ALENA Is My Sunshine

ALENA Is My Sunshine
Kerumah Utama Keluarga Barrent



Alena tampak begitu gugup. Saat ini dia sudah berada dirumah utama keluarga Barrent, dirumah kediaman orang tua Kenzo dan Clara. Pagi tadi setelah puas mengobrol dan bercanda dengan Clara, gadis itu mengajak Alena untuk kerumah nya. Alena begitu enggan, bukan karena tidak ingin, tapi dia takut jika orang tua Kenzo tidak akan menerima nya sama seperti mantan Kenzo dulu nya. Namun meskipun Alena menolak, Clara tetap memaksa nya, dan mau tidak mau Alena terpaksa ikut dengan nya. Dan disinilah kini dia berada, duduk disofa ruang keluarga yang terlihat begitu mewah dan elegan, namun sama sekali tidak terasa nyaman untuk Alena.


Tangan nya saling meremas gugup, pandangan nya tertunduk tak berani menatap keruangan yang begitu luas itu, sama luas nya dengan mansion milik Kenzo Barrent. Hanya berbeda desain dan gaya, namun sama sama terlihat begitu mewah, elegan dan sangat indah.


Alena sendirian diruangan itu, Clara sedang memanggil ibu nya yang sedang berada dikamar. Ruangan itu terasa begitu horor untuk nya, dia tidak pernah berada dirumah orang sebelum nya, dan dia tidak terbiasa dari dulu, apalagi dirumah mewah sekelas orang nomor satu di Amerika seperti ini.


"Nona silahkah diminum" ucap seorang pelayan yang datang membawakan segelas air jeruk untuk Alena. Alena yang sedang melamun tampak terkesiap dengan kedatangan pelayan itu.


"Ah, iya, terimakasih bibi" sahut Alena dengan senyum canggung nya. Pelayan itu hanya tersenyum tipis dan membungkkukan sedikit tubuh nya dan segera beranjak dari sana.


Setelah kepergian pelayan itu Clara dan ibu nya muncul dari balik dinding, dan Alena segera beranjak dari duduk nya dan berdiri menatap wanita paruh baya yang masih terlihat begitu modis dan elegan. Benar benar orang kaya yang sesungguh nya. Pantas saja anak anak nya tidak ada yang gagal penampilan nya, jika ibu nya saja seperti ini, batin Alena.


"Selamat siang nyonya" sapa Alena yang membungkukan tubuh nya dihadapan nyonya Monica yang tersenyum menatap Alena.


"Selamat siang, kau lebih cantik dari bayangan ku" sambut nyonya Monica. Alena langsung tersenyum simpul mendengar nya


"Tentu saja mom, aku tidak ingin berteman dengan orang sembarangan" sahut Clara yang berdiri disamping nyonya Monic


"Ya, selera mu memang tinggi sayang"


"Ayo, silahkan duduk" ajak nyonya Monic pada Alena


Alena hanya mengangguk dan duduk kembali ditempat nya. Dia melirik Clara yang duduk disamping ibu nya. Kelihatan nya tidak seburuk yang Alena duga, ibu Clara cukup ramah dan murah senyum.


"Kenapa baru datang sekarang Alena? Padahal saya begitu penasaran padamu" ucap nyonya Monic pada Alena yang terlihat tersenyum getir dan menoleh pada Clara


"Aku baru sempat membawa nya mom, itupun harus dengan cara paksa" sahut Clara


"Benarkah?" tanya nyonya Monic pada Alena


"Emm, itu nyonya, saya memang sedang begitu sibuk dibutik" jawab Alena dengan senyum yang terlihat getir. Bagaimana mungkin nyonya Monic bisa penasaran dengan nya, entah apa yang diceritakan oleh Clara pada ibu nya ini.


"Clara selalu cerita tentang kamu setiap bertemu saya, dia bilang kamu gadis yang hebat, punya bakat terpendam dan semangat yang tinggi. Saya begitu penasaran dengan kamu, dan akhir nya baru bisa bertemu dengan mu sekarang, ternyata kamu memang gadis yang cukup menarik" ungkap nyonya Monic


"Nyonya anda terlalu berlebihan, saya tidak sehebat itu" ucap Alena tidak enak


"Clara kau ini" kata Alena yang langsung menoleh kearah Clara yang tersenyum simpul disamping ibu nya. Entah apa yang diceritakan oleh Clara sehingga nyonya Monic bisa berfikiran seperti itu. Bagaimana jika dia tahu kalau Kenzo menghilang karena menyelamatkan nyawa nya, Alena tidak bisa berfikir untuk itu sekarang.


"Aku hanya berkata yang sebenar nya Ale, mommy juga bisa menilai nya sendiri" kata Clara. Nyonya Monic terlihat tersenyum menatap Alena, namun Alena malah terlihat menghela nafas nya dengan lelah.


"Ale juga pintar memasak mom" ucap Clara lagi membuat Alena langsung melebarkan mata nya pada Clara


"Wah, benarkah kau bisa memasak Ale?" tanya nyonya Monic


"Eh, bisa nyonya, hanya saja tidak seenak buatan orang orang diluar sana" jawab Alena dengan senyum getir nya


"Bohong, kak Ken saja begitu menyukai masakan nya mom" sahut Clara dengan senyum puas nya melihat wajah frustasi Alena. Dan rasa nya Alena ingin mencubit bibir lemas milik Clara. Untuk apa dia mengungkapkan semua kelebihan Alena begitu, seperti mau melamar menjadi menantu saja, tapi memang iya kan?


"Apa benar? Padahal Kenzo adalah seseorang yang pemilih" gumam nyonya Monic tidak percaya


"Aku sudah melihat nya mom. Bahkan kak Ken begitu lahap memakan masakan Alena meski hanya spageti biasa" jawab Clara begitu antusias membuat Alena lagi lagi hanya bisa menghela nafas nya


"Kau memang gadis yang sempurna Ale, pantas saja Kenzo bisa jatuh hati padamu" ungkap nyonya Monic dengan mata yang berkaca kaca


"Nyonya, saya tidak sesempurna itu. Anda terlalu berlebihan" jawab Alena begitu lirih


Nyonya Monic menggeleng pelan dan tersenyum tipis melihat Alena. Dia tahu bagaimana putra nya, putra nya itu tidak akan mau dekat dengan seorang gadis jika hanya gadis sembarangan dan tidak memiliki aura yang bisa membuat nya terpikat. Putra nya juga tidak akan pernah mau memakan makanan sembarangan jika bukan sesuai selera nya, tapi Alena, dia bisa membuat putra nya kembali dekat dengan seorang gadis sejak beberapa tahun terakhir.


"Nona anda menangis?" tanya Alena saat melihat ibu Kenzo mengusap air mata nya


"Mom" panggil Clara pula. Dia mengusap lengan ibu nya yang menggeleng dan tersenyum pada Alena


"Alena jika Kenzo kembali suatu saat nanti, saya mohon tolong bahagiakan dia, saya yakin kamu pasti obat dari luka hati nya" ucap nyonya Monic dengan tangis yang tidak bisa ditahan nya. Dan Alena tahu jika ada sebuah luka yang besar yang terpendam didalam hati ibu Kenzo ini.


"Nyonya" lirih Alena


"Saya pernah membuat nya begitu terluka hingga dia menjadi seorang lelaki yang dingin dan tak tersentuh. Setiap hari saya selalu berharap ada seseorang yang datang dan mengobati luka hati nya, dan saya begitu senang saat Clara berkata bahwa Kenzo telah menemukan gadis itu" ungkap nyonya Monic lagi, dia tampak terisak ditempat nya, Clara juga tampak sedih melihat ibu nya menangis. Tangis penyesalan dari seorang ibu yang pernah membuat anak nya begitu kecewa.


Alena segera beranjak dan berpindah duduk disamping ibu Kenzo. Dia mengusap lengan ibu Kenzo dengan begitu lembut. Mata nya juga berkaca kaca melihat kepedihan mendalam diwajah paruh baya itu. Kesedihan, kerinduan dan penyesalan, semua tampak bersatu dihati nya hingga membuat dia tidak bisa menahan air mata.


"Nyonya" panggil Alena


"Saya tidak tahu bagaimana perasaan Kenzo pada saya. Tapi saya tahu dia adalah laki laki hebat yang sudah memberikan saya sebuah harapan untuk bersama. Saya berjanji, jika dia kembali suatu hari nanti, saya pasti akan membahagiakan dia, mengobati luka hati nya dan membuat nya kembali untuk anda" ucap Alena begitu yakin.


Ibu Kenzo dan Clara langsung menatap nya dengan lekat, tidak percaya atas apa yang diucapkan oleh Alena, bukan hanya untuk Kenzo, tapi untuk keluarga mereka juga.


"Alena, benarkah itu?" tanya Ibu Kenzo


"Ya, saya berjanji untuk membawa Kenzo kembali seperti dulu lagi, menjadi anak kebanggan anda nyonya" jawab Alena


"Ale" lirih Clara yang juga tampak begitu terharu


"Saya tahu Kenzo juga merasa kesepian selama ini jauh dari kalian, tapi luka hati yang begitu mendalam membuat nya menyendiri dan merubah dirinya sendiri. Dia hanya kecewa, tapi saya yakin rasa sayang nya pada nyonya tidak akan pernah berubah" ungkap Alena. Nyonya Monic kembali menangis mendengar perkataan Alena


"Semua karena kesalahan saya Ale, saya menghancurkan kebahagiaan nya, padahal saya tahu jika hanya itu kebahagiaan nya didunia ini" ungkap ibu Kenzo dengan isak tangis nya


"Semua pasti segera beralalu nyonya. Nyonya juga melakukan itu demi kebaikan nya. Kenzo pasti sudah memaafkan nyonya" balas Alena. Sementara Clara hanya diam dan menahan tangis nya


"Bahkan sekarang saya tidak tahu keberadaan nya, entah dia masih hidup atau tidak. Saya benar benar ingin memperbaiki kesalahan saya" ungkap nyonya Monic


"Kenzo pasti masih hidup nyonya. Dia pasti kembali" sahut Alena


"Saya belum sempat meminta maaf pada nya" kata nyonya Monic lagi. Tangisan nya benar benar membuat Alena merasa sedih dan bersalah. Meski dia tahu Kenzo masih ada dan ada diantara mereka, tapi tetap saja hilang nya Kenzo yang menyebabkan kehebohan di Amerika adalah karena dia.


"Nyonya" panggil Alena saat nyonya Monic sudah mulai berhenti menangis. Nyonya Monic langsung menatap Alena yang tampak tertunduk takut. Clara juga memandang Alena dengan heran.


"Maafkan saya, Kenzo menghilang adalah karena saya nyonya" ungkap Alena tertunduk dengan rasa bersalah nya. Dia tidak bisa membiarkan nyonya Monic menilai nya sebagai gadis yang sempurna untuk Kenzo, dia hanya seorang gadis lemah yang hidup karena pengorbanan nyawa dari pria itu


Nyonya Monic terlihat menggeleng pelan dan tersenyum menatap Alena, membuat Alena memandang nya dengan bingung.


Wanita itu mengusap wajah Alena dengan lembut


"Saya tahu, itu sudah membuktikan jika kamu adalah orang yang paling berharga untuk nya" ucap nyonya Monic, dan Alena tampak mengernyitkan dahi nya. Ibu Kenzo tidak marah?


"Nyonya" lirih Alena


"Saya ibu nya, apapun yang dilakukan oleh Kenzo saya pasti tahu, apalagi berita itu memang sudah jelas terjadi. Dia tenggelam kedasar laut untuk menyelamatkan seorang gadis. Dan gadis itu adalah kamu" jawab Ibu Kenzo.


Alena kembali tertunduk dengan air mata yang kembali menggenang.


"Maafkan saya nyonya" ucap Alena


Nyonya Monic langsung memeluk Alena dengan lembut


"Itu pilihan nya, tidak perlu merasa bersalah" jawab Nyonya Monic


"Masih saja itu yang kau ungkit Ale" sahut Clara yang terlihat menghapus air mata nya


"Aku hanya masih merasa bersalah Clara " jawab Alena sembari melepaskan pelukan nyonya Monic


"Jika begitu, untuk menghapus rasa bersalah mu, maukah kau sering sering datang kemari. Saya pasti senang jika kau mau datang lagi dilain hari" pinta nyonya Monic


"Tentu nyonya, saya pasti datang lagi" sahut Alena


"Terimakasih telah menerima saya dengan baik" ucap Alena lagi


"Saya tidak ingin melakukan kesalahan yang kedua kali nya" sahut nyonya Monica


Siang itu, akhir nya Alena menghabiskan waktu dirumah Clara. Dia bersama Clara dan nyonya Monic menghabiskan waktu dengan memasak makanan kesukaan Kenzo. Meskipun pria itu tidak ada, tapi mereka begitu antusias membuat nya. Ya itu bisa sedikit mengobati kerinduan mereka pada pria sejuta pesona itu.


Alena benar benar senang berada disana, fikiran buruk nya tentang ibu Kenzo ternyata salah besar. Ibu Kenzo sangat baik dan begitu ramah pada nya. Bahkan sembari memasak, mereka bercerita tentang masa kecil Kenzo dan Clara. Ya, kehangatan keluarga yang dia dapatkan meski bukan dengan ibu nya sendiri. Dan Alena juga bersyukur ibu Kenzo tidak menyalahkan nya atas apa yang terjadi pada Kenzo, meski Alena tahu, wanita paruh baya ini melakukan nya karena tidak ingin mengulang kesalahan yang sama.


Alena bertekad, dia akan kembali membawa Kenzo pada keluarga nya. Membuat pria robot yang dingin dan datar itu menjadi hangat dan berdamai dengan kedua orang tua nya kembali.