
Jalanan kota Newyork malam itu terasa begitu lengang. Entah apa yang terjadi, tidak seperti biasa nya. Apa mungkin karena awan hitam yang mulai menyelimuti langit Newyork malam itu. Kilat menyambar beberapa kali diatas langit, jalanan yang biasa nya ramai tiba tiba saja menjadi lengang. Bahkan tidak ada satupun kendaraan maupun orang orang yang keluar dari dalam rumah ataupun apartemen mereka.
Pandangan mata Kenzo tampak menajam kedepan, namun tangan nya masih terus mengusap lembut kepala Alena yang sudah terlelap dibahu nya.
Kenzo melirik kearah Edward yang juga merasakan ada hal yang aneh malam ini. Bahkan dia sudah melajukan mobil nya dengan kecepatan yang begitu tinggi.
"Seperti nya malam ini sudah akan dimulai" gumam Kenzo pada Edward yang langsung melirik nya dari kaca depan
"Benar king, apa anda benar benar akan melakukan rencana kita?" Tanya Edward
Kenzo menoleh kearah Alena dan memperhatikan gadis itu dengan lekat, sangat lama, entah apa yang difikirkan nya saat ini. Namun wajah nya memang terlihat begitu yakin.
Kenzo kembali lagi pada Edward, dia mengangguk pelan dengan pandangan mata yang begitu tajam.
"Ya, aku tidak ingin kejadian di Jepang terulang kembali, hanya jalan ini yang bisa kulakukan untuk menyelesaikan satu masalah" jawab Kenzo
"Baik king. Tapi seperti nya kali ini ada campur tangan pihak kepolisian" kata Edward lagi, pandangan mata nya mengedar keseluruh penjuru sudut kota.
"Seperti nya begitu. Tidak masalah, yang terpenting, jangan mengeluarkan anggota klan kita" ucap Kenzo dan Edward langsung mengangguk
"Siap king" sahut Edward.
Dia kembali fokus pada kemudi nya, membelah jalanan yang terasa begitu mencekam malam itu. Sepi, seperti kota mati. Seperti nya semua jalan diblokir oleh kapten Stone dan anak buah nya. Entah apa yang direncanakan oleh tua Bangka itu, tapi yang jelas, Kenzo tahu, jika pihak agen sudah mulai mengetahui jejak Mike.
Kenzo menatap wajah cantik Alena dengan begitu lekat. Malam ini, Alena terlihat benar benar mempesona dimata nya. Sangat cantik dan begitu indah.
Entah sejak kapan hati nya mulai bergemuruh melihat keindahan Alena. Bahkan dia sempat merasa tidak tenang saat tahu jika Jack yang menemani Alena kepesta itu.
Kenzo mengusap bibir indah milik Alena dengan ibu jari nya. Senyum kecil langsung terbit diwajah tampan nya melihat bibir merah yang begitu menggoda. Sayang nya, waktu nya tidak banyak untuk bisa berdua bersama Alena. Tapi dia pastikan, Alena harus baik baik saja, karena hanya Alena yang dia inginkan setelah cinta pertama nya pergi.
Ponsel Kenzo tiba tiba bergetar disaku celana nya membuat fokus Kenzo teralihkan sejenak. Dia meraih ponsel nya dengan perlahan, namun tetap saja Alena yang merasakan pergerakan langsung terbangun dari tidur nya.
Alena menoleh kearah Kenzo dengan mata yang masih sayu, tampak lelaki tampan itu menatap layar ponsel dimana nama kapten Stone terhubung disana.
"En, kita belum sampai?" Tanya Alena
"Sebentar lagi" jawab Kenzo dengan senyum tipis nya. Dia langsung mendekatkan ponsel nya ketelinga, sementara Alena duduk dengan tegak dan membenarkan rambut nya yang sedikit berantakan.
Mata Kenzo memicing saat mendengar berita dari kapten Stone
'kami sedang melakukan pengejaran terhadap Mike. Tapi sial nya kami terlambat, dia berhasil membawa adik anda bersama nya' ungkap kapten Stone dari seberang sana.
Kenzo terlihat menarik nafas nya dalam dalam, membuat Alena dan Edward langsung menoleh kearah nya.
"Ada apa En?" Tanya Alena bersamaan dengan suara decitan mobil Edward yang berhenti mendadak, membuat mobil itu langsung berputar putar ditempat.
"Arrrggghhhhh" Alena berteriak ketakutan, namun Kenzo segera menarik nya kedalam pelukan nya. Bahkan Kenzo mengabaikan suara kapten Stone yang terlihat panik diseberang sana.
"En!!!!!!!!" Teriak Alena dengan tangan yang mencengkram kuat jas Kenzo.
Mobil berhenti setelah melakukan racing beberapa kali. Mata Kenzo memandang tajam kedepan, rahang nya seketika mengeras saat tahu mereka telah dikepung oleh anggota Mike dan juga dua komplotan nya yang lain
"En... Apa itu Mike?" Tanya Alena dengan suara yang bergetar. Mata nya sudah memerah karena dia begitu takut sekarang.
"Tenanglah, ada aku" ucap Kenzo
Alena mencoba menarik nafas nya dalam dalam, tangan nya langsung digenggam oleh Kenzo dengan erat.
Edward dengan sigap mengeluarkan dua pistol dari balik jas nya, begitu pula dengan Kenzo.
Jantung Alena kembali berdetak dan berdenyut ngilu melihat ini. Seperti nya kejadian malam itu akan terulang kembali. Dia berharap anggota kepolisian bisa menolong mereka tepat waktu.
Mata mereka langsung terbuka lebar saat melihat Mike keluar dari mobil nya dengan menyeret seorang gadis yang tangan nya terikat kebelakang.
"Clara!" Seru Alena , mata nya langsung mengembun melihat Clara yang sudah tidak berdaya berada dalam ancaman Mike
"En, Clara" seru Alena pada Kenzo yang masih diam tanpa berkata apapun.
"Ayo" ajak Kenzo menarik Alena untuk keluar dari dalam mobil. Begitu pula dengan Edward. Mata nya menajam menatap Mike yang terlihat tersenyum puas dengan Clara ditangan nya.
"Clara!!!!" Teriak Alena melihat Clara yang berada ditangan Mike. Mulut gadis itu diikat, dan beberapa memar diwajah nya. Penampilan nya sungguh menyedihkan membuat Alena benar benar panik dan khawatir.
"Lepaskan dia Mike" teriak Alena pada Mike yang langsung tertawa sinis
"Kenzo Barrent. Sekarang kau pilih, menyerahkan Alena, atau adik mu yang mati" ucap Mike seiring tangan nya yang menodongkan pistol dikepala Clara yang tampak menggeleng dan menangis.
Dia menatap Kenzo dengan wajah penuh harap membuat Kenzo semakin menggeram melihat Mike.
"En... Biarkan aku pergi, dan selamatkan Clara" ucap Alena pada Kenzo yang langsung menatap nya dengan pandangan penuh arti.
"Clara dalam bahaya En" seru Alena lagi. Sungguh, dia tidak bisa melihat orang lain celaka karena diri nya.
Edward tampak mengeratkan genggaman pada pistol nya, sungguh, saat ini dia ingin sekali meledakan kepala manusia satu itu. Berani berani nya menyiksa Clara sampai seperti itu.
Puluhan anak buah nya langsung keluar dari dalam mobil, mereka semua tampak menodongkan pistol pada Kenzo dan Alena.
Alena kembali menoleh pada Kenzo dengan air mata yang sudah membanjiri wajah nya.
"En, Clara. Aku mohon biarkan aku pergi dengan Mike, dia tidak akan membunuhku, tapi Clara bisa saja dia bunuh En" pinta Alena dengan tangis yang begitu pilu. Tangan nya masih digenggam Kenzo dengan erat.
Mata Kenzo menatap lekat wajah takut dan cemas Alena. Dia melirik kearah Edward yang terlihat mengerjapkan mata nya sekilas. Rencana mereka harus berhasil malam ini.
"En, tolong jangan buat aku merasa bersalah. Aku tidak ingin Clara celaka. Kita tidak mungkin menang melawan mereka yang sebanyak itu" seru Alena lagi. Dia berusaha melepaskan genggaman tangan nya, namun Kenzo masih memegang nya dengan begitu erat
"Tidak ada banyak waktu tuan Amerika. Aku tidak suka menunggu. Kembalikan milikku, maka aku akan menyerahkan adik mu" teriak Mike membuat Kenzo kini menoleh kearah nya. Dia menatap Clara yang terlihat menyedihkan. Pilihan yang sulit, namun dia harus mengorbankan salah satu nya.
Suara puluhan mobil tampak datang dari kedua arah, dan itu adalah dua kubu yang berbeda.
Edward langsung menoleh pada Kenzo yang masih menatap kedepan.
"Alena" panggil Kenzo dan Alena segera menoleh kearah nya
"Maafkan aku" ucap Kenzo
"Kau tidak salah, aku yang salah karena aku Clara ikut terlibat, biarkan aku pergi En. Kau bisa menyelamatkan aku bersama Daddy nanti" ungkap Alena begitu sendu, bahkan dia terlihat ragu dengan perkataan nya sendiri
"Cepat!!!!! Atau kau memang mau adik mu mati ha!!!!!" Teriak Mike yang terlihat menarik pelatuk pistol nya, dia tahu jika sebentar lagi para agen dan kepolisian pasti akan kemari, karena saat ini kakak nya sedang menghalangi para agen itu untuk menggagalkan rencana nya
"Tidak Mike jangan!!!" Teriak Alena berusaha melepaskan genggaman Kenzo
"En, aku mohon!!" Pinta Alena dengan wajah memelas nya
Kenzo menatap lekat wajah Alena yang begitu menyedihkan. Dia menarik nafas nya perlahan dan memejamkan mata nya sejenak.
Tangan nya mulai merenggang dan tangan Alena langsung terlepas dari genggaman nya.
Alena menatap nya sekilas, hati nya begitu pedih, tapi dia tidak mungkin mengorbankan Clara yang tidak bersalah karena semua masalah adalah karena dia.
"Lepaskan Clara, maka aku akan ikut dengan mu!!" Teriak Alena dengan suara yang begitu bergetar
"Kau kemari, maka akan aku lepaskan dia" ucap Mike pula
"Lepaskan Clara Mike, jika kau berbohong maka aku akan membunuh diriku sendiri" ancam Alena yang langsung merebut pistol dari tangan Kenzo.
Kenzo langsung terkesiap melihat nya begitu pula dengan Mike.
"Jika kau berani mati , maka akan aku habisi mereka semua" ancam Mike pula
"Maka dari itu lepaskan dulu Clara!!" Teriak Alena yang kini menodongkan pistol kekepala nya
Jantung Kenzo begitu bergemuruh, tapi dia harus tetap tenang, demi rencana nya.
Mike terlihat menggeram, namun dia juga tidak punya pilihan lain. Mike berjalan beberapa langkah kedepan mendekati Alena yang juga melangkahkan kaki nya mendekat kearah Mike. Tangan Alena begitu bergetar memegang pistol yang dia arahkan sendiri kekepala nya.
Mata nya memandang Clara yang tampak menggeleng dan menangis sedih.
Mike langsung mendorong tubuh Clara kedepan namun dengan sigap Edward langsung menangkap nya.
Dan Mike juga dengan sigap menarik Alena kedalam dekapan nya dan membuang pistol milik Kenzo.
"Kau tidak akan bisa lari lagi setelah ini" geram Mike yang merangkul pinggang Alena dengan kuat. Alena hanya bisa menangis menatap Kenzo yang melihat nya dengan tatapan penuh arti.
Dan bersamaan dengan itu puluhan mobil datang dari arah belakang Mike, mereka keluar dengan dengan memegang senjata masing masing, dan Kenzo tahu itu adalah orang orang Jesica dan Thomas.
Sedangkan dari arah belakang Kenzo, tampak kapten Stone dan anggota kepolisian yang lain, Jack juga ada disana bersama beberapa bodyguard nya.
Mereka keluar dengan cepat dan dengan senjata masing masing pula.
Mike langsung membawa Alena masuk kedalam mobil nya saat pihak kepolisian mulai menyerang mereka.
Kenzo dan Edward yang membawa Clara juga langsung masuk kedalam mobil mereka, masalah dilapangan langsung diserahkan nya pada kapten Stone dan agen andalan nya.
"Kau membiarkan putriku dibawa nya Kenzo Barrent!!" Seru kapten Stone menatap tajam Kenzo yang hendak masuk kemobil. Edward sudah membawa pergi Clara dengan mobil nya yang lain
"Harus ada salah satu yang dikorbankan kapten, tapi anda tenang saja. Aku akan membawa nya kembali kepadamu" ucap Kenzo yang langsung masuk kedalam mobil nya. Dia meninggalkan kapten Stone yang tampak murka, dan dia dengan sigap langsung mendatangi Joice, agen kepercayaan nya.
"Kau ikut aku, biarkan kepala polisi yang menangani disini" ajak kapten Stone pada Joice yang segera mengangguk. Mereka harus menangkap Mike dan menyelamatkan Alena.
Jalanan malam itu di penuhi dengan baku tembak antara pihak kepolisian dan orang orang Thomas maupun Jesica. Namun kedua kepala mafia itu sama sekali tidak menampakan diri nya, karena sama seperti Kenzo, mereka tidak ingin pihak kepolisian tahu tentang kebusukan mereka.
Mereka akan berperang nanti, dan tanpa melibatkan pihak kepolisian.
Kenzo mengemudikan mobil nya seorang diri, dia mengejar mobil Mike yang entah membawa Alena kemana. Tapi dia tidak akan kehilangan jejak gadis itu, karena tanpa sepengetahuan Alena, didalam kalung yang dia pakai, Kenzo telah meletakkan sebuah alat pelacak didalam batu zamrud nya,seperti gprs.
"Malam ini kau harus mati Mike" geram Kenzo dengan tatapan mata yang menajam khas seorang king Aldrego.