ALENA Is My Sunshine

ALENA Is My Sunshine
Kedatangan Kenzo Barrent



Gemerlap lampu pesta terasa semakin memukau pada puncak acara. Panggung catwalk mulai dijelajahi oleh kaki kaki jenjang nan indah para model yang mulai keluar setelah MC membuka acara mereka.


Penampilan seluruh model terlihat begitu mempesona dan menyilaukan mata. Para tamu yang hadir begitu menikmati suguhan yang diberikan oleh pihak Starlight.


Begitu pula dengan Alena. Gadis itu benar benar puas dengan hasil rancangan nya. Entah karena memang model nya yang bisa menyesuaikan diri dengan gaun nya, atau karena gaun hasil rancangan Alena yang memang terlihat memukau.


Perpaduan yang begitu sempurna.


Setelah memberikan beberapa kata sambutan, Presdir Starlight, tuan Ponix terlihat mendatangi meja dimana Alena duduk bersama Jack yang dengan setia berdiri dibelakang nya. Pengawal tampan itu tampak tidak punya nyali untuk duduk disamping Alena. Sudah cukup menggandeng tangan nya, jangan sampai nyawa nya melayang karena menggantikan posisi tuan Amerika terus menerus.


"Selamat malam nona Alena" sapa Ponix


Alena langsung berdiri dan sedikit membungkukkan tubuh nya dihadapan Ponix. Senyum nya yang manis selalu mampu membuat Ponix begitu terbuai, apalagi dengan penampilan Alena yang benar benar memukau kali ini. Sungguh, Alena lebih indah dan sedap dipandang dari pada model model nya yang tengah mempertontonkan keindahan mereka diatas panggung


"Selamat malam tuan Ponix, selamat ulangtahun untuk perusahaan anda. Semoga selalu sukses dan semakin berjaya" ucap Alena sembari menjabat tangan Ponix


"Terimakasih nona. Silahkan duduk"ujar Ponix yang juga duduk didepan Alena


"Dimana tuan Kenzo, apa dia tidak bisa hadir?" Tanya Ponix pada Alena. Mata nya melirik sekilas kearah Jack yang menatap nya dengan wajah datar. Ponix tahu jika pria ini adalah bodyguard setia Kenzo, karena selain Edward si pria batu, Jack juga sering terlihat dimana Kenzo berada.


"Kenzo sedang ada urusan diluar negeri, anda pasti tahu dia orang yang sangat sibuk," sahut Alena dengan senyum nya yang terlihat getir. Hati nya sudah merasa teralihkan oleh ingatan nya tentang Kenzo karena melihat model yang memakai gaun nya, tapi Ponix malah mengingatkan nya kembali.


"Ya, tuan Kenzo memang orang yang sangat sibuk. Padahal saya berharap kedatangan nya malam ini" ungkap Ponix lagi, namun Alena hanya tersenyum saja menanggapi nya.


"Gaun rancangan anda benar benar memukau nona, saya benar benar tidak menyangka jika model kami begitu selaras memakai hasil rancangan anda" ucap Ponix


"Saya begitu senang jika anda menyukai nya tuan" sahut Alena pula


"Tentu saja, hasil tangan anda memang benar benar indah, sama seperti anda saat ini" ucap Ponix pada Alena yang hanya tersenyum malas mendengar nya, sementara Jack tampak menatap tajam Ponix yang terlihat acuh


"Setelah ini saya pastikan untuk memakai jasa anda disetiap acara perusahaan saya maupun dibeberapa kesempatan. Saya harap anda masih mau untuk bekerja sama dengan saya lagi" kata Ponix


"Tentu, semua bisa diatur" jawab Alena membuat Ponix langsung tersenyum senang mendengar nya


Percakapan mereka tiba tiba terhenti saat suasana tiba tiba menjadi hening. Semua pandangan mata tampak tertuju kearah pintu masuk. Bahkan beberapa model yang masih berada diatas panggung tampak memandang takjub kearah pintu.


Alena dan Ponix yang merasakan ada yang aneh juga langsung menoleh kearah pintu masuk. Dan mata mereka seketika langsung terbuka lebar saat tahu yang datang adalah seorang Kenzo Barrent.


Pria tampan dengan sejuta pesona itu terlihat begitu gagah dan penuh wibawa berjalan menuju kearah meja Alena yang masih mematung memandang nya.


Tatapan mata Kenzo begitu tajam dan penuh daya tarik tersendiri. Pandangan mata nya lurus kedepan tanpa memperdulikan orang orang disekitar nya, baik para tamu yang memberi sapaan hormat ataupun paparazi pencari berita. Mata nya hanya tertuju pada Alena yang berdiri ditempat nya.


Mata tajam milik Kenzo langsung menangkap tatapan mata sendu milik Alena. Langkah kaki Kenzo berjalan dengan pasti dan penuh wibawa diikuti oleh Edward yang berjalan dibelakang nya.


Alena benar benar merasa tidak percaya dengan apa yang dilihat nya. Seseorang yang sejak semalam terus memenuhi fikiran nya kini telah hadir dihadapan nya.


Mata nya menatap wajah tampan Kenzo yang kini sudah berada didepan nya. Pandangan mata mereka tidak lepas satu sama lain, sorot kekaguman dan kerinduan benar benar mereka pancarkan.


Mata Kenzo menyorot penampilan Alena dari ujung kepala hingga keujung kaki. Benar benar sangat indah, batin nya bergejolak.


"Selamat malam tuan Kenzo, suatu kehormatan anda bisa datang keacara kecil perusahaan kami" sapa Ponix membuat kekaguman Kenzo pada Alena langsung teralihkan.


Kenzo langsung menoleh pada Ponix dan mengangguk pelan. Tangan nya mengulur membalas jabatan tangan Ponix


"Silahkan duduk tuan, tempat anda sudah kami sediakan" ungkap Ponix mempersilahkan Kenzo untuk duduk ditempat nya.


Kenzo lagi lagi hanya mengangguk dan duduk dikursi nya, begitu pula dengan Alena yang tidak ada mengeluarkan suara sedari tadi. Kenzo hanya menoleh kearah nya dengan senyum tipis, dan beralih pada Ponix yang mengajak nya untuk berbincang.


Semua mata para tamu dan orang orang yang hadir langsung tertuju pada Kenzo Barrent. Hal yang paling langka ketika melihat Presdir Barren'ts Agency hadir diacara pesta ulang tahun perusahan kecil seperti ini. Biasa nya wajah tuan Amerika itu begitu sulit untuk ditemukan diacara acara seperti ini. Namun sekarang, dia datang dengan senang hati, dan tujuan mereka kini tertuju pada Alena. Gadis yang memang sudah menyilaukan mata sejak kedatangan nya. Apa karena gadis perancang busana itu, batin mereka. Apa mungkin gadis itu memang gadis nya Kenzo Barrent? Jika iya, maka ini adalah suatu hal yang luar biasa.


"Nikmati waktu kalian tuan, mohon maaf jika jamuan kami kurang berkenan dihati anda" ucap Ponix setelah beberapa saat berbincang seputar bisnis modeling


"Ya, terimakasih" jawab Kenzo singkat.


Ponix undur diri dari sana karena dia harus menyapa tamu yang lain.


Kini perhatian Kenzo teralih pada Alena yang masih diam ditempat nya. Dia melirik kearah Jack yang masih berdiri tegak dibelakang Alena. Wajah nya tampak memucat dan tertunduk takut. Disebelah nya Edward berdiri dengan wajah datar nya.


"Kalian bisa menunggu diluar" ucap Kenzo pada kedua pria berbadan kekar itu


"Baik tuan" sahut mereka dengan sigap.


"Kau masih harus berurusan denganku Jack" ucap Kenzo, membuat langkah kaki Jack seketika terhenti dan langsung bergetar


"Baik tuan" sahut Jack kembali namun dengan suara yang begitu mencekat ditenggorokan nya.


Jack langsung keluar menyusul Edward yang telah berjalan lebih dulu.


Dan kini Kenzo kembali lagi pada Alena yang menatap nya dengan wajah yang terlihat kesal namun begitu menggemaskan dimata Kenzo.


"Kenapa hm?" Tanya Kenzo dengan suara yang terdengar pelan


"Aku kira kau tidak akan pulang selama seminggu ini"ucap Alena dengan wajah kesal nya. Mendengar itu Kenzo langsung tersenyum tipis


"Kau ingin aku tidak pulang?" Tanya Kenzo pula


"Bukankah disana lebih menyenangkan?" Tanya Alena dengan bibir yang mengerucut kesal


"Tentu saja" jawab Kenzo membuat Alena langsung melebarkan mata nya menatap wajah Kenzo


"En...." Seru Alena tertahan, wajah nya mulai memerah sekarang.


"Disana memang menyenangkan, tapi disini lebih menenangkan. Bagaimana mungkin aku bisa berlama lama jauh dari matahariku" ungkap Kenzo pada Alena yang langsung memalingkan wajah nya


"Jangan bicara omong kosong" sahut Alena


"Aku tidak suka berbicara omong kosong. Jika kau tidak suka aku datang, maka aku akan pergi lagi" ucap Kenzo membuat Alena kembali menoleh kearah nya


"Kau memang menyebalkan. Pergi sana, aku masih ada Jack yang setia menemani"sahut Alena


"Aku sudah mengirim nya kesungai Amazon " jawab Kenzo langsung


"Karena sudah berani berani nya menggantikan posisiku" jawab Kenzo dengan wajah yang mendatar tanpa senyum


"Dasar tidak tahu terimakasih. Kau menyuruhnya untuk menjaga ku, dan dia sudah begitu baik menjaga ku, bahkan dia mampu menenangkan rasa gugup ku tadi" gerutu Alena


Kenzo terlihat memicingkan mata nya menatap Alena. Seperti nya bergantian dia yang merasa kesal sekarang.


"Seharusnya kau yang menemaniku malam ini, tapi kau malah menyuruhnya menemaniku. Dan sekarang kau sendiri yang marah. Dasar aneh" ungkap Alena lagi


Kenzo terlihat menghela nafas nya sejenak. Mata nya mengedar melihat suasana disekeliling nya yang masih terfokus pada kehadiran nya. Apalagi melihat nya dan Alena yang berbincang dan terlihat begitu dekat.


"Ayo pulang" ajak Kenzo membuat Alena langsung mengernyit bingung.


"Pulang?" Tanya Alena dan Kenzo langsung mengangguk


"Kau baru saja tiba En" ucap Alena


"Aku kemari hanya untuk menjemputmu Alena" balas Kenzo


"Hah" Alena langsung terperangah menatap nya.


"Perjalanan Argentina Newyork memakan waktu yang lama. Dan aku sudah mengejar waktu secepat mungkin untuk tiba tepat waktu. Tapi kenyataan nya aku terlambat" ungkap Kenzo membuat Alena langsung terdiam dan berfikir sejenak.


Benar juga, kenapa dia tidak berfikir sampai kesana.


Kenzo tidak ada istirahat sedikit pun disana, setelah menghadiri acara dan berbincang sebentar dengan Cristian dan Angel, dia langsung terbang kembali ke NewYork agar dapat tepat waktu menemani Alena. Namun nyata nya, secepat apapun pesawat yang dikendarai nya tetap tidak bisa untuk mengejar waktu.


"Setidak nya aku ada walau hanya untuk menjemput mu" ungkap Kenzo.


Alena langsung tersenyum dan mengangguk


"Baiklah, maafkan aku. Rasa cemas dan gugup ku benar benar tidak bisa dikondisikan " sahut Alena


"Aku mengerti, ayo" ajak Kenzo yang berdiri dan menjulurkan tangan nya pada Alena. Alena menatap tangan kekar itu dan menoleh kearah sekeliling nya dimana semua mata tertuju pada mereka


"Apa kau tidak malu En, lihat mereka memandangi mu sedari tadi" kata Alena dengan pelan. Namun bukan nya menjawab, Kenzo malah menarik tangan Alena, membuat gadis itu langsung terkesiap kaget melihat nya.


Kenzo membawa Alena pada Ponix yang terlihat berbincang dengan tamu nya. Dan lagi lagi pria tampan itu merasa getir melihat kedekatan gadis yang disukai nya bersama tuan Amerika itu.


"Kami permisi tuan Ponix. Terimakasih untuk jamuan anda" ucap Kenzo pada Ponix yang langsung membungkukan sedikit tubuh nya dihadapan Kenzo.


"Sama sama tuan Ken. Terimakasih atas kehadiran anda" sahut Ponix


"Dan terimakasih banyak nona Alena. Berkat anda, acara kami sukses malam ini" ucap Ponix pada Alena


"Sama sama tuan Po....." Perkataan Alena langsung terhenti karena Kenzo langsung memotong nya


"Kami permisi" ucap Kenzo yang langsung menarik tangan Alena untuk segera pergi dari tempat itu. Dia benar benar jengah melihat lautan manusia yang memandang nya penuh nafsu, apalagi para tamu lelaki yang menatap Alena hingga tidak berkedip.


Ponix dan yang lain nya menatap heran sekaligus kagum pada mereka. Alena terlihat menggandeng lengan Kenzo dengan mesra. Mata semua orang benar benar merasa termanjakan dengan dua orang itu. Benar benar serasi dan sangat mempesona.


Dapat Alena lihat ketika telah tiba didepan lobi hotel, Edward sudah menunggu mereka disamping mobil nya. Dan dengan sigap pula dia membukakan pintu mobil untuk tuan dan nona nya itu.


Alena masuk terlebih dahulu dan Kenzo menyusul kemudian. Mobil yang dikemudikan Edward langsung melaju meninggalkan gedung hotel dimana para tamu yang kini sedang memperbincangkan mereka berdua. Seorang Kenzo Barrent terlihat menggandeng seorang desainer muda, akan menjadi trending topic dijagad dunia maya.


...


"Alena" panggil Kenzo pada Alena yang masih menatap kearah jendela mobil


"Ya" sahut Alena yang kini menoleh pada Kenzo


"Kenapa kau diam saja, apa kau marah?" tanya Kenzo . Alena langsung menggeleng dan tersenyum


"Tidak, awal nya aku kesal karena kau tidak memberiku kabar sejak semalam, tapi dengan kehadiran mu sekarang, hatiku sudah tenang" jawab Alena


Kenzo juga ikut tersenyum, dia meraih tangan Alena dan menggenggam nya dengan lembut


"Maafkan aku, aku benar benar mengejar waktu sehingga tidak bisa menghubungimu. Tapi meskipun begitu, aku selalu tahu apa yang kau lakukan disini" ungkap Kenzo


"Termasuk Jack yang menemaniku tadi?" tanya Alena dan Kenzo langsung mengangguk


"Aku benar benar gugup, ini kali pertama nya aku berada ditempat pesta. Rasa nya benar benar tidak bisa melangkah dengan pandangan orang orang yang terasa melahapku" ungkap Alena


"Kau tidak boleh marah pada Jack, En. Aku yang memaksa nya untuk menemaniku kedalam. Jika tidak ada dia mungkin aku bisa pingsan tadi" ungkap Alena dengan wajah sendu nya


"Maafkan aku. Lain kali, aku akan menemanimu" ucap Kenzo


"Kau berjanji?" tanya Alena


"Aku berjanji" jawab Kenzo


Alena langsung merebahkan kepala nya dibahu Kenzo. Tangan nya masih berada dalam genggaman tangan Kenzo yang terasa begitu hangat.


"En" panggil Alena


"hmm" gumam Kenzo


"Entah kenapa tiba tiba rasa nya hatiku resah" ungkap Alena


"Kenapa?" tanya Kenzo menoleh pada Alena yang juga menatap kearah nya


"Apa Mike belum bisa ditangkap juga?" tanya Alena


"Sedang dalam pengejaran, sebentar lagi dia pasti bisa tertangkap" jawab Kenzo


"Berhati hatilah dimanapun kau berada" kata Alena yang kembali merebahkan kepala nya. Menikmati aroma maskulin yang begitu menenangkan


"Iya, tenang lah. Aku pasti baik baik saja" jawab Kenzo


Kenzo mencium pucuk kepala Alena dengan penuh perasaan, entah kenapa, hati nya juga merasakan keresahan yang sama seperti Alena. Entah apa yang akan terjadi, tapi dia harap, semua nya bisa baik baik saja.