
Alena memberontak saat mulut nya dibekap oleh tangan kekar yang membawa nya menjauh dari tempat Reymond berada. Alena dibawa ketempat yang sepi, seperti gudang tempat penyimpanan barang.
"Emmgh" gumam Alena menggigit tangan orang itu membuat bekapan dimulut nya langsung terlepas
"Kau seperti drakula Alena" ucap orang itu yang terlihat sedikit meringis memegangi tangannya
Alena langsung terkesiap mendengar suara itu, nafas nya masih tersengal dan dia langsung menarik masker yang menutupi wajah pria yang menculiknya.
"Enzo" pekik Alena tertahan, dia begitu terkejut sekaligus bernafas lega setelah tahu orang yang membawa nya pergi adalah Enzo nya. Alena sudah berfikir dia akan celaka tadi. Dia benar benar takut ketika ada seseorang yang menculik nya sementara Reymond tidak tahu.
"Kenapa kau malah menculikku?" tanya Alena dengan wajah polos nya membuat Kenzo mendengus kesal, apa Alena berfikir dia adalah seorang penjahat
"Siapa yang menculik mu, aku hanya ingin bertemu dengan mu" jawab Kenzo. Dia duduk disebuah tumpukan kardus yang entah apa isi nya, sementara Alena berdiri dihadapan Kenzo dan melirik tangan Kenzo yang berdarah karena gigitan nya
"En, tangan mu berdarah" seru Alena panik, dia langsung berlutut dihadapan Kenzo dan meraih tangan pria itu
"Siapa yang membuat nya" sahut Kenzo
Alena terlihat mengerucutkan bibir nya dan mengusap pergelangan tangan Kenzo yang terluka karena gigitan nya tadi.
"Mana aku tahu jika kau yang menculiku. Coba kau datang baik baik, pasti tidak akan begini" kata Alena lagi membuat Kenzo mendengus senyum dan menjentik dahi Alena
"Jika aku datang baik baik apa kata kakak mu hm" ucap Kenzo
"Benar juga" gumam Alena dengan tawa kecil nya
Kenzo menarik Alena dengan sedikit tenaga, membuat Alena langsung berdiri dan duduk diatas pangkuan nya
"En" seru Alena
"Ssstt" desis Kenzo
Kenzo langsung mencium bibir Alena dengan lembut membuat Alena langsung mencengkram erat jaket hoddy nya. Mata Alena terpejam rapat, sebisa mungkin dia menahan diri untuk tidak memberontak, perasaan nya sudah mulai bisa menerima setiap sentuhan Kenzo, dan tentu saja itu membuat pria itu terlihat senang. Cukup lama Kenzo bermain dibibir Alena hingga Alena sudah hampir kehabisan nafas barulah Kenzo melepaskan ciuman nya.
Kenzo mengusap lembut bibir Alena yang terlihat membengkak karena ulah nya, dia tersenyum tipis melihat wajah kaget Alena yang masih menatap nya dengan lekat. Rasa kesal nya seketika menghilag setelah mendapatkan vitamin dari Alena.
"Uuhhh kau memang keterlaluan, bagaimana jika ada yang melihat" kata Alena sembari beranjak dari pangkuan Kenzo dan memalingkan wajah nya yang merona
"Tidak akan ada" jawab Kenzo dengan senyum nya
"Kenapa kau tersenyum begitu" tanya Alena memicingkan mata nya
"Tidak ada, wajah mu lucu jika merona seperti itu" jawab Kenzo membuat Alena langsung mengerucutkan bibir nya
"Jangan merayuku" dengus Alena namun wajah nya semakin merona saja dan Kenzo hanya tertawa kecil melihatnya
"Eh, kau sedang apa disini En?" tanya Alena yang baru mengingat kenapa bisa Kenzo berada ditempat ramai seperti ini, bukan kah seharus nya dia bersembunyi
"Aku ingin menemui mu" jawab Kenzo yang juga berdiri dan memandang wajah Alena
"Kau tahu aku ada disini?" tanya Alena takjub
"Tentu saja, aku akan selalu tahu dimana kau berada" jawab Kenzo lagi
"Heh, dasar kau ini. Kalau begitu ayo kita berjalan jalan" ajak Alena yang langsung menarik lengan Kenzo, namun pria itu masih membatu dan tidak bergerak sama sekali
"Kenapa" tanya Alena heran
"Aku tidak bisa keluar sembarangan disini Ale. Lagi pula kau juga pasti akan dicari oleh kakak mu" jawab Kenzo dan Alena langsung menghela nafas lelah. Tangan nya langsung terlepas dan terkulai lemas
"Jadi untuk apa kau menemui ku jika hanya sebentar" gerutu Alena yang kini duduk ditempat Kenzo tadi. Dia kira Kenzo datang memang untuk menemui nya dan jalan jalan lagi seperti semalam, padahal yang sesungguh nya terjadi Kenzo juga tidak sengaja bertemu Alena di tempat ini karena kejaran dari Joice.
Kini gantian Kenzo yang berlutut dihadapan Alena, dia tersenyum memandang wajah Alena yang terlihat kesal namun begitu menggemaskan bagi nya.
"Besok malam aku akan menjemputmu, aku akan membawa mu kesuatu tempat" kata Kenzo. Alena langsung tersenyum senang mendengar nya
"Kau janji?" tanya Alena dan Kenzo langsung mengangguk
Alena langsung memeluk tubuh Kenzo dengan erat
"Aku akan menunggumu, awas saja jika kau bohong" kata Alena lagi
"Aku tidak akan membohongimu" jawab Kenzo sembari mengusap lembut pucuk kepala nya
Alena tersenyum dan melepaskan pelukan nya, dia menatap Kenzo dengan lekat, wajah nya masih selalu saja tampan dan mempesona, tapi ada yang sedikit berbeda. Alena langsung berdiri dan begitu juga dengan Kenzo. Mata Alena menelisik penampilan Kenzo yang terlihat berbeda sore ini.
"Apa yang kau lihat" tanya Kenzo dengan tangan yang dia masukan kedalam saku celana nya
"Kau terlihat begitu cerah hari ini, apa hatimu sedang bagus?" tanya Alena dengan senyum lucu nya melihat Kenzo yang mengenakan hoody bewarna biru muda, sungguh bukan gaya seorang Kenzo Barrent, apalagi penjahat bertopeng. Apa Kenzo sedang berganti profesi?
Kenzo terlihat menghela nafas jengah mendengarnya
"Jangan menertawaiku" dengus Kenzo namun sungguh Alena benar benar tidak bisa untuk tidak tertawa
"Ck, ini karena agen sialan itu" dengus Kenzo. Jika mengingat agen wanita itu, dia benar benar kesal, rasa nya ingin sekali dia mencincang wanita itu, membuat nya merasa seperti banci saja sekarang
"Agen, siapa?" tanya Alena begitu ingin tahu, namun tiba tiba dia langsung mengingat perkataan Joice tadi
"Apa Joice, agen kepercayaan daddy?' tanya Alena dan Kenzo hanya mengangguk malas
"Oh my god, jadi kau yang dia cari En, kau membuat masalah apa sehingga berurusan dengan dia?" tanya Alena beruntut
"Yang ada dia yang membuat masalah dengan ku, bisa bisa nya dia menganggap ku seorang buronan, jika tidak mengingat tempat sudah aku cincang dia" geram Kenzo membuat Alena langsung meringis ngerih
"Kau menyeramkan" gumam Alena
Kenzo menarik nafas nya dalam dalam, dia menoleh kesekeliling nya dimana tempat masih sepi, dan dia juga tidak mungkin berada ditempat itu lebih lama. Reymond pasti mencari Alena sebentar lagi, begitu pula dengan agen sialan itu. Dia harus segera pergi dari tempat itu sekarang
"Sudahlah, aku sudah harus pergi, kembalilah pada kakakmu" kata Kenzo sembari memasang kembali masker diwajah nya
"Cepat sekali" sahut Alena begitu keberatan
Kenzo mengusap gemas pucuk kepala nya
"Kau mau satu gedung heboh karena kapten Stone yang kehilangan putri nya" kata Kenzo
Alena hanya menghela nafas sekilas dan mendekat pada Kenzo. Dia berjinjit dan menarik penutup kepala Kenzo dan memakaikan nya diatas kepala pria itu yang menatap lekat wajah nya
"Baiklah, kau harus berhati hati, dan cepat selesaikan misi mu, supaya tidak harus bersembunyi seperti ini lagi" kata Alena dan Kenzo langsung mengangguk
"Tentu, aku pergi" pamit Kenzo. Dia mengecup sekilas dahi Alena dan segera beranjak pergi dari sana, meninggalkan Alena yang masih memandang kepergian nya.
.....
Sementara Reymond dan Joice terlihat kebingunan mencari keberadaan Alena. Mereka terlalu sibuk berdebat sehingga tidak menyadari jika Alena sudah tidak ada lagi ditempat duduk nya. Reymond dan Joice sudah mencari Alena kesetiap sudut gedung dilantai satu itu, bahkan Joice memeriksa setiap kamar mandi dan ruang ganti yang ada, namun Alena juga tidak mereka temukan.
"Bagaimana?" tanya Reymond dengan wajah yang lumayan cemas, dia sudah menghubungi Alena, namun ponel adik nya itu malah tidak aktif
Joice yang baru keluar dari sebuah toko yang menjual pakaian wanita yang terlihat ramai juga hanya menggeleng lemah. Jika Alena menghilang, maka akan bertambah sibuk lagi tugas nya
"Ini semua gara gara kau" tuding Reymond menatap kesal Joice
"Kenapa saya, bukan kah tuan yang seharus nya menjaga nona" sahut Joice tak kalah kesal. Dia sudah lelah kejar kejaran dengan seorang penjahat bertopeng, dan sekarang harus mencari Alena lagi, benar benar hari yang begitu sial
"Jika bukan karena kau yang mencari masalah, maka aku tidak akan kehilangan jejak Alena" kata Reymond. Joice hanya berdecak kesal, malas sekali meladeni gerutuan pria penakut ini.
"Sekarang lebih baik mencari dilantai dua saja, kita berpencar" ucap Joice yang ingin berlalu dari sana namun Reymond langsung menarik tangan nya
"Enak saja, kau mau kabur kan. Cari dulu bersama ku" kata Reymond yang langsung menghempas tangan Joice
"Saya bukan seorang pengecut yang lari dari masalah" geram Joice namun Reymond hanya memandang nya sinis
"Kakak" panggil Alena tiba tiba membuat Joice dan Reymond langsung menoleh kearah nya
Nafas Alena terlihat tersengal sengal dan keringat begitu terlihat didahi nya, Reymond langsung mendekat kearah Alena dan mengitari tubuh adik nya itu
"Kau dari mana hm? Kau tidak tahu aku mencari mu sejak tadi" kata Reymond cepat, dia langsung bisa bernafas dengan lega sekarang, jika Alena benar benar menghilang, maka dia yakin ayah nya pasti akan murka
"Hehe maaf kak, aku berjalan jalan kelantai atas, aku lihat kalian begitu sibuk berbincang jadi aku tinggal saja" jawab Alena dengan tawa canggung nya
"Benarkah?" tanya Joice pula
"Hmm" jawab Alena mengangguk dan mengusap dahi nya sekilas
"Siapa yang berbincang" ketus Reymond namun Alena hanya tertawa kecil dan melirik sekilas pada Joice yang berwajah datar itu
"Kau membuat ku cemas saja" ucap Reymond menarik gemas hidung Alena yang kembali tertawa kecil
"Aku bukan anak kecil yang bisa tersesat kakak" jawab Alena
"Nona Alena sudah kembali, kalau begitu saya pamit dulu" ucap Joice namun Alena langsung menghalangi nya
"Jangan" seru Alena sedikit panik membuat Reymond dan Joice langsung terkesiap melihat nya
"Kenapa, dia sudah tidak diperlukan lagi disini" ucap Reymond membuat Joice langsung mendengus kesal, jika bukan anak kapten Stone, pasti sudah dia patahkan hidung pria penakut ini, batin Joice kesal.
"Itu, emmm, aku ingin kau menemaniku mencari pakaian dalam wanita, aku malu jika harus ditemani kakak ku" pinta Alena pada Joice yang terlihat terperangah begitu juga dengan Reymond
"Tapi nona" Joice benar benar terlihat keberatan, sebab nya dia harus kembali mencari jejak pria bertopeng itu, dan waktu nya sudah terbuang begitu banyak
"Kau jangan menolak kakak ipar" goda Alena membuat Joice dan Reymond terlihat melebarkan mata mereka mendengar ucapan Alena. Kakak ipar? yang benar saja.
Alena tidak memperdulikan wajah kesal Joice dan Reymond, dia langsung saja menarik tangan Joice menuju toko yang menjual pakaian dalam wanita. Dia tidak akan membiarkan Joice menemukan Kenzo nya, jangan sampai Joice tahu jika Enzo nya adalah seorang mafia, apalagi jika sampai ayah nya tahu, maka semua nya pasti akan bertambah rumit.
Meskipun Alena tahu ini salah karena menyembunyikan seorang penjahat mafia, namun Alena juga tidak akan rela jika Kenzo ditangkap dan dipenjara, begitulah isi fikiran diotak kecil Alena.