
Alena duduk dengan begitu tegang dikursi nya, satu persatu model yang membawakan rancangan dari masing masing desainer sudah mulai tampil diatas panggung catwalk. Semua rancangan yang ditampilkan benar benar memukau dan begitu menakjubkan, wajar saja karena semua nya adalah desainer terbaik yang telah terpilih diantara ratusan orang yang mendaftar.
Alena menoleh pada barisan para tamu dimana kakak dan ayah nya duduk disana memperhatikan para model yang berlenggak lenggok diatas panggung. Alena langsung tersenyum dan mengangguk saat Reymond tersenyum dan memberikan semangat dengan menaikkan kepalan tangan nya pada Alena. Ya, Alena begitu beruntung ada mereka saat ini. Meski dia juga sedih, Enzo nya tidak bisa melihat hasil yang sudah dia perjuangkan. Proses pembuatan gaun dan merancang yang penuh dengan usaha ditengah tengah gangguan Mike yang meneror nya dulu, tapi sekarang meskipun Mike tidak ada, namun Alena juga sedih karena Kenzo masih tidak bisa juga berada disampingnya.
Sesekali Alena melirik kearah pintu masuk, berharap seseorang yang dia nantikan hadir, namun rasa nya percuma, karena Edward saja sudah duduk tenang dikursi nya bersama tuan Wesley dan nyonya Monic yang juga hadir malam ini. Seperti nya mereka memang ingin melihat Clara yang membawakan gaun rancangan nya.
Dan yang membuat Alena terkejut adalah, Rebecca ternyata benar benar memakai gaun yang dia pesan pada Alena minggu lalu, Alena bahkan tidak percaya dengan penglihatannya, dia kira orang seangkuh Rebecca hanya mempermainkan nya saja, namun ternyata gaun itu juga dia pakai, memang kelihatan pas dan sangat cocok ditubuh indah nya. Gaun seksi bewarna gold dengan hiasan payet yang berkilauan.
"Alena, lihat model ku sudah keluar!" seru Alexandria tiba tiba, membuat Alena sedikit terkesiap dan langsung menoleh keatas panggung, dimana seorang model cantik dengan begitu anggun nya membawakan hasil rancangan Alex, gaun mini dengan tema floral, namun terlihat hampir terbuka dan memperlihatkan seluruh lekuk tubuh model
"Wow, kau memang luar biasa Alex" gumam Alena takjub
"Yah, aku suka keseksian" jawab Alex dengan begitu bangga, disaat Alena begitu menahan gugup namun pria gemulai ini malah terlihat biasa saja, Alena cukup salut melihat nya.
"Aku merancang nya hampir sebulan kau tahu, tapi saingan kita begitu berat, yah tapi aku cukup bangga dengan diriku yang bisa mengikuti kompetisi ini" ungkap Alex dengan wajah berbinar. Tentu saja Alena juga mengangguk setuju, dia juga merasa bangga, apalagi dia adalah perancang pemula, pengalaman belum ada tapi sudah berhasil masuk dikompetisi ini
"Kau benar Alex, ini merupakan pengalaman yang luar biasa, ya meskipun aku harus gugup setengah mati" jawab Alena membuat Alex langsung tertawa
"Aku juga gugup, tapi tidak terlalu, karena aku tidak berharap untuk menang, yah kau tahu lah saingan kita berat, apalagi ada lady Wingston" tunjuk Alex pada seorang wanita muda namun dengan gaya yang sangat anggun dan terlihat sedikit angkuh
"Dia?" tanya Alena dan Alex langsung mengangguk
"Dia adalah kandidat yang paling ditakuti saingan kita yang lain, model nya belum keluar, kau harus melihat nya nanti" jawab Alex lagi, dan Alena hanya mengangguk saja. Ya, dari gaya nya saja Alena sudah tahu seperti apa hasil karya nya, dan tentu saja Alena semakin insecure
Beberapa kali dia terlihat menghela nafas nya dalam dalam, perasaan gugup dan cemas ini sangat menyebalkan, Alena kembali fokus keatas panggung namun getar didalam tas nya membuat dia terganggu. Entah siapa yang mengirimi nya pesan, apa pelanggan nya, apa mereka tidak tahu Alena sedang apa sekarang.
Dengan kesal Alena langsung membuka ponsel nya, mata nya terlihat mengernyit namun seketika senyum langsung mengembang sempurna diwajah cantik nya.
['Kau hebat, jangan gugup, wajahmu jelek jika begitu, aku tidak ingin gaun yang kuberikan terlihat sia sia dengan wajah mu yang seperti itu']
Alena langsung mengangkat kepala nya dan menoleh kesegala arah mencari dimana keberadaan sipengirim pesan, namun nihil, Alena tidak menemukan nya diantara ratusan orang yang ada disana.
Dia kembali tertunduk dan menggenggam erat ponsel nya, ya, meski hanya satu pesan, tapi sungguh rasa gugup Alena bisa berkurang. Meski dia tidak tahu dimana Enzo nya berada, namun dia tahu jika Kenzo pasti meliihat nya saat ini. Semoga saja pria itu tidak kecewa dengan hasil nya nanti.
"Hei, kenapa kau tersenyum begitu" ucap Alex yang kembali mengejutkan Alena
"Ah, tidak ada" jawab Alena dengan senyum canggung nya
"Lihat itu model Lady wingston" Alex langsung menunjuk keatas panggung dimana seorang model baru saja keluar dari sana.
Mata Alena bahkan ikut melebar melihat bagaimana mewah nya gaun itu, ekor nya panjang menyeret lantai, ada seperti sayap dibelakang punggung nya namun tetap seksi didepan. Benar benar indah
"Menakjubkan bukan, aku rasa dia yang akan menjadi pemenangnya" gumam Alex dan Alena langsung mengangguk
"Kau benar, gaun itu memang sangat sempurna" jawab Alena. Mata mereka berdua tidak berhenti henti nya menatap takjub pada model yang kini sedang memamerkan setiap lekuk gaun itu, dan Alena sedikit menoleh pada si perancang yang terlihat tersenyum sombong ditempat nya, dan Alena menjadi sedikit jengah melihat nya
"Tinggal dua kandidat lagi, aku sudah tidak sabar melihat hasil rancangan mu Alena" ucap Alex, dan Alena langsung tersenyum getir mendengar nya
"Gaun ku biasa saja Alex, aku bahkan sudah insecure sekarang" jawab Alena begitu pelan, mata nya menoleh kearah panggung dimana model lainnya keluar, dan ternyata Clara berada diposisi terakhir sebagai model penutup, lihatlah bahkan dia dikeluarkan paling akhir, Alena sudah lemas sekarang.
"Kau ini, aku bahkan belum menilai nya" sahut Alex
"Yang menilai juri, bukan kau, karena kau temanku kau pasti akan tetap bilang jika itu cantik" gerutu Alena membuat Alex langsung tertawa lucu, apalagi melihat wajah cemberut Alena yang begitu menggemaskan.
Dan tibalah disaat saat yang begitu mendebarkan, semua orang tampak menunggu penampilan peserta terakhir. Apalagi orang tua Clara, Reymond dan kapten Stone, mereka benar benar penasaran dengan hasil rancangan Alena. Sungguh demi apapun, rasa gugup yang sempat menghilang tadi kini kembali lagi, bahkan lebih parah dari sebelum nya.
Apalagi disaat MC memanggil nama Clara yang membawakan gaun nya, Alena langsung meremas kedua tangan nya dan memejamkan mata nya dengan takut, dia tidak bisa membayangkan bagaimana pendapat orang orang tentang hasil rancangan nya itu.
"Oh my god Alena" gumam Alex dan tentu saja Alena semakin tidak bisa bernafas dengan baik, jantung nya bergemuruh hebat bahkan nyaris merasa nyeri sangking panik nya
"Dan dibawakan oleh nona muda Clara?" tambah nya lagi
Alena yang penasaran dengan reaksi Alex langsung membuka mata nya, dan dapat dia lihat wajah Alex begitu terperangah menatap kearah panggung, sangat jauh berbeda dengan kekaguman nya pada model milik lady Wingston tadi.
Masih dengan jantung yang bergemuruh, Alena juga mengalihkan pandangan nya keatas panggung dimana Clara sudah keluar dan berjalan dengan gaya yang begitu anggun, senyum yang manis namun begitu tegas sesuai karakter gaun yang dibawakannya. Memang benar benar memukau dan membuat Alena tidak bisa berkedip.
Gaun itu kenapa bisa begitu pas dan sangat indah ditubuh Clara? Apa karena Clara yang memang seorang model cantik? Atau karena hasil rancangan nya yang juga bagus
"Alena ini benar benar menakjubkan, bahkan kau sudah bisa menyaingi lady Wingston saat ini" gumam Alex masih menatap takjub keatas panggung.
Dan bukan hanya Alex saja, melainkan semua peserta juga ikut terperangah melihat hasil rancangan Alena yang dibawakan oleh Clara, hanya lady Wingston saja yang terlihat berdecak sinis melihat itu.
Nyonya Monic bahkan sampai bertepuk tangan sangking terpesona nya dia melihat penampilan Clara yang sangat epik dan bersatu dengan gaun nya. Clara berjalan dengan gaya yang anggun namun tegas dan pandangan mata menajam kedepan. Dia memang benar benar sangat berbakat, Alena bahkan tidak sanggup berkata apapun lagi sekarang.
Reymond juga tampak terperangah takjub ditempat nya, rancangan Alena yang indah dan dibawakan oleh Clara, adalah perpaduan yang sempurna. Dia benar benar bangga dan terkesima
Edward si pria batu bahkan tampak berekspresi malam itu, dia terlihat tersenyum tipis melihat kemolekan tubuh Clara yang begitu luwes diatas panggung.
Clara terlihat menampilkan seluruh sisi gaun yang dibawakannya, berputar beberapa kali dengan gaya yang sangat mempesona, bahkan semua orang benar benar terkesima melihat nya.
Clara berhenti ditengah tengah panggung dan kembali memutar tubuh nya, dan saat mata nya bertabrakan dengan mata biru Alena, dia memberikan senyum serta kedipan mata pada Alena yang langsung mendengus senyum dan langsung mengangkat tangan dan memberikan simbol ok pada gadis itu.
Ya, dia cukup bangga dengan hasil rancangan nya, setelah tadi dia tidak dapat bernafas, namun melihat pandangan orang orang yang kagum dan tidak ada yang mencibir membuat semangat nya kembali, setidak nya hasil rancangan nya tidak terlalu buruk, dan itu sudah cukup bagi nya
"Alena kau benar benar luar biasa, bagaimana mungkin kau bisa membuat gaun sebagus itu ha" ucap Alex langsung sembari meraih lengan Alena dan mengguncang nya dengan menggebu
"Alex, kau berlebihan, gaun ku tidak sabagus punyamu" sahut Alena sembari melepaskan tangan Alex yang membuat kepala nya pusing
"Cih, bagaimana tidak bagus, jika dia memiliki backingan nona muda Clara" sindir lady Wingston, membuat Alena dan Alex langsung menoleh kearah nya
"Bukan nya itu curang" tambah nya lagi dengan wajah yang begitu angkuh
Semua peserta langsung menoleh pada Alena yang tampak gugup sekarang, dipandang dengan wajah wajah sinis peserta lain nya
"Aku tidak curang, itu memang rancangan ku, dan Clara hanya membawakan nya" jawab Alena ragu, dia sudah seperti seseorang yang disidang sekarang
"Benarkah, kau pasti sudah membayar mahal untuk ini bukan, bagaimana mungkin gadis seperti mu bisa meminta nona muda Clara untuk membawakan gaunmu, aku juga tidak yakin itu hasil rancanganmu" sindir ladi Wingston lagi.
Alena hanya tertunduk sedih mendengar nya, dia tidak tahu bagaimana perjuangan Alena membuat gaun itu
"Kau ini keterlaluan lady" sahut Alex tidak suka
"Cih, aku jadi ragu jika nanti juri akan memenangkan mu apalagi nona Clara yang ikut serta" kata lady Wingston begitu pedas
"Tidak ada yang seperti itu, bukankah kau tahu siapa yang menjadi juri nya, bahkan berasal dari negaramu sendiri, bagaimana mungkin ada kecurangan" sahut Rebecca tiba tiba membuat mereka semua langsung terkesiap kaget
"Nona sekretaris" ucap mereka semua
"Bagaimana pun hasil nya kalian harus terima, jangan saling menyalahkan, kami hanya menyelenggarakan acara ini, bukan kah kau juga membawakan model kelas dunia, bahkan lebih hebat dari nona Clara, lalu kenapa bisa omongan mu sepedas itu ha" serang Rebecca lagi membuat lady Wingston langsung terdiam dan kembali ketempat nya, sedangkan Alena tampak terperangah takjub melihat wanita yang terlihat angkuh ini bisa membela nya.
"Jangan membuat kegaduhan, masih ada waktu lima belas menit lagi untuk hasil pengumuman" ucap Rebecca yang langsung pergi meninggalkan tempat mereka.
Sungguh Alena masih tidak menyangka dengan wanita itu, dia merasa sedikit bersalah pernah berfikiran buruk pada nya.
Ya, lima belas menit lagi, lima belas menit yang begitu mendebarkan untuk seluruh peserta. Entah siapa yang akan berhasil meraih predikat desainer berbakat tahun itu dan yang akan menjadi desainer tetap diBArrent's Agency nantinya.