ALENA Is My Sunshine

ALENA Is My Sunshine
Berhasil Menembak



Alena terus berlari mengikuti langkah kaki Kenzo yang entah membawa nya kemana. Dia sudah sangat lelah, bahkan beberapa kali dia hampir terjatuh karena tersandung pasir ataupun ranting ranting pohon yang ada dikawasan tepi pantai itu. Sepatu high hels ini benar benar menyiksa nya, tapi Kenzo lebih dari pada menyiksa, dia membawa lari Alena seperti membawa karung yang digeret nya dengan cepat. Apa Kenzo lupa jika Alena hanya gadis cengeng yang tidak tahan sakit, bukan wanita tangguh seperti mantan nya dulu.


"Aaaahhh En!!!" seru Alena mencoba memberontak dan jatuh berlutut diatas pasir. Kenzo langsung membalikkan tubuh nya dan menatap Alena yang tampak meringis dan menahan tangis nya


"Aku lelah, kaki ku sakit. Kau benar benar kejam" gerutu Alena


"Sedikit lagi Ale" kata Kenzo menunjuk sebuah bangunan yang sedikit menjorok dipinggir tebing


"Sedikit katamu, lihat kakiku" kata Alena membuka paksa sepatu high hels nya, dan menampakan kaki nya yang memang sudah lecet dan berdarah


Kenzo tampak terkesiap melihat itu, dia langsung berlutut dan memeriksa kaki Alena yang memang sudah luka dan membengkak. Kenzo memandang Alena yang tampak meringis, lalu kembali mengedarkan pandangan mata nya mengawasi lokasi itu. Anak buah Thomas dan Jesicca masih berusaha menyerang, seperti nya malam ini mereka hanya mencoba melemahkan kekuatan anggota Aldrego saja, bukan untuk benar benar menyerang. Entah apa rencana mereka, tapi malam ini Kenzo harus bisa mendapatkan siapa mata mata yang sudah berani mengkhianati klannya.


Kenzo kembali menoleh pada Alena dan melepaskan semua sepatu high hels milik gadis itu, membuat Alena tampak mengernyit bingung


"Sakit?" tanya Kenzo dengan tangan yang meraba kaki mulus itu


Alena langsung mengangguk dengan mata yang berkaca kaca, membuat Kenzo langsung menghela nafas pasrah. Dia memutar tubuh nya dan menarik Alena untuk naik keatas pundak nya


"Dasar cengeng, baru segini saja kau sudah menangis" gerutu Kenzo yang kini telah membawa Alena dalam gendongan nya


Alena memeluk leher Kenzo dengan erat dan merebahkan kepala nya dibahu kekar itu


"Kau ini kejam sekali, kau tidak tahu saja hatiku ini lembut seperti sutra, jadi tidak tahan menahan sakit." jawab Alena sembari mengerucutkan bibir nya sekilas. Sedangkan Kenzo langsung mendengus geli mendengar nya


Alena kembali mengedarkan pandangan nya kesegala arah dimana suara tembakan masih terdengar begitu nyaring dan mengerihkan ditelinganya. Dia menatap jalan yang dilalui oleh Kenzo, mereka berjalan dipinggiran hutan yang lumayan jauh dari bibir pantai, mungkin karena Kenzo tidak ingin musuh mengetahui kehadiran mereka, tapi samar samar Alena juga bisa mendengar jika ada derap langkah kaki lain yang menyusul mereka


"En, kau dengar sesuatu?" bisik Alena ditelinga Kenzo


"Ya, diam dan ambil pistol dipinggang ku" ucap Kenzo pula, dia juga mulai waspada karena sepertinya beberapa orang sudah mengetahui kehadiran nya dan Alena


Dengan ragu Alena meraih pistol dipinggang Kenzo, sementara Kenzo masih memegangi bokong Alena agar tetap nyaman berada digendongan nya.


"Untuk apa pistol ini?" tanya Alena ngerih.


"Jika aku bilang tembak, kau harus menembak mereka" jawab Kenzo membuat Alena langsung terkesiap didalam gendongan Kenzo.


"Kau gila" gumam Alena yang berusaha untuk menahan suara nya. Untuk seumur hidup nya , baru kali ini Alena memegang senjata api, bahkan tangan nya benar benar bergetar sekarang


"Jangan takut, kau pasti bisa" kata Kenzo yang bisa melihat jika Alena tampak ketakutan memegang pistol nya. Jangan saja dia menarik pelatuk pistol itu diwajah Kenzo, jika tidak maka dia yang akan mati


"Tapi bagaimana cara menggunakan nya?" tanya Alena dengan suara yang terdengar mencekat dikerongkongan nya. Dia masih memperhatikan pistol kecil yang ada ditangan nya itu.


"Kau hanya perlu menarik pelatuk kecil yang ada dibawah gagang nya" jawab Kenzo


"Seperti ini" kata Alena yang ingin mempraktikan nya namun seruan Kenzo membuat nya terlonjak kaget


"Kau ingin membunuhku ha?" tanya Kenzo menoleh kearah Alena yang terkejut


"Katamu seperti itu, aku kan ingin mencoba nya" gumam Alena dengan bibir yang cemberut kesal


"Tapi tidak kearahku juga Alena. Itu senjata api, sekali tembak bisa mati" geram Kenzo


Alena langsung meringis takut dan menjauhkan tangan nya yang tadi nya memeluk Kenzo kini sedikit merentang, seolah olah sedang menjaga jarak aman


"Aku tidak mau memakai nya" kata Alena yang langsung menyembunyikan wajah nya diceruk leher Kenzo. Membuat pria itu jadi kehilangan fokus nya sekarang. Nafas hangat Alena malah membuat jiwa lelaki nya langsung berdesir


"Oh astaga, jangan begini. Kau mau kita mati ha?" tanya kenzo kesal.


"Aku takut" teriak Alena ditelinga Kenzo membuat pria itu langsung meringis karena telinga nya yang berdengung


"Disana, mereka disana!!!!" sebuah suara mengejutkan Alena dan Kenzo. Suara teriakan Alena ternyata mampu membuat beberapa musuh mengetahui keberadaan mereka


"Oh ****" gumam Kenzo yang segera berjalan lebih cepat sembari mata nya menatap waspada keberbagai arah


Alena yang ketakutan kembali memeluk leher Kenzo dengan erat


"Aku takut En" gumam Alena  yang telah menahan tangis nya sekarang


"Diam dan terus peluk aku" kata Kenzo yang sudah dalam mode serius nya


Dor


"Emmmgg" tembakan yang meleset membuat Alena menggeram dan mengeratkan pelukan nya pada Kenzo


Mata Kenzo mengkilat dibalik topeng, markas kecil dermaga Aldrego sudah kelihatan, tapi seperti nya beberapa orang ini harus dia habisi terlebih dahulu.


Kenzo menghentikan langkah nya dan menurunkan Alena dari gendongan nya, namun tetap tangan itu terus menggenggam erat tangan Alena yang bergetar ketakutan.


"Jangan jauh dariku" gumam Kenzo dan Alena segera mengangguk dengan cepat seiring dengan kedatangan beberapa orang yang telah berdiri tegap dihadapan mereka


Malam sangat gelap, apalagi mereka ada dibawah pohon yang menutup sinar bulan malam itu membuat anak buah Thomas dan Jesicca itu tidak tahu siapa yang mereka hadapi.


"Diam disini" gumam Kenzo. Alena ragu, tapi dia hanya mengangguk pasrah dan melepaskan tangan Kenzo yang kini mulai maju dan menyerang hampir sepuluh orang itu.


Air mata Alena menetes melihat Kenzo yang berjuang sendirian, meski dia tahu Kenzo masih bisa melawan mereka tanpa kesusahan, tapi saat mereka sudah mulai memakai senjata api, Alena kembali merasa takut.


Beberapa kali menghindar dan menyerang, akhirnya Kenzo bisa dengan mudah melumpuhkan mereka semua dalam waktu sekejap mata. Bukan hal yang sulit untuk nya karena mereka hanya anak buah yang sengaja dikorbankan oleh Thomas dan wanitanya.


Benar benar licik, entah apa yang sebenar nya mereka rencanakan.


Alena langsung berlari memeluk Kenzo saat pria itu sudah membalikkan tubuh nya dan berjalan kearah nya


"Jangan cengeng, sudah aku bilang selalu" kata Kenzo sembari mengusap kepala Alena sekilas. Dia ingin melepaskan pelukan Alena, namun Alena malah menahan nya dengan suara tangis yang terdengar begitu jelas ditelinga Kenzo.


Bahkan dapat Kenzo rasakan jika tubuh Alena bergetar sekarang.


Dahi Kenzo langsung mengernyit heran melihat nya, kenapa Alena malah ketakutan


"Hei, kenapa, sudah aman" kata Kenzo


namun tiba tiba


Dor


Dengan cepat Kenzo membalikkan tubuh nya dengan tangan yang masih memeluk Alena, matanya terbelalak sempurna saat melihat seseorang jatuh tersungkur dibawah pohon dibalik semak tidak jauh dari tempat mereka berada. Dan dia menoleh kembali kearah Alena yang mata nya sudah basah dengan air mata. Tangan nya bergetar, bahkan pistol yang dipegang nya telah jatuh keatas tanah


"Aku,, aku berhasil membunuh nya. Aku membunuh orang... huuuuuuuu" gumam Alena yang langsung menangis seperti anak kecil dalam pelukan Kenzo, bahkan dia memeluk tubuh Kenzo dan terus menangis disana.


Kenzo langsung mendengus senyum mendengar nya, dia kira telah terjadi sesuatu atau entah apa yang membuat Alena begitu ketakutan, dan ternyata karena dia telah menembak seseorang hingga terkapar. Cukup hebat, batin Kenzo


"Hei, kenapa kau malah menangis? Kau hebat Alena,sekali tembak bisa membuat nya terkapar begitu" kata Kenzo namun Alena malah menguatkan suara tangis nya


"Huuaa,,,, kau memang benar benar sadis" seru Alena memukul dada Kenzo dengan kesal. Dia takut karena telah membunuh orang, namun Kenzo malah merasa bangga. Dasar mafia


"Pelankan suara mu, kau mau mereka menemui kita lagi" kata Kenzo dan Alena langsung menggeleng cepat


"Ayo kita pergi" ajak Kenzo


"Gendong" pinta Alena begitu manja.


Kenzo kembali mendengus nafas lelah, seperti nya adalah kesalahan terbesar nya membawa Alena malam ini. Bukan nya tenang, dia malah bertambah susah.


"Baiklah, ayo ratuku" kata Kenzo yang sedikit membungkukkan tubuh nya dihadapan Alena. Alena langsung tersenyum dengan manis sembari mengusap kasar air matanya, setelah itu diapun melompat naik keatas punggung kekar itu.


"King itu anda?" suara seseorang membuat langkah Kenzo terhenti. Mata tajam nya langsung menoleh keasal suara yang datang dari arah hutan, memunculkan seorang laki laki muda yang berwajah datar


"Xavier" gumam Kenzo