ALENA Is My Sunshine

ALENA Is My Sunshine
Hadiah Dari Kenzo



Sementara didesa dimana Alena tinggal. Gadis itu kini tengah berdiri dengan wajah bingung bersama dengan bibi Grace.


Beberapa saat yang lalu beberapa orang pria berjas datang kerumah mereka dan memberikan beberapa surat dan sebuah box besar.


Dan yang lebih mengejutkan lagi adalah surat yang diberikan oleh pria berjas itu ternyata adalah sebuah sertifikat tanah dan perternakan sapi atas nama bibi Grace.


Tentu saja hal itu hampir membuat bibi Grace terkena serangan jantung.


"Itu adalah hadiah dari tuan Ken untuk anda nyonya, beliau meminta maaf karena tidak dapat memberikan nya secara langsung pada anda" ungkap pria berjas itu


"Tapi ini terlalu berlebihan tuan" ungkap bibi Grace tidak enak, bahkan tangan nya terlihat gemetar memegang berkas berkas itu


"Tidak, itu tidak seberapa dengan kalian yang sudah mau merawat nya dengan baik. Semua nya sudah disiapkan oleh orang orang kami, anda hanya tinggal mengurus nya" jelas pria itu


Alena hanya diam tanpa bersuara, dia hanya mengucapkan terimakasih karena sudah diberikan hadiah yang begitu besar


Bahkan bibi Grace sampai harus menangis terharu mendapatkan kejutan ini, bagaimana tidak, dia mendapatkan dua hektar tanah dan ratusan sapi perah yang kini menjadi milik nya. Benar benar seperti mimpi.


Setelah orang orang berjas itu pergi, Alena duduk didepan sebuah kotak yang memang khusus untuk diri nya.


Bibi Grace sudah pergi melihat peternakan nya bersama orang orang itu.


Dan kini tinggallah Alena seorang diri disini.


Alena menghela nafas nya sejenak dan menatap lirih kotak itu.


'aku hanya ingin melihat mu, bukan mengharapkan hadiah mu En' batin nya sedih.


Entah lah, sejak kepergian Enzo dua minggu yang lalu, dia benar benar merasa kehilangan pria itu, dan setiap hari dia selalu berharap bisa bertemu dengan pria itu kembali. Tapi seperti nya mustahil, mengingat kini Enzo nya telah mendapatkan kembali ingatan nya, dan pasti dia sudah tenang dengan keluarga nya yang sekarang.


Mungkin setelah memberikan hadiah sebagai tanda terimakasih ini, Enzo nya akan melupakan diri nya dan tidak akan pernah mengingat nya kembali.


Tangan lentik Alena mulai meraih kotak itu. Membuka nya dengan perlahan dan sangat lembut. Rasa nya benar benar tidak bersemangat, tapi dia juga penasaran dengan isi kotak itu.


Sebuah kotak besar dengan warna soft pink lembut dan pita diatas nya. Sangat cantik, sesuai dengan warna favorit nya.


Setelah terbuka, Alena mengernyit heran ketika melihat sebuah gulungan kain wol berbahan sutra yang sangat lembut. Ada tiga gulungan dengan tiga warna, warna biru gelap, warna pink dan warna krem.


Alena meraih warna pink dan menyentuh nya dengan lembut, bibir nya tersenyum manis saat meletakan kain itu diwajah nya, merasakan sensasi lembut dan wangi nya.


Mata nya kembali memandang sebuah surat yang terletak dibawah tumpukan kain itu.


Dan dengan cepat dia membuka dan membaca nya.


..."Hadiah ini mungkin tidak akan mampu untuk membalas semua kebaikan mu padaku. Tapi aku harap dengan ini kau bisa meraih mimpimu menjadi seorang desainer terkenal....


...Kau gadis yang ceria dan penuh semangat, aku yakin kau pasti sukses dengan bakat mu itu....


...Jika kau berkenan, datang lah kekota, aku sudah menyiapkan semua nya untuk mu, sebuah tempat yang menjadi impian mu selama ini" ~Enzo...


Alena tersenyum dengan mata yang berkaca kaca. Dia kemudian mengambil sebuah amplop coklat yang berada dibawah surat nya tadi


Dan mata nya langsung terbelalak lebar saat melihat isi nya. Sebuah sertifikat gedung butik atas nama diri nya dan juga beberapa foto butik itu. Tampak mewah dan sangat besar.


"Astaga, apa Enzo tidak salah, ini mewah sekali" gumam Alena begitu terkejut. Bahkan tangan nya bergetar hebat saat melihat foto foto itu


"Apa dia serius, sebenar nya seberapa kaya nya dia" ucap Alena masih bersusah payah untuk mempercayai ini.


Tapi dia yakin Enzo tidak berbohong, karena bukti nya dia juga bisa membelikan peternakan sapi untuk bibi Grace


"Aku ingin sekali kesana, itu impian ku sejak dulu, tapi bagaimana mungkin, aku takut mereka akan menemukan ku disana nanti" lirih Alena tertunduk sedih. Tangan nya meremas Kuat kain sutra itu didada nya.


Jika mengingat itu, hati nya sakit bukan main, bahkan tubuh nya bergetar hebat membayangkan masa masa itu.


Dia sudah tenang tinggal disini, tidak ada yang mengusik nya dan tidak ada yang memaksakan kehendak nya.


Meski dia tahu, ketenangan nya kini tidak akan bertahan lama, cepat atau lambat orang orang itu pasti akan menemukan diri nya.


Tapi bagaimana dengan mimpi nya, susah payah dia kuliah hanya untuk impian nya, namun semua nya hancur saat ayah nya hendak menikahkan nya kepada seseorang yang sama sekali tidak dikenal nya. Berulang kali dia menolak dan membangkang, dan karena hal itulah yang menyebabkan nya hingga terdampar ditempat ini.


Dan kini peluang itu terbuka lagi, peluang yang tidak akan datang untuk kedua kali nya. Dia tahu, jika dia disini lebih lama, mereka pasti akan menemukan nya juga, dan akan berimbas pada bibi Grace, namun jika dia menerima tawaran Enzo, dia takut mereka akan menemukan nya disana lebih cepat, dan dia belum siap akan hal itu.


Dia ingin mencapai cita cita nya, tapi kenapa bayang bayang ayah nya dan pria itu benar benar membuat nya terpuruk.


Selama ini Alena hanya berusaha tersenyum dan ceria dihadapan semua orang yang mengenal nya, tapi dibalik itu semua, dia menyimpan sebuah ketakutan yang selalu menghantui malam dan tidur nya.


Dia takut, dia benar benar tidak ingin menikah dengan pria itu, dia hanya ingin menikah dengan pria yang dicintai nya, bukan pria sangar, kejam dan pemaksa seperti itu.


"Alena" panggil bibi Grace membuat lamunan Alena berantakan, dia sampai terkesiap karena terkejut


"Oh bibi Grace, kau mengejutkan ku" kata Alena sembari menyimpan kain yang sedari tadi dipegang nya kedalam kotak itu kembali


"Itu kain sutra?" Tanya bibi Grace yang kini duduk disamping Alena dan menatap tumpukan kain itu


"Ya, Enzo menghadiahkan nya untuk ku" jawab Alena


"Bukan kah itu kain dari bahan yang bagus, pasti sangat mahal" ungkap bibi Grace tak habis fikir


"Bibi benar, dia benar benar memberikan yang terbaik untuk kita" balas Alena


"Tapi kenapa wajah mu seperti tidak senang Alena" tanya bibi Grace, Alena menghela nafas nya sejenak


"Aku bingung bibi" jawab Alena sembari menyerahkan beberapa foto dan sertifikat butik pada bibi Grace


"Enzo memberikan ini?" Tanya bibi Grace tak percaya, dan Alena mengangguk lemah


"Hei, lalu kenapa kau terlihat tidak bersemangat begitu Alena, bukan kah ini impian mu, dan Enzo mewujudkan nya" kata bibi Grace menatap heran wajah sedih Alena


"Aku, aku tidak ingin meninggalkan bibi sendiri disini" jawab nya tertunduk


Bibi Grace langsung mengusap punggung tangan Alena dengan lembut


"Alena, bibi ada Peter yang menemani sejak uncle mu pergi, dan sekarang bibi juga akan selalu berada di peternakan. Kau jangan fikirkan bibi, lagi pula bibi tahu bukan hanya karena bibi yang membuat mu berat untuk pergi bukan" tanya bibi Grace. Dan Alena langsung mengangguk pelan karena memang benar apa yang diucapkan oleh wanita itu.


"Kau masih takut jika ayah mu menemukan mu dan memaksamu untuk menikah lagi" tanya bibi Grace dan lagi lagi Alena mengangguk pelan


"Mereka pasti tidak akan mudah menemukan mu Alena, lagi pula disana ada Enzo , dia pasti akan melindungi mu" kata bibi Grace lagi


"Tapi bibi, aku bukan siapa siapa yang harus dilindungi nya, dia pasti sudah tenang sekarang dengan keluarga nya, lagi pula bibi tidak tahu bagaimana orang itu. Aku tidak ingin Enzo celaka bibi" ungkap Alena


"Lalu apa yang akan kau lakukan, apa kau akan mengembalikan apa yang Enzo berikan?" Tanya bibi Grace lagi, dia benar benar iba melihat nasib gadis cantik ini


"Aku bingung" jawab Alena dengan mata yang berkaca kaca


"Alena, dengarkan bibi. Dimana pun kau berada, kau hanya tinggal menunggu waktu untuk mereka menemukan mu, walaupun kau berada disini suatu saat nanti kau pasti akan ditemukan juga oleh mereka, bukan maksud bibi untuk menyuruh mu pergi, tapi setidak nya, sebelum mereka menemukan mu kau sudah bisa merasakan bagaimana memiliki butik sendiri, bagaimana rasa nya menjadi seorang desainer yang ternama. Percayalah Alena, ketika kau punya kuasa dan punya banyak uang, kau pasti bisa menang melawan mereka, setidak nya kau bisa menyewa orang untuk melawan mereka dan menentang keinginan ayahmu" ungkap bibi Grace panjang lebar


Alena terdiam, mencoba mencerna apa yang diutarakan oleh bibi Grace, dan semua memang benar ada nya.


Dia tidak tahu apa yang akan terjadi kedepan nya nanti, setidak nya sebelum hari buruk itu terjadi, dia sudah bisa merasakan impian nya sebentar, dari pada dia berdiam diri didesa ini dan tidak mendapatkan apapun.


"Bagaimana, berfikir lah malam ini, semakin cepat semakin baik. Enzo pasti membantu mu disana" kata bibi Grace lagi


"Baiklah bibi, malam ini aku akan memikirkan semua nya" kata Alena yakin membuat bibi Grace tersenyum dan mengangguk setuju


"Semua ada digenggaman mu Alena. Jangan menyerah dan bersembunyi terus. Kau harus bisa berdiri dikaki mu sendiri. Dan Enzo sudah membuka peluang nya, kau harus memanfaatkan itu dengan baik, bibi yakin kau pasti bisa" kata bibi Grace menyemangati Alena yang mengangguk dan tersenyum


Dia lalu memeluk bibi Grace dengan erat


"Terimakasih bibi, aku menyayangi mu, dan maafkan aku yang selalu merepotkan mu selama ini" kata Alena


"Hei, kau berbicara seperti itu seperti aku memang menyuruh mu pergi saja" sahut bibi Grace dengan tawa khas nya


"Bukan nya memang seperti itu" jawab Alena yang juga ikut tertawa


...


next...


jangan lupa like dan komen nya ya guys