagu Alena agar menatap kearah nya
"Aku berjanji padamu. Dan kau bisa pegang janjiku ini. Aku , akan selalu melindungi mu. Percayalah" kata Kenzo begitu dalam dan yakin membuat air mata Alena kembali menetes.
"Terimakasih En, terimakasih" ucap Alena yang kembali memeluk tubuh Kenzo dengan erat.
Kenzo memejamkan mata nya dan merasakan kehangatan dan juga penderitaan gadis ini. Gadis yang membuat hati nya begitu mengiba.
'aku tidak tahu kenapa dan mengapa. Aku tidak ingin perduli, tapi hati ku berkata lain. Kau berhak bahagia Alena. Dan aku akan membantu mu untuk itu' batin Kenzo