
Sungguh tidak ada siksaan yang paling berat kecuali melihat pemandangan indah didepan mata nya saat ini.
Kenzo benar benar menahan hasrat nya melihat Alena. Tubuh Alena sudah polos bagai bayi yang baru lahir, begitu bersih dan sangat mulus tanpa cela.
Mata Kenzo beberapa kali memejam rapat. Dan bahkan suhu tubuh nya meningkat drastis sekarang.
Nafas nya memburu bahkan mata nya sudah dipenuhi oleh kabut gairah.
Alena menggeliat karena air dingin yang merendam hampir seluruh bagian tubuh nya.
"Oh ****" umpat Kenzo yang langsung menyambar handuk dan mengangkat tubuh Alena. Bagaimana pun dia pria dewasa yang jika melihat pemandangan yang membuat naluri nya bergejolak ini dia tidak akan bisa menahan nya.
Bertahan lama lama disana dia bisa benar benar khilaf. Apalagi melihat tubuh Alena yang begitu menggoda. Entah lah, Kenzo benar benar heran melihat aura Alena, sangat kuat dan memikat. Bukan sekali dua kali dia melihat tubuh wanita lain, namun sungguh, Alena benar benar merusak fantasi nya.
Kenzo membaringkan Alena diatas kasur nya sembari mengeringkan tubuh dan rambut gadis itu dengan cepat.
Tangan nya masih bergetar karena menahan hasrat nya.
Setelah dirasa kering, Kenzo langsung memakaikan Alena kemeja nya agar gadis itu tidak kedinginan.
Kenzo kembali menghela nafas nya saat tugas nya selesai. Dia melihat Alena masih saja gelisah, namun dia harus pergi sekarang, jika tidak maka dia tidak akan bisa menahan nya lagi. Suhu ruangan yang seharusnya sejuk karena pendingin ruangan itu, kini sungguh terasa panas bagi Kenzo. Dan dia tidak bisa berlama lama didekat gadis itu.
Namun saat akan beranjak, Alena langsung menarik tangan Kenzo, hingga membuat laki laki itu berhenti dan menoleh kearah nya
"Jangan pergi, aku takut. Aku takut" racau Alena dengan mata yang terpejam dan dahi yang begitu mengkerut
Dia menarik lengan Kenzo hingga mau tidak mau Kenzo langsung terduduk disamping Alena dan mengusap kepala gadis itu. Mata tajam Kenzo menatap lekat wajah Alena yang terlihat sangat lembut namun dia tahu wajah itu menyimpan beban yang begitu berat.
Alena langsung tenang kembali, namun tangan nya tidak juga melepas lengan Kenzo. Malah kini dia memeluk lengan itu dan merapatkan tubuh nya pada Kenzo yang kembali menggeram
"Oh Alena, jangan seperti ini. Aku benar benar tidak bisa menahan" geram Kenzo, namun Alena tak bergeming. Dia malah memejamkan mata nya dengan tenang membuat Kenzo kesal bukan kepalang
"Kau benar benar menyusahkan ku Alena" ucap Kenzo sembari tangan nya mengusap wajah Alena yang kembali tertidur
Tangan Kenzo berhenti dibibir merah muda alami itu. Dia terpaku sesaat melihat bibir yang sangat memikat. Tangan nya mulai bermain disana dengan sangat intens
Hingga dia menundukan tubuh nya dan mendekatkan wajah nya kewajah Alena.
Semakin dekat dan lebih dekat. Hingga
Cup
Kenzo mengecup singkat bibir ranum itu. Dan oh tidak, rasa nya benar benar sungguh manis dan memabukkan. Hingga Kenzo mengulangi nya kembali
Namun kali ini bukan sebuah kecupan, melainkan sebuah ciuman yang begitu lembut dan hangat. Sebuah sensasi yang sudah lama sekali tidak dirasakan nya.
Kenzo langsung melepaskan pelukan dilengan nya. Dia memposisikan tubuh nya diatas Alena. Sungguh dia tidak lagi bisa menahan nya, bibir itu begitu candu hingga dia tidak bisa untuk berhenti lagi.
Kenzo mengecup, mencium dan ******* nya dengan penuh hasrat. Sungguh, dia hanya lelaki normal yang tidak bisa disuguhkan oleh keindahan ini.
Tangan nya mulai menjalar meraba tengkuk Alena. Membuat gadis itu menggeliat pelan dalam tidur nya.
Kenzo mulai memperdalam ciuman nya, membuat Alena bergerak gelisah dalam tidur nya.
Tiba tiba dia terisak dan mulai mengeluarkan air mata, membuat Kenzo langsung melepaskan pagutan nya dan menatap wajah Alena yang kembali gelisah dan menangis
Mata Kenzo mengerjap cepat, dan dia langsung meraup wajah nya dengan kasar.
"Sial , apa yang sudah ku lakukan" ucap Kenzo frustasi dengan nafas yang masih bergemuruh. Dia langsung beranjak dan duduk dengan tegak dan memperhatikan Alena yang terisak disana.
"Jangan, tolong jangan" gumam Alena dengan tangan yang meremas kain selimut nya dengan kuat, dan tentu itu membuat Kenzo menghela nafas kesal
"Maafkan aku Alena, maaf" ucap Kenzo penuh sesal, dia mengusap wajah Alena mencoba menangkan gadis itu, dan menggenggam lembut tangan halus yang tampak gemetar itu
"Aku mohon jangan" Isak Alena lagi membuat Kenzo langsung mengeratkan genggaman nya
"Tolong aku En, tolong. Aku takut" gumam Alena terus menerus membuat Kenzo semakin merasa bersalah. Ternyata rasa trauma Alena benar benar sudah mendarah daging. Bahkan dalam ketidaksadaran nya dia sudah seperti ini. Dan lagi Kenzo hampir saja melakukan kesalahan fatal yang akan membuat trauma gadis itu bertambah parah.
"Aku disini , aku disini Alena" bisik Kenzo ditelinga Alena.
Kenzo melepaskan kemeja nya yang kotor dan mulai merebahkan diri nya disamping Alena dan langsung memeluk Alena dengan hangat
Lama kelamaan gadis itu tenang kembali.
Kenzo merutuki kebodohan nya.
Meski dalam keadaan tidak sadar pun Alena masih ketakutan, dan seperti nya kejadian itu membuat trauma batin yang mendalam untuk nya.
"Maafkan aku Alena" gumam Kenzo menatap wajah Alena dan mengusap air mata yang mengalir disudut mata nya
"Aku berjanji akan menghancurkan nya untuk mu. Aku berjanji" kata Kenzo sembari mengecup singkat pucuk kepala Alena yang kini telah tenang kembali. Trauma Alena, dan semua tentang gadis itu membuat sudut hati Kenzo semakin iba dan tidak menentu. Semakin lama, dia semakin terikat dengan gadis ini. Dan terkadang Kenzo sendiri tidak tahu dengan perasaan nya, yang entah hanya iba atau ada sesuatu yang lain.
"Sial, aku benar benar tidak bisa menahan nya. Maafkan aku Alena" gumam Kenzo lagi. Dia benar benar merutuki kebodohan nya yang mencumbui Alena yang sedang tidak sadar.
Hampir satu jam dia menemani Alena diatas tempat tidur. Dan setelah Alena tenang dan benar benar terlelap, Kenzo langsung turun dan beranjak kekamar mandi.
Dia ingin membersihkan tubuh nya dan menenangkan sesuatu yang sejak tadi ingin meledak keluar.
Bahkan sekarang dia tidak dapat tidur dengan tenang dan memilih untuk menghabiskan malam nya diruang tamu apartemen nya.
..
Pagi mulai menyingsing. Dan matahari sudah mulai menghangat.
Alena mulai membuka mata nya perlahan dan menatap sekitar nya dengan mata yang menyipit.
"Diapartemen Enzo lagi" gumam nya
Namun beberapa saat kemudian dia langsung terperanjat kaget dan langsung terduduk diatas kasur itu
"Malam tadi kan aku ada di club'. Dan Enzo datang, dia marah dan menarik ku pulang" gumam Alena begitu panik
Dia langsung melihat tubuh nya dan terbelalak kaget
"Siapa yang mengganti pakaian ku" gumam Alena meremas kemeja itu
"Apa Enzo?" Tanya nya lagi
"Ah, aku juga tidak memakai dalaman. Lalu Kenzo melihat semua nya" gumam Alena tak percaya
"Oh my God" ucap Alena langsung menutup mulut nya dengan kedua tangan nya. Wajah nya memerah membayangkan Kenzo yang mengantikan pakaian nya malam tadi
Alena segera berlari kekamar mandi dan mencuci muka nya. Setelah itu dia langsung berjalan menuju pintu kamar itu dan mengintip Kenzo dari sana.
Alena mengernyit heran, tidak ada siapa siapa disana.
"Kemana Enzo" gumam nya
Alena berjalan perlahan tanpa alas kaki sembari menggulung rambut nya asal. Dia berjalan menuju dapur, namun karena fokus pada rambut nya dia tidak melihat jika Kenzo juga datang dari arah dapur dan sedang memandang ponsel nya yang berbunyi
Bruk
Tubuh Alena langsung terhuyung, namun dengan sigap Kenzo langsung menangkap nya
Mata cokelat gelap dan mata kebiruan yang indah itu saling memandang beberapa saat hingga pandangan Kenzo kini beralih kembali pada bibir merah muda itu.
Seketika dia teringat dengan kelakuan nya malam tadi.
"****" umpat nya yang langsung melepaskan Alena hingga gadis itu langsung terjerembab kelantai
"Auuhhh... Enzo" pekik Alena menatap kesal Kenzo
"Jalan pakai mata" ucap Kenzo datar dan langsung meninggalkan Alena yang terperangah menatap Kenzo yang berlalu meninggalkan nya
Alena mengerucutkan bibir nya dan langsung berdiri mengejar Kenzo yang kini duduk disofa ruang tamu itu. Dia sudah rapi dengan setelan nya. Hari masih gelap tadi dia sudah mandi dan berganti pakaian.
Semalaman tidak dapat tidur membuat nya pusing, dan lagi pagi ini dia malah kembali melihat bibir manis itu, membuat nya bertambah pusing saja.
Alena berdiri disamping Kenzo dengan wajah bingung dan takut nya. Dia mengira Kenzo masih marah pada nya karena malam tadi
"En, maafkan aku" ucap Alena begitu lirih, namun Kenzo hanya diam, dia tidak ingin melihat Alena yang terlihat begitu seksi itu. Bayangan tubuh polos itu masih saja menghantui fikiran nya. Dan Kenzo takut dia benar benar tidak bisa menahan nya, cukup rasa bersalah nya yang sudah mampu membuat nya tidak bisa tidur malam tadi.
Namun Alena malah berfikir jika Kenzo sedang marah besar saat ini
"Ja jangan marah pada Clara juga. Aku yang ingin ikut. Aku, aku hanya ingin mencari udara segar dan ... Dan" ucapan Alena terhenti saat Kenzo menatap nya dengan dingin, namun kembali memalingkan wajah nya kembali.
Kenzo menarik nafas nya dalam dalam mencoba meredam hasrat gila nya saat ini
"Apa kau tidak berfikir diluar sana berbahaya bagimu?" Tanya Kenzo dingin tanpa menatap wajah Alena. Pandangan mata nya hanya fokus pada meja didepan nya.
"Teman teman Clara baik En, mereka tidak macam macam sama sekali" ungkap Alena langsung
Kenzo langsung mendengus kesal mendengar kepolosan Alena
"Bukan mereka Alena. Tapi apa kau tidak berfikir jika saja Mike menemukan mu disana. Apa yang akan terjadi. Dia akan membawamu dan mengurung mu. Kau mau itu terjadi lagi ha" kata Kenzo dengan nada yang sedikit tinggi dan menatap tajam wajah Alena yang terkesiap kaget dan langsung menundukan wajah nya.
Dia benar benar bodoh dan tidak sampai berfikir jauh kesana
"Maaf, aku tidak akan mengulangi nya lagi" jawab Alena menahan Isak tangis nya yang mulai keluar. Lagi lagi dia membuat Kenzo susah
Kenzo kembali menarik nafas nya dalam dalam
"Sudah lah pergi bersihkan dirimu. Nanti kau akan akan diantar Edward kebutik mu" kata Kenzo langsung beranjak dari kursi nya membuat Alena menatap nya bingung
"Kau mau kemana?" Tanya Alena
"Bekerja" jawab Kenzo dingin dan tanpa menoleh kearah Alena lagi
Alena tertunduk dalam dalam. Dia lalu menghempaskan tubuh nya diatas sofa mewah itu
"Lagi lagi aku menyusahkan nya" gumam Alena sedih