ALENA Is My Sunshine

ALENA Is My Sunshine
Hukuman Thomas



Beberapa hari kemudian...


Siang ini Kenzo sudah berada disalah satu markas nya. Dia datang bersama Xavier dan Jack. Hari ini dia akan membuat perhitungan dengan Thomas. Tentu nya Kenzo tidak akan membiarkan pria itu mati dengan mudah setelah apa yang diperbuat nya selama ini. Darah harus dibayar dengan darah, dan kesakitan yang Alena rasakan juga harus dia tanggung hari ini. Kenzo tidak akan mengampuni nya. Sudah cukup kerusuhan yang diperbuat oleh Thomas hingga Kenzo harus menghadapi masalah yang cukup rumit dengan kapten Stone dan juga publik.


Jesicca sudah tewas karena kalah melawan Angel, dan itu sudah menjadi urusan kapten Stone. Sedangkan Thomas, seperti nya nasibnya kurang beruntung karena sampai hari ini dia masih bisa hidup dan harus mati ditangan Kenzo Barrent.


Kenzo berjalan dengan langkah gagah diikuti oleh Jack dan juga Xavier dibelakang nya dan juga beberapa orang anggota mereka yang lain. Jack dan Xavier menggantikan Edward yang seharusnya menemani Kenzo untuk memberikan hukuman pada Thomas. Namun keadaan pria batu itu masih tidak memungkinkan, apalagi luka nya yang cukup parah. Dia masih bisa hidup saja sudah merupakan suatu keajaiban.


"Apa dia masih hidup?" tanya Kenzo saat mereka berjalan memasuki sebuah lorong yang menjorok kebawah tanah, hingga suara beratnya terdengar begitu menggema


"Masih king, bahkan dia masih sangat sehat" jawab Xavier


"Kau memberinya makan, jelas saja dia masih sehat" sahut Kenzo


Xavier langsung tersenyum canggung dan menoleh pada jack yang mendengus gerah


"Saya memberinya makanan sisa king, bahkan sisa dari hiena dimansion" gumam Xavier


"Jika Queen Rose tahu kau memberi makanan kesukaan hiena nya, kepala mu pasti akan dipenggalnya" ucap Kenzo


Xavier langsung terkesiap ngerih dan tentu saja itu membuat Jack langsung mendengus tawa


"Hanya sedikit king. Thomas juga suka. Atau entah karena dia kelaparan sudah tiga hari disini tidak saya beri makan" kata Xavier lagi


Kenzo hanya mendengus mendengar nya, bocah kecil yang dia tugaskan untuk menjaga Thomas ini terkadang begitu polos. Bisa bisanya memberi makan manusia dengan seonggok daging babi hutan. Tapi yah mungkin dia sayang untuk mengeluarkan uang demi membeli sepotong roti.


Pintu penjara Thomas dibuka oleh dua orang anak buah Kenzo. Dan setelah pintu terbuka, mata Kenzo langsung bertabrakan dengan mata Thomas yang memandang nya penuh benci.


Keadaan nya sangat menyedihkan, wajahnya kusut dan penuh luka, sepertinya Xavier sudah lebih dulu menyiksa pria ini. Kedua tangan Thomas juga diikat keatas bahkan nyaris terluka karena ikatan yang begitu kuat. Begitu pula dengan kaki nya. Dan tentu saja dia tidak bisa bergerak kemanapun.


"Kenzo Barrent, aku tidak menyangka jika ternyata king Aldrego adalah dirimu" gumam Thomas terdengar menggeram


Kenzo duduk disebuah kursi yang disediakan oleh Xavier dengan Jack yang berdiri dibelakang nya. Kenzo tersenyum sinis dibalik topeng nya. Ya dia masih memakai topeng meski jati dirinya sudah diketahui oleh Thomas dan beberapa anggotanya


"Apa kau terkejut?" tanya Kenzo dengan suara yang meremeh


Thomas berdecih dan memandang tajam pada Kenzo


"Tidak juga, tapi yang aku tahu kau adalah seorang pria pengecut. Yang bersembunyi dibalik gelar tuan Amerika, tapi nyatanya kau adalah seorang pembunuh berdarah dingin" ungkap Thomas dengan begitu tajam. Namun Kenzo masih tetap tenang dan santai. Dia tidak marah, karena apa yang dikatakan Thomas memang benar. Dia adalah seorang pembunuh berdarah dingin, tapi yang jelas dia bukan seorang pengecut.


"Ya, sama seperti mu. Semua orang tahu jika kau adalah raja bisnis yang cukup berpengaruh, namun nyatanya kau hanya seekor tikus yang serakah dan masih ingin merebut apa yang aku punya. Bukankah kau lebih pengecut dariku?" tanya Kenzo dengan pandangan meremeh. Memandang Thomas yang terlihat begitu membencinya. Bagaimana tidak membenci, jika semua yang sudah dia rencanakan gagal dan tidak ada yang berhasil. Dan bukan hanya gagal, melainkan dia juga kehilangan segala nya. Harta, kekuasaan, adiknya dan sekarang hidupnya. Dan semua itu karena ulah Kenzo Barrent.


"Aku tidak akan mengampuni mu" geram Thomas. Kenzo langsung terkekeh kecil mendengar nya


"Kau masih saja sombong, padahal kau tahu nyawamu sekarang ada ditangan ku" kata Kenzo dengan sinis. Dia menoleh kearah Jack, dan Jack yang mengerti langsung mengeluarkan sebuah benda kecil dari dalam saku nya. Sebuah kantung yang berisikan benda bulat sebesar anggur hitam namun keras dan memiliki untaian kabel halus yang mengitari nya


"Jika aku mati kau juga pasti akan mati" seru Thomas begitu menggeram, meskipun dia tidak tahu apa yang dilakukan Kenzo setelah ini


"Waktu ku masih lama. Masih banyak yang harus aku selesaikan karena ulahmu. Sekarang, waktunya kau yang harus pergi duluan menyusul adik dan kekasihmu itu" jawab Kenzo


Thomas memicingkan matanya. Apa yang dimaksud Kenzo adalah Jesicca? Apa Jesica juga sudah tewas dibuatnya???


"Dimana Jesicca?" tanya nya pada Kenzo yang sedang memainkan benda bulat itu ditangan nya


"Sudah keneraka, dia menunggumu sekarang. Bukankah kalian adalah pasangan yang setia?" ejek Kenzo dengan senyum sinis nya


"Jangan main main denganku Kenzo Barrent" teriak Thomas begitu kesal melihat wajah angkuh Kenzo. Bahkan suara nya langsung menggema diruangan yang sempit itu. Membuat Jack dan Xavier langsung meringis karena telinga mereka yang berdenging. Sedari tadi mereka sudah ngerih melihat Kenzo memainkan benda bulat kecil itu, namun sekarang mereka dibuat terkejut dengan suara teriakan Thomas. Apa Thomas tidak berfikir jika suara nya sudah seperti guntur yang begitu menggelegar. Bahkan Xavier sudah tidak tahan lagi untuk menghabisi nya. Sejak saat pertama kali Thomas dibawa kemarkas, dia sudah begitu ingin membunuh pria ini, apalagi melihat wajah nya yang begitu sombong meski dia tahu nyawanya tidak akan bertahan lama lagi


Kenzo menghela nafas nya dengan kasar dan menoleh pada Thomas yang memandang nya dengan begitu tajam


"Aku tidak pernah main main Thomas. Sudah cukup aku membiarkan mu bebas dan mengusik ketenanganku. Kesalahan mu sudah begitu fatal. Kau berani ingin merebut apa yang aku punya, kau juga berani menyakiti wanitaku. Dan tentu aku tidak akan bermain main lagi padamu" ungkap Kenzo.


"Cih, gadis bekas pakai Mike. Menjijikkan" decih Thomas. Mata Kenzo yang semula tenang kini berubah menajam saat Thomas sudah berani menghina Alena nya


Dia langsung berdiri dan memandang Thomas dengan tajam, dan pandangan mata itu membuat Thomas sedikit gentar, begitu pula dengan Jack dan Xavier. Thomas telah berani membangunkan singa yang sedang tertidur.


Kenzo berjalan mendekat kearah Thomas yang kini gantian tersenyum sinis melihat wajah marah dan tidak terima itu


"Apa kau marah ha? Kau marah Kenzo Barrent? Bukan kah memang begitu kenyataan nya. Seleramu memang rendahan. Kau menyukai ****** bekas Mike"


buk


Satu pukulan langsung mendarat dihidung Thomas dengan kuat, bahkan darah segar langsung keluar dan mengalir dengan deras


"Katakan lagi" ucap Kenzo


Thomas berdecih dan meludahkan darah yang masuk kedalam mulutnya


"Seleramu rendahan..."


buk


"Apa ****** mu itu masih hidup dengan racun yang aku berikan" kata Thomas dengan wajah yang sudah hancur


buk


pukulan ketiga langsung mendarat diperut nya hingga Thomas langsung terbatuk darah


"Mulutmu memang tidak bisa dibiarkan" geram Kenzo


"Kau sudah membuat Alena menderita maka sekarang adalah giliran mu" kata Kenzo dengan pandangan mata yang begitu tajam seperti samurai yang siap membelah tubuh siapapun


Dia menoleh pada seorang anak buah nya yang berdiri disudut ruangan itu. Pria berbadan besar itu memegang sebuah tas yang berisi bermacam macam peralatan yang diperlukan oleh Kenzo. Tentunya untuk menyiksa musuh musuh nya


"Jahit mulutnya" ujar Kenzo


Thomas langsung terperangah dan memandang Kenzo tidak percaya


"Tidak, tidak... apa kau sudah gila!!!" teriak Thomas begitu kuat. Kenzo hanya acuh saja dan kembali duduk dikursinya


Sedangkan pria yang diperintahkan Kenzo langsung mendekat kearah Thomas. Mengeluarkan sebuah jarum dan benang yang memang dikhususkan untuk jahit menjahit. Wajah pria itu begitu datar tanpa ekspresi, bahkan dia terlihat santai mendekatkan jarum itu kewajah Thomas. Thomas yang melihat itu langsung menghindar dan menggoyangkan kepala nya dengan kuat. Namun segera ditahan oleh anggota Kenzo yang lain.


Kenzo tersenyum sinis saat mendengar geraman Thomas yang kesakitan saat jarum yang mulai ditusukkan kebibirnya perlahan lahan. Jack bahkan tidak berani melihat, dia sudah cukup sering menemani Kenzo untuk menyiksa musuh nya, tapi untuk jahit menjahit baru kali ini dia lihat. Sepertinya Kenzo memang seorang psikopat. Dan apa yang difikirkan Jack adalah hal yang difikirkan oleh Xavier. Namun dia masih berani melihat Thomas yang kesakitan, bahkan tangan anggota mereka sudah penuh dengan darah karena menjahit tanpa bius. Xavier bahkan tidak bisa membayangkan betapa sakitnya itu.


"Ah Fred Stop" seru Kenzo tiba tiba. Pria berbadan besar yang bernama Fred itu langsung berhenti dan membalikkan tubuh nya memandang bingung pada Kenzo, begitu pula dengan yang lain. Thomas bahkan sudah lemas karena menahan sakit yang tidak terhingga


"Sudah cukup. Aku baru ingat jika aku membutuhkan sebuah kulit untuk ku jadikan alas tidur hiena ku" kata Kenzo dengan begitu santai nya. Namun itu cukup mampu membuat Thomas bingung dan menatap ngerih padanya


"Apa banyak yang anda perlukan king?" tanya Fred yang mengeluarkan sebuah pisau dengan mata yang mengkilat begitu tajam


"Ya, tidak usah banyak banyak. Kurasa cukup bagian dada nya saja" jawab Kenzo dengan senyum sinis nya. Thomas langsung menggeleng dengan cepat. Bahkan air mata sudah mengalir diwajah nya. Kenzo benar benar gila, dia memang pembunuh berdarah dingin dan psikopat gila. Thomas bahkan sudah tidak bisa lagi berbicara meski hanya baru beberapa benang yang tertanam dibibirnya


"Tapi sebelum itu, paksa dia menelan ini. Anggap saja pil penahan rasa sakit" ujar Kenzo. Dia melemparkan benda kecil itu pada Fred yang dengan sigap menangkap nya. Dan ketika melihat itu wajah datar nya baru bereaksi. Sebuah bom kecil dengan daya ledak yang cukup besar. Dan sekarang malah meminta Thomas untuk menelan nya. Memang gila


Rekan Fred langsung menekan kepala Thomas dengan kuat sementara Fred langsung memasukkan benda itu kedalam mulut Thomas dengan paksa.


Bibir nya kembali berdarah, apalagi Fred sampai memasukkan jarinya kedalam mulut Thomas.


"Aaarrrgghhh" Thomas menggeram kesakitan dan dia bahkan langsung terbatuk batuk saat benda itu sudah masuk dengan paksa ketenggorokan nya


"Ku....kurang ajar" gumam nya begitu kepayahan, memandang Kenzo dengan penuh kebencian. Namun Kenzo masih diam dengan senyum sinis nya


"Lakukan sekarang" perintah Kenzo


Fred langsung merobek baju depan Thomas dengan kasar membuat Thomas kembali memberontak dengan kuat


"Tidak ... jangan!!!! Kau tidak boleh melakukan itu Ken.. Bunuh saja aku sekarang!!!" teriak Thomas sekuat tenaga nya bahkan benang yang ada dibibirnya kembali terbuka hingga membuat nya bergetar kesakitan. Namun dia kembali berteriak saat Fred mulai menggoreskan mata pisau itu kebagian dada nya


"Oh my god" gumam Jack yang langsung menutup telinga nya mendengar teriakan Thomas yang begitu menggema. Inci demi inci kulit nya mulai ditarik dengan paksa oleh Fred, menyisakan daging yang memerah bagai sapi yang dikuliti


"Aaaahhhh ampun..... ampuni aku!!!!!!!!!"


"Aaaarrrrggghhhhh!!!!!" teriakan Thomas terdengar begitu pilu dan kuat. Jack dan Xavier bahkan sudah meringis memegangi telinga mereka yang berdengung


Kenzo juga sudah tidak tahan, bukan tidak tahan melihat penderitaan Thomas, melainkan tidak tahan dengan suara nya yang memekakkan telinga. Lagi pula dia harus segera pergi dari sini sebelum dia kehilangan selera makan nya nanti


"Ayo cepat pergi" ajak Kenzo yang langsung beranjak dan berlalu dari ruangan itu


Jack dan Xavier terlihat terkesiap memandang punggung Kenzo, namun dengan segera mereka meninggalkan ruangan itu dan menyusul Kenzo, meninggalkan Thomas yang masih menggeram kesakitan. Fred juga sudah mengikuti mereka keluar


"Apa cuma segitu saja king?" tanya Xavier pada Kenzo saat mereka sudah berada diluar penjara Thomas


"Jika kau masih ingin melihat, pergilah. Aku tidak ingin kehilangan selera makan ku" jawab Kenzo yang segera berjalan untuk keluar dari sana


"Memang kenapa lagi?" tanya Xavier yang berbisik pada Jack


"Pergilah lihat. Bukankah kau sungguh ingin melihat nya tersiksa" balas Jack yang juga berbisik. Dia sudah tahu apa yang akan terjadi setelah Thomas menelan bola kecil itu, dan Jack sungguh tidak berani untuk melihat nya. Dia segera menyusul Kenzo dan membiarkan Xavier yang masih mematung ditempatnya. Namun karena penasaran, dia berbalik kembali dan masuk kedalam penjara Thomas dimana Fred masih menunggu disana


Mata Xavier langsung terbelalak dengan lebar saat melihat apa yang terjadi pada Thomas. Dia mematung diambang pintu dengan pandangan tidak percaya


Mata Thomas terbelalak lebar dengan darah yang keluar, bahkan bukan dari mata nya saja melainkan dari semua tempat yang bisa mengeluarkan keringat. Thomas sudah tidak dapat lagi berbicara, dia benar benar menahan kesakitan nya yang teramat berat, bahkan dapat Xavier lihat jika tubuhnya bergetar dengan hebat dan tidak lama kemudian


brukkkk


Xavier langsung terlonjak kebelakang saat melihat tubuh Thomas meledak dan hancur berkeping keping layak nya patung yang tidak berharga.


Kenzo memang gila