
Dua minggu berlalu sebagaimana mesti nya. Tidak ada yang berubah sama sekali. Semua masih sama dan tidak ada yang berubah.
Seorang pria dewasa berjalan dengan tatapan datar nya diikuti oleh beberapa orang berjas dibelakang nya.
Kilauan kamera hanya mampu mengambil gambar nya dari kejauhan saja. Karena tidak ada satupun dari mereka yang berani mendekati pemilik dari agensi modeling terbesar dinegara itu, Kenzo Barrent Aldrego .
Pria tampan berusia tiga puluh satu tahun itu kini baru muncul kembali setelah beberapa minggu menghilang dari pandangan dunia, bukan hal yang aneh, karena memang pria tampan dengan berjuta pesona itu sudah sering keluar masuk luar negeri untuk menjalani berbagai bisnis nya yang mendunia.
Tidak ada yang tidak mengenal nya, satu negara tahu jika pria itu adalah seorang yang sangat berpengaruh dikota Newyork. Bahkan untuk sekelas para pejabat dan aparatur negara saja tidak ada yang berani untuk mengusik nya, karena memang dia memiliki peran penting dalam setiap bisnis yang menguntungkan bagi negara itu.
Nama nya sudah melejit sukses bahkan dia salah satu orang yang sangat diperuntungkan dalam dunia bisnis, bukan hanya dalam agensi permodelan, namun juga merambah dalam bisnis properti, perhotelan, rumah sakit bahkan hingga senjata yang digunakan oleh aparatur negara adalah dari hasil produksi orang orang nya.
Meskipun dia cukup terkenal hebat dan ternama bahkan disegani, namun tetap saja selalu ada musuh yang tidak suka dengan keberhasilan nya. Entah itu saingan bisnis nya, maupun musuh dari dunia nya yang tidak diketahui oleh mata dunia.
Kenzo Barrent, tidak ada seorang pun yang mampu mengalihkan pandangan mata dari pesona nya.
Bahkan para model internasional yang berdiri dibawah naungan nya tidak ada yang mampu merebut sedikitpun perhatian nya.
Pria berwajah datar dan dingin itu sangat pelit bicara, bahkan untuk sekedar tersenyum saja sungguh sulit untuk didapatkan. Pria itu benar benar dingin dan tidak tersentuh. Namun, disitulah letak pesona nya berada, semakin dingin dan angkuh diri nya, maka semakin kuat pula pesona yang dikeluarkan nya.
....
Kenzo berjalan didampingi oleh Edward, asisten pribadi nya yang tidak pernah sedikit pun jauh dari pria itu.
Kenzo masuk keruang kerja nya yang telah lama dia tinggalkan akibat insiden yang terjadi beberapa minggu yang lalu.
Dia duduk dengan gagah dikursi kebesaran nya sedangkan Edward langsung meletakan beberapa berkas berkas diatas meja kerja nya.
"Apa sudah ada kabar Ed?" Tanya Kenzo dengan suara berat nya
"Seperti yang anda duga king, mereka adalah anak buah dari black Eagle" ungkap Edward
"Ya, aku baru ingat, mereka memang memakai jaket berlambang eagle saat itu, dan mereka memang sengaja menjebak ku, dan sial nya mereka hampir berhasil membunuh ku" geram Kenzo
Flash back
Malam itu, seperti biasa, setelah lelah dari padat nya aktifitas yang membuat otak nya hampir pecah, Kenzo memutuskan untuk keluar sebentar ketempat nya biasa menghabiskan waktu.
Bukan sebuah bar ataupun club' malam, tapi sebuah pantai yang menjadi tempat ternyaman nya untuk menenangkan diri sejenak. Tempat yang selalu menyimpan banyak kenangan dalam hidup seorang Kenzo Barrent.
Tidak ada yang curiga, bahkan Edward juga tidak ikut pergi bersama king nya malam itu karena ingin memberi kan privasi untuk nya. Dan bodoh nya mereka yang lalai karena tidak sedikitpun dari mereka yang mengawal kepergian Kenzo Barrent malam itu, karena memang hal itu sudah biasa dilakukan oleh Kenzo yang tidak ingin dikawal oleh siapaun.
Saat itu hari sudah begitu larut, hingga jalanan kota Newyork telah sepi apalagi jalanan menuju pantai itu.
Awal nya tidak ada yang mencurigakan, namun ketika dipersimpangan, tiga mobil mulai tampak mengikuti mobil yang dikendarai Kenzo.
"Sial" umpat Kenzo sembari meraih pistol dari balik jas nya
Mobil mobil itu membuntuti mobil Kenzo dengan begitu lihai, namun tidak berarti apa apa untuk Kenzo.
Dia memainkan setir nya dengan mudah dan menghindari beberapa tembakan yang diarahkan oleh pengemudi mobil itu.
Dan ketika saat tiba dipersimpangan, tiba tiba dua mobil dari arah pantai melaju dengan kencang dan terlihat akan menabrakkan mobil mereka pada mobil Kenzo. Sontak saja Kenzo langsung membanting stir kearah kanan, dimana jalanan yang lebih sunyi yang entah menuju kemana.
Aksi kejar kejaran pun terjadi, untung nya jalanan benar benar sepi malam itu, sehingga membuat Kenzo dengan mudah melajukan mobil sport nya dengan kecepatan tinggi.
Beberapa kali dia melepaskan tembakan kearah mobil lawan dibelakang nya.
"Sial, siapa mereka" gerutu nya kesal sembari terus mengendalikan mobil nya yang kini telah memasuki jalanan yang dihimpit oleh hutan hutan dan begitu gelap
"Aarggh, kenapa tidak ada jaringan" umpat nya frustasi saat mencoba menghubungi Edward melalu monitor dimobil nya dan juga earphone ditelinga nya.
Dan ketika dia sibuk dengan tombol didashbord mobil nya, tembakan bertubi tubi menghantam bagian mobil nya hingga membuat nya cukup terganggu. Beruntung mobil itu anti peluru dan peledak, namun tetap saja , ketika ban mobil yang menjadi sasaran musuh, dia tetap akan celaka.
"Oh ****" umpat nya saat kedua ban mobil bagian belakang meletus hingga membuat nya harus mengerem mendadak sehingga membuat decitan keras diaspal yang mulai berbatu itu.
Brakk
Mobil Kenzo berhenti ketika menabrak sebuah pohon yang berada disana membuat kepala nya terbentur dan merasakan sakit yang teramat.
Susah payah dia keluar dari mobil itu, dan begitu keluar puluhan orang sudah mengepung nya.
Mau tidak mau dia harus melawan mereka satu persatu.
Meski keadaan nya terluka, namun Kenzo berhasil melumpuhkan mereka semua dengan pistol dan tenaga nya.
"Oh ****, kurang ajar" umpat nya yang segera berlari masuk kedalam hutan untuk menyelamatkan diri nya. Karena bisa mati sia sia dia menghadapi orang sebanyak itu dengan tenaga nya yang terkuras habis dan tanpa senjata apapun lagi.
Kenzo berlari dengan bersusah payah menerjang semak dan pohon dalam keadaan gelap gulita, bahkan malam itu hujan pun mulai turun dengan deras nya, membuat nya begitu kepayahan dalam menghindari kejaran puluhan orang itu.
Tembakan demi tembakan terus menerjang diri nya, meski gelap namun orang orang itu terus mengejar nya.
Dan
Dor
"Argh" Kenzo menggeram dan jatuh terperosok saat sebuah peluru menembus dada bagian atas nya.
Namun itu masih belum menghalangi nya untuk terus berlari kearah yang lain, tidak perduli dengan apapun yang dilewati nya, bahkan beberapa kali tubuh nya terjatuh dan terbentur dahan dan pohon disana.
Nafas Kenzo tersengal, dada nya bergemuruh seirama dengan guntur yang menggelegar diatas langit. Tubuh nya mulai lemas, dan dia masih dapat mendengar derap langkah kaki puluhan orang yang masih berpencar didalam hutan itu.
Beruntung nya keadaan disana gelap gulita, sehingga mereka sama sekali tidak mengetahui letak pasti keberadaan Kenzo.
Dalam pelarian nya Kenzo berharap jika Edward dapat mengetahui keberadaan nya saat ini dari ponsel dan mobil yang ditinggalkan nya. Namun dia tidak tahu jika musuh nya sudah menghancurkan dan menyabotase gprs yang ada dimobil dan diponsel Kenzo.
Langkah kaki Kenzo terhuyung saat tanpa sengaja kaki nya tersandung sebuah akar pohon besar, dan tanpa disengaja diri nya malah terjatuh dan terperosok kedalam sebuah jurang .
"Aaarrggh" Kenzo meringis saat seluruh tubuh nya tergores semak dan dinding bebatuan yang terasa menyakitkan.
Bahkan dia dapat merasakan jika topeng nya kini terasa patah karena terhantam bebatuan tebing itu.
Kenzo meraih apapun yang bisa diraih nya, namun nihil, mungkin karena hujan begitu deras hingga menyebabkan bebatuan itu licin begitu juga dengan akar akar pohon yang menggantung disana.
Kenzo memejamkan mata nya seiring tubuh nya yang terhempas kebawah, dia tidak boleh mati, dia tidak ingin mati sia sia dengan cara mengenaskan seperti ini.
Namun sial nya siapa yang bisa menolong nya saat ini.
Brak
"Arrghhh" teriak Kenzo saat kepala nya menghantam sebuah batu besar .
Dan
Buk
Tubuh nya juga langsung menghantam sebuah batang, mungkin batang pohon.
Penderitaan nya berakhir, tapi kini rasa sakit dikepala nya benar benar menyiksa nya.
Kenzo meringis dan berusaha untuk bangkit. Namun percuma, karena tubuh nya begitu lemas dan tidak berdaya, kepala nya begitu sakit, bahkan darah segar sudah mengalir bercampur dengan air hujan yang membasahi wajah dan tubuh nya.
Urrggghh
Gumam nya berusaha membalikan tubuh nya yang jatuh tengkurap, namun semakin dia bergerak, semakin sakit yang dirasakan nya, semakin lemas pula tubuh nya.
Pandangan mata Kenzo mulai meredup, bahkan ingatan nya mulai hilang perlahan. Dan tangan nya terkulai lemah seiring dengan kesadaran nya yang menghilang sepenuh nya.
Flash back off
"Apa mereka masih belum jera juga, kita sudah menghancurkan mereka sekali bukan" ungkap Kenzo
"Seperti nya mereka mencoba keberuntungan kali ini king" jawab Edward
"Kau benar, dan mereka beruntung hampir membuat ku mati" geram Kenzo dengan tatapan tajam nya membuat Edward tersenyum karena senang bisa melihat tatapan itu kembali
"Dari hasil yang saya dapatkan, perusahaan pria itu juga sudah mulai mencapai kesuksesan karena kini dia bergabung dengan Jea diamond" ungkap Edward membuat Kenzo memicingkan mata nya
"Jea diamond, perusahaan berlian yang terbesar dikota ini, bukan kah pemilik nya adalah seorang wanita misterius yang tidak pernah muncul dihadapan publik, hanya muncul ketika saat saat terpenting saja bukan?" Tanya Kenzo dan Edward langsung mengangguk
"Benar king, dan saya rasa wanita itu bukan wanita sembarangan, sehingga Thomas mau bergabung dengan nya untuk menghancurkan anda" jelas Edward , membuat senyum devil terbit diwajah tampan Kenzo
"Dan jika benar begitu, maka kita akan bertemu dengan wanita tangguh kembali" gumam Kenzo
"Ya, dan saya harap anda tidak tergoda dengan wanita tangguh yang satu ini" ungkap Edward membuat Kenzo menghela nafas nya kasar dan menatap kesal Edward
"Hanya ada satu wanita tangguh yang mampu mengusik hati ku Ed. Dan tidak akan ada wanita tangguh yang lain nya di dalam hidup ku" kata Kenzo tajam membuat Edward langsung terdiam.