ALENA Is My Sunshine

ALENA Is My Sunshine
Kebetulan Yang Aneh



Saat ini Alena dan Kenzo duduk dibalkon yang berada ruangan kerja Kenzo. Dimana balkon itu juga menyambung dengan kamar mewah milik nya.


Kenzo dan Alena sama sama terdiam dengan fikiran masing masing. Namun tetap, hanya satu nama yang kini sedang mereka fikirkan.


"Aku benar benar tidak menyangka jika Rose adalah nona Angel" ungkap Alena tiba tiba membuat Kenzo langsung menoleh kearah nya


"Kebetulan yang aneh" sahut Kenzo


"Kenapa nama nya ada dua, aku tidak lupa akan wajah mereka" kata Alena menatap Kenzo yang terlihat menghela nafas nya


"Nama nya Angelina Rossmarry" ucap Kenzo membuat Alena langsung mengangguk


"Nama yang cantik, secantik orang nya" gumam Alena


"Pantas saja kau begitu menggilai nya, jika wajah nya memang begitu cantik" ungkap Alena dengan bibir yang sedikit mengerucut. Kenzo langsung tersenyum mendengar nya, apalagi melihat bibir merah muda itu, benar benar menggemaskan.


Bahkan, tanpa sadar, dia tahu, perasaan nya sudah tidak lagi merasakan sesak ketika memandang foto itu. Foto permata hati nya yang hilang.


"Kau mau mengakui jika wajah mu jelek hm?" Kata Kenzo dengan wajah yang terkesan mengejek membuat Alena berdecak kesal menatap nya


"Sialan kau. Aku hanya mengakui jika dia cantik. Jadi wajar kau tidak bisa melupakan nya, menyedihkan" ejek Alena dan kali ini Kenzo yang terlihat kesal


"Aku hanya melupakan seseorang jika aku amnesia Alena" ucap Kenzo sedikit ketus membuat Alena tertawa karena nya.


"Ah iya , benar juga. Apa dia pernah kemari setelah menikah? Rasa nya aku ingin bertemu dengan mereka, aku ingin mengucapkan terimakasih pada mereka karena telah menyelamatkan ku waktu itu" kata Alena menatap langit malam yang tidak berbintang itu


"Sudah lama, sewaktu mereka berbulan madu. Mungkin sudah satu tahun lebih" jawab Kenzo


"Rumah mereka di Hawai?" Tanya Alena pada Kenzo yang menggeleng


"Argentina" jawab Kenzo membuat Alena mengernyit heran


"Lalu kenapa mereka berada di Hawai" gumam nya


"Aku rasa waktu itu bersamaan dengan mereka yang memang sedang berbulan madu. Mereka ke NewYork setelah dari Hawai " jawab Kenzo menatap Alena yang terlihat mengangguk. Gadis itu terlihat memeluk diri nya sendiri karena angin malam yang berhembus saat itu


"Kau kedinginan Alena. Pergilah kekamar mu" ucap Kenzo pada Alena yang menoleh kearah nya dengan bibir yang mengerucut


"Itu bukan kamar ku. Itu kamar nona Angel" dengus Alena terlihat kesal dan Kenzo hanya mengulum senyum nya sembari tangan nya yang menarik sebuah selimut besar dibawah sofa yang diduduki nya


"Kenapa kau menempatkan ku disana, kau tidak takut kenangan nya aku rusak?" Tanya Alena menatap Kenzo yang kini sedang menyelimutkan selimut itu dibahu nya, hingga dia merasakan kehangatan hingga kedalam lubuk hati nya karena mendapatkan perhatian dari Kenzo tersebut


"Aku memang ingin merusak kenangan itu" jawab Kenzo menatap Alena dengan lekat


"Kenapa?" Tanya Alena bingung


"Kau sendiri yang bilang, aku harus merelakan nya bukan. Dan aku rasa inilah waktu nya, aku ingin membuang segala kenangan bersama nya dengan mengganti nya dengan kenangan yang baru" jawab Kenzo membuat Alena langsung tertegun dan kemudian dia menghela nafas nya dengan kasar


"Kau menumbalkan ku" ketus nya . Kenzo hanya tersenyum dan menggeleng


"Tidak juga" jawab nya acuh hingga Alena kembali mencebikan bibir nya.


Kenzo terdiam karena dia teringat sesuatu saat ini. Dia kemudian menatap Alena yang sedang memandang jauh kedepan


"Alena" panggil Kenzo dengan suara berat nya. Alena langsung menoleh dan menatap wajah tampan itu yang terlihat sangat menggoda.


"Apa?" Tanya nya


"Jika kau bertemu dengan orang tua mu, apa yang akan kau lakukan?" Tanya Kenzo. Alena sedikit terkesiap mendengar nya. Dia kembali melihat kedepan dan menarik nafas dalam dalam, terasa sesak dan sakit.


"Entah lah" jawab Alena begitu pelan membuat Kenzo mengernyit bingung


"Aku tidak tahu harus bahagia atau tidak. Aku hanya ingin tahu saja bagaimana rupa mereka. Aku rasa itu sudah cukup" jawab Alena terdengar getir dan Kenzo dapat merasakan jika gadis ini benar benar terlihat menyimpan beban yang begitu berat


"Kau tidak ingin berkumpul dengan mereka?" Tanya Kenzo lagi


Alena langsung menoleh pada Kenzo dengan mata yang berkaca kaca sekarang


"Apa aku masih dianggap, setelah dua puluh tiga tahun aku dibuang. Tidak sesederhana itu En" ucap Alena yang tertawa pedih , dia menggeleng perlahan sembari mengusap air mata nya yang mulai jatuh


"Dua hari lagi, ayah mu akan tiba dikota ini. Kau akan mendengar dari nya langsung apa yang sebenar nya terjadi" ungkap Kenzo membuat Alena seketika tertegun dan menatap Kenzo dengan lekat


"Benarkah, kau sudah menemukan mereka?" Tanya Alena tidak percaya. Kenzo langsung mengangguk dan mengusap pucuk kepala gadis itu yang kembali mengeluarkan air mata


"Ya, kau masih mempunyai orang tua Alena. Orang tua yang akan melindungi nanti nya" ucap Kenzo membuat Alena semakin terisak.


Dia langsung menenggelamkan wajah nya kebawah lengan yang diletakan dilutut nya. Alena menangis tersedu disana. Ternyata orang tua nya masih hidup, apa dia harus bahagia, tapi dia takut dan meragu, apa dia masih dianggap oleh mereka.


"Aku tidak ingin berharap En, dua puluh tiga tahun aku sendirian. Dan mereka membuang ku begitu saja, huuuuuu" Isak Alena terdengar begitu pilu. Bersama Kenzo dia selalu saja bisa mengeluarkan sisi rapuh nya. Bahkan tadi dia baru saja menasehati Kenzo. Malah sekarang dia yang menangis sesenggukan.


Kenzo langsung menarik Alena dan meletakan kepala gadis itu didada nya. Mendapatkan perlakuan seperti itu membuat tangis Alena semakin menjadi.


"Aku .... Hiks.... Aku tidak tahu harus apa En" ucap Alena dalam pelukan Kenzo yang masih setia mengusap punggung nya


"Kau hanya perlu mendengarkan nya Alena. Setelah itu kau bisa menyimpulkan sendiri apa yang harus kau lakukan kedepan nya" jawab Kenzo


"Mereka tidak membuang mu, mereka sangat menyayangimu. Ada alasan yang membuat kalian berpisah, jangan selalu berfikiran buruk sebelum kau mendengar semua nya" ucap Kenzo . Alena langsung mendongak dan menatap wajah tampan itu yang kini juga menatap nya


"Aku takut" lirih Alena


"Apa yang kau takuti?" Tanya Kenzo


"Aku takut semua tidak sesuai harapan ku" jawab Alena tertunduk, namun Kenzo langsung mengangkat dagu itu. Dia mengusap air mata diwajah Alena dengan lembut, perlakuan yang sudah lama tidak dia lakukan pada orang lain.


"Semua pasti sesuai harapan mu Alena" ucap Kenzo begitu yakin


"Apa kau mau menemaniku En,?" Tanya Alena pada Kenzo yang langsung mengangguk dan tersenyum tipis


"Ya" jawab nya singkat


Alena langsung tersenyum dan kembali memeluk Kenzo. Tanpa sadar, dia begitu bahagia malam ini, ya, meskipun dia tidak tahu bagaimana dia nanti dengan orang tua kandung nya. Entah berakhir bahagia, atau malah kembali sendiri lagi.


"Terimakasih. Aku begitu beruntung bertemu denganmu" ungkap Alena


Kenzo hanya tersenyum dan mengusap punggung Alena. Menikmati pelukan hangat dari gadis asing yang tiba tiba hadir dikehidupan nya. Gadis yang berhasil merebut sebagian hati dan fikiran nya itu.


"En" panggil Alena setelah beberapa saat mereka terdiam. Alena melepaskan pelukan nya dari Kenzo yang menatap nya dengan alis yang terangkat ke atas


"Kau belum mandi?" Tanya Alena dan Kenzo langsung mengangguk


Cletak


"Aaauuh" teriak Alena saat Kenzo menjentik dahi nya dengan kuat


"Kalau aku bau kenapa kau betah memeluk ku ha?" Tanya Kenzo kesal membuat Alena langsung tertawa sembari mengusap wajah nya yang sedikit sembab


"Aku suka" jawab Alena begitu jujur dengan wajah polos nya hingga membuat Kenzo menggeleng dan mendengus senyum


"Tidak bisakah untuk tidak berkata terlalu jujur Alena" ucap Kenzo membuat Alena mencebikan bibir nya dengan tangan yang membenarkan selimut ditubuh nya


"Kenapa memang nya. Aku hanya ingin merusak kenangan mu bersama nona Angel" sahut Alena terdengar begitu polos dan menyebalkan dimata Kenzo.


Ya begitulah Alena, terkadang dia menggemaskan, terkadang menyedihkan, dan terkadang, seperti ini. Menyebalkan.


"Tidak kau rusak pun kau sudah mampu menghilangkan nya Alena" ucap Kenzo begitu pelan. Alena sedikit terkesiap dan langsung menatap Kenzo dengan raut wajah yang aneh


"Apa, kau bilang apa?" Tanya Alena begitu menggebu, dia tidak mendengar begitu jelas apa yang dikatakan Kenzo barusan


"Ck, sudah lah. Pergi kekamar mu dan istirahat. Ini sudah larut. Kau masih perlu banyak istirahat" ucap Kenzo yang langsung berdiri dan beranjak dari tempat duduk nya membuat Alena juga ikut bangun dan hendak mengejar nya


"En, tunggu, kau bilang apa tadi!!" Teriak Alena yang mulai berlari namun sedikit kepayahan karena selimut yang membelit tubuh nya


Dan


Bruk


"Aauhh" teriak nya saat tubuh nya terjatuh diantara pintu balkon karena selimut yang tersangkut dikaki sofa.


Kenzo langsung berbalik dan menatap lucu Alena yang terlihat begitu kesal, tangan nya berusaha mencampakan selimut ditubuh nya, namun dia terlihat kepayahan karena selimut itu begitu besar dan tebal hingga akhir nya tubuh nya ikut terjatuh kembali.


Kenzo langsung tertawa melihat kelakuan absurd Alena. Dia segera berjalan dan menghampiri Alena yang menatap nya dengan kesal


"Tolong En, kau malah mentertawakan aku!!" Kesal Alena.


Kenzo hanya menggeleng dan mengulum senyum nya. Dan bukan nya menolong dia malah membelikan selimut itu ketubuh Alena yang menatap nya bingung


"En!!!" Teriak Alena saat Kenzo mengangkat tubuh nya yang sudah bagai kepompong itu. Dia membopong Alena dipundak nya, persis seperti sebuah membawa sebuah barang


"En, turunlah aku!!!" Teriak Alena berusaha menggeliat diatas pundak Kenzo . Tangan nya tidak bisa bergerak karena masuk kedalam selimut


"Itu karena kau yang begitu banyak bertanya. Diam lah, atau kau mau aku gulingkan dari sini ha?" Tanya Kenzo membuat Alena seketika terdiam


"En, kau keterlaluan" gerutu Alena dengan kepala yang terhentak hentak dipundak Kenzo yang terlihat mengulum senyum lucu nya.


Dia masuk kedalam lift yang berada didepan kamar nya dan mulai menurunkan Alena yang langsung terduduk disana.


Alena menatap Kenzo dengan begitu kesal


"Dasar pria robot" gerutu Alena, dan dia kembali meringis saat Kenzo kembali menjentik dahi nya


"Diam" ucap Kenzo sembari menarik selimut dari tubuh Alena hingga gadis itu dapat bernafas dengan lega sekarang.


Wajah nya terlihat kusut, rambut nya juga acak acakan, membuat Kenzo kembali tersenyum melihat wajah kesal Alena yang terlihat menggemaskan itu


"Kau ini, tidak bisakah bersikap manis sedikit saja" kata Alena sembari berdiri dan merapikan rambut nya yang berantakan


"Tidak" jawab Kenzo singkat dengan kaki yang mulai melangkah keluar karena pintu lift telah terbuka


Alena langsung mendengus dan melayangkan tinjunya kearah Kenzo yang berjalan didepan nya


"Jangan mencoba bermain dibelakang Alena" ucap nya dengan nada datar namun mampu membuat Alena tidak berkutik dan hanya mencebikan bibir nya kembali


"Keterlaluan, seperti cenayang saja" gerutu Alena


"Lebih dari yang kau duga" sahut Kenzo membuat Alena kembali terkesiap


"Kau mafia kan" kata Alena membuat Kenzo berhenti dan menoleh kebelakang menatap Alena yang hampir saja menabrak punggung nya


"Kenapa kalau aku mafia" tanya Kenzo dengan senyum devil nya membuat Alena mengerjapkan mata nya perlahan


"Tidak apa. Jika kau benar mafia maka jadikan aku murid mu" pinta Alena dengan wajah yang memelas membuat Kenzo kembali ingin menjentik dahi nya namun Alena langsung menjauh dan tersenyum dengan lebar


"Jangan mengkhayal. Kau teriris pisau kecil saja sudah menangis" ejek Kenzo membuat Alena langsung mendengus


"Sialan kau" ketus nya


"Sudah lah, pergi masuk kamar mu." Usir Kenzo


"Kau mau kemana?" Tanya Alena saat Kenzo malah mengarah kebelakang mansion nya


"Mencari mangsa" jawab Kenzo tanpa menoleh pada Alena yang tertegun dan bergidik ngeri


"Oke, seperti nya dia memang mafia yang mengerihkan" gumam Alena yang langsung berlari masuk kedalam kamar tempat nya berisitirahat.


....


Sedangkan Kenzo saat ini telah berada jauh dibelakang mansion nya. tepat nya disebuah kandang hiena milik nya.


Sepasang hiena berbulu tebal yang sangat bersih dan cantik namun tetap saja menyeramkan.


Kedua hiena itu langsung mengaum melihat kedatangan Kenzo kesana.


Kenzo tersenyum dan mengusap kedua kepala hiena kesayangan nya itu.


Dulu dua binatang ini adalah peliharaan Rose, tapi ketika markas milik black rose diserang, Kenzo membawa kedua binatang ini kemansion nya. hingga sekarang mereka menjadi peliharaan kesayangan Kenzo.


"aku tidak tahu kebetulan apa yang terjadi dihidup ku. Sama seperti kalian, ternyata permata ku itu juga yang membawa gadis itu masuk kedalam kehidupan ku. Aku tidak berharap banyak, hanya saja jika dia memang takdir ku, aku akan memperjuangkan nya sekali lagi. Karena bagaimana pun , hingga detik ini, aku sadar, hanya gadis itu yang mampu membuat luka hatiku sedikit terobati" ungkap Kenzo dengan tangan yang masih mengusap kepala hiena milik nya yang terlihat sangat jinak itu.


...


*guys, sedikit info ya. Bagian Alena yang ditolong sama mantan Kenzo udah ada dinovel OH MY LADY.


Cerita nya hampir dibagian akhir bab, dipart part bulan madu Rose dan suami nya.


Jadi aku gak ceritain lagi disini.


terimakasih yang sudah membaca . Love you