
Alena memasuki ruangan yang super besar itu dengan langkah perlahan. Ruangan itu sudah ditata sedemikian rupa hingga membuat ruangan itu menjadi sebuah auditorium yang sangat besar.
Seorang panitia membawa Alena ke tempat duduk nya berada. Dan ternyata kursi nya berada dibarisan ketiga dari depan. Dimana sudah hampir semua kursi telah dipenuhi oleh para peserta yang mendaftar.
Penampilan mereka benar benar terlihat elegan dan begitu memukau, dari yang wanita hingga laki laki, baik yang masih muda maupun sudah paruh baya yang masih terlihat awet muda.
Alena benar benar gugup saat ini. Dia baru mulai merintis usaha namun sudah harus dihadapkan dengan ajang bergengsi seperti ini. Rasa nya dia benar benar seperti tidak berpijak dibumi, apalagi melihat semua saingan nya ini.
Alena tahu jika mereka adalah orang orang pilihan yang membawa harapan masing masing. Mereka pasti sudah berpengalaman dan mempunyai nama yang bagus dinegara nya masing masing, dan Alena, apalah dia yang baru dua bulan mencoba peruntungan. Dan sungguh, dia merasa sangat kecil berada didalam sini bersama orang orang hebat ini.
Tidak ada saling bertegur sapa disana, karena mereka adalah saingan satu sama lain.
Namun Alena tetap saja mengumbar senyum nya saat beberapa orang melihat sinis kearah nya. Tapi tidak dengan seorang pria gemulai yang berada disebelah nya ini. Dia begitu ramah bahkan menyapa Alena yang sedari tadi hanya terdiam canggung. Dan itu mampu sedikit meredakan perasaan gugup gadis itu.
"Hai, kau berasal dari mana nona. Aku Alexandria" ungkap nya sembari menjulurkan tangan nya pada Alena
Alena menyambut nya dengan ramah dan penuh senyuman seperti biasa
"Hai Alex, aku Alena. Aku berasal dari kota ini, kau dari mana?" Tanya Alena pula
"Wah, tuan rumah rupa nya ya. Aku dari Paris, jauh jauh datang kemari hanya untuk mencari pengalaman" jawab pria gemulai itu
"Semoga kita lolos ya" harap Alena membuat Alex tertawa ringan
"Ya ,aku harap begitu. Sebenar nya aku tidak terlalu berminat mengikuti ini. Aku hanya ingin melihat Presdir sekaligus pemilik agensi ini" kata Alex lagi, membuat Alena mengernyit heran menatap nya.
"Kenapa memang nya?" Tanya Alena
"Aku dengar dia adalah seorang pria macho yang sangat keren, bahkan beberapa model dari negara ku banyak yang mengidolakan nya. Ah, iya, kau kan dari sini, apa kau sudah pernah bertemu dengan nya?" Tanya Alex begitu antusias, namun dia langsung mendengus ketika Alena menggelengkan kepala nya
"Aku baru disini, mungkin baru dua bulan. Jadi aku tidak tahu bagaimana rupa Presdir disini" jawab Alena begitu jujur
"hah, sayang sekali. Tapi tidak apa, sebentar lagi kita akan mengetahui nya" kata Alex tidak sabar , namun Alena hanya menggeleng pelan dan kembali melihat kedepan dimana kursi para juri telah tersedia dengan rapi. Hanya menyisakan satu kursi kosong ditengah tengah para juri itu.
'pasti itu tempat duduk Presdir itu' batin Alena . Dapat dia lihat papan nama dalam ukiran tinta emas disana, begitu epik dan indah.
Tapi,
Tunggu dulu
Alena langsung memicingkan mata nya ketika membaca nama yang tertera disana
"Kenzo Barrent A ( Presdir Barrent's Agency)" eja nya begitu perlahan
'nama Enzo ku siapa ya' batin Alena lagi
'Clara memanggil kakak nya kak Ken, dan Lian memanggil Enzo dengan sebutan tuan Kenzo, apa mungkin' batin Alena berusaha mengaitkan semua yang dia ingat, Enzo nya, Ken, penjahat bertopeng, Presdir?
Alena langsung menggelengkan kepala nya dengan kuat
"Tidak, tidak mungkin. Mereka pasti orang yang berbeda" gumam Alena hingga dia terperanjat kaget saat Alex menepuk bahu nya lumayan keras.
"Hei, kau kenapa?" Tanya Alex heran melihat wajah Alena yang terlihat memucat
"Ah, tidak apa Alex" jawab Alena tersenyum canggung
Alena kembali terdiam dengan lamunan nya. Mana mungkin Enzo nya seorang Presdir. Beberapa kali dia bertemu Enzo , namun penampilan pria itu malah seperti orang biasa bahkan terkesan badboy dengan jaket kulit dan topeng nya.
Alena terkekeh sendiri jika mengingat hal itu.
Dia langsung fokus menatap kearah depan dimana sang pembawa acara mulai membuka acara itu. Semua peserta tampak begitu tidak sabar, apalagi ketika pembawa acara itu menyuruh mereka berdiri untuk menyambut Presdir mereka yang akan segera tiba dan memasuki ruangan itu.
Semua mata menoleh kearah pintu masuk, dimana derap langkah kaki tegap mulai terdengar diambang pintu.
Alena tidak begitu memperhatikan, karena pintu masuk jauh dari tempat nya berada sehingga dia lebih fokus pada apa yang dibacakan oleh pembawa acara itu.
Setelah itu pandangan mata nya langsung mengarah kedepan dimana Presdir itu mulai duduk dikursi nya dengan penuh pesona dan kharisma yang begitu kuat membuat semua orang berdecak kagum menatap nya, termasuk Alexandria yang hampir terpekik kaget melihat perawakan Presdir Barrent's Agency itu.
Namun berbeda dengan Alena, dia malah terperangah dengan mulut yang sedikit terbuka menatap siapa yang duduk didepan sana dengan begitu gagah, dibelakang nya berdiri Edward yang dia kenal dan juga beberapa staf staf nya.
"Oh my God, apa apaan ini" gumam Alena menutup mulut nya yang sempat menganga lebar
"Apa aku tidak salah lihat, itu benar Enzo?" Gumam nya lagi, wajah nya benar benar syok, jantung nya kembali bergemuruh melihat pria tampan yang sangat berwibawa duduk didepan sana.
"Hei, duduk, kondisikan wajah mu itu" kata Alex menarik lengan Alena yang langsung terduduk lemas.
"Aku tahu dia sangat tampan, jadi tolong jangan sampai pingsan disini" bisik Alex lagi, namun Alena malah langsung memijit pelipis nya yang mulai terasa berat saat ini.
Ya, mungkin benar kata Alex, rasa nya dia ingin pingsan saja sekarang. Bukan hanya terkejut dengan kenyataan yang dia tahu, tapi pesona Kenzo Barrent benar benar menodai mata nya dan bahkan hampir membakar jiwa nya.
Kaki Alena seketika lemas, dan dia benar benar tidak bersemangat lagi berada didalam sana. Jadi ini yang dikatakan vitamin, bintang yang paling bersinar, kejutan ,dan hal hal aneh yang pernah diucapkan Clara.
Oh my God, rasa nya Alena benar benar ingin mencekik Clara sekarang. Kenapa dia tidak memberitahukan hal ini. Kenapa dia juga bodoh karena tidak pernah mencari tahu tentang Enzo nya.
Pantas saja Kenzo bisa memberikan hal hal yang begitu mahal dengan sangat mudah, jika nyata nya dia adalah seorang Presdir dan pemilik Agency terbesar ini.
Alena kembali memijit pelipis nya dan menyembunyikan senyum getir nya dibalik wajah nya yang tertunduk, tidak mampu lagi untuk memandang kedepan. Dia tersenyum dan tertawa dalam hati merutuki kebodohan nya yang benar benar tidak mengetahui semua ini.
Dia benar benar dibutakan oleh pesona Kenzo, hingga dia tidak sadar jika selama ini Edward, Lian bahkan karyawan nya begitu menaruh hormat pada pria yang malah disebut nya sebagai penjahat itu.
'bahkan aku mengatai Presdir itu sebagai penjahat dan pencuri' gumam nya frustasi
Entah apa yang dirasakan Alena, tapi dia benar benar down sekarang. Perasaan yang baru mulai tumbuh seketika langsung terhempas begitu saja.
'lihat lah, aku baru mulai berjuang, tapi kenyataan langsung membuat ku malu sendiri. Apa ini yang dirasakan Rose dulu' batin Alena sedih
Ya, perasaan yang mulai tumbuh itu, rasa nya benar benar tidak berarti sekarang. Jika kemarin dia masih bisa berharap karena difikir nya Kenzo hanya orang biasa atau penjahat seperti yang ada dalam pemikiran konyol nya, Alena masih ingin berjuang sedikit apalagi dengan dukungan Clara. Tapi sekarang, Alena benar benar malu. Bahkan untuk menampakan wajah dihadapan Kenzo saja dia tidak lagi berani.
Pembawa acara itu mempersilahkan Kenzo untuk menyampaikan pidato singkat nya sebagai pemilik resmi agensy ini.
Dan dengan gagah nya dia berdiri dan menatap semua peserta yang menatap nya dengan penuh kekaguman .
Namun mata nya memandang satu orang peserta yang tertunduk tidak lagi berani menatap nya setelah tadi terperangah kaget melihat kehadiran nya.
Kenzo hanya tersenyum tipis melihat itu, tidak ada rasa bersalah, karena dari awal memang Alena tidak pernah menanyakan tentang siapa diri nya. Dan memang Alena tidak perlu tahu tentang itu.
Kenzo mulai berpidato dengan begitu berwibawa, suara berat yang khas membuat semua mata memandang takjub kearah nya. Pesona nya benar benar membuat kaum hawa bergetar dan bahkan tidak bisa berpaling sedikitpun.
"Selamat siang, selamat datang diagency kami. Seperti tahun tahun sebelum nya, ajang pencarian bakat ini akan menjadi ajang terbesar bagi seluruh desainer desainer berbakat dari seluruh dunia. Kami menginginkan seorang desainer berbakat yang akan menjadi desainer tetap diagency ini. Kami tidak menginginkan yang lemah mental dan hanya mengandalkan perkataan saja, tapi kami membutuhkan seseorang yang profesional dengan segala karya karya nya. Juri tahun ini kami datang kan langsung dari Perancis, mereka orang orang yang perfectionist, jadi tidak akan ada yang keliru dalam penilaian nanti nya.
Selamat berjuang, tunjukan bakat terbaik kalian" ucap Kenzo begitu tegas dan berwibawa, dia menatap semua para peserta yang terdiam kagum menatap nya.
Tidak lama dia berbicara , hanya untuk sekedar menyambut dan berbasa basi. Dia begitu jengah melihat tatapan tatapan mata lapar yang seakan melahap habis diri nya.
Namun tetap ada satu yang menarik perhatian nya sedari awal masuk ketempat ini.
Gadis cantik dengan setelan yang sangat manis itu tidak lagi ingin melihat kedepan. Gadis itu hanya menunduk dan sesekali melirik peserta yang lain atau hanya melihat sebentar kearah pembawa acara.
Tampak sekali dia menghindari tatapan mata seorang Kenzo Barrent. Dan itu membuat Kenzo sedikit terusik hati nya.
'ada apa dengan Alena' batin Kenzo heran. Pandangan mata nya yang tajam seolah menembus pertahanan Alena.
Wajah gadis itu begitu pucat, entah apa yang dirasakan nya. Apalagi saat tatapan mata sendu nya berbenturan dengan mata tajam milik Kenzo Barrent. Dan tentu saja, Kenzo menjadi penasaran dengan sikap gadis itu
..
next
terimakasih yang sudah membaca, jangan lupa like dan komen nya guys