
Pagi hari dirumah kapten Stone....
Alena bangun pagi dengan penuh semangat seperti biasa, dan kali ini senyum nya semakin lebar saja karena bisa menikmati hari hari nya bersama ayah dan kakak nya. Malam tadi mereka tidur sampai larut malam karena menghabiskan waktu dikamar Reymond dan menggoda kakak nya itu. Mereka membuat Reymond tidak bisa bekerja malam tadi, sehingga pagi ini dia bangun sedikit kesiangan karena harus lembur sampai dini hari demi mengerjakan pekerjaan kantor nya.
Alena baru saja menyiapkan sarapan untuk kakak dan ayah nya, hanya sandwich dengan isian daging dan sayuran, namun harum nya benar benar menusuk kehidung semua penghuni rumah itu
"Kau memasak lagi nak" sapa kapten Stone tiba tiba membuat Alena yang sedang menata sarapan nya sedikit terkesiap
"Ah Daddy, mengejutkan saja" sahut Alena. Kapten Stone mengusap lembut kepala Alena dan duduk dikursi nya, Alena dengan sigap melayani sarapan ayah nya itu.
"Sangat harum, kau begitu pintar memasak" ucap kapten Stone sembari menyesap sedikit teh hijau milik nya
"Bibi Grace yang mengajariku dad" ungkap Alena yang juga telah duduk dikursi nya
"Wanita yang tinggal didesa kecil itu?" Tanya kapten Stone dan Alena langsung mengangguk
"Ya, dia sudah seperti ibu bagiku" ungkap Alena
"Jika semua sudah aman, kita akan kesana. Daddy ingin mengucapkan terimakasih padanya karena telah menjaga putri Daddy dengan baik" ucap kapten Stone
"Benarkah?" Tanya Alena begitu girang. Bagaimana pun dia begitu merindukan bibi Grace. Wanita yang telah berbaik hati mau menampung nya selama hampir setahun didesa yang penuh kenangan itu. Sudah beberapa bulan Alena tidak pernah lagi menemui nya. Apalagi dengan situasi yang seperti ini.
"Tentu saja. Kau pasti merindukan nya kan" kata kapten Stone lagi
"Ya, sudah lama aku ingin menemui nya. Tapi Enzo bilang jangan pergi kemanapun tanpa dia disaat seperti ini. Dan dia bahkan tidak ada waktu untuk itu" ungkap Alena dengan bibir yang sedikit mengerucut kesal
"Jangan kan untuk itu, aku rasa tidur pun dia jarang" ucap Reymond tiba tiba yang baru keluar dari kamar nya
"Kakak, selamat pagi" sapa Alena
"Pagi sayang" ucap Reymond yang langsung mengecup sekilas pucuk kepala Alena yang tersenyum menatap nya
"Jadi, apa Daddy belum bisa menangkap Mike. Aku takut dia mengganggu Enzo ku" kata Alena menatap kapten Stone dengan pandangan sedih nya
"Seharus nya kau mengkhawatirkan dirimu sendiri Alena. Kenzo pasti baik baik saja. Dia bukan orang sembarangan yang bisa dengan mudah dikalahkan" sahut Reymond namun Alena malah mencebikan bibir nya menatap kesal kakak nya itu
"Aku kan khawatir kakak" ucap Alena
"Kenzo pasti baik baik saja nak. Daddy tahu bagaimana hebat nya dia. Kau tidak perlu khawatir. Orang orang Daddy sudah menyebar kesegala sudut kota untuk mencari keberadaan Mike" ungkap kapten Stone
"Mike memang licik apalagi dia pasti memiliki backingan yang lumayan hebat sehingga membuat nya dapat dengan mudah bersembunyi dari pihak kepolisian" ungkap kapten Stone lagi
"Apa Mike adalah seorang mafia dad?" Tanya Reymond yang kini terlihat menikmati kopi dan sandwich nya
"Ya, dia mafia perdagangan narkoba dan uang palsu. Entah kenapa kau bisa berurusan dengan mafia seperti nya nak. Daddy sangat menyesalkan hal itu, jika saja Daddy bisa menemukan mu lebih cepat, pasti hidup mu tidak akan sesulit ini" ungkap Kapten Stone terdengar getir
Alena langsung tersenyum dan menggeleng
"Dad, semua nya sudah berlalu. Jika tidak bertemu dengan nya aku juga belum tentu bisa bertemu dengan Enzo yang akhir nya bisa membawaku bertemu dengan kalian" sahut Alena
"Ya, semua nya sudah berlalu. Jangan lagi disesali yang telah terjadi dad. Tugas kita sekarang adalah menjaga Alena bukan" kata Reymond pula
"Ya, tentu saja. Daddy akan menjaga putri Daddy dengan baik mulai dari sekarang" sahut Kapten Stone membuat Alena langsung tersenyum dan mengangguk.
Dia hanya berharap semoga ayah dan kakak nya tidak akan terluka karena berusaha untuk melindungi nya. Mike orang yang nekat, Alena takut ayah dan kakak nya akan seperti Kenzo yang diusik terus menerus oleh pria gila itu.
Mereka kembali melanjutkan sarapan mereka, namun Alena tiba tiba mengingat sesuatu. Dia langsung menoleh kearah ayah nya yang tengah menikmati sarapan nya.
"Emm dad" panggil Alena begitu pelan, kapten Stone langsung menatap Alena
"Ya" sahut nya
"Apa semua mafia itu berbahaya dan jahat?" Tanya Alena sedikit ragu. Kapten Stone langsung mengernyit menatap Alena sedangkan Reymond terlihat memandangi Alena dengan aneh
"Tentu saja. Tidak ada mafia yang baik didunia ini. Mereka hanya sampah negara yang selalu membuat kerugian besar pada negara kita. Bisnis bisnis ilegal dan perampasan hak negara adalah makanan mereka sehari hari." Ungkap kapten Stone pada Alena yang langsung tertegun mendengar nya.
Benarkah demikian, berarti Enzo nya?
Alena langsung menggeleng perlahan dan kembali menatap kapten Stone
"Apa pekerjaan Daddy adalah menangkap mereka?" Tanya Alena begitu ingin tahu
"Ya, itulah tugas Daddy. Menangkap mafia mafia yang menjadi musuh negara" jawab kapten Stone
Wajah Alena seketika memucat, bagaimana jika kapten Stone tahu bahwa Enzo nya adalah seorang mafia?
Dan Alena baru sadar sekarang, pantas saja Enzo nya selalu memakai topeng jika keluar dengan pakaian yang seperti badboy. Berarti dia tidak ingin diketahui oleh orang orang jika sebenar nya seorang Presdir Kenzo Barrent adalah seorang mafia.
Alena langsung menutup mulut nya dengan mata yang terbuka lebar. Kenapa dia baru menyadari nya sekarang jika Kenzo adalah penjahat bertopeng yang merupakan mafia yang bersembunyi dibalik kedok Presdir dan tuan Amerika. Oh my God
"Hei, ada apa Alena???" Tanya Reymond bingung melihat ekspresi wajah Alena yang seperti baru mengetahui sesuatu itu
Alena langsung mengerjapkan mata nya beberapa kali menatap Reymond dan kapten Stone bergantian. Dia langsung tertawa canggung dan menggeleng cepat. Perasaan nya menjadi tidak enak sekarang, bagaimana jika ayah nya tahu, apa Enzo nya akan ditangkap dan dihukum? Tidak , tidak, Alena tidak ingin itu terjadi.
"Em ti tidak kak, a aku hanya berfikir jika pekerjaan Daddy sangat berbahaya, apa Daddy tidak takut menghadapi mereka?" Tanya Alena sedikit terbata
"Tidak, tidak ada yang perlu ditakuti selama yang kita lakukan baik" jawab kapten Stone, sedangkan Reymond masih menatap Alena dengan pandangan curiga.
"Benarkah hanya itu???" Tanya Reymond dengan pandangan mata yang sedikit memicing membuat Alena mendengus gerah
"Iyalah, memang apa. Aku kan hanya ingin tahu" ucap Alena kesal membuat Reymond langsung tertawa
"Jangan tertawa, kakak harus penuhi permintaan ku hari ini" ucap Alena membuat Reymond langsung mengangguk menatap nya
"Tenang saja tuan putri, satu jam lagi pesanan mu pasti datang" kata Reymond
"Wah benarkah?" Tanya Alena dan Reymond langsung mengangguk
"Pesanan apa?" Tanya kapten Stone
"Nanti Daddy pasti tahu. Daddy ada rencana apa hari ini?" Tanya Reymond
"Satu jam lagi Daddy harus kekantor untuk membahas tentang pencarian Mike. Kau tidak keperusahaan hari ini kan?" Tanya kapten Stone pada Reymond yang langsung mengangguk
"Oke, jika Daddy pergi, aku tidak akan kekantor" jawab Reymond
"Hei, kenapa begitu?" Tanya Alena heran
"Salah satu dari kami harus ada yang menjaga mu Alena" sahut Reymond
"Sudah diamlah. Hari ini aku ingin menghabiskan waktu dengan mu. Kau terlalu pilih kasih, kenapa kau ingin terus bersama Daddy dari pada bersamaku" gerutu Reymond pura pura kesal membuat Alena langsung tertawa begitu pula kapten Stone
"Hahaha, bukan begitu. Aku hanya tidak ingin kalian begitu mengkhawatirkan aku. Aku pasti baik baik saja" ungkap Alena
"Kita baru berkumpul, jelas saja kami mengkhawatirkan mu, apalagi Mike masih berkeliaran diluar sana" sahut Reymond
"Sudah lah. Sekarang nikmatilah waktu kalian, Daddy tinggal sebentar. Kau tidak apa kan" tanya kapten Stone pada Alena
"Tidak dad, pergilah. Aku ingin menyelesaikan pekerjaan ku nanti" ungkap Alena
"Baiklah" sahut kapten Stone
Setelah menyelesaikan sarapan nya, Alena membantu kapten Stone bersiap siap untuk pergi kekantor nya. Bahkan gadis itu mengantarkan ayah nya hingga kedepan pintu rumah mereka.
"Jika ada apa apa, segera hubungi Daddy" ucap kapten Stone pada Reymond dan Alena yang langsung mengangguk serentak
"Tentu dad" sahut mereka
Mereka melambaikan tangan pada kapten Stone yang telah pergi dengan mobil nya, dia diantar supir menuju kantor tempat nya bertugas.
Dan tidak lama setelah kepergian kapten Stone, sebuah mobil box datang memasuki pekarangan rumah mereka. Alena terlihat mengernyit memandang nya
"Apa itu?" Tanya Alena pada Reymond
"Pesanan mu" jawab Reymond
"Ice cream ku?" Tanya Alena lagi dan Reymond langsung mengangguk
Beberapa orang terlihat menurunkan sebuah kotak besar seperti freezer dimana didalam nya terdapat varian rasa ice cream yang begitu banyak. Alena sampai melebarkan mata nya melihat itu
"Oh my God kakak, kau gila, kau ingin aku berjualan ice cream ha" kata Alena menatap Reymond yang langsung tertawa melihat wajah terkejut Alena yang begitu menggemaskan
"Itu bisa untuk stok Alena. Kau bisa makan kapanpun kau ingin" ucap Reymond dan Alena langsung tertawa dan menggeleng kan kepala nya. Reymond benar benar gila
Alena menatap orang orang itu yang terlihat kepayahan memasukan box ice cream itu kedalam rumah mereka
"Oh kau memang begitu baik. Lain kali aku harus meminta yang lebih mahal supaya aku bisa cepat kaya" ungkap Alena membuat Reymond kembali tertawa dan menarik gemas hidung mancung nya
"Every thing for you" sahut Reymond
"Benarkah" goda Alena
"Hmm" Reymond langsung mengangguk yakin
"Kalau begitu aku ingin minta saham diperusahaan mu, agar aku bisa membeli pabrik ice cream diseluruh kota ini" ungkap Alena dengan tawa nya
"Hahaha, kau meminta saham hanya untuk membeli pabrik ice cream, aku rasa kau yang sedikit gila Alena" kata Reymond terbahak
Alena langsung merangkul lengan Reymond dan berjalan masuk kedalam rumah mereka kembali
"Ya, sejak mengenal Kenzo Barrent aku memang sudah gila kak" ungkap Alena membuat Reymond menggeleng tidak percaya. Lagi lagi kenzo Barrent, dia rasa adik nya memang sudah tergila gila dengan tuan Amerika itu
"Oh my God Alena. Aku benar benar takut kau masuk rumah sakit jiwa jika cintamu ditolak oleh nya" ejek Reymond membuat Alena langsung memukul dada nya dengan kesal
"Jahat sekali" seru nya
Reymond terlihat kembali menarik hidung nya
"Aku benar kan. Hanya Kenzo Barrent yang ada di otak mu, apa tidak ada yang lain" ucap Reymond tak habis fikir
"Haha, tidak ada. Otak kecil ku ini memang sudah dipenuhi oleh nya" sahut Alena membuat Reymond tertawa lucu melihat nya, ya, semoga adik nya tidak akan patah hati nanti, karena dia tahu Kenzo Barrent adalah pria paling sempurna didunia pernovelan.
....
"Kakak!!!!!!!!" Teriakan seorang gadis lagi lagi menggema dimansion Kenzo yang baru saja keluar dari kamar nya pagi itu.
"Ada apa Clara, kau ini kebiasaan" kata Kenzo kesal melihat adik nya pagi pagi begini sudah berteriak tidak jelas. Padahal dia baru saja mengistirahatkan tubuh nya setelah malam tadi tidak tidur dan harus jungkir balik dari atas tebing.
Clara menatap Kenzo dari ujung kepala hingga ujung kaki nya dengan tatapan aneh. Tumben sekali kakak nya ini masih mengenakan piyama tidur dengan rambut yang acak acakan. Apa dia sedang bermimpi, atau dia terlalu pagi datang nya. Clara langsung melihat jam besar yang terpajang disudut ruangan itu, dan jam sudah menunjukan pukul delapan, namun Kenzo sang manusia paling sempurna yang selalu menjaga penampilan nya masih memakai piyama tidur nya.
"kak kau baik baik saja?" tanya Clara yang langsung memegang dahi kakak nya yang terlihat biasa saja namun wajah Kenzo memang agak sedikit pucat
"kepala ku pusing mendengar kau berteriak seperti itu. Baru saja aku beristirahat" gerutu Kenzo yang kembali masuk kedalam kamar nya dan terus diikuti oleh Clara
"kak, kau hari ini aneh. tidak pernah nya kau seperti ini. Apa ada sesuatu yang membuat otak mu terganggu" tanya Clara lagi dia berdiri menatap Kenzo yang duduk disisi tempat tidur nya sembari memijit pelipis nya yang masih terasa berat
"kau yang selalu menganggu otak ku Clara" sahut Kenzo membuat Clara langsung terbahak dan duduk disamping Kenzo
"aku rasa kau memang aneh, bahkan kau membiarkan ku memasuki kamar keramat mu ini" goda Clara yang sedikit menyenggol bahu Kenzo dengan lengan nya
Kenzo terlihat terdiam dan tertegun sejenak, benar juga. Kenapa dia membiarkan Clara masuk kedalam kamar nya. Kenzo langsung menatap Clara dengan tajam namun gadis itu segera berdiri kembali dan membalas tatapan mata nya
"aku tidak akan pergi sebelum kau memberi tahuku dimana Alena" seru Clara langsung membuat Kenzo sedikit meringis dan kembali memegang kepala nya.
Seperti nya cidera dikepala nya dulu belum pulih benar, dan malam tadi dia harus jungkir balik dan terhantuk hantuk didalam mobil nya sehingga membuat kepala nya begitu pusing sekarang
"kak, kau baik baik saja kan?" tanya Clara yang menjadi panik sekarang
"hmm, aku akan membersihkan diri. keluarlah" usir Kenzo
"tapi Alena" kata Clara lagi, dia kembali kesal sekarang, hanya untuk mengetahui keberadaan Alena saja begitu sulit
"aku akan mengantarmu nanti" sahut Kenzo yang langsung beranjak kekamar mandi nya meninggalkan Clara yang menganga lebar mendengar nya
"wah, benarkah" teriak nya kegirangan
"jangan berisik, atau aku akan menarik kembali ucapan ku" sahut Kenzo menatap nya jengkel
Clara langsung tertawa dan mengunci bibir nya dengan gerakan tangan, membuat Kenzo mendengus gerah dan kembali masuk kedalam kamar mandi
"seperti nya kepala nya memang sedang bermasalah" gumam Clara
...
mohon dukungan nya selalu ya🙏