
Alena berjalan bersama Rebecca dan juga Joice menuju ruangan Kenzo. Dimana Clara juga ada disana saat ini. Wajah angkuh Rebecca sungguh membuat Alena benar benar jengah, apalagi melihat penampilan nya yang begitu seksi. Bahkan model model ternama diagensi ini kalah dibuat nya. Astaga, Alena rasa Rebecca memang berniat sekali untuk mencari perhatian Kenzo. Tapi mana mungkin Kenzo bisa tertarik dengan modelan Rebecca yang seperti ini. Sudah seperti wanita murahan saja.
Apalagi sekarang Alena sudah mengetahui tentang mantan kekasih Kenzo yang begitu hebat dan anggun, cantik dan tangguh. Pilihan Kenzo memang bukan gadis sembarangan, apalagi dengan Rebecca yang seperti ini. Astaga, Alena tidak habis fikir. Pesona Kenzo memang benar benar hebat hingga membuat orang orang begitu tergila gila padanya. Yah, begitu juga Alena, bahkan dia yang paling beruntung bisa mendapatkan hati pria tampan itu. Hihi..
"Sepertinya hanya perlu kita berdua yang masuk kedalam nona Alena. Presdir sangat tidak menyukai orang asing" ucap Rebecca. Dia menghentikan langkah kakinya didepan ruangan Kenzo, dan memandangi Joice yang tampak bingung. Namun Alena segera menarik lengan nya untuk mendekat.
"Aku membutuhkan nya, dia asisten ku" ungkap Alena. Joice langsung terkesiap mendengar itu. Sejak kapan dia menjadi asisten Alena.
Rebecca nampak mendengus dan membalikkan tubuhnya mengarah pada pintu ruangan Kenzo.
"Terserah, asal kan kalian jangan menangis jika di usir oleh presdir nantinya" ucap Rebecca begitu ketus.
"Kita lihat saja nanti, kami apa kau yang akan menangis" sahut Joice yang sudah benar benar kesal dengan Rebecca. Sombong sekali wanita ini. Pantas saja Clara begitu tidak menyukai nya dan berharap Rebecca yang meracuni Alena kemarin. Jika seperti ini kelakuan nya bahkan Joice ingin sekali menembak otak nya agar dia tidak angkuh lagi. Memang tidak sadar diri. Kenzo yang penuh dengan pesona dan kekuasaan itu mana mungkin bisa melihatnya sedikitpun.
Tangan Rebecca menggantung didepan pintu Kenzo, dia langsung menoleh pada Joice dengan kesal.
"Kau bilang apa tadi?" sergahnya tidak terima.
"Sudahlah nona sekretaris, lebih baik cepat buka pintunya. Mau sampai kapan kita berdiri disini" sahut Alena dengan cepat.
"Hmh, kalian memang tidak tahu diri" dengus Rebecca yang langsung mengetuk pintu. Wajahnya terlihat begitu kesal sekarang. Alena lagi lagi hanya menghela nafas jengah. Lihat saja nanti, belum tahu dia siapa Alena ini.
Dan setelah mendengar suara seruan dari dalam Rebecca langsung membuka pintu itu. Dia masuk terlebih dahulu kedalam dan diikuti oleh Alena dan juga Joice.
"Selamat siang presdir, ini desainer baru kita di agensi. Maaf jika kami sedikit terlambat. Mereka sepertinya belum tahu peraturan ditempat ini" ucap Rebecca seraya membungkukkan sedikit tubuh nya.
Alena dan Joice langsung memandang kesal ke arahnya. Bisa bisa nya dia memutar balikkan fakta. Bukankah dia yang sedari tadi mengajak ribut dan mencari masalah. Benar benar menjengkelkan.
Kenzo yang sedang serius membahas sesuatu bersama Clara dimeja nya langsung menoleh kearah Alena yang berdiri masih dibelakang Rebecca. Wajahnya terlihat kesal, namun sangat menggemaskan dimata Kenzo.
Clara tersenyum penuh arti melihat Alena dan juga Rebecca. Sepertinya sebentar lagi dia akan menonton serial drama yang menyenangkan.
Apalagi saat melihat kakak nya yang langsung beranjak dari duduk nya. Clara semakin tidak sabar.
Kenzo tersenyum memandang kearah Rebecca, namun bukan pada Rebecca. Tapi itu cukup membuat Rebecca menjadi salah tingkah dan ikut tersenyum juga. Mungkin kah Kenzo tersenyum padanya.
Sedangkan Alena tampak cemberut melihat senyum Kenzo. Dia tidak suka Kenzo tersenyum seperti itu disaat ada Rebecca. Tapi.... ketika dilihat lihat, kenapa Kenzo tampan sekali hari ini?? Setelan jas formal yang melekat ditubuh gagah nya dan juga keseriusan dia saat bekerja membuat pesona nya semakin berlipat berkali kali. Ya Tuhan, Alena menjadi tidak bisa marah sekarang. Kenapa ada pria setampan dan sewibawa ini?? Dan beruntungnya dia jika pria ini adalah kekasihnya.
Jantung Rebecca berdebar tidak menentu saat Kenzo mulai mendekat kearah nya. Apalagi semakin lama semakin dekat hingga harum maskulin itu seakan menguar begitu lekat dan membuat darah Rebecca berdesir tidak karuan.
Tapi...
Yang terjadi, kenapa Kenzo malah melewatinya????
Dan senyum itu semakin melebar saat sudah melewatinya.
Apa yang terjadi??
Clara langsung menahan tawa saat melihat wajah terkejut Rebecca, bahkan wajah merahnya itu sangat lucu bagi Clara. Apa dia sudah percaya diri jika Kenzo akan mendatanginya???
"Sayang... kenapa tidak bilang jika ingin kemari?" tanya Kenzo pada Alena. Bahkan dia langsung mengusap lembut wajah Alena yang begitu cantik hari ini. Sangat segar dan sangat indah. Kenzo bahkan terkesima melihat nya. Apalagi dengan rambut yang terurai begitu indah ini.
"Aku tidak sibuk, dan aku juga merindukan mu" jawab Kenzo seraya mencium sekilas bibir Alena, membuat Joice langsung memalingkan wajahnya melihat tuan Amerika ini yang begitu... wow
Deg
deg
deg
Jantung Rebecca rasanya hampir lepas mendengar perkataan itu, apa dia tidak salah dengar??? Apa yang terjadi??? Kenapa Kenzo memanggil Alena dengan sebutan sayang?? Kenapa Kenzo berbicara begitu lembut?? Bahkan baru kali ini Rebecca mendengar Kenzo berbicara selembut itu pada seorang manusia.
Karena penasaran, akhirnya Rebecca langsung membalikkan tubuhnya, dan lagi, matanya hampir saja keluar melihat Alena yang masih memeluk Kenzo dengan erat. Bahkan semakin memeluk saat tahu jika Rebecca memandangi mereka.
"Presdir...Alena" gumam Rebecca dengan tenggorakan yang terasa begitu mencekat, bahkan dia merasa jantung nya benar benar ingin copot melihat pemandangan ini.
Kenzo menoleh sedikit pada Rebecca yang masih mematung tidak percaya.
"Kau boleh keluar, terimakasih sudah mengantarkan calon istriku kemari" ucap Kenzo.
Mata Rebecca semakin melebar mendengar itu.
Calon istri????
Bahkan Joice begitu takut jika mata itu akan keluar.
Alena merenggangkan sedikit tubuhnya dari Kenzo dan memandangi Rebecca dengan senyum nya yang manis.
"Lihatlah, presdir tampan ini mana berani mengusir ku" ucap Alena dengan senyum yang menjadi sinis.
"Mengusir?" tanya Kenzo dengan heran.
"Ya, Rebecca berkata jika kau akan mengusir kami jika berbuat keributan disini" adu Alena dengan wajah yang begitu menggemaskan. Kenzo langsung menoleh kearah Rebecca yang masih tidak percaya.
Yang benar saja, seorang Kenzo Barrent memiliki calon istri seorang Alena????
"Presdir, apa dia memang calon istri anda?" tanya Rebecca begitu menggebu, bahkan nafas nya sudah semakin sesak melihat Alena yang begitu lengket pada Kenzo, dan sialnya Kenzo malah membiarkan tubuh berharga yang tidak gampang disentuh orang orang itu kini malah digelayuti dengan manja oleh Alena.
"Ya, dia calon istriku" jawab Kenzo tanpa beban.
Dan.....
Brakkk
"Oh my god" gumam Joice yang terkejut dan langsung menutup mulutnya.
"Kenapa malah pingsan???" tanya Alena dengan polosnya.
Sedangkan Clara langsung terbahak dikursi nya melihat Rebecca yang jatuh pingsan mendengar ini. Lucu sekali!