
Alena duduk disofa bersama kapten Stone dan Reymond. Sedangkan Kenzo pamit keruang kerja nya bersama Edward. Ada yang harus mereka bahas, dan juga Kenzo ingin memberikan waktu untuk Alena bersama Daddy dan kakak nya sekarang.
Alena terlihat mengusap air mata nya mendengar cerita kapten Stone tentang ibu nya yang telah tiada. Rasa nya dia benar benar sedih, dia belum tahu bagaimana rupa ibu nya, tapi takdir belum boleh mempertemukan nya dikehidupan yang sekarang.
Reymond mengeluarkan ponsel nya dan menunjukan sesuatu pada Alena.
"Ini foto mommy, dia sangat mirip denganmu bukan" ucap Reymond sembari menyerahkan ponsel nya pada Alena.
Air mata Alena kembali menggenang memperhatikan foto seorang wanita yang terlihat masih cantik sedang menggendong seorang bayi mungil yang masih terlihat merah. Tubuh nya tinggi dan berkulit putih, rambut nya pirang dengan mata biru yang bersinar indah. Sungguh sangat mirip dengan Alena.
"Ini foto sewaktu mommy baru melahirkan mu Alena, dia masih terlihat cantik dan selalu bahagia. Tapi semenjak kehilangan mu, semua nya terasa berbeda. Dia selalu sedih dan murung sepanjang hari. Hanya dirimu yang selalu difikirkan nya" ungkap Reymond membuat Alena kembali terisak dan mengusap layar di ponsel Reymond.
"Ini salah Daddy, Daddy tidak bisa menjaga kalian dengan baik" ucap Kapten Stone yang juga kembali menangis mengingat tentang istri yang paling dicintai nya.
"No dad, sudah berapa kali aku bilang. Ini bukan salah mu." Sanggah Reymond
"Tidak Reymond, Jika saja Daddy tidak menjadi seorang agen, kalian tidak akan berada dalam bahaya. Orang orang yang Daddy tangkap menaruh dendam pada Daddy sehingga kalian lah yang menjadi korban nya. Daddy kehilangan putri Daddy selama duapuluh tiga tahun, dan kini Daddy kehilangan ibu kalian" ucap kapten Stone dengan nada yang terdengar begitu hancur
Alena kembali menangis menatap wajah Daddy nya. Orang tua yang ternyata masih ada dan begitu menyesali semua nya. Tapi bukan berarti ini salah nya, Alena tahu jika Daddy nya juga merasakan perasaan kehilangan yang begitu mendalam, dan itu begitu jelas diraut wajah nya. Dan haruskah Alena tidak mempercayai ucapan nya? Tidak, tentu saja tidak. Tangisan kapten Stone membuat hati nya terasa sakit, ungkapan penyesalan nya membuat Alena merasa bersalah karena telah berburuk sangka pada pria tua itu.
"Daddy" panggil Alena dengan nada yang begitu lirih. Sebisa mungkin dia menahan Isak tangis nya. Alena mengambil tangan kapten Stone dan menggenggam nya dengan erat. Tidak ada lagi keraguan dihati nya, dia tahu ini nyata, dan dia telah bertemu dengan keluarga nya sekarang.
"Jangan menangis, ini sudah takdir. Ale sudah begitu bahagia bisa bertemu dengan Daddy" ucap Alena pada kapten Stone yang semakin terharu dengan pernyataan putri nya itu
"Benarkah nak?" Tanya kapten Stone yang membalas genggaman tangan Alena
"Ya, sejak dulu Ale selalu berharap bisa memiliki sebuah keluarga yang menyayangi Ale dan sekarang harapan itu sudah menjadi kenyataan bukan?" Tanya Alena menatap penuh harap wajah Kapten stone yang langsung mengangguk dan menangis
"Oh tuhan, tentu saja nak. Ini Daddy mu, mulai sekarang Daddy tidak akan pernah meninggalkan mu lagi" ucap kapten Stone yang langsung menarik Alena kedalam pelukan nya. Mereka kembali menangis bersama, saling menumpahkan perasaan yang telah berkecamuk selama ini
"Maafkan Daddy nak, maafkan Daddy" ucap kapten Stone lagi
"Ini bukan mimpi kan?" Tanya Alena yang masih dalam pelukan ayah nya
"Ini nyata nak, ini bukan mimpi. Ya, Tuhan terimakasih. Terimakasih kau masih berbaik hati mengembalikan putri ku" ungkap kapten Stone yang menangis terharu sembari menciumi pucuk kepala Alena. Sedangkan Reymond mengusap punggung Alena dengan lembut dan begitu terharu.
Kini keluarga nya telah berkumpul kembali, meskipun ibu nya telah tiada, namun dia yakin, ibu nya pasti melihat mereka dari atas sana.
"Kau tidak ingin memeluk kakak mu ini hmm?" Tanya Reymond saat Alena baru saja melepaskan pelukan nya dari kapten Stone
Alena tersenyum dan langsung memeluk Reymond yang telah merentangkan tangan nya dan langsung mendekap Alena dengan penuh kasih sayang
"Oh, akhir nya aku benar benar punya saudara" ucap Reymond membuat Alena tertawa pelan. Dia melepaskan pelukan nya dan menatap Reymond dengan lekat. Wajah pria tampan itu memang sangat mirip dengan ayah nya.
"Apa kau tahu jika kita memang saudara?" Tanya Alena pada Reymond yang tersenyum dan menggeleng
Reymond mengusap pucuk kepala Alena dan merangkul pundak nya
"Tidak, tapi saat pertama kali bertemu dengan mu, aku tidak bisa untuk tidak mengingat mu, karena wajah mu yang begitu mirip dengan mommy. Dari situ aku mulai mencari tahu tentangmu dan berusaha untuk dekat denganmu" ungkap Reymond
"Ya, bahkan Daddy begitu terkejut saat tahu ternyata Reymond sudah mengenalmu lebih dulu" kata kapten Stone pula
"Dan aku lebih terkejut saat Daddy memberi tahu jika adik ku yang hilang itu adalah Alena" sahut Reymond
Kapten Stone langsung tertawa kecil penuh haru. Takdir masih begitu baik pada nya , setelah kehilangan istri yang begitu dicintai nya, akhir nya dia bisa bertemu kembali dengan putri nya yang hilang
"Ah, kemari peluk Daddy. Rasa nya Daddy belum puas memeluk putri Daddy yang sangat cantik ini" kata kapten Stone membuat Alena dan Reymond tertawa lucu.
Mereka saling memeluk dengan Alena yang berada ditengah tengah mereka. Kebahagiaan yang tidak bisa diukur dengan apapun. Setelah dua puluh tiga tahun, disaat Alena meyakini dia hanya sendiri didunia ini, tapi kenyataan nya, takdir kembali membawa nya bertemu dengan orang tua kandung nya, bahkan dia mempunyai kakak laki laki sekarang. Dan dia tidak akan iri lagi pada Clara setelah ini.
Lama Alena bercengkrama dengan kapten Stone dan Reymond. Mereka saling bercerita tentang pengalaman mereka masing masing, dan Alena lebih banyak bertanya tentang bagaimana ibu nya. Ibu yang telah melahirkan nya kedunia ini. Dunia yang membuat nya mengerti arti perjuangan hidup yang tidak mudah.
"Kau akan pulang bersama Daddy kan??" Tanya kapten Stone penuh harap
"Ya, memang sudah seharusnya begitu bukan" timpal Reymond pula
Namun Alena terlihat terdiam dan meragu, dia memandang kearah lantai atas dimana kamar Kenzo berada. Apa Alena harus ikut mereka pulang, tapi bagaimana dengan Enzo nya.
"Kenapa nak, apa kau tidak ingin tinggal bersama Daddy? Apa kau masih kecewa pada Daddy?" Tanya kapten Stone dengan wajah yang terlihat sedih kembali
Alena langsung menggeleng dan mengusap tangan tua pria itu
"Tidak dad, bukan begitu maksud ku, aku...." Ucapan Alena terputus saat tiba tiba Kenzo muncul dari dalam lift bersama Edward. Dia langsung berjalan mendekati ketiga orang itu sedangkan Edward langsung berjalan keluar mansion.
"Ikutlah bersama mereka Alena. Kau akan aman berada dengan orang tua mu" kata Kenzo langsung membuat Alena tampak terdiam sesaat.
"Tapi, jika aku ikut Daddy, Daddy juga akan berada dalam bahaya seperti mu kan" ucap Alena dengan wajah sedih nya
Kapten Stone langsung menggenggam tangan Alena. Dia menatap putri tercinta nya dengan lekat dan begitu serius
"Kau tanggung jawab daddy nak, apapun yang terjadi Daddy akan selalu melindungi mu. Kau anak Daddy, dan Daddy akan bertanggung jawab atas hidup mu" ucap kapten Stone begitu yakin
"Tapi dad"
"Alena, kami tahu apa yang menimpamu, tuan Kenzo sudah menceritakan semua nya. Dia tidak akan tahu jika kau bersama kami. Rumah kita adalah tempat yang paling aman untuk mu saat ini" ungkap Reymond pula
"Benarkah?" Tanya Alena dan Reymond langsung mengangguk meyakinkan nya
"Kau sudah memiliki tempat untuk berlindung sekarang Alena. Mereka adalah rumah mu, dan kau akan aman berada dirumah mu sendiri" kata Kenzo lagi
"Percayalah, Daddy akan selalu melindungi mu" tambah kapten Stone
Mata Alena kembali berkaca kaca, dia begitu terharu melihat ketiga pria yang terlihat begitu menyayangi nya
"Tapi bagaimana dengan mu En, mereka pasti akan terus mengusik mu" ucap Alena yang kini menatap Kenzo.
"Tidak akan terjadi apa apa padaku Alena" jawab Kenzo menatap lekat wajah Alena yang terlihat bimbang. Sebenar nya dia begitu ingin Alena tinggal lebih lama bersama nya, karena bagaimana pun berada jauh dari gadis itu mampu membuat hati nya tidak tenang. Tapi jika Alena tetap berada didekat Kenzo, maka dia akan terus selalu dalam bahaya, apalagi Mike dan komplotan nya yang pasti akan mencari Alena dan menjadikan gadis itu sebagai senjata nya. Dan dengan membiarkan Alena pergi bersama kapten Stone, itu adalah jalan terbaik untuk mereka. Kenzo bisa aman untuk melancarkan rencana nya.
"Saya sungguh berterimakasih pada anda tuan Kenzo Barrent. Tidak tahu bagaimana cara membalas kebaikan anda yang telah mempertemukan kami" ungkap kapten Stone begitu tulus pada Kenzo. Kini mereka telah berdiri dan saling berhadapan
"Ini sudah takdir nya kapten, saya juga tidak menyangka jika Alena adalah putri anda" jawab Kenzo
"Sekali lagi saya ucapkan terimakasih yang sebesar besar nya. Dan mengenai buronan itu, saya masih akan terus melacak dimana keberadaan nya agar tidak lagi mengusik kehidupan anda" kata kapten Stone lagi
Kenzo langsung tersenyum tipis menanggapi nya
"Tidak perlu repot kapten, untuk kali ini biar menjadi urusan saya, nikmatilah terlebih dahulu waktu anda yang terbuang bersama Alena" sahut Kenzo sembari melirik kearah Alena yang masih selalu memandang kearah nya
"Tentu saja jika itu, tapi untuk Mike yang berhasil melarikan diri dan telah menjadi buronan tidak bisa dilepaskan begitu saja. Pihak kepolisian Hawai telah bekerja sama dengan kepolisian Amerika saat ini untuk mencari nya" ungkap kapten Stone.
Kenzo hanya mengernyitkan sedikit alis nya mendengar penuturan kapten Stone. Kapten Stone tidak tahu saja apa yang telah direncanakan pria itu, mana mungkin dia melepaskan Mike dan memberikan nya pada negara. Sungguh itu tidak akan mungkin terjadi, karena bagaimana pun cara nya dia ingin membunuh sendiri pria jelek yang telah merusak Alena nya.
"Benarkah begitu Daddy?" Tanya Alena dengan wajah berbinar. Ada secercah harapan yang keluar dari binar mata nya
"Ya, Daddy tidak akan membiarkan orang yang telah melukai mu bebas begitu saja sayang" jawab kapten Stone membuat Alena langsung tersenyum senang dan menatap Enzo nya
"En, bukan kah ini berita bagus?" Ucap Alena. Dan Kenzo hanya mengangguk dan tersenyum saja.
"Sekarang, bolehkah kami membawa Alena pulang tuan Ken?" Tanya Reymond pada Kenzo
"Tentu, dia milik kalian. Tolong jaga dia dengan baik" pinta Kenzo menatap Reymond dan kapten Stone dengan wajah datar nya.
"Tentu, terimakasih untuk semua nya" ucap Reymond sembari menjabat tangan Kenzo, tuan Amerika yang tidak disangka nya akan bertemu dengan cara yang seperti ini, setelah sebelum nya dia hanya bertemu sekilas jika Kenzo menjemput Clara saja.
"Kami permisi tuan" ucap kapten Stone pula
Kenzo hanya mengangguk dan tersenyum. Dia kini menoleh pada Alena yang menatap nya dengan mata yang berkaca kaca dan tengah menahan Isak tangis nya
"Kenapa kau malah menangis hmm?" Tanya Kenzo pada Alena yang langsung berlari memeluk nya, Kenzo segera menangkap Alena dan membalas pelukan nya.
Kapten Stone dan Reymond saling pandang heran
"Jika begitu kami menunggu diluar, Alena, tuan Ken" ucap Reymond yang langsung menarik lengan ayah nya yang terlihat bingung.
Kenzo hanya mengangguk dan tersenyum tipis melihat Reymond yang mengerti jika mereka butuh waktu berdua.
"Kau tidak bahagia bertemu mereka" tanya Kenzo masih mengusap punggung Alena. Alena langsung menggeleng dan mendongak menatap wajah tampan itu
"Aku bahagia, tapi aku sedih harus berpisah denganmu" jawab Alena begitu jujur membuat Kenzo langsung mendengus senyum dan kembali menarik nya kedalam pelukan nya
"Dasar bodoh, kita masih bisa bertemu lagi Alena" ucap Kenzo
"Benarkah?" Tanya Alena
"Tentu saja" jawab Kenzo
Kenzo melepaskan pelukan nya, dan menghapus air mata diwajah Alena.
"Jangan keluar kemanapun sebelum kau mendengar kabar Mike tertangkap" ucap Kenzo begitu serius
"Lalu butikku?" Tanya Alena bingung
"Kau bisa menyerahkan nya pada karyawan mu, untuk sementara bekerja lah dari rumah ayahmu. Kau aman disana, Mike tidak akan tahu kau berada dirumah kapten Stone saat ini" kata Kenzo
"Tapi kau yang akan selalu diganggu nya En" lirih Alena
"Kau tidak perlu khawatir, kau dengar bukan perkataan ayah mu, dia buronan dan dicari oleh semua pihak aparatur negara, aku akan aman dan baik baik saja" jawab Kenzo
"Kau harus berjanji untuk baik baik saja" ucap Alena menatap wajah Enzo nya dengan lekat
"Aku berjanji" jawab Kenzo
"Kau berjanji untuk menemui ku" pinta nya lagi
"Ya" jawab Kenzo
"Kau berjanji untuk terus menjadi obat dari segala rasaku" kali ini mata Alena sedikit sendu membuat Kenzo begitu terbuai dengan tatapan mata itu
"Aku berjanji" ucap Kenzo lagi
"Aku mencintaimu" ucap Alena
"Aku tahu" balas Kenzo
Alena langsung tersenyum dan memalingkan wajah nya yang merona, membuat Kenzo bertambah gemas saja. Rasa nya dia benar benar ingin menikmati bibir itu sekarang sebagai tanda perpisahan mereka, tapi jika itu dia lakukan, maka Alena pasti akan kembali pingsan, dan dia yang akan menjadi santapan kapten Stone nanti nya.
"Pergilah, mereka sudah menunggumu" ucap Kenzo dan Alena langsung mengangguk menatap Kenzo yang tersenyum pada nya membuat wajah Alena semakin merona saja
"Ingat ucapan ku, jangan keluar kemanapun" kata Kenzo
"Iya" jawab Alena
"Peluk sekali lagi" pinta Alena yang tanpa aba aba langsung memeluk Kenzo yang langsung terkekeh pelan
"Kau begitu manja" ucap Kenzo
"Aku tidak tahu kapan bisa seperti ini lagi" gumam Alena
"Jika hatimu masih selalu untuk ku, maka kau akan selalu merasakan kehadiranku Alena" ucap Kenzo begitu dalam, dan entah kenapa itu begitu membuat hati Alena sedikit terusik. Dia melepaskan pelukan nya dan menatap wajah kenzo yang kini mengusap wajah nya.
"Ayo" ajak kenzo dan Alena hanya mengangguk saja.