ALENA Is My Sunshine

ALENA Is My Sunshine
Teman Baru Alena



Alena masih menatap gadis itu dengan pandangan bingung nya. Apa gadis ini seorang artis fikir nya.


"Kau masih tetap tidak mengenalku?" Tanya Clara untuk yang kesekian kali


"Oh astaga, apa kau tidak bosan menanyakan itu terus Clara, aku bahkan baru melihat mu malam ini, apa kau seorang artis ?" Tanya Alena benar benar polos hingga membuat Clara lagi lagi meringis geli.


Dia langsung menggaruk pelipis nya yang tidak gatal


"Hehe bukan sih, sudahlah lupakan" ucap Clara mengibaskan sekilas tangan nya


Alena hanya mengendikan bahu nya


"Kau tinggal dimana?" Tanya Clara disela sela makan nya, seperti nya dia cocok dengan gadis polos ini, benar benar asik diajak bercerita. Seperti nya mereka juga memiliki sifat yang sama


"Tidak jauh dari sini, gedung nomor 30B" jawab Alena membuat Clara sedikit terkesiap


"Bukan kah itu sebuah butik yang sudah lama tidak digunakan" tanya Clara, Alena langsung mengangguk


"Ya, aku baru hari ini pindah kemari dan menempati gedung itu" ungkap Alena yang telah menyelesaikan makanan nya


"Benarkah, kau berniat membuka butik itu?" Tanya Clara takjub


"Ya, aku mencoba peruntungan disini" jawab Alena


"Berarti kau orang kaya" ucap Clara membuat Alena langsung mengernyit.


"Maksud mu?" Tanya Alena bingung


"Jangan pura pura bodoh Alena, aku tahu gedung itu bukan gedung murah, didaerah sini semua gedung dibandrol dengan harga mahal, dan hanya orang kaya sekelas pengusaha sukses yang mampu membeli nya" ungkap Clara . Alena langsung tertegun mendengar nya


"Benar kah?" Gumam nya


"Kenapa ?" Tanya Clara


"Aku tidak tahu tentang itu, aku mendapatkan itu dari teman ku" jawab Alena


"Wow, apa dia kekasihmu" goda Clara


"No, dia hanya teman, aku pernah menolong nya, mungkin dia hanya balas Budi saja" jawab Alena . Dan Clara hanya mengangguk anggukan kepala nya


"Kau bukan berasal dari kota ini, lalu kau berasal dari mana, seperti nya kita juga seumuran" tanya Clara lagi


"Aku hanya gadis desa Clara, desa yang berada jauh dipinggiran kota Newyork" ungkap Alena.


Namun Clara mengernyit bingung


"Benarkah?" Tanya nya ragu


"Kau tidak percaya?" Tanya Alena dan Clara langsung mengangguk setuju


Alena terbahak melihat nya


"Kau terlihat seperti gadis kota pada umum nya Alena, cantik dan seksi" ungkap Clara


"Memang nya gadis desa tidak boleh ada yang cantik" kesal Alena dan gantian kini Clara yang terbahak


"Haha, bukan seperti itu. Visual mu terlalu bagus untuk dikatakan sebagai gadis desa" jawab Clara


"Ya, maka dari itu aku merantau kekota, didesa aku hanya menjadi rebutan saja" sahut Alena membuat Clara mendengus


"Kau terlalu percaya diri nona" balas Clara


"Memang begitu nyata nya. Jika disini tidak akan ada yang mengganggu ku karena aku kalah cantik, apalagi dengan gadis seperti mu, benar benar wow" kata Alena membuat Clara langsung berdecih


"Cih, tapi kau memang benar. Aku tidak tertandingi" bangga nya membuat Alena terbahak


Mereka bercerita dengan seru sampai lupa waktu, seakan akan mereka sudah lama saling mengenal. Sifat mereka yang ceria dan apa ada nya membuat mereka cepat saling cocok. Apalagi Alena yang memang belum menemukan teman disana.


"Jadi kau seorang desainer?" Tanya Clara takjub


"Aku lulusan desain, tapi belum pernah mencoba membuka butik sendiri. Hanya menjahit dan merancang pakaian untuk sendiri" ungkap Alena


"Berarti ini langkah pertama mu" tanya Clara lagi dan Alena langsung mengangguk pelan


"Wow, seperti nya akan sedikit sulit, tapi aku yakin, jika hasil rancangan mu bagus, kau pasti cepat terkenal, karena tempat disini lumayan strategis dan mudah dijangkau oleh semua kalangan" ungkap Clara


"Ya, seperti nya begitu. Ini impian ku sejak lama, aku tidak ingin menyia nyiakan kesempatan ini" jawab Alena


"Kau benar, selagi ada peluang, kau harus mencoba nya" balas Clara


"Lalu, kau sendiri tinggal dimana, kau masih kuliah atau bekerja?" Tanya Alena pula


"Aku tinggal distreet house, setengah jam dari sini dan aku baru lulus kuliah, bisnis management" jawab Clara


"Kau bekerja?" Tanya Alena sekali lagi, namun Clara menggeleng


"No, aku tidak suka bekerja" jawab Clara dengan tawa nya membuat Alena mendengus


"Ya, kau memang tidak perlu bekerja karena kau sudah kaya" timpal Alena


"Kau benar" jawab Clara


"Seperti nya aku harus kembali Clara, ini sudah larut, tidak terasa sudah hampir tiga jam kita disini" ungkap Alena


"Wow benarkah, sampai lupa waktu. Baik lah ayo pergi. Biar aku yang traktir" kata Clara menahan Alena yang ingin mengeluarkan dompet nya


"Oh tidak perlu, aku masih punya uang" jawab Alena begitu polos membuat Clara berdecak kesal


"Aku tahu, anggap saja kita sudah lama berteman. Sebagai imbalan nya, kau buatkan aku sebuah gaun malam yang cantik. Oke" pinta Clara mengedipkan sebelah mata nya


"Haha, baiklah, semoga kau cocok. Besok datang saja ketempat ku. Kita bicarakan gaun seperti apa keinginan mu" jawab Alena


"Of course, aku akan datang" kata Clara cepat.


Alena tidak lupa memesan seporsi makanan untuk Jhon, karena dia sudah berjanji tadi


"Wow, seperti nya perut mu perut karet Alena" goda Clara membuat Alena terbahak


"Bukan untuk ku Cla, ini untuk Jhon, security yang berjaga disana" jawab Alena


"Apa dia kekasih mu?" Tanya Clara


"Meski aku orang desa, tapi selera ku tidak terjangkau Cla. Minimal sekelas model lah, bukan security" jawab Alena membuat Clara terbahak


"Oke oke, seperti nya aku akan sering ketempat mu Ale, kita harus membahas lebih banyak tentang ini, aku rasa selera kita sama" ungkap Clara


"Haha, kau benar, aku juga harus belajar banyak darimu" jawab alena


Saat tiba di kasir, Alena memandang aneh orang orang disana karena memperhatikan mereka dengan lekat


"Hei, apa kau tau kenapa mereka melihat kearah kita seperti itu" bisik Alena ditelinga Clara


"CK, itu karena kita terlalu cantik" jawab Clara santai


Setelah melakukan pembayaran, Clara langsung menarik tangan Alena keluar dari resto itu menuju tempat dimana mobil nya terparkir


"Kenapa mereka terus melihat kita, bahkan kasir itu juga terlihat sangat sopan padamu" tanya Alena masih terheran dengan wajah bingung nya, membuat Clara terbahak lucu


"Kan sudah aku bilang itu karena kita terlalu cantik, lagi pula mereka memandang kau yang datang keresto hanya mengenakan piyama seperti ini" kata Clara menunjuk tubuh Alena dengan dagu nya


"Memangnya apa yang salah, yang penting aku tidak telanjang, lagi pula karena dekat, jadi aku malas mengganti pakaian ku" jawab Alena acuh


"Ya ya ya, kau selalu benar nona, sudah lah, kau mau ku antar?" Tanya Clara


"Tidak, aku jalan saja. Lumayan untuk membakar lemak yang baru kumakan" jawab Alena terkekeh hingga menular ke Clara


"Oke baiklah, dasar kau. Sampai bertemu besok" kata Clara


"Oke bye!" Balas Alena yang meninggalkan mobil itu saat Clara sudah masuk kedalam mobil nya


'seperti nya dia orang yang asik, polos sekali' batin Clara yang masih memandang Alena dari dalam mobil nya.


...


Alena masuk kedalam kamar nya setelah tadi berbincang sebentar dengan Jhon dan memberikan makanan untuk nya.


Perut nya sudah kenyang, tapi mata nya belum juga mengantuk, alhasil Alena mengambil sebuah kertas dan mencoret coret disana.


Dia harus membuat rancangan yang paling bagus dan sesuai dengan ootd masa kini, sederhana namun tetap harus elegan.


Ya, dia harus bisa menaikan nama nya, dia harus bisa berhasil dan punya banyak uang.


...


Keesokan pagi nya, Alena sudah bangun dengan wajah yang semangat. Meski malam tadi kurang tidur, namun tidak mengurangi semangat nya untuk bangun pagi dan menyambut hari yang membahagiakan ini.


Langkah kaki nya terasa ringan, begitu pula dengan bibir mungil nya yang selalu menyanyikan senandung senandung kecil yang indah.


Alena masuk kedalam ruang kerja nya, disana sudah tersedia beberapa mesin jahit dan juga aneka macam jenis benang


Alena meletakan sebuah gulungan kain diatas meja dekat mesin jahit nya, kain yang didapat nya dari Enzo waktu lalu. Kain bewarna biru gelap. Malam tadi dia sudah merancang sebuah sketsa kemeja pria dewasa, dan kemeja itu ingin dia persembahkan untuk Enzo nya nanti.


"Aku harap ukuran nya sesuai" gumam Alena penuh semangat.


Sembari menunggu kedatangan Edward siang nanti, pagi ini dia ingin mencoba membuat kemeja untuk Enzo nya terlebih dahulu. Hasil karya pertama nya dibutik ini ingin dia persembahkan untuk laki laki itu. Hasil rancangan dan tentu nya dengan jahitan tangan nya sendiri.


Tidak perduli sudah punya kekasih maupun istri sekalipun, Alena tetap akan mengagumi nya dalam diam.


Karena dia sadar sekarang, nama Enzo sudah melekat secara tak sengaja dihati nya.


Jemari lentik nya mulai bermain dimesin dan kain itu secara bergantian. Benang benang terjulur menjuntai dan menyatukan kain kain yang sudah digunting gunting oleh Alena.


Senandung kecil kembali keluar dari bibir nya, bahkan senyum terus mengembang diwajah cantik nya.


Wajah nya begitu cerah, secerah hari ini yang benar benar indah. Bahkan karena semangat nya Alena sampai lupa untuk sarapan dan hanya meminum kopi instan yang tersedia disana.


Semangat nya untuk sukses benar benar membara, dan dia bersyukur bertemu dengan Enzo nya, yang akhir nya mampu mengantar kan nya pada mimpi nya selama ini. Ya, meskipun dia tidak tahu, akan jadi apa kedepan nya dia dan dunia nya.


...


Sementara ditempat lain


"Apa gadis itu sudah datang Ed?" Tanya Kenzo pada Edward yang fokus pada kemudi nya, karena saat ini mereka telah berada diperjalanan menuju Agensi Kenzo.


Edward melirik kenzo sekilas dan mengangguk pelan


"Sudah king, semalam sore gadis itu tiba disana. Dan siang nanti saya akan menemui nya" ungkap Edward


"Bagus, perlakukan dia dengan baik" kata Kenzo lagi


"Siap king, tapi apa anda benar tidak ingin menemui nya" tanya Edward sedikit ragu


"Meeting kali ini benar benar penting Ed, kau tahu siapa yang kita hadapi bukan. Aku memang ingin menemui gadis itu, tapi bukan untuk saat ini. Masih banyak waktu dilain hari" jawab Kenzo


"Baik king" jawab Edward yang kembali fokus pada kemudi nya


"Jangan banyak bicara tentang diriku pada nya Ed" kata Kenzo lagi membuat Edward mengernyit heran, namun tetap menganggukan kepala nya.


"Baik" jawab nya singkat


Kenzo terdiam dalam lamunan nya, ingin dia menemui Alena untuk mengucapkan terimakasih atau sekedar menyambut kedatangan nya. Tapi dia benar benar tidak bisa untuk hari ini. Mungkin nanti saat pembukaan butik Alena, baru dia akan datang.


...


Next, jangan lupa like dan komen ya guys